Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Transformasi Ketahanan Mekanik Akibat Proses Quenching terhadap Material Pipa Minyak dan Gas pada Pengujian Bending: Penelitian Alexander Sebayang; Fida Hanum; Muhammad Ariyon; Fitriati; Ira Herawati; Efrata Tarigan; Idhamkamil; Liwat Tarigan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 4 (April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v2i4.1610

Abstract

Pada perkembangan dan kemajuan dalam dunia minyak dan gas yang semakin pesat, pemilihan material dan penyambungan pada material tidak bisa dilepaskan. Dengan demikian, pemilihan material dan metode pengelasan pipa penyalur minyak dan gas bumi harus mengacu pada standar yang ada. Proses perlakuan panas quenching merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan sifat mekanik material logam, khususnya pada kekuatan bending. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan bending material dalam kondisi raw material dan setelah melalui proses quenching. Pengujian dilakukan pada dua jenis pembebanan, yaitu root bend dan face bend. Hasil pengujian menunjukkan bahwa material yang telah mengalami proses quenching memiliki nilai kekuatan bending yang lebih tinggi, masing-masing sebesar 1377,41 MPa untuk root bend dan 1339,43 MPa untuk face bend, dibandingkan dengan raw material yang memiliki kekuatan 1110,63 MPa dan 1141,67 MPa. Peningkatan ini menandakan bahwa proses quenching mampu meningkatkan ketahanan material terhadap beban lentur, baik pada sisi akar maupun permukaan spesimen. Fenomena ini diduga disebabkan oleh terbentuknya struktur martensit yang lebih keras dan padat akibat pendinginan cepat selama proses quenching. Temuan ini sejalan dengan berbagai literatur ilmiah yang menunjukkan bahwa transformasi mikrostruktur menjadi martensit berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kekuatan mekanik material.
Edukasi Dampak Negatif Penggunaan Vape bagi Remaja di Desa Banyumas Stabat, Langkat, Sumatera Utara Miswanda, Dikki; Lestari, Devi; Masriah, Imas; Sebayang, Alexander
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i3.90

Abstract

Penggunaan rokok elektrik atau vape semakin meningkat di kalangan remaja di Indonesia termasuk di wilayah pedesaan. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya vape menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan dampak kesehatan yang panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman masyarakat Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, terhadap bahaya penggunaan vape bagi kesehatan. Edukasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam ceramah dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar rata-rata 49,8% yang diukur melalui pre-test dan post-test. Selain itu, perubahan sikap positif juga teridentifikasi, dengan 85% remaja menyatakan komitmen untuk menghindari penggunaan vape. Pendekatan partisipatif dan kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran risiko kesehatan di tingkat desa. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi edukasi berbasis komunitas dalam upaya pencegahan penggunaan vape di lingkungan masyarakat.
Workshop Inspeksi Visual Hasil Pengelasan Berdasarkan Standar TWI Di SMKS Dwiwarna Kota Medan Provinsi Sumatera Utara Sormin, Syariful Hikmah; Sebayang, Alexander; Franklin Taruyun Hudeardo Sinaga; Situngkir, Anggiat; Manurung, Nelson
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v3i1.2018

Abstract

Pelatihan dan Workshop Inspeksi secara visual hasil pengelasan  di SMKS Dwiwarna Medan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendasar tentang metode inspeksi hasil pengelasan secara visual (visual inspection) terhadap standar pengelasan yang baku sekaligus sebagai sarana persiapan untuk siswa bidang keahlian teknik pengelasan mengikuti sertifikasi welder. Pada workshop ini digunakan standar TWI. SMKS Dwiwarna Medan telah mempunyai laboratorium dan peralatan teknik pengelasan yang lengkap dan siswa dengan kemampuan mengelas cukup baik namun belum pernah di inspeksi berdasarkan standar hasil pengelasan yang baku. Untuk itu perlu diadakan pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat di SMKS Dwiwarna Medan ini agar di Jurusan Teknik Pengelasan pada SMK ini mempunyai wawasan yang mendalam tentang kompetensi pengelasan. Dengan adanya modul pelatihan dan peralatan praktek, hasil pengelasan siswa  dapat dievaluasi berdasarkan standar yang berlaku secara internasional dan dengan menggunakan alat uji yang digunakan dalam keadaan sebenarnya di industri ataupun bidang usaha yang berkaitan dengan pengelasan. Siswa yang hasil pengelasannya dapat lolos dari kriteria yang disyaratkan, nantinya dapat mengajukan ke suatu lembaga sertifikasi profesi untuk mendapatkan sertifikat pengelasan yang berlaku secara Nasional maupun Internasional.Kegiatan ini juga secara tidak langsung menjadi media promosi terhadap Prodi Teknik Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi Politeknik Negeri Medan, untuk memperkenalkan lebih jauh terhadap SMK yang sesuai bidang keahlian pengelasan.
Analisis Solar Tracking pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Sumber Tenaga Lampu Jalan: Penelitian Devanta Abraham Tarigan; Alexander Sebayang; Efrata Tarigan; Liwat Tarigan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.2079

