Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGOLAHAN PASCA PANEN KOPI "PENYEDUHAN (BARISTA)" DI KAMPONG KOPI BAWAKARAENG Rini Er Lina; Harli A Karim; Hasanuddin Kandatong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2022): Sipissangngi Volume 2, Nomor 3, September 2022
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v2i3.3440

Abstract

Pengabdian ini termasuk dalam kategori magang industri, program magang industri merupakan bagian dari program kerja Merdeka Belajar Kampus Merdeka  (MBKM) yang di rancang oleh kemendikbud Nadiem Makariem yang bertujuan untuk memberikan kebebasan mahasiswa dalam mengembangkan minat serta memenuhi kebutuhan SDM yang kemudian bisa menciptakan inovasi- inovasi baru dalam kopi. meningkatnya peminat kopi dari berbagai kalangan dan hampir semua kalangan menjadikan kopi sebagai minuman wajib kinsumsi setiap harinya, namun di tengah peningkatan yang terjadi sumberdaya manusia (Barista) kurang, sehingga profesi barista saat ini sangat di butuhkan untuk memenuhi kebutuhan SDM. Keterampilan barista bisa di peroleh melalui, pelatihan, sekolah barista, dan kursus barista. Selain itu keterampilan barista bisa didapatkan melalui kegiatan magang. Magang merupakan salah satu kegiatan skema dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini menggunakan metode Observasi, Wawancara, Praktek, Pelatihan.
PERAN MAHASISWA DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA SABURA, KECAMATAN BULO, KABUPATEN POLEWALI MANDAR Harli A Karim; Gustiani Gustiani; Andi Yahya
SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2022): Sipissangngi Volume 2, Nomor 3, September 2022
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v2i3.3350

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk Program Unasman Membangun Desa (PUMD) yang dilaksanakan dalam kurung waktu 40 hari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran masiswa dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang berlokasi di Desa Sabura, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah melakukan observasi, melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar, mengadakan pertemuan, serta melakukan kegiatan pembersihan lahan pekarangan. Di Desa Sabura sendiri sebagian besar masyarakat selain sebagai ibu rumah tangga mereka juga banyak yang melakoni tugas sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Salah satu kegiatan pertanian tersebut ialah melakukan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah dilakukan dengan tujuan pemberdayaan Kelompok Tani (KT).
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SIFAT FISIK TANAH UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI DI DATARAN MENENGAH DI POLEWALI MANDAR STUDI KASUS DI DESA KURRAK KECAMATAN TAPANGO Irma Ang Raeni; Harli A Karim; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3516

Abstract

Pemelihara eksklusif untuk produksi tanaman kopi adalah Kabupaten Polewali Mandar. Satu-satunya daerah yang bergerak dalam produksi biji kopi adalah Kabupaten Tapango. Salah satu kota yang menjadi fokus pembangunan adalah Desa Kurrak. Desa Kurrak terletak 400 meter di atas permukaan laut pada tahun berjalan. Area Perkebunan Kopi 2020 di Desa Kurrak 100 hektar seluruhnya. Evaluasi suatu lahan sangat penting untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Tujuannya adalah untuk memahami karakteristik fisik lahan yang cocok untuk budidaya kopi guna meningkatkan produktivitas tanaman kopi yang terakhir daripada yang sebelumnya. Penelitian dilaksanakan di Desa Kurrak, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, pada bulan Maret sampai Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling, observasi, dan survei. Wawancara, analisis data, atau tes laboratorium. Hasil penelitian aspek fisik laut dilakukan di Laboratorium Uji Universitas Hasanuddin Makassar. Sifat fisik wilayah studi tidak mempengaruhi hasil kedai kopi. Karakteristik penataan ruang yang efektif, batuan permukaan, dan tekstur di daerah penelitian tanah sangat sesuai (S1), agak sesuai (S2), dan sangat sesuai (S3) untuk konsumsi kopi.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI DI DATARAN MENENGAH DI POLEWALI MANDAR STUDI KASUS DI DESA KURRAK KECAMATAN TAPANGO Winda Winda; Harli A Karim; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3520

