Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Occupational Safety and Health Risk Analysis for Chainsaw Operators in Logging Operations at PT. XY, Riau Province Hutasuhut, Ika Lestari
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol. 7 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/950fkx86

Abstract

Logging activities in Industrial Plantation Forests (HTI) still rely on chainsaws as semi-mechanical tools, combined with mechanical equipment such as harvesters. The use of chainsaws provides efficiency in the production process but also poses high risks to occupational safety and health (OSH) for chainsaw operators. This condition requires a comprehensive risk analysis to protect chainsaw operators from work hazards that may lead to fatal incidents. This study aims to analyze the level of OSH risk among chainsaw operators during logging activities at PT. XY, Riau Province. The method employed is HIRACH (Hazard Identification, Risk Assessment, and Control of Hazards), using a field observation approach, in-depth interviews, questionnaire distribution to ten chainsaw operators, and triangulation with secondary data to strengthen result validity. The results show that 23 types of hazards and 28 risks were identified, originating from environmental, mechanical, biological, and chemical factors. Most risks fall into the moderate category (79%), such as risks from steep terrain, extreme weather, and the presence of wild animals. Meanwhile, 21% of the risks are categorized as high, particularly those related to chainsaw operation, including chain breakage, kickback, excessive vibration, and noise levels exceeding safe limits. The study concludes that risk control must follow the hierarchy of control, including elimination, substitution, engineering control, administrative control, and the use of personal protective equipment (PPE). The implementation of a comprehensive OSH management system, supported by continuous training and intensive supervision, is essential to reduce the potential for accidents and occupational diseases, while also supporting productivity and the sustainability of forest harvesting activities.
Pengenalan Penggunaan Chainsaw sebagai Alat Semi Mekanis Pada Kegiatan Pemanenan Kayu Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Ika Lestari; Anesha Allasselcida; Dinda Tri Agustina; Lefdi Agung Nugraha; Hanifah Ikhsani; Agung Kartika Putra; Maryani Maryani; Viny Volcherina Darlis; Pebriandi Pebriandi; Ewi Irfani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.428

Abstract

Pemanenan kayu merupakan proses penting dalam pengelolaan hutan yang melibatkan penebangan pohon dengan berbagai alat, termasuk chainsaw sebagai alat semi mekanis. Chainsaw memerlukan keterampilan khusus agar penggunaanya efektif dan aman. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan penggunaan chainsaw kepada siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terkait chainsaw baik penggunaanya, komponen-komponen alat dan aspek K3. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan partisipatif dengan pendekatan kualitatif melalui pemberian materi, diskusi, pengenalan komponen chainsaw dan video simulasi penggunaan alat, serta pendekatan kuantitatif dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Responden dipilih secara purposive sampling dari siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru sebanyak 30 siswa yang memili minat  pada mata pelajaran pemanenan hasil hutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah pelatihan, dengan rata-rata skor pre-test 66 meningkat menjadi 91 pada post-test, yaitu peningkatan rata-rata 24 poin. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi pada sesi teori, pengenalan komponen, dan simulasi video. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan kerja. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengenalan penggunaan chainsaw efektif meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan simulasi praktik mendukung pemahaman yang lebih baik dan memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja dibidang kehutanan.
Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA) dalam Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Ika Lestari; Nurul Qomar; Erwanda Trio Bintan Sabri; Gandhiko Mohta; M. Mardhiansyah; Evi Sribudiani; Defri Yoza; Yossi Oktorini; Nur Suhada; Niskan Walid Masruri; Arya Arismaya Metananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.429

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan masalah tahunan yang sering terjadi di Provinsi Riau. Hal ini menyebabkan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Universitas Riau sebagai Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA) dalam mitigasi dan penanggulangan karhutla. Metode yang digunakan meliputi pelaksanaan talkshow dengan narasumber ahli dari berbagai instansi, pengenalan alat-alat pemadam kebakaran, serta simulasi pemadaman kebakaran oleh tim pemadam kebakaran yang melibatkan 202 mahasiswa. Keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan keterlaksanaan pelatihan, antusiasme peserta, serta kemampuan peserta mengikuti tahapan simulasi yang diberikan. Kesimpulannya, kolaborasi lintas sektor berhasil membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang cukup untuk penanganan karhutla di Riau, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab dan partisipasi aktif dalam pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan pada Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA).
Nilai Ekonomi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Di Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Pebriandi; Lefdi Agung Nugraha; Defri Yoza; Yossi Oktorini; Muhammad Mardhiansyah; Ewi Irfani; Sonia Somadona; Evi Sribudiani; Feny Oktaningsih; Ika Lestari Hutasuhut
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.10.1.%p

