Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisa Perbandingan Perhitungan Anggaran Biaya Menggunakan Metode Bow Dan Sni Studi Kasus Pada Proyek Rehabilitasi Total Kantor Camat Tarabintang Virgo E Purba; Ira Modifa; Dermina R S Damanik; Novdin M Sianturi; Astri Febry Sinurat
Jurnal Santeksipil Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Santeksipil, Vol 3 No 2 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jsl.v3i2.968

Abstract

Estimasi biaya merupakan hal penting dalam proyek konstruksi. Nilai estimasi biaya yang disusun selanjutnya dikenal dengan istilah Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek, yang mempunyai fungsi dan manfaat lebih lanjut dalam hal mengendalikan sumber daya material, tenaga kerja, peralatan dan waktu pelaksanaan proyek sehingga pelaksanaan kegiatan proyek yang dilakukan akan mempunyai nilai efisiensi dan efektivitas. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan suatu proyek diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan terhadap volume suatu pekerjaan yang dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan analisa SNI dan BOW. Peneliti mengumpulkan data primer dan sekunder yang diperoleh dengan cara observasi langsung dan data sekunder diperoleh dari tinjauan pustaka dan dokumentasi yang dipakukan dalam proses pelaksanaan proyek Rehabilitasi Total Kantor Camat Tarabintang. Perhitungan anggaran biaya dilakukan dengan menggunakan metode analisa BOW dan SNI. Hasil perhitungan masing - masing analisa rencana anggaran biaya yang ada didapat perbandingan rencana anggaran biaya antara metode BOW dan SNI. Metode Analisa yang paling ekonomis digunakan ada Metode SNI karena dari hasil perhitungan dengan diperoleh hasil metode BOW sebesar Rp. 1,659,633,317.10 dan metode SNI sebesar Rp. 1,406,968,295,95
Analisa Perkerasan Jalan Jambuara Nagori Buntu Bayu Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun Deardo Samuel Saragih; Ira Modifa; M Ade K Harahap; Novdin M Sianturi; Muhammad Yudha Jumhari Purba
Jurnal Santeksipil Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Santeksipil, Vol 3 No 2 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jsl.v3i2.969

Abstract

Perkerasan jalan dipengaruhi oleh kekuatan tanah dasar, karena tanah dasar merupakan lapisan tanah yang fungsinya sebagai alas perletakan struktur perkerasan, jika daya dukung tanah dasarnya tinggi, perubahan bentuk pada perkerasan tidak akan terjadi dan tidak mudah rusak. Sebaliknya jika daya dukung tanah dasarnya rendah, perubahan bentuk pada perkerasan akan terjadi dan akan memburuk dengan mudah. Penilitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisa struktur perkerasan yang menggunakan tanah dasar asli dan menggunakan tanah dasar yang telah stabilisasi dengana spalbeton. Jalan menghubungkan simpang tusam Aek bontar nagori buntu bayu di mana jalan yang selalu dalam kondisi sangat buruk tersebut akan dipelajarin pada penelitian ini. Jalan simpang tusam – Aek bontar terletak pada tanah rendah atau nilai CBR 1-2% untuk menganalisa struktur perkerasan Perkerasan lentur dan perkerasan kaku keduanya digunakan desain perkerasan oleh AASHTO 1993. Dari hasil yang telah didapatkan menunjukan bahwa struktur perkerasan lentur yang diletakkan diatas tanah dasar yang telah distabilisasi ketebalannya lebih tipis dibandingkan dengan struktur perkerasan lentur yang diletakan didasar asli yaitu 30 cm, dan jika diletakkan diatas tanah dasar yang telah distabilisasi depan aspal beton ketebalan hanya 25 cm. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan aspal beton mempuyai pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan dan daya dukung tanah dari tanah lempung ekspansif
Kombinasi Abu Dasar Batu Bara dan Abu Vulkanik sebagai Material Beton Virgo Erlando Purba; Novdin Manoktong Sianturi; Deardo Samuel Saragih; Dermina Roni Santika Damanik
Jurnal Permukiman Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2021.16.10-20