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tanah agar dapat menghasilkan barang yang berkualitas tinggi dan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah yang cocok untuk budidaya kopi. Penelitian dilaksanakan di Desa Kurrak Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Maret sampai Mei 2022. Metode analisis yang digunakan adalah metode surveipurvosive sampling, observasi, wawancara, analisis data, atau pengumpulan data dan penggunaan laboratorium. Desa Kurrak merupakan tempat utama produksi kopi di Polewali Mandar. Berdasarkan hasil penelitian kimia tanah yang dilakukan di Laboratorium Kimia Padi Universitas Hasanuddin Makassar, lokasi penelitian tidak ada kaitannya dengan produksi kopi.
Studi Penentuan Jenis Spesies Baru Penggerek Buah Kakao (PBK) dari Genus Conopomorpha (Lepidoptera ; Litocolletidae) Harli A Karim; Fredrik Depparaba; Iinnaninengseh Iinnaninengseh; Nurhaya Kusmiah; Muhammad Ihsan
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5126

Abstract

Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella Snellen ditemukan pertama kali tahun 1880 oleh entomolog legendaris Zehntner dan kawan kawan. Studi pertama kali kerusakan buah buah kakao yang disebabkan PBK tersebut dijelaskan oleh Zehntner tahun 1900 (Wessel, 1983). Sejak ditemukan tahun 1880, C cramerella diyakini telah menjadi ras biologi saat itu dan Zehntner 1902 telah mengabarkan kejadian ini. Spesimen yang digunakan dalam studi ini diperoleh dari perkebunan kakao rakyat di wilayah pegunungan Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sejumlah 10 sampel buah kakao yang menunjukkan gejala untuk masing masing wilayah sehingga ada 30 sampel buah, kemudian dibawa ke laboratorium untuk pengamatan selanjutnya. Ukuran sampel buah kakao tersebut adalah panjang 10 – 12 cm dan lingkar buah 15 – 20 cm. Sampel buah kakao dibawa ke Laboratorium. Sampel ditempatkan pada wadah yang sudah disiaSpkan berupa stoples ukuran  tinggi 18 cm dan garis tengah 19 cm. Selanjutnya buah buah tersebut dimasukkan kedalam masing masing stoples (satu sampel buah untuk satu stoples). Selanjutnya stoples ditutup kain putih tembus udara dan diikat dengan karet pada pinggir permukaan stoples. Pengamatan dilakukan setiap hari sekitar jam 15 sore hingga jam 21 malam terhadap larva yang keluar dari dalam buah.           Conopomorpha tumongaensis sp nov (Polman) adalah spesies-spesies baru dari genus (marga) Conopomorpha, setelah diagnosis dan deskripsi spesies-spesies tersebut. Spesies baru tersebut terisolasi reproduksi di pegunungan Polman dan mengalami spesiasi menjadi spesies baru, dengan nama daerah sesuai tempat penemuannya, pegunungan tumonga.  Spesies baru tersebut terisolasi, saling berjauhan 90-an km hingga seratusan km. Terisolasi dari dataran rendah, lembah dan hutan.
KETERAMPILAN PASCA PANEN KOPI, BARISTA DAN CUPPING TEST DI KAMPONG KOPI BAWAKARAENG Nurul Iqraini D; Risky Aunillah; Harli A Karim
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5191

Abstract

Pengabdian ini merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilansir oleh KEMDIKBUD Nadiem Kariem. Program ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa kebebasan berpikir selama proses pembelajaran, membangun minat mereka, dan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk membuat inovasi dalam industri kopi. Jumlah orang yang menyukai kopi telah meningkat, menjadikannya salah satu minuman wajib. Namun, di tengah peningkatan konsumen, sumber daya manusia yang berperan penting dalam pembuatan kopi, juga dikenal sebagai barista, menjadi lebih sedikit. Kemampuan barista ini dapat dipelajari melalui pelatihan barista. Kita bisa mendapatkan keterampilan barista dengan magang. Program Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mencakup magang, yang menggunakan metode observasi, wawancara praktek, dan pelatihan.
TEKNIK SAMBUNG PUCUK TANAMAN KAKAO DI BADAN STANDARNISASI INSTRUMEN PERTANIAN TANAMAN INDUSTRI DAN PENYEGAR (BSIP TRI) KABUPATEN SUKABUMI Harli A Karim; Unari Inra Atmaja; Hasanuddin Kandatong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5218

