Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dan Konsumsi Kopi Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja Di MAN 1 Tangerang Astika Nisa Putri; Inna Solihati Embrik; Ayu Pratiwi
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 1 (2024): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i1.117

Abstract

Banyak penyakit timbul akibat gaya hidup manusia, pengaruh zaman yang akan berdampak pada gangguan kesehatan. Salah satunya adalah gastritis yang biasa dikenal dengan penyakit maag. Indonesia menempati urutan ke-4 dengan persentase 40,8% sekitar 274.396 kasus gastritis terjadi dari 238.452.952 jiwa penduduk. Kebanyakan penderita gastritis adalah remaja, dimana masa remaja masih labil dalam mengikuti perkembangan zaman. Melihat dari tren dan aktivitas remaja, faktor utama terjadinya gastritis yaitu karena gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya pola makan buruk dan konsumsi kopi yang berlebih. Hal ini memicu peningkatan asam lambung, sehingga bisa terjadi peradangan pada mukosa lambung. Untuk mengetahui hubungan pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang. Jenis penelitian kuantitatif, metode pendekatan cross sectional analitik, menggunakan penarikan sampel total sampling berjumlah 80 sampel. Analis penelitian ini univariat dan bivariat dengan metode uji Chi-Square. Menunjukan siswa/i yang memiliki pola makan buruk sebanyak 49 (61,3%) responden dan yang memiliki konsumsi kopi buruk sebanyak 51 (63,7%) siswa/i. Hasil uji statistik Chi-Square didapat P-Value (X² hitung) pola makan 14.050 dan konsumsi kopi 5.776. P-Value tersebut ≥ X² tabel (3.841) yang berati kedua hipotesis diterima. Ada hubungan antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada remaja di MAN 1 Kota Tangerang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Kecemasan Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas IV Dan V SDN Sukatani 2 Kabupaten Tangerang Annisa Maulinda; Inna Sholihati; Ayu Pratiwi
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 1 (2024): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i1.154

Abstract

Masa remaja wanita dikenal sebagai periode tertentu yang ditandai dengan datangnya menarche (menstruasi pertama). Pengetahuan yang kurang menyebabkan Remaja putri sering mengaitkan menstruasi dengan rasa nyeri, yang dapat menimbulkan kecemasan saat mempersiapkan menarche. Untuk menganalisis adanya hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan siswi kelas IV dan V dengan kesiapan dalam menghadapi menarche di SD Negeri Sukatani 2 Kabupaten Tangerang. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dan analisis kuantitatif, desain pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 60 responden dengan teknik total sampling. Hasil Penelitian: Dari hasil uji chi square diperoleh nilai uji P -value tingkat pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menarche p= 0,000 dan nilai uji P -value tingkat kecemasn dengan kesiapan menghadapi menarche p= 0,000. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan anak dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi kelas IV dan V di SDN Sukatani 2 Kabupaten Tangerang.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Poster Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Lansia Di Kampung Merapit Desa Waliwis Nikhlah; Rina Puspita Sari Puspita Sari; Ayu Pratiwi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1440

Abstract

The prevalence of hypertension is increasing, particularly among the elderly, making it a major health concern that requires serious attention. WHO in 2023 reported that 33% of the global population suffers from hypertension, while in Indonesia the prevalence is 29.2%. In Banten Province, more than 2.3 million cases were recorded, with Tangerang Regency as the highest contributor. A preliminary survey in Kampung Merapit, Waliwis Village, revealed that most elderly lacked knowledge of hypertension prevention; therefore, a simple and easily understood educational intervention is needed, such as poster media. This study aimed to determine the effect of health education using poster media on elderly knowledge of hypertension prevention. A quantitative method with a quasi-experimental one group pretest-posttest design was applied, involving 84 elderly selected through purposive sampling. The instrument was a knowledge questionnaire on hypertension, and data were analyzed using the Wilcoxon test. Results showed that before the intervention, 66.7% had poor knowledge and 33.3% moderate, whereas after the intervention all respondents (100%) had good knowledge. The Wilcoxon test showed p < 0.001, indicating a significant effect. Conclusion: poster-based health education effectively improves elderly knowledge regarding hypertension prevention.  
Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Rw 13 Kampung Tugu Kelurahan Bugel Kota Tangerang Nazhifa Salma; Rina Puspita Sari; Ayu Pratiwi
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1449

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami lansia dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup. Secara global, sekitar 19,1% populasi mengalami gangguan tidur, dengan prevalensi pada lansia mencapai 25–57%. Di Indonesia, 67% lansia dilaporkan mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun, dan bangun terlalu pagi. Kondisi serupa ditemukan di RW 13 Kampung Tugu Kelurahan Bugel Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian insomnia pada lansia. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 87 orang lansia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres (p = 0,000) dan aktivitas fisik (p = 0,000) dengan kejadian insomnia. Disimpulkan bahwa pengelolaan stres dan peningkatan aktivitas fisik penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan insomnia pada lansia.  Kata kunci: Aktivitas Fisik, Insomnia, Lansia, Tingkat Stres Insomnia is a common sleep disorder among the elderly and can negatively impact their quality of life. Globally, approximately 19.1% of the population experiences sleep disturbances, with prevalence among the elderly ranging from 25% to 57%. In Indonesia, 67% of older adults have been reported to suffer from sleep problems, including difficulty falling asleep, frequent awakenings, and early morning awakening. A similar condition was found in RW 13 Kampung Tugu, Bugel Subdistrict, Tangerang City. This study aimed to determine the relationship between stress levels and physical activity with the incidence of insomnia in the elderly. The study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling, involving 87 elderly respondents. Data analysis was conducted univariately and bivariately using the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between stress levels (p = 0.000) and physical activity (p = 0.000) with the incidence of insomnia. It is concluded that stress management and increased physical activity are essential as preventive and therapeutic efforts for insomnia in the elderly. Keywords: Physical Activity, Insomnia, Elderly, Stress Level  
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RSUD KAB TANGERANG Irma Yanti Kurnia Sari irma; Nining Sriningsih; Ayu Pratiwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.697

Abstract

Surgery is a medical procedure that involves surgical intervention in the body to improve physical function. Surgery can cause excessive fear and anxiety and can lead to complications. Based on a preliminary study by researches when PKK showed data there ±50 people experiencing anxiety. To reduce anxiety, pharmacological and non-pharmacological techniques is Benson Relaxation Therapy which is carried out by deep breathing and accompanied by beliefs held by the patient to achieve a relaxed state. The purpose of study :To determine the effect of Benson’s Relaxation Therapy on anxiety levels in preoperative patients in the patient installation of Tangerang District Hospital. Research Method : This research uses pre-eksperimental with One Group Pre-Test Post-Test with Incindental Sampling 22 respondents, using questionnaire sheets, Standard Operating Procedures and Wilcoxon test analysis. The Results of the study :Using the analysis of the Shapiro-Wilk normalization test and the Wilcoxon test with the results of p value =0.000 which means <0,005. Conclusion :There is an effect of Benson Relaxation Therapy on the anxiety levels of preoperative patients.