Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MON GEUDONG Lasmina Lumban Gaol; Usti Julita; Masdiana, Erna; Anasya, Rara
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi section caesaria merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus. Setelah proses persalinan, ibu pasca operasi caesar sering mengalami hambatan dalam proses menyusui karena faktor nyeri, kecemasan, dan ketidakefektifan dalam pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu postpartum section caesaria dengan masalah ketidakefektifan pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Peudada. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan dua responden. Asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari dengan intervensi berupa teknik marmet, breast care, serta pendidikan kesehatan mengenai pengetahuan ASI, teknik marmet, cara menyusui yang benar, dan peningkatan kelekatan ibu dan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari ketiga, produksi ASI kedua responden meningkat dan menjadi lancar. Berdasarkan data objektif, masalah ketidakefektifan pemberian ASI berhasil teratasi. Penerapan teknik marmet dan breast care sebelum menyusui terbukti membantu memperlancar pengeluaran ASI. Dengan demikian, intervensi konseling laktasi dan peningkatan kelekatan efektif dalam mempertahankan pemberian ASI serta meningkatkan perilaku kesehatan ibu postpartum.
Penyuluhan Pencegahan Penularan HIV-AIDS dan IMS (Infeksi Menular Seksual) pada Remaja di SMA 1 Negeri Kuta Baro Aceh Besar Tahun 2022 Alhuda, Alhuda; Vita Sari, Dian; Ahmady, Dedy; Suriani, Suriani; Masdiana, Erna
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1, No 1 (2022): December
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v1i1.94

Abstract

A sexually transmitted disease is one of public health problem in the world, both in industrialized and developing countries. Also, the actual incidence and prevalence in various countries that are not well-known certainty. Some prevention methods to less the incidence of STIs and HIV/AIDS are by not having premarital sex among adolescents, to decrease the number of sexual partners (be faithful), using condoms while doing sexual, breaking the transmission of infection, increasing access and comprehensive prevention services. STI prevention services at health care centers provides condom for men and women, counseling for STI patients by giving education about preventing HIV infection to someone whom at risk of the disease, and tell to sexual partners. The objective of Adolescent Service to increase the understanding of the prevention of HIV-AIDS transmission and STIs (Sexually Transmitted Infections) as an effort to prevent infectious diseases in adolescents and can help government programs achieve the elimination of HIV-AIDS and infectious diseases. The method of this community service activity was carried out by socializing the delivery of material on preventing the transmission of HIV-AIDS and STIs (Sexually Transmitted Infections). The subjects in this service were students of SMA Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar, which attended by 30 students. The activity was carried out on October 6,2022 directly speech and demonstration method. The result of this counseling was found that almost half of the participants, as many as 12 people or 40% of the participants did not have a good understanding of Sexually Transmitted Infections. Yet after the counseling was held, there was a significant increase in the participants' understanding. This is evident from the posttest scores obtained by the participants. As many as 80% or 24 participants could answer the posttest questions correctly.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) ORANG TUA DENGAN DIARE PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS JULOK ACEH TIMUR Julita, Usti; Junaedy; Lasmina Lumban Gaol; Masdiana, Erna
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.103

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang berhubungan dengan perilaku individu, dimana kondisi sehat mampu diperoleh merubah perilaku dari tidak sehat menjadi sehat serta sanitasi lingkungan sehat di rumah tangga tidak tercemar oleh bakteri bahkan kuman. Diare adalah kondisi dimana buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat orang tua atau ibu dengan diare pada anak umur 1-5 tahun di Puskesmas Julok Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik non-probability sampling dengan jumlah responden 50 orang. Analisa data mencakup analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil dari penelitian ini frekuensi ibu yang memiliki balita dimana PHBS baik ada 15 responden 2%), sedangkan ibu yang memiliki balita dimana PHBS kurang sejumlah 35 responden (75%). Frekuensi ibu yang memiliki balita dimana yang menggunakan air bersih baik ada 30 responden 55%), sedangkan ibu yang memiliki balita dimana yang menggunakan air bersih kurang sejumlah 20 responden 45%). Kesimpulan dari analisis bivariat menunjukan bahwa PHBS ibu dengan diare balita nilai p = 0,00, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku hidup bersih dan sehat orang tua atau ibu dengan diare pada anak umur 1-5 tahun di Puskesmas Julok Aceh Timur.
SI-DERMAN (SISWA PEDULI DERMATITIS ANAK): EDUKASI HYGIENE KULIT BAGI ANAK DAN GURU DI SEKOLAH DASAR Mauliza, Rizky; Steffi Harkensia, Linur; Dian Ardianti, Riski; Masdiana, Erna; Alhuda, Alhuda; Lumban Gaol, Lasmina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4938-4943

