Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi dengan Video Berpengaruh terhadap Sikap Mahasiswa Mengenai Perilaku Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus Dzulma Rayi Tiara Putri; Sari, Ignasia Yunita
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap 10 mahasiswa ditemukan sebanyak 6 mahasiswa kurang mengetahui bentuk-bentuk kekerasan seksual sehingga mendasari kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap peristiwa kekerasan seksual di lingkungan kampus. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus. Metode: Desain penelitian quasi experimental dengan pendekatan one group pretest and posttest without control. Populasi 178 mahasiswa tingkat satu. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik proportional random sampling. Alat ukur dengan kuisioner serta uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual dibuktikan dengan hasil pretest 58,97 dan postest 65,56 yang menujukkan adanya peningkatan rerata sebanyak 6,53 dan diperoleh p value sebesar 0,000<0,05 maka H0 ditolak. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi dengan video terhadap sikap mahasiswa mengenai perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Penurunan Stunting dengan Program Posyandu Balita Ikaningtyas, Nurlia; Sari, Ignasia Yunita; Adiyasa, Ratna Puspita; Sari, Reni Puspita; Siswanto, Sukendri
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.724

Abstract

 Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah bagian bentuk Upaya Kesehatan yang Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat (UPKM) CD Bethesda menganggap posyandu balita sebagai program strategis untuk mengatasi berbagai permasalahan pada balita, termasuk stunting. Namun, hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun belum memiliki akses memadai ke layanan dasar, dengan hanya 26,7% anak usia di bawah dua tahun (baduta) yang mendapatkan akses layanan dasar secara simultan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi program posyandu balita untuk penurunan stunting. Berdasarkan hasil wawancara mendalam didapatkan 6 tema dan 25 kategori. Keenam tema tersebut adalah Posyandu balita mengalami perkembangan saat didampingi CD Bethesda, Dukungan dari pemerintah desa dan puskesmas, Hambatan dalam pelaksanaan posyandu balita, Harapan mayarakat terhadap posyandu balita, Kader melakukan inovasi untuk peningkatan posyandu, dan Peran Kader sesuai dengan peran utama kader posyandu. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian pengalaman masyarakat di daerah dengan akses terbatas terhadap posyandu balita
eNutrilla Education Model Based on Local Food Ingredients Improves Maternal Feeding Behavior and Mothers' Self-Efficacy to Prevent Stunting Sari, Ignasia Yunita; Indrawati, Nining; Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Erawati, Alda Tri; Rumbiak, Christine Ester
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v18i1.7721

Abstract

Stunting poses a significant threat to the future Indonesia. The target of a 14% reduction in stunting has not yet been achieved. However, the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) highlights the need for local food ingredients in preparing nutrition for stunting prevention. Utilizing locally available food sources serves as an alternative solution to ensure that children's nutritional needs are met easily and affordably. Education incorporating local wisdom is crucial for stunting prevention. To evaluate the effectiveness of education using the e-Nutrilla model as a method to improve children’s growth status, maternal feeding behavior, and maternal self-efficacy in providing complementary feeding (MPASI). The research design used was a one-group pretest-posttest without control. The population consisted of all mothers with children aged 12–59 months, with a sample size of 36 mothers. The statistical test applied was the Wilcoxon test. All respondents experienced an improvement in maternal feeding behavior categories from pre-test to post-test, with a Mean Rank of 18.50. The mean difference in maternal self-efficacy before and after education was 0.5, with an Asymp Sig. (2-tailed) value of 0.004. Before the intervention, 6 children (16.7%) showed no growth improvement, which decreased to 3 children (8.3%) after the intervention, with an Asymp Sig. (2-tailed) value of 0.257. The e-Nutrilla education model has a positive effect on maternal feeding behavior and maternal self-efficacy but does not significantly impact children’s growth status.
INTERNET GAMING DISORDER (IGD) PADA MAHASISWA DITINJAU DARI KRITERIA DIAGNOSTIC AND STATISTICAL MANUAL OF MENTAL DISORDERS V (DSM V) DI MASA PANDEMI COVID-19 Prawesti, Indah; Sari, Ignasia Yunita
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 2 (2021): Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i2.15304

