Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Penghasilan Nelayan Pajeko terhadap Pendidikan Anak di Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Abzan Laebe; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 1 No 3 (2024): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/wf9kbb98

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penghasilan nelayan pajeko terhadap pendidikan anak di desa kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksplanasi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian pengaruh penghasilan nelayan pajeko terhadap pendidikan anak di Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penghasilan nelayan pajeko (X) berpengaruh terhadap variabel pendidikan anak di Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara (Y) sedangkan berdasarkan nilai t diketahui nilai t hitung sebesar 43.039 > t tabel 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penghasilan nelayan pajeko (X) berpengaruh terhadap pendidikan anak di Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara (Y). Kesimpulan penelitian yaitu terdapat pengaruh penghasilan nelayan pajeko terhadap pendidikan anak di Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara.
Solidaritas Sosial Petani Sayur di Kelurahan Rurukan, Lingkungan 1, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon Agatha Ladoangin; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 1 No 4 (2025): (JANUARY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/fkxxme87

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah solidaritas sosial petani sayuran di kelurahan Rurukan di Lingkungan 1, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Dengan fokus penelitian solidaritas sosial petani sayuran dikelurahan Rurukan Kelurahan 1 Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Solidaritas Emile Durkheim (1858). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk solidaritas sosial petani sayuran di Kecamatan Rurukan dilingkungan 1 serta memahami faktor-faktor yang mendukung dan mendukungnya. Proses solidaritas sosial petani sayuran di Kecamatan Rurukan di dilingkungan 1 Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon. Hasil dari penelitian ini adalah komunitas petani sayuran Rurukan di Lingkungan 1 masih merupakan bentuk solidaritas mekanik karena terlihat bahwa solidaritas sosial petani sayuran di Kecamatan Rurukan Lingkungan 1 adalah gotong royong, persatuan, persatuan, gotong royong. sesama, saling membantu, mempunyai rasa kekeluargaan dan kepercayaan antar petani sayur. Faktor pendukung Solidaritas adalah tempat pertukaran pengetahuan tentang cara menanam dan cara pemupukan yang baik dan benar. Faktor penghambat yang dialami kelompok tani sayuran adalah pada hari biasa ada beberapa petani yang tidak bisa berpartisipasi, menggunakan alat yang modern, hubungan internal antar petani, mempekerjakan tenaga kerja.
Adaptasi Sosial Mahasiswa Etnis Nias pada Masyarakat di Kelurahan Perum Maesa Unima Celian Junia Warni Daeli; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 1 No 4 (2025): (JANUARY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/0xm3gr17

