Heny Dewajani
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PRA-RANCANGAN PABRIK SHOWER GEL DARI SODIUM LAURYL ETHER SULFATE DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SAKURA PADA KAPASITAS 75.000 TON/TAHUN Nabila Rizki Amalia; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.485

Abstract

Shower gel merupakan salah satu kosmetik pembersih yang memiliki varian aroma beragam yang memiliki efek relaksasi. Minyak sakura digunakan sebagai aromaterapi yang mempunyai khasiat tinggi antioksidan dan anti inflamasi. Shower gel mempunyai zat aktif yang penting yaitu surfaktan sebagai penghasil busa. Surfaktan Sodium Lauryl Ether Sulfate (SLES) merupakan surfaktan anionik yang memiliki sifat pembusa dan pengemulsi yang baik. SLES merupakan turunan dari Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang memiliki sifat lebih lembut dalam penggunaannya. Pra-rancangan pabrik shower gel dengan bahan baku surfaktan SLES dirancang beroperasi kontinyu selama 330 hari, 24 jam per hari dengan jumlah karyawan proses sebanyak 120 orang. Proses pembuatan shower gel melalui beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan bahan baku, tahap pencampuran bahan, tahap proses ekstraksi bunga sakura, dan tahap penyimpanan serta pengemasan produk. Bentuk perusahaan dari pabrik shower gel adalah PT (Perseroan Terbatas) dengan struktur line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Berdasarkan hasil analisis ekonomi dan kelayakan pabrik diperoleh dari Return On Invesment (ROI) sebelum pajak sebesar 93,70% dan setelah pajak 83,64%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 1 tahun dan setelah pajak sebesar 1,1 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 29%. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 56,4%. Dengan demikian pra-rancangan pabrik shower gel kapasitas 75.000 ton/tahun layak untuk dipertimbangkan pendiriannya.
ANALISA EKONOMI PABRIK SABUN MANDI CAIR DARI VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN KAPASITAS 16.000 TON/TAHUN Muhammad Zufar Rusdi; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.415

Abstract

Sabun cair merupakan produk yang strategis karena saat ini masyarakat modern cenderung menyukai produk yang praktis dan ekonomis. Sabun merupakan garam natrium dari asam lemak yang berasal dari lemak hewani atau minyak nabati. Dalam pembuatan sabun banyak sekali jenis minyak yang dapat digunakan sebagai bahan baku, contohnya adalah minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan VCO. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar kedua di dunia dan hal ini menjadi peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat, salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku utama sabun mandi cair karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit. Pendirian pabrik sabun mandi cair dengan bahan baku VCO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan memenuhi kebutuhan sabun masyarakat Indonesia. Pabrik direncanakan didirikan di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas produksi 16.000 ton/tahun dan beroperasi selama 345 hari/tahun, 24 jam per hari. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Investment (TCI) yang dibutuhkan sebesar Rp 30.445.740.189,79, dan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp. 619.493.036.350. Laba kotor sebesar Rp 23.075.935.677,95, dan laba bersih sebesar Rp 16.208.154.974,57. Laju pengembalian modal (ROI) sebesar 53,2362 dan jangka waktu pengembalian modal (POT) selama 1,539 tahun. Breakeven Point (BEP) sebesar 54,1956%, Shutdown Point (SDP) pada 8.366,938 kg/tahun, dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 85,1087%.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK PAKAN IKAN LELE BERBAHAN DASAR MAGGOT DENGAN KAPASITAS 5000 TON/TAHUN Anang Arianto; Profiyanti Hermien Suharti; Heny Dewajani; Aldyn Firstiano Afnan; Bagos Tedy Arta; Virsa Faliolla Tasyakuranti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2687

