Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Policy of Islamic Basic and Secondary Education in Indonesia Nurul Aslamiyah; Muhammad Feri Fernadi
Journal of Research in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Research in Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma`arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jrie.v7i1.2917

Abstract

Islam has long played a significant role in shaping the identity of the Indonesian nation. It is therefore unsurprising that Islam continues to contribute meaningfully to social, cultural, and educational spheres. The educational policy discussed in this article is rooted in the government’s response to ongoing advancements in technology and communication, which have continually reshaped both industry and education. As a result, the education sector has inevitably been swept up in the wave of technological transformation, prompting policy shifts to keep pace with these changes. This article reveals that Islamic education policy in Indonesia has evolved across different political eras from the Old Order and New Order to the Reform era up to the implementation of the 2013 Curriculum (Kurikulum 2013 or K-13). During the Old Order, students were mandated to attend eight years of school. This changed to nine years under the New Order, along with the establishment of numerous Islamic educational institutions such as PHIN, MANPK, and MAK, where Islamic subjects comprised up to 75% of the curriculum. In the Reform era, Islamic education was officially recognized as equivalent to general education, evidenced by the establishment of Islamic schools and higher education institutions (MDI/MI, MTs, MA, PTAIN, PTAIS, and Al-Jamiah) across various levels.
Peran Ustadzah dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Kitab Hidayatus Sibyan untuk Meningkatkan Kefasihan Membaca Al-Quran di Kelas I B Diniyah Putri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2024/2025: Penelitian Lestari, Sri; Aslamiyah, Nurul; Fauzi, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1177

Abstract

The Hidayatus Sibyan book is used as a learning reference because its content is easy for students to memorize and understand. In Class 1B of the Diniyah division at Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, this book is implemented in the learning process to deepen students’ understanding of tajwid (rules of Qur’anic recitation), although several challenges are still encountered in its application. This study was conducted in Class 1B Diniyah at Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin with the aim of exploring the role of the ustadzah (female Islamic teacher) in implementing the Hidayatus Sibyan learning to enhance students' fluency in reading the Qur’an. Furthermore, the study seeks to identify both the supporting and inhibiting factors in the implementation of this learning process. This research employs a qualitative approach, using data collection methods including observation, interviews, and documentation. All collected data were analyzed using a descriptive qualitative method through three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This process aims to provide an in-depth understanding of the ustadzah’s involvement in the teaching of the book. The results show that the ustadzah plays a fairly effective role in delivering the content of the Hidayatus Sibyan book, especially in improving students' fluency in reading the Qur’an. This is achieved through repetition techniques, memorization of verses in the book, and comprehension of their meanings. The main supporting factors identified include the ustadzah’s teaching competence, the students’ learning motivation, and the religious environment of the pesantren. Meanwhile, the inhibiting factors include limited facilities and infrastructure. Nevertheless, the learning of Hidayatus Sibyan has proven to significantly contribute to enhancing the Qur’anic reading fluency of the female students in Class 1B Diniyah
Implementasi Pembelajaran Kitab Tuhfatul Athfal dalam Meningkatkan Pemahaman Membaca Al-Qur`An di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan: Penelitian Yahya Tohari; Nurul Aslamiyah; Muhammad Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran Kitab Tuhfatul Athfal dalam meningkatkan pemahaman membaca Al-Qur’an pada santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan. Kitab Tuhfatul Athfal merupakan salah satu metode klasik yang digunakan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, khususnya untuk mengenalkan tajwid dan makhraj huruf kepada santri secara sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pengamatan langsung, wawancara dengan guru pengajar, dan dokumentasi proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan proses dan hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran menggunakan Kitab Tuhfatul Athfal berjalan secara efektif dengan tahapan yang sistematis dan terstruktur sesuai dengan karakteristik santri. Selain itu, penggunaan kitab ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman membaca Al-Qur’an secara signifikan, terutama dalam aspek penguasaan tajwid dan pelafalan huruf yang benar. Santri mengalami kemajuan yang terlihat dari hasil evaluasi pembelajaran yang meningkat dari awal hingga akhir masa pembelajaran. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran ini adalah metode pengajaran yang interaktif dan konsistensi guru dalam membimbing santri. Namun, terdapat pula beberapa kendala, seperti perbedaan tingkat kemampuan awal santri dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulannya, Kitab Tuhfatul Athfal merupakan media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca Al-Qur’an pada santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, sehingga direkomendasikan untuk digunakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan metode pembelajaran modern guna hasil yang lebih optimal.
Pengaruh Profesionalisme Guru Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan: Penelitian Arifah Feby Auliya; Muhammad Yasin; Nurul Aslamiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profesionalisme guru terhadap minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan. Profesionalisme guru merupakan salah satu faktor penting dalam proses pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru yang profesional mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyampaikan materi dengan baik, serta memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam mengikuti pelajaran. Minat belajar siswa merupakan dorongan internal yang mempengaruhi perhatian dan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran, sedangkan prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah siswa Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh profesionalisme guru terhadap peningkatan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam dikelas XI Madrasah Aliyah Hidaytul Mubtadiin jati Agung Lampung Selatan adalah: (1) Berdasarkan penelitian uji analisis statistik pengaruh profesionalisme guru terhadap minat belajar memperoleh hasil nilai sig. 0,001 < 0,05 , dengan nilai determinasi sebesar 0,333 atau 33 %, dan hasil analisis regresi uji t parsial menunjukkan t hitung 3,740 > (lebih besar dari) t tabel 2,048, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara profesionalisme guru terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas XI Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan; (2) Berdasarkan penelitian uji analisis statistik pengaruh profesionalisme guru terhadap prestasi belajar memperoleh hasil nilai sig. 0,001 < 0,05 , dengan nilai determinasi sebesar 0,350 atau 35 %, dan hasil analisis regresi uji t parsial menunjukkan t hitung 3,884 > (lebih besar dari) t tabel 2,048, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara profesionalisme guru terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas XI Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan
Penerapan Restorative Justice Terhadap Kasus Kekerasan Seksual Di Desa aslamiyah, Nurul
El-Dusturie Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v4i1.11038