Abstract

Tujuan: Internet Gaming Disorder (IGD) adalah penggunaan permainan internet yang berulang dan persisten serta mengarah pada gangguan klinis yang signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari gambaran kejadian IGD pada mahasiswa di masa pandemi covid 19. Metode: Desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional dengan menyebarkan kuesioner secara online melalui google form kepada mahasiswa yang berusia kurang dari 26 tahun. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta. Penelitian ini dimulai pada tangal 5 – 9 September 2020. Untuk pemilihan sampel diambil secara acak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 81 orang (83,51%) dan jumlah permainan yang dimainkan paling banyak adalah 1 jenis yaitu sebanyak 76 orang (78,35%). Durasi bermain game sebagian besar adalah 1 jam sebanyak 75 orang (77,33%) dan sebagian kecil bermain game selama 3 jam sebanyak 3 orang (3,09%). Responden sebagian besar tinggal bersama dengan orang tua sebesar 59 orang (60,83%). Kejadian IGD sebagian besar dalam kategori bukan Internet Gaming Disorder sebanyak 77 orang (79,38%) dan terdapat 20 orang (20,62%) responden berada dalam kategori Internet Gaming Disorder. Simpulan: Sebagian besar responden (79,38%) tidak termasuk dalam kategori Internet Gaming Disorder
Animasi Digital Berbasis Tokoh Kearifan Lokal Sebagai Metode Peningkatan Kemandirian Anak dengan Cerebral Palsy Prawesti, Indah; Sari, Ignasia Yunita; Febrianti, Santahana
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 9 No 2 (2021): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral Palsy (CP) is a motor disability, which is accompanied by characteristics of cognitive impairment, communication deficits, muscle rigidity, dysphagia and other sensory system problems. The prevalence of CP worldwide was 2,11 per 1000 live births, while in Indonesia based on 2010 data the incidence was 0,9 per 1000 live births. Difficulties often experienced by children with CP are routine activities including bathing, eating, wearing and taking off clothes and other physical activities. The aims of education for children with CP is to increase children’s independence in functional performance so that they are able to carry out daily activities. The purpose of this study was to determine the effect of education using digital animation on the independence of children with CP in self-care grooming. This research is aquasi-experimental study with pre test post test design without control, sampling method is a total population of 13 CP childrens and analysis using wilcoxon test. The result showed that the self-care grooming independence average before the intervention was 32,38±13,06 and after the intervention was 33,07±12,13 so that the mean difference was 0,69. The wilcoxon test result obtain p value 0,351, so there is no significant difference in the value of children’s independence in doing self-care grooming through digital animation education.
Cahaya Intensitas Rendah (10 lux) Berpengaruh pada Frekuensi Nafas dan Saturasi Oksigen Bayi Berat Badan Lahir Rendah: penelitian kuasi eksperimen satu grup Sari, Ignasia Yunita; Prawesti, Indah; Kusumawati, Ardiyan Ida
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.446

Abstract

Babies with Low Birth Weight (LBW) are at risk of various health problems in the early stages of birth. Environmental conditions outside the womb cause stressors and affect their physiological functions, and environments with strong lighting can reduce the baby's adaptation process. The aim of the study was to determine the effect of low-intensity light intervention on the breathing frequency and oxygen saturation of LBW infants in the NICU room of Bethesda Hospital, Yogyakarta. The research design used a quasi experiment in one group with pre and post test designs. The total sample was determined using the quota method in March-September 2020, and a total of 20 respondents. Data collection by measuring respiratory frequency and oxygen saturation, before and after giving 10 lux low intensity light. After intervention with low intensity light, respiratory rate was 42.9x/minute, and oxygen saturation was 95.7%. Statistical test results on both variables with a p value <0.05. Low light intensity of 10 lux is statistically associated with decreased respiratory rate and increased oxygen saturation in infants with low birth weight.
PROGRAM KARTICA (KADER RT CEKATAN) SEBAGAI STRATEGI MENCAPAI KAMPUNG BEBAS STUNTING Sari, Ignasia Yunita; Haryanti, Priyani
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v6i1a.5907

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis. Angka stunting balita Indonesia masih diatas 24%. Kader mempunyai peranan yang penting dalam penurunan upaya angka stunting pada balita. Hasil studi pendahuluan di Wirogunan, kader membutuhkan pendampingan dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting, meningkatkan ketrampilan kader dalam melakukan screening pertumbuhan dan meningkatkan kepercayaan diri kader. Metode yang digunakan dengan jaringan (daring) dan tanpa jaringan (luring). Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2022 yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah identifikasi masalah; tahap kedua adalah pelatihan dengan metode ceramah, demonstrasi, role play dan focus group discussion; tahap ketiga adalah pendampingan dan pemantauan pelaksanaan Posyandu Balita. Kader yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini sebanyak 23 orang dari 3 Posyandu. Data disajikan dalam bentuk deskriptif baik proses maupun hasil. Hasil kegiatan PKM menunjukkan terjadi rerata skor pengetahuan mengenai stunting, peningkatan ketrampilan melakukan screening stunting dan peningkatan kepercayaan diri kader. Pada saat proses edukasi, seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat. Diharapkan program KARTICA ini dilaksanakan secara berkesimbungan dan terintegrasi dengan sektor yang terkait pencegahan stunting.
UPAYA PENANGANAN STUNTING MELALUI ECOUNSELING DENGAN PENDEKATAN INKLUSI DI RURAL AREA Sari, Ignasia Yunita; Diah Pujiastuti; Nining Indrawati; Indah Prawesti; Ethic Palupi; Santahana Febriyanti
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 4 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i4.8322