Abstract

Kegiatan budidaya perikanan di Indonesia sangat banyak salah satu diantaranya yaitu budidaya ikan lele. Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah sehingga meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani dari ikan. Ikan yang dikonsumsi harus memiliki kandungan protein yang cukup untuk tubuh manusia. Peningkatan kandungan nutrisi pada ikan tidak terlepas dari jenis pakan yang diberikan. Salah satu pakan yang memiliki kandungan protein cukup tinggi adalah maggot. Maggot atau lalat black soldier fly (Hermetia illicens) merupakan organisme pengurai yang mengandung protein sebesar 39,95%. Pra rancangan pabrik pakan ikan lele berbahan dasar maggot dengan kapasitas 5000 ton per tahun diharapkan dapat menyumbang kebutuhan pakan ikan yang tinggi protein. Tujuan dari analisis ekonomi ini adalah untuk mendapatkan perkiraan mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pakan ikan lele. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007, pabrik ini didirikan dalam bentuk perseroan terbatas (PT) yang direncanakan akan didirikan di Kabupaten Malang dengan jumlah karyawan sebanyak 143 orang. Pabrik beroperasi 24 jam per hari selama 330 hari dalam setahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik membutuhkan total capital investment (TCI) sebesar Rp. 6.223.612.836 dan total production cost (TPC) sebesar Rp 43.966.583.687 dengan laba bersih yang didapatkan sebesar Rp. 2.366.064.723 per tahun. Laju pengembalian modal (ROI) setelah pajak dan lama pengembalian pajak (POT) setelah pajak berturut-turut sebesar 45% dan 1,83 tahun. Break even point dan shutdown point dihasilkan pada 56,20% dan 43,18% penjualan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pabrik pakan ikan lele dari maggot layak untuk didirikan.
PENGARUH PENAMBAHAN CHELATING AGENTS (ASAM ASKORBAT, HIDROKSILAMINA, DAN ASAM OKSALAT) DALAM FENTON-LIKE REACTION PADA PROSES DEGRADASI METILEN BIRU Mochamad Reza Zulfani; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3759

Abstract

Perkembangan industri tekstil di Indonesia menyebabkan semakin meningkatnya limbah pewarna yang dihasilkan. Salah satu upaya yang dilakukan dalam penanganan limbah pewarna tekstil jenis metilen biru adalah Fenton-Like Reaction. Proses ini dapat mendegradasi zat pewarna organik dengan baik, namun memiliki kekurangan berupa kondisi reaksi yang asam dan dihasilkannya presipitasi ion besi pada saat reaksi. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui penambahan chelating agents pada saat reaksi yang dapat mencegah terjadinya presipitasi ion besi dan meningkatkan kemampuan FePO4 dalam mengkatalis reaksi sehingga reaksi menjadi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan chelating agents berupa asam askorbat (AA), hidroksilamina (HA), dan asam oksalat (AO) pada Fenton-Like Reaction untuk mendegradasi pewarna metilen biru dengan reaktan H2O2 dan katalis FePO4. Chelating agents yang memiliki kemampuan tertinggi dalam mendegradasi metilen biru selanjutnya diteliti pada konsentrasi terbaiknya dengan variasi 0,5; 1; 1,5 dan 2 mmol/L  serta variasi pH awal reaksi 3, 5, 7 dan tanpa pengaturan pH awal. Hasil penelitian menunjukkan asam askorbat (AA) merupakan chelating agents dengan kemampuan mendegradasi metilen biru tertinggi dengan tingkat degradasi sebesar 99% setelah 1 jam reaksi. Konsentrasi asam askorbat (AA) terbaik dalam reaksi ini adalah sebesar 1 mmol/L dengan pH awal reaksi 3. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan penambahan chelating agents, proses Fenton-Like Reaction dapat dilakukan pada pH yang asam dan juga pada pH netral.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PERUSAHAAN PESTISIDA Yoan Salsabilla; Heny Dewajani; Achmad Chumaidi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4177

Abstract

Produksi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terus bertambah besar tidak hanya di negara maju namun juga di negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk menyikapi hal tersebut pemerintahh mengeluarkan beberapa regulasi, salah satunya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber limbah B3 dari hasil produksi, mengetahui pengelolaan limbah B3, serta membandingkan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Metode penelitian menggunakan metode perbandingan antara kondisi di perusahaan pestisida dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) perusahaan pestisida telah melakukan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan sangat baik, rata-rata dari hasil perhitungan pengelolaan limbah B3 pada perusahaan industri adalah 100% meliputi pengemasan dan pewadahan, penyimpanan, pelabelan simbol dan label serta pengangkutan internal maupun kepada pihak ketiga.
PERANCANGAN POMPA SENTRIFUGAL LARUTAN NAOH 3% SEBAGAI MEDIA PEMBERSIH WIRE DAN PRESS PART PADA INDUSTRI KERTAS Nur Aini Rahmad; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4942