Abstract

Abstract: Restorative justice is increasingly being discussed as an alternative to resolving sexual violence cases, particularly in rural areas where formal legal systems are often inadequate. This research aims to examine how restorative justice is applied at the village level in Indonesia and analyze the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study uses a qualitative method with a case study approach, involving interviews with law enforcement officials, village leaders, and victims who have undergone the restorative justice process. The results show that restorative justice has the potential to help victims recover and support the rehabilitation of perpetrators within a more humane and community-based justice framework. However, the process still faces obstacles such as patriarchal cultural norms, lack of understanding from the community, and weak legal awareness. This research concludes that restorative justice can be a relevant alternative if implemented with full victim consent, community support, and through agreements that are legally recognized Keywords: Restorative Justice; sexual violence; inhibiting factor. Abstrak: Keadilan restoratif mulai banyak dibahas sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual, khususnya di wilayah pedesaan yang kerap mengalami keterbatasan dalam sistem hukum formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan keadilan restoratif di tingkat desa di Indonesia serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, tokoh masyarakat desa, dan korban yang pernah menjalani proses keadilan restoratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan restoratif berpotensi membantu pemulihan korban dan mendukung rehabilitasi pelaku dalam kerangka keadilan yang lebih manusiawi dan berbasis komunitas. Namun, proses ini masih menghadapi tantangan seperti norma budaya patriarkis, kurangnya pemahaman masyarakat, dan lemahnya kesadaran hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keadilan restoratif dapat menjadi alternatif yang relevan jika diterapkan dengan persetujuan korban, dukungan komunitas, dan melalui kesepakatan yang diakui secara hukum. Kata Kunci : Restorative Justice; Kekerasan seksual; Faktor penghambat.
Dynamics of Madrasah and Implementation System Excellent Islamic Education Aslamiyah, Nurul
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 6 No. 2 (2024): Geographical Coverage: Indonesia, Iraq, Malaysia, and Denmark
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v6i2.1963

