Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN METODE STATISTIC PROCESS CONTROL (SPC) DALAM PENGENDALIAN MUTU PRODUK LEMARI KAYU PADA CV.AL-BAROKAH FURNITUR JAYA MEDAN JOHOR Bonar Harahap; Suliawati Suliawati; Mahmuda Ilmi
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kualitas sebuah produk lemari kayu yang ada pada CV. Al-Barokah Furnitur Jaya Kecamatan Medan Johor Provinsi Sumatera Utara yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pembuatan serta pemasaran industri mebel diantaranya lemari, kursi, meja dan lain-lain, terletak di kecamatan Medan Johor, Provinsi Sumatera Utara yang berpotensi berkembang pesat. Pengendalian kualitas adalah suatu kegiatan yangdi lakukan untuk memantau aktivitas dan memastikan kinerja sebenarnya yang di lakukan telah sesuai dengan yang telah direncanakan”. Berdasarkan pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian kualitas yaitu suatu teknikdan aktivitas atau tindakan yang terencana yang di lakukan untuk mencapai, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas suatu produk agar sesuai dengan standar yang telah di tentukan oleh pemimpin perusahaan dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Data yang digunakan adalah data produksi dalam kurun waktu satu tahun dimulai dari tahun 2023-2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Statistic Process Control (SPC). Statistic Process Control (SPC) adalah teknik ilmiah yang sangat baik untuk mengendalikan kualitas dengan berfokus pada proses. Metode statistik ini membantu untuk memahami asal variasi proses yang terjadi, dimana proses produksi dikendalikan kualitasnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil persentase dari jumlah total produksi dan jumlah cacat yang terjadi rata-rata di bawah 50% meskipun masih ada persentase produk cacat 67% yaitu dibulanMei 2023. Dan persentase cacat terkecil berada diangka 20% terjadi di bulan Oktober 2024 pengendalian masih tergolong baik dan tidak melewati dari batas kendali.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN METODE WORK LOAD ANALYSIS DI PT. SALIM IV OMAS PRATAMA, TBK Darwin Oktavian Sihaloho; Bonar Harahap; Siti Rahmah Sibuea
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12152

Abstract

PT. Salim Ivomas Pratama, Tbk adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis (perkebunan kelapa sawit) yang memproduksi dan memasarkan minyak goreng, margarine dan shorthening. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan menentukan jumlah tenaga kerja optimal di Departemen Laboratorium Quality Control (QC) dengan menggunakan metode Work Load Analysis (WLA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka dengan pengukuran waktu kerja dilakukan menggunakan stopwatch. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 15 analis yang diteliti hanya 6 analis yang memiliki nilai WLA yang sesuai yakni 100%, sedangkan 9 analis lainnya memiliki nilai WLA lebih dari 100% yang mengindikasikan adanya beban kerja yang overload. Untuk mencapai keseimbangan beban kerja, disarankan untuk menambah 3 orang analis pada bagian analis proses, masing-masing 1 orang untuk analis proses shift 1, analis proses shift 2 dan analis proses shift 3.Setelah penambahan jumlah analis, maka rata-rata nilai WLA dibagian analis proses shift 1 dari 133,10 % menjadi 99,83%, analis proses shift 2 dari 133,24% menjadi 99,93% dan analis proses shift 3 dari 132,98% menjadi 99,74% sehingga beban kerja analis menjadi seimbang dan sesuai dengan kapasitas tenaga kerja yang ada. Untuk analis instrument, analis mikrobiologi dan Inspector Oil / Chemical Incoming / Kebersihan Kendaraan Muat Barang Jadi tidak diperlukan penambahan tenaga kerja karena beban kerjayang diterima analis sudah sesuai atau normal.