Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Penyuluhan kesehatan tentang dyspepsia pada masyarakat Irmalia, Irmalia; Marliyana, Marliyana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i2.123

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan beberapa gejala seperti rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan bagian atas yang bisa dirasakan dalam waktu tertentu oleh seseorang terutama dirasakan di bagian epigastrium (perut bagian atas), serta terdapat rasa mual, muntah, cepat kenyang, sendawa, perut kembung, dan perut terasa penuh (Guntur, Setiadi, Sudoyo, Simadibrata, Setiyohadi & Syam, 2014).Tujuan dari penyuluhan kesehatan ini yaitu agar masyarakat memiliki kesadaran diri mengenai pencegahan penyakit dyspepsia. Peserta hadir sebanyak 100 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang diwakili dengan 3 orang dikarenkan mengingat situasi pandemic covid-19 saat ini. Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan seperti lembar bolak-balik dan leaflet. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa ilmu keperawatan dari universitas malahayati Bandar Lampung. Tugas telah ditetapkan mencakup penanggung jawab, moderator, notulen, observer, fasilitator dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat guna mengubah gaya hidup dan pola makan terhadap penyakit dyspepsia.
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit gastritis pada remaja Marliyana, Marliyana; Suharti, Sri
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i1.128

Abstract

The estimating the number of gastritis sufferers will continue to increase along with the growing population. Various symptoms and factors, both risk factors that can control or factors that cannot control anymore, can cause of the high incidence of gastritis. The purpose of counseling is to increase adolescent knowledge about the dangers of gastritis, the importance of knowing gastritis prevention, complying with health protocols during the COVID-19 pandemic and the dangers of unsanitary home conditions. The participants who attended were 5-10 people comprising men and women. The place used is under the plan that has made using equipment during the extension, such as flip charts and leaflets. The results of the program can lead improve of adolescent's knowledge about gastritis disease. Keywords: Gastritis; Adolescent; Counseling. Gastritis hingga saat ini menjadi salah satu penyebab nomor 2 di dunia dan diperkirakan, jumlah penderita gastritis akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Penyebab tingginya angka kejadian gastritis dapat diakibatkan oleh berbagai gejala, dan faktor baik faktor resiko yang masih dapat dikendalikan atau maupun faktor yang tidak dapat dikendalikan lagi. Tujuan dari penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya gastritis, pentingnya mengetahui pencegahan gastritis, menaati protokol kesehatan di masa pandemic covid-19 dan bahaya jika kondisi lingkungan rumah tidak bersih. Peserta yang hadir sebanyak 5-10 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Tempat yang digunakan sudah sesuai dengan rencana yang telah dibuat dengan menggunakan perlengkapan selama penyuluhan berlangsung seperti lembar balik dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit gastritis.
Penyuluhan kesehatan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Wardiyah, Aryanti; Aryanti, Lidya; Marliyana, Marliyana; Oktaliana, Oktaliana; Khoirudin, Parid; Dea, Mutia Ade
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.172

Abstract

Pendahuluan: Sistem Reroduksi Pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria, Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistim reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. - Remaja atau adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh ka arah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi dan ke dua setelah diberikan penyuluhan manajemen nyeri menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Hasil: Responden memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi Simpulan: responden dapat mengetahui tentang pentingnya menjaga kesehatan alat reproduksi
Edukasi perawatan kaki sebagai upaya pencegahan luka pada penderita diabetes melitus Marliyana, Marliyana; Filsabila, Azahra; Nurhayati, Nurhayati; Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda; Aliun, Fatimah Wahab
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.453

Abstract

Background: Management of diabetes mellitus requires not only pharmacological treatment, but also family assistance. To prevent wounds and improve the quality of life of people with diabetes mellitus, the role of the family is very important in diabetic foot care. Purpose: To provide education about foot care as an effort to prevent diabetic wounds. Method: Using a one-group pre-post-test quasi-experimental design with foot care education intervention. The NAFF (Nottingham Assessment of Functional Footcare) questionnaire was used as an instrument to measure foot care behavior. Results: Showing that after being given foot care education, all 20 respondents behaved positively with the majority of respondents aged 50-60 years as many as 10 (50.0%) and the Wilcoxon bivariate test to see the difference in foot care behavior of respondents before and after the intervention was given a pValue = 0.000. Conclusion: Foot care education has a very good impact on the foot care behavior of diabetic patients as an effort to prevent wounds.   Keywords: Diabetic Wound Prevention Behavior; Foot Care; Wound Care Education   Pendahuluan: Penanganan diabetes melitus tidak hanya memerlukan pengobatan farmakologi, tetapi juga bantuan keluarga. Untuk mencegah luka dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus, peran keluarga sangat penting dalam perawatan kaki diabetik. Tujuan: Memberikan edukasi tentang perawatan kaki sebagai upaya mencegah luka diabetik. Metode: Menggunakan disain quasi eksperimen pre-post-test satu kelompok dengan intervensi pendidikan perawatan kaki. Kuesioner NAFF (Nottingham Assessment of Functional Footcare) digunakan sebagai instrumen untuk mengukur perilaku perawatan kaki. Hasil: Menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi perawatan kaki seluruh responden 20 orang berperilaku positif dengan mayoritas responden berusia 50-60 tahun sebanyak 10 (50.0%) dan uji bivariat wilcoxon test untuk melihat perbedaan perilaku perawatan kaki responden sebelum dan setelah diberikan intervensi mendapatkan nilai pValue = 0.000. Simpulan: Edukasi perawatan kaki memberikan dampak yang sangat baik terhadap perilaku perawatan kaki penderita diabetik sebagai upaya pencegahan luka.