Abstract

implementing excellent Islamic education in Indonesia. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, this study examines data from various scientific sources, official policies, and educational documents. The data collection technique is carried out through thematic documentation, while the analysis is carried out by content analysis technique. The results of the study show that madrassas have undergone significant transformation since the colonial period to the era of the Independent Curriculum. Several important policies, such as the Decree of the Three Ministers, the MAPK program, the 2013 Curriculum, and the Independent Curriculum became milestones in Islamic education reform. Despite progress, challenges such as inequality in human resources, limited infrastructure, and suboptimal management still hinder the delivery of excellent Islamic education. The research concludes that the reformulation of the madrasah system needs to be carried out through a participatory management approach, the application of the principle of total quality education, and the strengthening of the local context and Islamic values. The results of this study are expected to be a reference in designing Islamic education policies that are more adaptive, inclusive, and sustainable.
STUDI KOMPARATIF PENGUASAAN PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK DITINJAU DARI ASPEK KEPRIBADIAN INTROVERT DAN EKSTROVERT DI MA HIDAYATUL MUBTADIIN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN Fitria Fatmawati; Mustaqim Hasan; Nurul Aslamiyah
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v2i2.61

Abstract

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan indivisu lain. Kepribadian adalah sifat, watak atau watak yang dibedakan dari dalam diri seseorang yang bersumber dari bentukan yang diperoleh dari lingkungan sekitar sebagai keliarga dan juga bawaan sejak lahir. Ada dua tipe kepribadian yang umumnya dimiliki manusia, salah satunya akan secara alami melekat sebagai sifat atau karakteristik bawaan sejak lahir, yaitu Introvert dan ekstrovert. Penelitian ini akan mengulas fenomena siswa Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin kelas XI MIA 1 yang memiliki kepribadian Introvert dan kepribadian Ekstrovert di dalam menyenangi pembelajaran di madrasah . Untuk mengkaji fenomena tersebut, maka peneliti memiliki pendekatan yang penulis gunakan adalah enelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapat bahwa: (1) mata Pelajaran yang dominan diminati oleh peserta didik Introvert antara lain yaitu mata pelajaran yang bersifat hafalan, kesenian, dan keagamaan; (2) Sedangkan mata pelajaran yang dominan diminati oleh peserta didik Ekstrovert yaitu mata pelajaran yang bersifat ekspresif, analitis dan dialogis. (3) Perbedaan dan kesamaan peserta didik Introvert dan peserta didik Ekstrovert dalam menguasai pelajaran yang diberikan di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin sebenarnya dari segi perbedaanya: antara peserta didik Ekstrovert dan Introvert terletak dari cara mereka menerima ilmu, yang mana jika Ekstrovert lebih lebih condong meminati cara lisan dan komunikasi secara langsung antara peserta didik dengan pendidik dan pendidik dengan peserta didik lainnya. Sedangkan peserta didik Introvert lebih menguasai pelajaran dengan cara tidak langsung, melainkan dengan cara mengandalkan media komunikasi sebagai perantaranya
Kebijakan Pengambilan Keputusan Pimpinan Dilingkungan Pondok Pesantren untuk Meningkatkan Kualitas Manajerial Pendidikan Formal Aslamiyah, Nurul; Supriyanto, Aris; Harahap, Nasrudin; Murtafiah, Nurul Hidayati
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 4 No. 3 (2022): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v4i3.471