Abstract

Beton membutuhkan campuran dari bahan yang optimal ditinjau dari penggunaan bahan yang minimum dengan kekuatan standar dan ekonomis dalam hal biaya total struktur beton. Material alternatif perlu dipertimbangkan, selain untuk mengurangi dampak negatif pada masyarakat juga dapat berdampak dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Abu vulkanik berpotensi mengganti sebagian semen dan limbah bottom ash sebagai pengganti agregat halus, untuk itu perlu penelitian seberapa besar jumlahnya dan seberapa lama waktu yang diperlukan dalam menghasilkan kekuatan tekan yang mendekati beton normal tanpa bahan tambahan. Metode penelitian dilakukan dengan eksperimen di laboratorium menggunakan benda uji beton dengan campuran 5–12,5% kombinasi abu vulkanik dan bottom ash. Campuran ini dicetak membentuk kubus 15 x 15 x 15 cm dan diuji menggunakan alat kekuatan tekan berdasarkan acuan SNI 03-2847-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi campuran AV-BA maksimum 10% dapat meningkatkan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari, namun kekuatan tekan beton dengan campuran AV-BA di atas 10% lebih kecil daripada kekuatan tekan beton tanpa AV-BA. Abu vulkanik dan bottom ash dapat digunakan sebagai campuran beton dengan batas penggunaan maksimum sebesar 10% AV-BA untuk mendapatkan mutu beton sedang.         
Wargabet Probabilistik dan Inovasi Transaksional dalam Ekosistem Slot QRIS 5000: Sebuah Kajian Matematis dan Sosiokultural Ani Heryani; Budi Sulistiyo Nugroho; Novdin M Sianturi; Ade Iskandar; Laros Tuhuteru
Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol 13 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiwbp.v13i1.3121

Abstract

Transformasi digital dalam industri rekreasi berbasis probabilitas telah melahirkan ekosistem permainan daring yang semakin adaptif, salah satunya diwujudkan melalui Slot QRIS 5000. Konvergensi antara mekanisme slot online dan sistem transaksi elektronik seperti OVO, pulsa, serta infrastruktur pembayaran digital lainnya membentuk arsitektur keuangan yang lebih dinamis, memungkinkan partisipasi luas tanpa hambatan struktural yang signifikan. Eksistensi slot QRIS bukan sekadar inovasi transaksional, tetapi juga manifestasi dari evolusi permainan berbasis algoritma stokastik. Situs seperti Wargabet dan Wargaslot mengokupasi lanskap permainan daring dengan menawarkan beragam kategori permainan, mulai dari slot gacor hingga slot maxwin, yang beroperasi dalam spektrum volatilitas bervariasi. Sementara itu, mekanisme slot demo dan akun demo slot berperan sebagai laboratorium eksperimental bagi pemain dalam mengidentifikasi pola distribusi peluang sebelum melakukan interaksi berbasis rupiah secara faktual. Dominasi transaksi berbasis denominasi 5000, atau yang dikenal dengan nomenklatur 5K dan 5rb, menjadi titik temu antara inklusivitas ekonomi dan mobilitas kapital dalam ruang permainan digital. Sirkulasi kapital ini diperkuat dengan proliferasi situs anti rungkad dan situs gacor, yang berperan sebagai episentrum bagi pemain dalam mencari parameter probabilitas optimal. Kredibilitas platform turut menjadi komoditas utama, di mana predikat terbaik, terpercaya, dan terlengkap menjadi variabel deterministik dalam seleksi ekosistem permainan. Pada tataran sosiokultural, struktur komunitas dalam permainan slot memperlihatkan segmentasi hierarkis, dengan individu-individu unggul secara statistik yang diidentifikasi sebagai raja dan ratu dalam ekosistem permainan berbasis probabilitas. Narasi ini semakin diperkuat oleh kehadiran pemain yang dijuluki jenius, yakni mereka yang mampu mengonstruksi strategi berbasis analisis prediktif. Dalam konfigurasi ini, harapan tidak hanya menjadi sekadar aspirasi, melainkan entitas yang terkalkulasi dalam logika sistemik, di mana setiap partisipan beroperasi dalam spektrum determinasi rasional guna mengoptimalkan peluang kemenangan dalam lanskap permainan yang telah terstruktur secara matematis.
Persepsi Pemangku Kepentingan tentang Penerapan Konsep Konstruksi Hijau dalam Proyek Infrastruktur di Indonesia: Studi Kualitatif M Efrizal Lubis; Unggul Sitorus; Novdin M Sianturi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.131