Abstract

Mahasiswa Etnis Nias ini adalah mahasiswa yang merantau untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi yaitu di Universitas Negeri Manado, mahasiswa Etnis Nias tiba di Manado di hadapkan dengan berbagai perbedaan mulai dari segi bahasa, dan budaya. Mereka juga di tuntut untuk bisa beradaptasi kepada masyarakat lokal yang ada di Manado tepatnya di daerah Minahasa Tondano Selatan. Penelitian ini mengkaji adaptasi mahasiswa Etnis Nias di Kelurahan Perum Maesa Unima untuk memahami proses integrasi mereka dalam lingkungan sosial baru. Fokus penelitian ini adalah pada tantangan yang di hadapi dan strategi yang di terapkan oleh mahasiswa Etnis Nias dalam beradaptasi dengan budaya lokal. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Etnis Nias mengalami berbagai tantangan dalam proses adaptasi sosial mereka di Kelurahan Maesa. Beberapa faktor yang memengaruhi adaptasi sosial termasuk budaya, bahasa, norma-norma sosial, dari lingkungan sekitar. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, mahasiswa Nias menunjukkan kemampuan adaptasi yang signifikan melalui strategi-strategi seperti berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya, dan belajar bahasa sehari-hari yang sering di gunakan oleh masyarakat di kelurahan Perum Maesa Unima. Selain itu dukungan dari teman sesama orang Nias dan senior-senior orang Nias yang kuliah di sini juga memainkan peran penting dalam proses adaptasi mahasiswa Etnis Nias, Dimana mereka membantu mengajari Bahasa-bahasa yang tidak di mengerti, mengajari agar bisa berperilaku baik terhadap Masyarakat sekitar dan mengajari agar selalu menghargai budaya yang berbeda.
Peran Organisasi Karang Taruna dalam Memberdayakan Masyarakat Desa Mangkit Kecamatan Belang Kabupaten Minahsa Tenggara Krisna Geybril Agung Aling; Hamsah Hamsah; Veronike E.T Salem
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 1 No 4 (2025): (JANUARY) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/0r4k6p42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Karang Taruna terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Mangkit, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara terstruktur, dan observasi. Tahapan analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna melalui kegiatan budidaya ikan bobara memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat setempat. Pemerintah desa telah mengalokasikan dana desa sebesar 20 juta rupiah untuk tahun 2023 dan 2024 guna mendukung program ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kepedulian sosial, dan kemajuan ekonomi masyarakat desa serta warga Karang Taruna. Meskipun demikian, masih diperlukan arahan lebih lanjut dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab organisasi. Pemerintah desa dan Karang Taruna bermaksud untuk bekerja sama dalam jangka panjang guna mengembangkan potensi desa, termasuk industri pariwisata dan sumber daya lainnya, guna mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Peran Arisan Membagun Rumah Bagi Kesejahteraan Masyarakat Desa Lobu Kecamatan Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara Veron Walintukan; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan tradisi membagun rumah pada masyarakat Desa Lobu Kecamatan Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara. Arisan bangun rumah adalah suatu bentuk organisasi membagun rumah untuk meringankan beban masyarakat dalam proses pembuatan rumah beton, yang menekankan pada simbolis dan makna budaya gotong royong, tradisi lokal. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk pelaksanaan organisasi Arisan Membagun Rumah, mulai dari tahapan persiapan, proses, hingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organisasi Arisan Membagun Rumah ini sangat menguntungkan bagi masyarakat yang bersama-sama dalam organisasi arisan membangun Rumah dimana proses membagun rumah ini dilakukan secara bersama-sama melalu pemasukan tenaga kerja dan bahan bagunan secara mencicil sehingga dapat meringan kan setiap anggota yang ada melalu peraturan anggaran dasar dan saling percaya satu dengan yang lain sehingga organisasi arisan membangun rumah ini masi di lakasanakan sampai saat ini dan memiliki peranan penting dalam memperkuat ikatan sosial serta menjaga identitas tradisi kebudayaan masyarakat Touluaan ditengah arus modernisasi.
Lunturnya Kebudayaan Masamper pada Kalangan Remaja di Kelurahan Paniki Kecamatan Siau Barat Welson Kemba; Veronike E.T Salem; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelestarian kebudayaan Masamper dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Masamper merupakan kesenian tradisional yang memiliki nilai etika, moral, dan agama serta berfungsi sebagai media komunikasi melalui nyanyian, namun mengalami penurunan minat di kalangan remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap masyarakat setempat untuk mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kebudayaan Masamper. Wawancara dilakukan untuk memahami perspektif masyarakat tentang kondisi kebudayaan ini dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya penanaman budaya sejak dini dan pengaruh budaya luar yang lebih modern menjadi faktor utama penurunan minat terhadap Masamper. Untuk pelestarian, penelitian merekomendasikan pemanfaatan media sosial dengan konten menarik, adaptasi lagu populer masa kini menjadi versi Masamper, dan kolaborasi dengan musik modern. Strategi ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda dan memastikan kebudayaan Masamper tetap hidup di tengah globalisasi.
Toki Pintu: Upacara Adat Pernikahan pada Masyarakat Tombulu di Desa Kembes Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Martina Kares; Ferdinand Kerebungu; Hamsah Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 2 (2025): (November) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/54qfzc27

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tradisi upacara pernikahan adat Toki Pintu yang dipraktikkan oleh masyarakat Tombulu di Desa Kembes, Kabupaten Minahasa, dengan penekanan pada aspek pelaksanaan, proses, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif tahapan upacara Toki Pintu, mengungkap makna simbolis dan signifikansi budaya dalam konteks pernikahan adat masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap praktik dan makna dari upacara tradisional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upacara Toki Pintu tetap dijaga keberlangsungannya dan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kesatuan sosial serta melestarikan identitas budaya masyarakat Tombulu di tengah era modernisasi. Rekomendasi penelitian melibatkan aspek penting seperti dokumenasi yang berkelanjutan, sosialisasi, dan keterlibatan generasi muda dalam upaya melestarikan tradisi upacara pernikahan adat. Tindakan ini merupakan suatu keharusan guna menjaga warisan budaya lokal dan menjamin kelangsungan praktik kultural yang penting bagi masyarakat Tombulu.