Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Negotiating Colonial Memory and Cosmopolitan Intimacy: Gendered Subjectivity in Negeri Van Oranje’s Travel Narrative Hapsari, Retno Tyas; Wibowo, Sarwo Ferdi; Muslimin, Muhammad Fadli
SULUK : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/suluk.2025.7.2.183-208

Abstract

This article examines the negotiation of colonial memory and cosmopolitan intimacy through the gendered subjectivity of Lintang in the novel Negeri Van Oranje. Drawing on Debbie Lisle’s framework of travel writing as a politically saturated genre, the study argues that the narrative does not merely celebrate transnational mobility or intercultural romance. Instead, it demonstrates how these experiences are Uiltered through a hierarchy of value where Dutch spaces, white masculinity, and metropolitan institutions remain privileged signs of aspiration. Methodologically, the research employs a qualitative interpretive design combining close reading and discourse analysis of scenes involving desire, education, and romantic attachment. The Uindings reveal three signiUicant patterns: Uirst, colonial desire is internalized prior to departure through Lintang’s aspirations for a Dutch education and a foreign husband; second, the Dutch social world is consistently narrated as morally and institutionally superior; and third, while interactions with Uigures like Arbenita and Jeroen introduce a fragile cosmopolitan ethic, it remains partial and conditional. The study concludes that the novel stages a "pseudo-cosmopolitan" formation rather than an egalitarian one. In this framework, an apparent openness to difference coexists with the persistent reproduction of colonial hierarchies, positioning the European "Other" as a lingering site of authority.
Pelatihan Menulis Cerita Pendek untuk Meningkatkan Kreativitas Santri Lismalinda; Muhammad Fadli Muslimin; Benni Andika
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2423

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 merilis bahwa penduduk Indonesia kisaran usia 15 hingga 24 tahun yang masih buta aksara yaitu sekitar 0,24 persen. Meskipun angka melek aksara mencapai angka 99,76 persen, namun belum sebanding dengan tingkat aktivitas literasi yang ada di Indonesia sekarang. Hasil Penelitian perangkingan literasi melalui Indeks Literasi Nasional oleh Kemendikbud menunjukkan bahwa tidak ada satu pun provinsi yang masuk dalam kelompok aktivitas literasi tinggi. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan indeks literasi nasional melalui program Gerakan Literasi Sekolah (GSL). Pondok pesantren Tgk. Chiek Oemar Diyan merupakan salah satu sekolah yang menjalankan GSL, namun karena keterbatasan pembimbing atau penggerak serta terkendala keuangan pada akhirnya program tersebut tidak berjalan dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis ingin merealisasikan keinginan siswa dalam program GSL melalui pelatihan cerpen dengan luaran penerbitan antologi cerita pendek karya santriwan-santriwati pondok pesantren Tgk Chiek Oemar Diyan dan publikasi hasil pengabdian pada jurnal nasional. Adapun tujuan dari pelatihan ini ialah untuk memotivasi siswa agar memiliki kesadaran akan pentingnya baca tulis serta terus bekarya dalam menciptakan karya-karya terbaik guna mendukung program GSL.