Abstract

Sektor konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur, namun juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap degradasi lingkungan sehingga penerapan konsep green construction menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemangku kepentingan terhadap penerapan konsep green construction pada proyek infrastruktur di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan dan strategi utama yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan mensintesis artikel ilmiah, regulasi pemerintah, dan laporan institusional. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap green construction karena manfaatnya bagi lingkungan dan ekonomi jangka panjang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan yang saling berkaitan, meliputi aspek ekonomi, teknis, kelembagaan, dan sosial-budaya, seperti tingginya biaya investasi awal, keterbatasan kompetensi teknis, belum konsistennya penegakan kebijakan, serta rendahnya kesadaran sebagian pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi green construction memerlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, penyediaan insentif finansial, serta kolaborasi yang efektif antarpemangku kepentingan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan literatur konstruksi berkelanjutan sekaligus menjadi masukan praktis bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam mempercepat penerapan green construction di Indonesia.
Systematic Literature Review mengenai Praktik Manajemen Risiko pada Proyek Konstruksi Bangunan M Efrizal Lubis; Novdin M Sianturi; Unggul Sitorus
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.132

Abstract

Proyek konstruksi memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga berpotensi memengaruhi biaya, waktu, mutu, dan keselamatan proyek. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik manajemen risiko pada proyek konstruksi bangunan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memastikan proses seleksi literatur berlangsung secara sistematis dan transparan, sedangkan analisis tematik digunakan untuk mensintesis temuan penelitian. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama yang saling berkaitan, yaitu identifikasi risiko, penilaian risiko, strategi respons risiko, pemantauan dan pengendalian risiko, serta faktor organisasi yang memengaruhi efektivitas implementasi manajemen risiko. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen risiko tidak hanya ditentukan oleh penggunaan metode analisis, tetapi juga oleh komitmen organisasi, kepemimpinan yang efektif, komunikasi antar pemangku kepentingan, kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM). Integrasi seluruh aspek tersebut sepanjang siklus hidup proyek terbukti mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan ketahanan organisasi. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai praktik manajemen risiko proyek konstruksi serta menawarkan rekomendasi bagi praktisi dan peneliti untuk mengembangkan pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan.
Eksplorasi Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung: Studi Kualitatif dari Perspektif Kontraktor dan Konsultan Pengawas Unggul Sitorus; M Efrizal Lubis; Novdin M Sianturi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.133

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi gedung masih menjadi salah satu permasalahan utama yang memengaruhi keberhasilan penyelenggaraan proyek karena berdampak pada peningkatan biaya, penyimpangan jadwal, penurunan produktivitas, serta menurunnya kinerja proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan proyek konstruksi gedung serta menganalisis keterkaitan antar faktor berdasarkan perspektif kontraktor dan konsultan pengawas melalui pendekatan kajian literatur kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis 32 artikel ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik internasional. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola-pola yang konsisten mengenai penyebab keterlambatan proyek. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh tema utama penyebab keterlambatan, yaitu perencanaan proyek, manajemen keuangan, pengadaan material, sumber daya manusia, manajemen peralatan, komunikasi, koordinasi pemangku kepentingan, manajemen desain, faktor lingkungan, dan praktik manajemen proyek. Perencanaan proyek yang kurang matang, komunikasi yang tidak efektif, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta keterlambatan pengambilan keputusan merupakan faktor yang paling dominan dan saling memengaruhi selama pelaksanaan proyek. Selain itu, kontraktor cenderung menekankan kendala operasional, sedangkan konsultan pengawas lebih berfokus pada aspek pengendalian proyek dan koordinasi. Penelitian ini memberikan sintesis yang komprehensif mengenai mekanisme keterlambatan proyek konstruksi serta dapat menjadi acuan dalam meningkatkan perencanaan, komunikasi, koordinasi, dan manajemen risiko guna meminimalkan keterlambatan proyek.
Analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Konstruksi Skala Menengah: Sebuah Kajian Literatur Unggul Sitorus; Novdin M Sianturi; M Efrizal Lubis
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.134

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi karena tingginya tingkat risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kompleksitas aktivitas dan lingkungan kerja. Meskipun berbagai regulasi dan standar keselamatan telah diterapkan, implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research dengan memanfaatkan berbagai artikel ilmiah, buku, standar internasional, dan dokumen resmi yang relevan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul secara konsisten dalam berbagai penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi K3 dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, kompetensi pekerja, penerapan manajemen risiko, penggunaan alat pelindung diri, serta kepatuhan terhadap regulasi. Sebaliknya, keterbatasan anggaran, lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran pekerja, dan pelaksanaan pelatihan yang belum optimal menjadi hambatan utama. Penerapan sistem manajemen K3 secara terintegrasi disertai penguatan budaya keselamatan dan peningkatan kompetensi pekerja menjadi strategi utama dalam meningkatkan kinerja keselamatan pada proyek konstruksi skala menengah.