Abstract

The purpose of this study is to analyze the decision-making used by leaders in Pondok Pesantren, also known as pesantren, because of their substantial impact on official educational institutions. To achieve its goals, various organizations that oversee Islamic boarding schools use various methodologies and standards for decision making. Design, implementation, and assessment of decision making are the main topics of this research. The method known as descriptive qualitative is applied in this study. Interviews, documentation, and observations were used to collect data. Data reduction, data presentation, and data verification are data analysis methods used. In this study, the aim is to determine the design in decision making, to determine the decision-making process and to determine the assessment criteria used by the leadership. The results show that: first, design decision-making involves processes such as team building, needs analysis, program design, program socialization, and process assessment; second, the purpose of design decision-making is to improve the quality of management. Second, the use of the decision-making process by leaders can be observed in the improvement of human resources, where they focus and highlight this particular issue as it is closely related to school administration standards. Third, the leader's performance is assessed either directly or indirectly through conversation. The assessment criteria used are procedures through which choices are evaluated, along with the consequences of the decisions, to determine their significance Keywords: Leaders' Decision Policy, Managerial Quality Education, Quality Education
Results-Based Management As A Model for Madrasah Education Management Aslamiyah, Nurul; Patimah, Siti; Murtafiah, Nurul Hidayati
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 6 No. 3 (2024): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v6i3.8738

Abstract

This study aims to: (1) analyze the planning and implementation of RBM in the management of madrasah education, (2) examine the mechanism for evaluating and measuring the achievement of results, and (3) identify the supporting and inhibiting factors for the implementation of RBM and its implications for the formulation of madrasah education management models. This study uses a qualitative method with a multisite approach. The research locations include three private aliyah madrassas in South Lampung Regency, namely MAS Al Fatah Natar, MAS Hidayatul Mubtadiin Jati Agung, and MAS Islamiyah Cintamulya. Data was obtained through in-depth interviews, observations, and documentation studies of madrasah heads, deputy madrasah heads, and teachers. Data analysis was conducted using an interactive model, involving data reduction, presentation, and drawing conclusions, which were validated through the triangulation of sources and techniques. The study's results reveal variations in the level of maturity of RBM implementation among madrasas. MAS Al Fatah Natar implements RBM relatively more systematically, utilizing academic outcome indicators and data-based follow-up. In contrast, MAS Hidayatul Mubtadiin Jati Anonacademicout achieves nonacademic outcomes through the program. At the same time, Tion, while MAS Islamiyah Cintamulya is still situational and has not been institutionalized. The conclusion of the study emphasizes that the clarity of outcome indicators, consistency of data-based evaluation, and follow-up documentation are the keys to the success of RBM in madrasas.  
Efektivitas Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Pemahaman Materi Akidah Akhlak Kelas VII A di MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan NurBaeti, Siti; Hasan, Mustaqim; Aslamiyah, Nurul
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Cooperative Script dalam meningkatkan pemahaman materi Akidah Akhlak pada peserta didik kelas VII A MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan tahun pelajaran 2025/2026. Tujuan tersebut dilandasi oleh research gap yang muncul dari kecenderungan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menempatkan Cooperative Script sebagai strategi untuk meningkatkan keaktifan atau capaian belajar Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Cooperative Script dalam meningkatkan pemahaman materi Akidah Akhlak pada peserta didik kelas VII A MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian meliputi guru Akidah Akhlak dan peserta didik kelas VII A yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Script efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Akidah Akhlak pada peserta didik kelas VII A MTs Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Jati Agung Lampung Selatan tahun pelajaran 2025/2026. Model ini mendorong peningkatan pemahaman konseptual peserta didik, ditandai dengan kemampuan menjelaskan materi menggunakan bahasa sendiri serta memahami keterkaitan nilai akidah dan akhlak secara utuh. Cooperative Script juga membentuk pemahaman kontekstual, sehingga materi dipahami sebagai pedoman bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, model ini meningkatkan partisipasi dan interaksi antarsiswa melalui pembagian peran yang jelas dan suasana belajar kolaboratif. Temuan ini menegaskan relevansi Cooperative Script sebagai pendekatan pembelajaran Akidah Akhlak yang partisipatif, kontekstual, dan bermakna.