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada anak usia sekolah dan berhubungan erat dengan perilaku personal hygiene, tingkat pengetahuan, serta kondisi lingkungan. Dermatitis pada anak tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mengganggu konsentrasi belajar, kenyamanan, dan kualitas hidup anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku hygiene kulit siswa dan guru melalui Program SI-DERMAN (Siswa Peduli Dermatitis Anak). Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan tentang dermatitis dan hygiene kulit, demonstrasi dan praktik langsung perawatan kebersihan kulit, pemberdayaan guru, pembentukan Siswa Duta SI-DERMAN, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dan guru mengenai dermatitis serta perubahan perilaku positif dalam penerapan hygiene kulit, seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan kuku, pakaian, dan lingkungan sekolah. Program SI-DERMAN terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif berbasis sekolah dalam mendukung pencegahan dermatitis pada anak usia sekolah dasar.
TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR DI AKPER KESDAM IM LHOKSEUMAWE Masdiana, Erna; Aprilia, Devi; Phonna, Liza; Gaol, Lasmina Lumban
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.210

Abstract

Penyusunan tugas akhir merupakan salah satu tuntutan akademik yang sering menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa tingkat akhir, khususnya mahasiswa keperawatan yang dituntut untuk mampu menyelesaikan proses akademik secara tepat waktu. Stres akademik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kondisi psikologis, motivasi belajar, konsentrasi, serta kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik pada mahasiswa keperawatan dalam menghadapi penyusunan tugas akhir di Akper Kesdam IM Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 85 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir. Pengumpulan data dilakukan Maret 2026, menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), khususnya sub-skala stres. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 74 orang (87,1%). Berdasarkan tingkat stres, sebagian besar mahasiswa mengalami stres sedang sebanyak 64 responden (75,3%), sedangkan 21 responden (24,7%) mengalami stres ringan. Tidak ditemukan responden dengan kategori stres berat. Hasil ini menunjukkan bahwa penyusunan tugas akhir memberikan tekanan akademik yang cukup nyata bagi mahasiswa, meskipun belum mencapai kategori berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif dan promotif dari institusi pendidikan, seperti bimbingan akademik yang terarah, konseling, edukasi manajemen stres, serta penguatan strategi koping adaptif untuk mencegah peningkatan stres dan risiko burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir.
Penggunaan hidrokolloid untuk melindungi area periwound pada ulkus diabetikum di Klinik Alhuda Wound Care Alhuda Alhuda; Liza Phonna; Erna Masdiana; Suriani Suriani
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v7i2.3222

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a major global health problem. Diabetic ulcers can impair skin and tissue integrity and increase the risk of infection and amputation. Hydrocolloid dressings maintain a moist wound environment and may protect the periwound skin from exudate.Objective: To describe the use of hydrocolloid dressing for periwound protection in two patients with diabetic ulcers.Methods: This descriptive case study involved two purposively selected patients with diabetic ulcers at the Alhuda Wound Care Clinic, Lhokseumawe, from March 17 to 25, 2025. Wounds were assessed using the Winner Scale and hydrocolloid application procedure. The intervention was provided during three sessions over one week as part of the moist wound care.Results: Neither patient developed periwound maceration, and the wound edges improved during the observation period. The Winner Scale scores decreased from 25 to 13 (48%) in patient D and from 26 to 16 (38.5%) in patient A. The manuscript estimated that wound healing would require approximately seven weeks.Conclusion: In these two cases, wound scores decreased, and no periwound maceration was observed during one week of hydrocolloid use. Because this was a descriptive case study with two patients, the findings do not establish effectiveness or causality of the treatment.