Abstract

The utilization of solar energy in Indonesia is still very low despite its huge potential. One of the causes of the low efficiency of solar panels is static installation that does not follow the direction of sunlight. To overcome this, an automatic solar tracker system was designed and built on a 20WP Solar Power Plant (PLTS) as a source of energy for street lights. This research uses a design and experiment method, which involves the development of an ESP32 microcontroller-based system, equipped with a GY-271 compass sensor, INA219 current and voltage sensors, and a DS3231 RTC module. A servo motor is used to automatically adjust the panel's position to follow the direction of the sun. This system is also equipped with an LM2596 Step-Down regulator and is programmed using the Arduino IDE, and can send real-time monitoring data via Wi-Fi to a smartphone. The experimental results show that the solar tracker system is able to increase electrical power up to more than a static panel at the same test time. The panel follows the movement of the sun from east to west, resulting in higher power efficiency throughout the day. Comparison of data between the tracker system and the panel still shows a significant difference in power at each hour of measurement. Testing has begun and has yielded an average power increase of 20.41% compared to static solar panels.
Pengaruh Variasi Arus Pengelasan 120 A, 130 A, 140 A, dan 150 A terhadap Kekuatan Tarik pada Material ST 37 dengan Metode Pengelasan Metal Inert Gas (MIG ) Alexander Sebayang; Efrata Tarigan; Liwat Tarigan
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): February - May 2024
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v2i1.58

Abstract

Welding is one of the inseparable parts of manufacturing technology. In the welding process, it is necessary to pay attention to the suitability of the welding construction in order to achieve optimal results. For this reason, welding needs to pay attention to several important things including welding efficiency, energy savings, energy savings, and of course low costs. In the need for high-quality welding such as joints on pressure vessels such as heat exchangers, pressure pipes and bridge construction, other steel structures, welding must be well planned. In this study, the welding method used is Metal Inert Gas (MIG), this is very closely related to electric current, toughness, welding defects, and cracks which generally have a fatal effect on the safety of the welded construction. The purpose of this study was to determine the characteristics of the influence of the welding results using Metal Inert Gas (MIG) using variations of 120 A, 130 A, 140 A, and 150 A currents on tensile strength, on St 37 steel plates. The welding results test used was the destructive test method, namely in the form of a tensile test. The parameters observed were the presence or absence of defects in the test piece of the welding results that were tested for tensile strength. If there is a defect in the form of a crack in the weld metal, referring to the BS EN ISO standard, it is determined whether the welding result is accepted or rejected. Test parameters and matters related to testing refer to the ASTM E8 standard. the greater the MIG welding current on ST 37 steel, the greater the ultimate stress value where the highest ultimate stress value (tu) N / mm2 is at a current of 150 A followed by 140 A, 130 A, 120 A. This is because the greater the welding current, the smoother the microstructure of the welding results will be
Implementing an Inquiry-Based Learning Model to Deepen Students’ Conceptual Understanding Hanum, Fida; Sebayang, Alexander; Ariyon, Muhammad; Tarigan, Efrata; Herawati, Ira
Journal La Edusci Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i5.2645

Abstract

This study examines the effectiveness of the Inquiry-Based Learning model in enhancing students’ conceptual understanding of the SMAW and GMAW welding processes, an area that remains underexplored in vocational education. The research addresses the gap between the development of procedural skills and the acquisition of conceptual reasoning by investigating whether inquiry-oriented instruction can promote deeper cognitive engagement. A quasi-experimental design was implemented involving two intact groups, with the control group receiving conventional teacher-centered instruction and the experimental group experiencing structured IBL activities. Data were collected through pretests, posttests, observations, and semi-structured interviews, and analyzed using paired-sample and independent-sample t-tests, ANCOVA, effect size calculations, and normalized gain measures. The findings reveal that the experimental group demonstrated a substantial and statistically significant improvement in conceptual understanding compared with the modest gains observed in the control group. The intervention produced a very large effect size and a medium-high normalized gain, indicating strong learning effectiveness. Students exposed to IBL were better able to analyze parameter interactions, interpret defect mechanisms, and connect theoretical principles with laboratory outcomes. Overall, the study provides strong empirical evidence that Inquiry-Based Learning is a highly effective pedagogical approach for strengthening conceptual mastery in welding technology and should be considered for broader integration into vocational curricula.
Implementasi dan Perbandingan Algoritma Random Forest dan Support Vector Machine untuk Prediksi Penyakit Jantung menggunakan Dataset Heart Disease UCI Devanta Abraham Tarigan; Zakaria Sembiring; Efrata Tarigan; Alexander Sebayang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6942