Abstract

Stunting is a serious threat to the future generation of Indonesia. Stunting is a growth and development disorder resulting from chronic malnutrition and recurring infections. Posyandu is the front line in efforts to prevent stunting because it involves measuring growth and development. The aim of this Community Service (PKM) is to address stunting through e-counseling with an inclusive approach to promote and support the participation of people with disabilities and their access to healthcare services. It is expected that this PKM will contribute to the sustainability of community-based health programs that are inclusive. From the PKM conducted, various characteristics of the cadres were identified, including those who areve. E-counseling is conducted both offline and online. The offline e-counseling activities for cadres proceeded smoothly, with all participants enthusiastically participating in every training process. One of the cadres is inclusive. There was an increase in knowledge by 6 points. The offline e-counseling activities for mothers with stunted toddlers went well. The online e-counseling activities for one month also went well, although one participant experienced signal issues.
Perilaku Menyusui Efektif Sebagai Pencegahan Dini Stunting Berbasis E-Counseling di Desa Kaligesing Purworejo Jawa Tengah Pujiastuti, Diah; Yunita Sari, Ignasia; Indrawati, Nining
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.749

Abstract

Angka stunting di Indonesia terus menurun namun hingga saat ini belum mencapai target nasional. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupannya. Hasil survey awal menunjukkan bahwa di Desa Hulosobo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah fokus penanganan stunting di Purworejo. Di Desa Hulosobo terdapat 39 balita, diantaranya ada 4 balita yang berada dalam kondisi stunting. Kader Posyandu di Desa Hulosobo terdapat 21 orang dengan 1 kader dengan kondisi difabel. Hasil wawancara dengan beberapa kader kesehatan tentang stunting sudah pernah dilakukan tetapi tentang metode yang belum variasi jadi masih menggunakan metode konvensional terutama dalam pemberian informasi mengenai perilaku menyusui yang efektif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan literasi melalui pendampingan kader Posyandu dalam memberikan edukasi pada ibu terutama dalam perilaku menyusui yang efektif. Metode pengabdian dilakukan dengan persiapan, pelaksanaan, dan monev kepada kader kesehatan dan ibu-ibu dengan anak stunting. Hasil dari kegiatan ini adalah Hasil pre-test didapatkan nilai rerata 6,7 dan hasil post-test dari kegiatan didapatkan nilai rerata 10 dari skor total 10. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perlunya meningkatkan pemahaman literasi kader kesehatan dan ibu-ibu di Desa Hulosobo tentang pentingnya pemahaman dalam melakukan perilaku menyusui yang tepat.
TERBAIC (Team-Based Learning And Hypnocaring) As A Strategy To Enhance Self-Efficacy In Facing The Indonesian Nursing Competency Exam Ignasia Yunita Sari; Indah Prawesti; Indrayanti Indrayanti
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 9, No 2 (2024): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v19i2.635

Abstract

Introduction: Nursing Law states that nursing students must undergo the National Competency Exam at the end of their education process. Competency testing is a process to assess knowledge, skills, and attitudes in accordance with professional standards. Strategies are needed to help students pass the competency exam. This study aims to determine whether TERBAIC is effective in improving students' self-efficacy.Method: This research is a quasi-experimental study with a post-test only nonequivalent control group design. The population consists of final-year nursing students, and the sample size in this study is 32 for the intervention group and 25 for the control group. Statistical tests used are the Wilcoxon test and Mann-Whitney test.Results: The study results indicate differences in self-efficacy before and after receiving TBL (p-value 0.00), differences in self-efficacy before and after receiving TERBAIC (p-value 0.00), and no significant difference in students' self-efficacy in facing the Indonesian National Competency Exam after receiving TBL and TERBAIC (p-value 0.887).Conclusion: TERBAIC is proven effective in enhancing self-efficacy in facing the Indonesian National Competency Exam.