Abstract

Pengembangan tanaman kakao dilakukan dengan menggunkan metode perbanykan vegetatif dan generatif, untuk dapat meningkatkan meningkatkan kualitas dan produktifitas tanaman perbanyakan secara vegetatif (klonal) merupakan salah satu metode perbanyakan yang dapat dilakukan. Metode perbanyakan secara vegetatif (klonal) dapat berupa setek, sambung pucuk (okulasi) dengan menggunakan bagian tertentu dari tanaman seperti pucuk tanaman (entres), atau menggunakan mata tunas. Program magang MBKM ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di era 4.0. kegiatan magang di BSIP Tri ini bertujuan untuk mengetahui metode sambung pucuk (Perbanyakan vegetatif) yang di terapkan di BSIP Tri. 
PROSES PENGOLAHAN PASCA PANEN KOPI DI KAMPONG KOPI BAWAKARAENG Harli A Karim; Devi Yulianti; Hasanuddin Kandatong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Sipissangngi Volume 3, Nomor 2, Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v3i2.3433

Abstract

Ini adalah satu-satunya skema program Kampus Belajar Mandiri (MBKM) yang disetujui oleh Kementerian Pendidikan dan Pembangunan Manusia di bawah Nadiem Makarim. Tujuan dari proses ini adalah untuk memahami Pengolahan Pasca Panen Kopi di Desa Kopi Bawakaraeng. Metode yang digunakan dalam proses magang ini adalah observasi, lokakarya, praktikum, dan pengajaran. Kampong Kopi Bawakaraeng adalah komunitas pembuat kopi yang didirikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah dan Bupati Gowa Adnan Purrichta Ichsan. Melalui proses pasca panen kopi, beberapa proses seperti pemanenan kopi, pulping, hulling, fermenting, sorting, dan packaging ditemukan aman dan terpercaya (warehousing). Kata kunci: . Kopi, Pengolahan pasca panen kopi, Kampong Kopi Bawakaraeng, 
Pengaruh Dosis Pupuk Npk Phonska Dan Berbagai Jenis Zat Perangsang Tumbuh Alami Terhadap Bibit Tanaman Kopi Arabika(Coffea arabica L) Anugra Susanto; Harli A Karim; Satriani Satriani
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i1.6079

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mannababa, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada bulan September sampai November 2021. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu Dosis Pupuk NPK Phonska (P) yang meliputi tiga taraf: (P1) NPK Phonska 7 gram, (P2) NPK Phonska 14 gram, (P3) NPK Phonska 21 gram. Faktor kedua yaitu: pemberian ZPT Alami (Z) yang meliputi empat taraf yaitu: (ZO) Tanpa ZPT, (Z1) ZPT Bawang Merah, (Z2) ZPT Rebung, (Z3) ZPT Jagung Mudah. Tanaman Kopi  (Coffea Arabica L) merupakan tanaman yang menghasilkan biji-bijian yang digunakan sebagai pembuatan minuman dengan kata lain kopi adalah  bahan baku sebagai pembuatan minuman yang dapat menyegarkan pikiran. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kopi, maka perlu dilakukan penelitian agar mengetahui faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan seperti pemberian pupuk NPK Phonska dan berbagai jenis Zat Perangsang Tumbuh Alami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Phonska dengan Dosis 21 gram pertanaman memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun pada umur 12 mst.
Intensitas Serangan Penyakit Cucumber Mosaic Virus (Cmv) Pada Tanaman Cabai Keriting (Capcicum Annum L. ) Di Kabupaten Polewali Mandar Marwan Marwan; Harli A Karim; Hikmahwati Hikmahwati
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i3.5363

Abstract

Cabai keriting (Capcicum Annum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan. Secara umum cabai merah keriting kaya akan vitamin dan nutrisi, antara lain vitamin B1 dan C, kalori, protein, lemak, dan karbohidrat (Firman, 2024). Dalam budidaya cabai terdapat beberapa patogen penting yang menyerang, seperti virus. Virus pada cabai dapat terbawa oleh serangga vektor seperti Bemisia tabaci, dan Aphis gossypii (Renfiyeni et al., 2023). Penelitian ini dilakukan pada lahan petani budidaya cabai kelurahan Darma, Kabupaten Polewali Mandar. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan kriteria yaitu tanaman cabai berumur ± 2 bulan setelah tanam dan memiliki populasi tanaman ± 200 tanaman. Penetapan sampel tanaman diambil secara diagonal dengan lima titik pengamatan, masing-masing titik diambil 8 sampel tanaman secara acak.  Jumlah populasi per unit yaitu sebanyak 40 tanaman. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penyakit virus mosaik (CMV) yang ter infeksi pada tanaman cabai keriting masih sangat tinggi. Penyebaran penyakit virus dibantu oleh serangga vektor kutu daun yang tidak dapat diatasi oleh petani cabai keriting di Mammi, Kelurahan Darma, Kabupaten Polewali Mandar.