Heny Dewajani
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROSES PRODUKSI TRIASETIN DARI REAKSI ASETILASI GLISEROL MENGGUNAKAN KATALIS HETEROGEN BERBASIS BIOMASSA DAN ZIF-8 SERTA APLIKASINYA SEBAGAI BIOADITIF BAHAN BAKAR Rafif Sakhi Indratma; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7240

Abstract

Permintaan bahan bakar dengan oktan tinggi semakin meningkat dengan tujuan untuk menaikkan performa mesin. Hal ini mendorong pembuatan bioaditif berupa octane booster untuk membantu meningkatkan angka oktan pada bahan bakar. Triasetin merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai peningkat angka oktan dan efisiensi pembakaran. Selain berasal dari bahan alami, triasetin dapat terurai secara alami tanpa meninggalkan residu yang berbahaya, sehingga aman untuk mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi triasetin dari asetilasi gliserol menggunakan katalis biomassa dan ZIF-8. Penelitian dilakukan dengan aktivasi karbon tempurung kelapa menggunakan asam sulfat, lalu dikalsinasi dengan furnace pada suhu 500°C selama 3 jam. Kemudian digunakan sebagai katalis pada reaksi asetilasi gliserol pada suhu 105°C, rasio mol reaktan 1:5, dan konsentrasi katalis 5%. Hasil terbaik dari reaksi asetilasi dengan katalis karbon aktif menunjukkan konversi sebesar 51,72%, yield produk 58,47%, dan selektivitas terhadap triasetin sebesar 0,47%. Uji aplikasi triasetin sebagai bioaditif bahan bakar menunjukkan peningkatan angka oktan sebesar 17,021%, penurunan kadar CO sebesar 74,772%, serta peningkatan kadar CO2 dan O2 masing-masing sebesar 8% dan 3,704%. Hasil ini menunjukkan bahwa triasetin memiliki potensi yang baik sebagai bioaditif bahan bakar.
ANALISIS MODEL ISOTERM LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PROSES ADSORPSI METILEN BIRU MENGGUNAKAN KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT Deni Fadilah Akbar; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7411

Abstract

Senyawa metilen biru banyak digunakan pada industri tekstil merupakan senyawa yang sulit terurai di dalam air. Salah satu metode yang dapat mengolah limbah ini adalah dengan proses adsorpsi. Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi karbon aktif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis  efektivitas karbon aktif berbasis cangkang kelapa sawit sebagai adsorben dalam menurunkan konsentrasi senyawa metilen biru, serta untuk mengidentifikasi model isoterm adsorpsi yang paling tepat. Karbon aktif yang digunakan diperoleh melalui tahap karbonisasi cangkang kelapa sawit pada suhu 500°C selama 3 jam. Arang hasil karbonisasi kemudian diaktivasi secara kimia menggunakan larutan H2SO4 10 N pada suhu 100°C selama 3 jam. Proses adsorpsi dilakukan pada suhu kamar selama 2 jam dengan pengambilan sampel  pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 menit. Proses adsorpsi senyawa metilen biru dilakukan dengan variasi konsentrasi adsorben karbon aktif sebesar 2.000, 4.000, 6.000, dan 8.000 mg/L. Berdasarkan hasil analisis proksimat, karbon aktif memiliki kadar air sebesar 4%, kadar abu sebesar 6,67%, serta kadar volatile matter sebesar 37,50%. Selain itu, kemampuan adsorpsi terhadap larutan Iodin tercatat sebesar 1.205,55 mg/g. Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi adsorben berbanding lurus dengan efisiensi degradasi senyawa metilen biru. Hasil terbaik pada penelitian ini dicapai pada konsentrasi adsorben 8.000 mg/L dengan persentase penurunan kadar senyawa metilen biru tertinggi sebesar 61,91%. Proses adsorpsi senyawa metilen biru pada penelitian ini mengikuti model Isoterm Freundlich dengan kapasitas penyerapan sebesar 1,9706 mg/g serta nilai konstanta empiris sebesar 1,8843 menunjukkan bahwa adsorben belum mencapai kondisi jenuh.
STUDI KINERJA TERMAL ROTARY DRYER PADA PROSES GRANULASI INSEKTISIDA DI INDUSTRI PESTISIDA DENGAN PENDEKATAN SIMULASI ASPEN PLUS Setyo Rian Pambudi; Heny Dewajani; Ahmad Syofiyuddin Akmal
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7773

Abstract

Rotary dryer merupakan alat penting dalam proses granulasi insektisida di industri pestisida, terutama untuk menurunkan kadar air produk agar sesuai standar mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal rotary dryer pada unit produksi insekttisida dengan kapasitas 1,5 ton/jam melalui pendekatan neraca massa, neraca energi, dan simulasi Aspen Plus. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan (data aktual) dengan mengamati kinerja alat saat beroperasi dalam periode tertentu. Tahapan penelitian meliputi pengambilan data, perhitungan neraca panas, serta evaluasi efisiensi alat sedangkan untuk simulasi pada Aspen Plus memasukan data lapangan, melakukan simulasi dengan memilih pallet rotary dryer pada Aspen Plus kemudian melihat hasil simulasi dan melakukan evaluasi efisiensi rotary dryer. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi suhu dan flowrate bahan, sedangkan untuk variable terikatnya adalah neraca massa dan neraca panas pada alat rotary dryer.  Efisiensi ditentukan dari perbandingan antara panas masuk dan panas keluar rotary dryer, hasilnya digunakan untuk menilai apakah rotary dryer telah beroperasi secara optimal. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan efisiensi pengeringan dan efisiensi panas menggunakan data aktual dan hasil simulasi. Dari hasil perhitungan manual, efisiensi pengeringan diperoleh sebesar 82,32% dan efisiensi panas sebesar 94,23%. Sedangkan hasil simulasi menunjukkan efisiensi pengeringan sebesar 85,68%.