Abstract

Pada industri kertas, larutan NaOH 3% digunakan untuk menghilangkan endapan pulp yang berkerak pada wire dan press part agar proses sirkulasi pada pompa berjalan dengan baik. Larutan NaOH 3% keluar dari nozzle menggunakan pompa sentrifugal yang berfungsi untuk mengalirkan larutan dari tangki penampung ke tempat yang lebih tinggi elevasinya yaitu wire dan press part. Pompa sentrifugal berfungsi untuk menambah kecepatan cairan yang kemudian mengubahnya menjadi energi tekan. Kinerja pompa sentrifugal dinyatakan dalam parameter nilai efisiensi, head, dan kapasitas pompa. Pada industri kertas yang mengoperasikan pompa sentrifugal untuk mengalirkan larutan NaOH 3% selama 10 tahun mengakibatkan turunnya nilai efisiensi pompa menjadi 62%. Berdasarkan standar industri untuk mengalirkan larutan NaOH 3%, efisiensi pompa yang dibutuhkan minimal 75%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pompa sentrifugal baru agar efisiensi yang diberikan pompa minimal 75%. Metode penelitian dilakukan dengan pengumpulan data berdasarkan spesifikasi yang ada pada industri kertas dan berdasarkan sketsa process flow diagram. Parameter perhitungan meliputi total head pompa dan rating power pompa. Pompa menghasilkan tekanan sebesar 5 bar terhadap larutan NaOH 3% menuju nozzle yang didistribusikan menuju wire dan press part. Dari perhitungan rancangan pompa untuk medapatkan efisiensi 75% maka spesifikasi pompa yang digunakan sebagai berikut: total head pompa larutan NaOH 3% sebesar 10,0023 meter dengan power rating pompa larutan NaOH 3% sebesar 40 kW dan jenis pompa sentrifugal yang sesuai untuk larutan NaOH 3% adalah pompa berlapis fluorine plastic.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN LOKASI PRODUKSI PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Novita Eka Nur Ilma Budiana; Heny Dewajani; Achmad Chumaidi; Anne Rahma Salsabila; Aulia Romadhona Jihad Alfajri; Muhammad Naufal Sandifa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4949

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia yang memiliki luas kawasan 125.956.142,71 hektar. Salah satu jenis pohon di hutan Indonesia adalah pohon pinus. Pohon pinus memiliki produk hasil hutan bukan kayu, yaitu gondorukem. Gondorukem secara tradisional dibutuhkan dalam proses pembuatan batik, sabun, industri kertas. Gondorukem memiliki kelemahan yaitu cenderung mengkristal, mudah teroksidasi oleh oksigen dan mudah bereaksi dengan garam logam berat dalam vernis sehingga diperlukan modifikasi. Salah satu modifikasi gondorukem adalah disproportionated rosin (DPR) yang mempunyai karakteristik berupa ketahanan oksidasi yang baik, tingkat kerapuhan yang rendah, stabilitas termal yang tinggi, dan warna yang cerah. DPR digunakan dalam industri pembuatan perekat, tinta percetakan, pigmen organik, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi beberapa metode proses dalam produksi DPR untuk mengetahui metode terbaik serta menentukan lokasi pabrik terbaik sebagai tempat produksi DPR. Seleksi proses dilakukan dengan metode grading dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, kualitas produk yang dihasilkan, dan dampak terhadap lingkungan. Pada penentuan lokasi pabrik menggunakan metode factor rating. Metode ini dilakukan dengan memberikan nilai dari beberapa lokasi alternatif yang dipilih dengan melihat faktor-faktor yang telah ditentukan. Hasil dari seleksi proses menggunakan metode asetonisasi yang menghasilkan DPR dengan kandungan asam abietik yang rendah lebih stabil terhadap oksidasi dan lebih menguntungkan di segi ekonomi. Penetapan lokasi pabrik DPR berkapasitas 3.000 ton/tahun berdasarkan faktor ketersediaan bahan baku, pemasaran, utilitas, keadaan geografis dan masyarakat, tenaga kerja, buangan pabrik, site dan karakteristik lokasi, serta peraturan perundang-undangan dipilih Jalan Mawar, Dusun Krajan, Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember Jawa Timur.
PENGARUH KONSENTRASI TERPENTIN PADA PROSES PEMURNIAN GETAH PINUS (P. merkusii) TERHADAP KUALITAS GUM ROSIN Waqida Aprillia Sri Wahyuningsih; Heny Dewajani; Desta Enggar Dwi Prasetya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6620