Abstract

Heart disease is a leading cause of death in Indonesia, with a national prevalence of 0.85% in 2025 and cardiovascular-related deaths reaching 651,481 annually. This study aims to implement and compare Random Forest (RF) and Support Vector Machine (SVM) algorithms for heart disease prediction using the UCI Heart Disease dataset (Cleveland subset, 303 instances). Methods include preprocessing (missing value imputation, one-hot encoding, scaling), model training, and evaluation using accuracy, precision, recall, F1-score, and 5-fold cross-validation. Results show RF achieving 86.89% test set accuracy and 89% recall for Presence, while SVM reaches 85.25%. In cross-validation, SVM is more stable with a mean accuracy of 81.84% compared to RF's 80.18%. Feature importance from RF highlights thal_7.0 (0.129), thalach (0.126), and ca (0.110) as key predictors. Conclusion: RF excels in reducing false negatives for early detection, while SVM is more generalizable. The novelty lies in the comprehensive comparison with feature interpretation in the Indonesian health context, supporting AI-based prediction systems for heart disease prevention.
Workshop Inspeksi Visual Hasil Pengelasan Berdasarkan Standar ISO 5817 Menggunakan Welding Gauge di SMKS Tunas Pelita Binjai Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara Syariful Hikmah Sormin; Alexander Sebayang; Indra Jhon Fischer; Juni Indriani; Erna Juwita
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v4i1.2881

Abstract

Workshop serta Pelatihan Inspeksi dengan visual terhadap hasil pengelasan di SMKS Tunas Pelita Binjai diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam terhadap metode inspeksi hasil pengelasan visual (visual inspection) terhadap standar pengelasan yang baku sekaligus sebagai sarana persiapan untuk siswa bidang keahlian teknik mesin, konsentrasi pengelasan mengikuti sertifikasi Welding Inspector. Pada workshop ini digunakan standar yang mengacu kepada standar ISO 5817 untuk inspeksi hasil pengelasan visual. SMKS Tunas Pelita Binjai telah mempunyai laboratorium dan peralatan teknik pengelasan yang cukup memadai dan siswa dengan kemampuan mengelas cukup baik namun belum pernah di inspeksi berdasarkan standar hasil pengelasan yang baku. Untuk itu perlu diadakan pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat di SMKS Tunas Pelita Binjai ini agar di Jurusan Teknik Mesin pada SMK ini mempunyai wawasan yang mendalam tentang kompetensi pengelasan menurut standar ISO 5817. Dengan adanya modul pelatihan dan peralatan praktek, hasil pengelasan siswa dapat dievaluasi berdasarkan standar yang berlaku secara internasional dan dengan menggunakan alat uji yang digunakan dalam keadaan sebenarnya di industri ataupun bidang usaha yang berkaitan dengan pengelasan. Siswa yang hasil pengelasannya dapat lolos dari kriteria yang disyaratkan, nantinya dapat mengajukan ke suatu lembaga sertifikasi profesi untuk mendapatkan sertifikat pengelasan yang berlaku secara internasional. Modul yang disumbangkan dapat digunakan oleh pihak sekolah untuk mengevaluasi hasil pengelasan siswa-siswa SMK sekolah lain ataupun juru-juru las yang membutuhkannya yang berada di lingkungan sekitar SMKS Tunas Pelita Binjai.
Workshop Inspeksi Visual Pengelasan Dengan Standar TWI Di SMKS Bina Taruna 1, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Alexander Sebayang; Syariful Hikmah Sormin; Frans Tomy Syahputra Butarbutar; Nova Juliana; Windy Andaresta
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v3i2.2882

Abstract

Pelatihan dan Workshop Inspeksi visual pengelasan  di SMKS Bina Taruna 1 Medan memberikan pemahaman yang mendasar tentang metode inspeksi hasil pengelasan secara visual (visual inspection) terhadap standar pengelasan yang baku sekaligus sebagai sarana persiapan untuk siswa bidang keahlian teknik pengelasan mengikuti sertifikasi welder. Pada workshop ini digunakan standar TWI. SMKS Bina Taruna 1 Medan telah mempunyai laboratorium dan peralatan teknik pengelasan yang lengkap dan siswa dengan kemampuan mengelas cukup baik namun belum pernah di inspeksi berdasarkan standar hasil pengelasan yang baku. Untuk itu perlu diadakan pelatihan pada program pengabdian kepada masyarakat di SMKS Bina Taruna 1 Medan ini agar di Jurusan Teknik Pengelasan pada SMK ini mempunyai wawasan yang mendalam tentang kompetensi pengelasan. Dengan adanya modul pelatihan dan peralatan praktek, hasil pengelasan siswa dapat dievaluasi berdasarkan standar yang berlaku secara internasional dan dengan menggunakan alat uji yang digunakan dalam keadaan sebenarnya di industri ataupun bidang usaha yang berkaitan dengan pengelasan. Siswa yang hasil pengelasannya dapat lolos dari kriteria yang disyaratkan, nantinya dapat mengajukan ke suatu lembaga sertifikasi profesi untuk mendapatkan sertifikat pengelasan yang berlaku secara Nasional maupun Internasional. Kegiatan ini juga secara tidak langsung menjadi media promosi terhadap Prodi Teknik Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi Politeknik Negeri Medan, untuk memperkenalkan lebih jauh terhadap SMK yang sesuai bidang keahlian pengelasan.