Abstract

Gum rosin merupakan hasil distilasi getah pinus yang terdiri dari asam rosin. Semakin baik kualitas gum rosin maka harganya akan semakin tinggi. Kualitas gum rosin yang dihasilkan PT Inhutani V masih memiliki tipe Water White (WW) sehingga perlu adanya perbaikan proses produksi agar kualitas dan harga gum rosin dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terpentin pada proses pemurnian getah pinus terhadap kualitas gum rosin. Proses pembuatan gum rosin melalui dua tahapan, yaitu pemurnian getah dan distilasi. Tahap pemurnian getah menggunakan pelarut terpentin bertujuan untuk menghasilkan larutan getah murni yang disebut Oleo Pine Resin (OPR). Tahap ini dilakukan dengan pemanasan pada suhu 85 oC disertai pengadukan dengan variabel konsentrasi terpentin 28,5%; 30,5%; dan 32,5% dari getah. Kemudian dilanjutkan dengan tahap distilasi pada suhu 175 oC selama 3 jam untuk menghasilkan gum rosin. Gum rosin hasil proses distilasi diuji warna, bilangan asam, titik lunak, dan komponen tidak menguapnya kemudian dibandingan dengan SNI 7636:2020. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi terpentin maka  bilangan asam, titik lunak, dan komponen tidak menguap gum rosin semakin menurun. Hasil gum rosin terbaik yang memenuhi standar SNI 7636:2020 diperoleh pada penambahan terpentin 28,5% dengan warna 6,9, bilangan asam 193,19 mg KOH/g, titik lunak 81,5 oC, dan komponen tidak menguap 98,22%.
EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI SEAMEO BIOTROP Nisauz Zakiyatul Ulya; Heny Dewajani; Santi Ambarwati
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6647

Abstract

SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology) adalah salah satu Regional Centre di Indonesia yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Mandat yang dimiliki SEAMEO BIOTROP antara lain yaitu  penelitian, peningkatan kapasitas, dan diseminasi informasi di bidang Biologi Tropika.  SEAMEO BIOTROP memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola limbah yang dihasilkan laboratorium sebelum dialirkan ke badan air terdekat. Kualitas air limbah pada IPAL SEAMEO BIOTROP secara berkala dipantau untuk memastikan bahwa kualitas air limbah telah memenuhi baku mutu air limbah sebelum dialirkan ke badan air permukaan (sungai). Bahan kimia seperti dikromat, asam sulfat, mangan sulfat, dan alkali-iodida-azida yang digunakan dalam pengujian COD dan BOD sangat berbahaya karena sifatnya yang toksik, korosif, dan reaktif. Pelarut-pelarut organik dan anorganik sisa pekerjaan laboratorium, serta air bekas cucian peralatan laboratorium harus dikelola dengan baik karena jika dibuang langsung ke lingkungan, akan menyebabkan pencemaran serius dan berdampak buruk pada makhluk hidup. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas sistem pengolahan air limbah di SEAMEO BIOTROP melalui pengujian beberapa parameter utama meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), dan Total Suspended Solid (TSS). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan hasil evaluasi parameter dengan baku mutu air limbah yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai %efektivitas IPAL untuk parameter COD 71,55%, BOD 74,53%, dan TSS 73,44%. Tingginya %efektivitas penurunan kadar dari beberapa parameter menandakan jika IPAL SEAMEO BIOTROP dapat bekerja dengan baik.
APLIKASI TUNING DENGAN METODE COHEN-COON PADA PENGENDALI SUHU AIR (SE 404) SECARA SIMULASI DAN PRAKTIKUM Moch. Ikhsan Wahyudi; Zakijah Irfin; Profiyanti Hermien Suharti; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6776

Abstract

Tuning merupakan proses penentuan parameter pengontrol untuk mendapatkan nilai respon kontrol yang optimal. Respon suatu plant dapat diatur melalui pemilihan parameter-parameter kendali yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan respon dari pengendali suhu air ditinjau dari Integral Absolute Error (IAE), overshoot, dan response time menggunakan metode Cohen-Coon yang dilakukan secara simulasi menggunakan Scilab 6.1.1 dan praktikum. Pada sistem pengendalian terdapat beberapa variabel diantaranya process variable, manipulated variable, set point, dan disturbance. Penelitian diawali dengan melakukan tuning pada mode open loop untuk menentukan persamaan fungsi hantar proses. Kemudian, nilai Kp, ti, dan tD dihitung menggunakan persamaan tuning metode Cohen-Coon dengan memasukkan nilai Kp 0,21; t 6,5 detik; td 2,28 detik; dan tc 4,39 detik. Tahap akhir dari penelitian ini yaitu analisis hasil respon tuning dari metode Cohen-Coon secara simulasi dan praktikum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID) cenderung menghasilkan respon tuning yang lebih baik dibandingkan dengan sistem kontrol lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kontrol terbaik pada pengendali suhu air yaitu Proportional Integral Derivative Controller yang menghasilkan respon berupa offset, overshoot, dan response time berturut-turut sebesar 7,159%; 0,163; dan 24,030 detik pada hasil praktikum.