Abstract

Tesso Nilo National Park (TNNP) is one of the national parks in the province of Riau. TNNP is also one of the national parks that has great potential such as protected animals both Sumatran Elephants, Sumatran Tigers, HHK, and NTFPs. The existence of the forest is very important for the survival of the people living around the forest as well as the animals living in it. The diversity of types of forest products, especially NTFPs in the TNNP, are used by the people around the National Park, especially the people of Lubuk Kembang Bunga Village The use of NTFPs from national parks for both domestic needs and economic needs has different types and types, NTFPs used by the community, such as rattan, resin, honey, pandan and medicine from forest areas.
Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Kegiatan Pembagian Batang oleh Operator Chainsaw di Hutan Tanaman Industri, Provinsi Riau Ika Lestari Hutasuhut; Evi Sribudiani; Viny Volcherina Darlis; Nur Suhada
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.10.1.%p

Abstract

Industri kehutanan khususnya kegiatan pembagian batang oleh operator chainsaw memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat kondisi lingkungan kerja yang berat, penggunaan alat mekanis, serta paparan kebisingan dan getaran alat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bahaya dan menganalisis tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang dialami operator chainsaw pada kegiatan pembagian batang di hutan tanaman industri Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara dengan operator, dan analisis risiko menggunakan matriks peluang dan dampak berdasarkan hierarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 jenis bahaya utama, dengan 23 risiko terkait yang meliputi risiko fisik, kimia, dan ergonomi. Sekitar 71% risiko dikategorikan sedang dan 39% kategori tinggi, terutama risiko kebisingan chainsaw, getaran alat, paparan serbuk gergaji, dan asap pembakaran yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti gangguan pendengaran, iritasi pernapasan, dan sindrom getaran tangan-lengan. Pengendalian risiko direkomendasikan berdasarkan hierarki pengendalian mulai dari eliminasi bahaya, substitusi metode kerja, rekayasa teknik, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Kesimpulannya, penerapan pengendalian risiko terpadu dan pelatihan keselamatan yang kontinu sangat penting untuk menurunkan tingkat risiko dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja operator chainsaw dalam kegiatan pembagian batang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan operasional industri kehutanan.
Utilization of Coconut Shell and Coir Waste into Charcoal Briquettes as an Eco-Friendly Alternative Energy Ika Lestari Hutasuhut; Viny Volcherina Darlis; Agung Kartika Putra; Sonia Somadona; Nurul Qomar; M. Mardiansyah
Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA Vol. 8 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55285/djacq896

Abstract

Utilizing coconut waste, particularly shells and husks, as raw material for charcoal briquettes holds great potential for supporting environmentally friendly and sustainable renewable energy. However, this waste is still not being utilized optimally, even though it can reduce environmental pollution while providing economic benefits. This study aims to evaluate the effect of varying the mixing ratio of coconut shells and husks on the physical characteristics and performance of the resulting charcoal briquettes, as well as to determine the optimal composition as an alternative energy source. The research was conducted at the Forestry Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Riau, over a five-month period (August–December 2025). The raw materials consisted of coconut shells and husks with three composition variations: 100% shells, 75% shells + 25% husks, and 50% shells + 50% husks. The carbonization process was performed conventionally for one hour. Afterward, the charcoal was ground, mixed with arpus binder, molded, and tested for briquette characteristics such as moisture content, density, and calorific value. The results showed that the 100% coconut shell briquette had the lowest moisture content (6.51%) and the highest density (0.79 g/cm³), resulting in more efficient, stable combustion and a high calorific value. Conversely, increasing the proportion of coconut husk raised the moisture content to 16.58% and lowered the density to 0.66 g/cm³, which negatively impacted briquette quality. Low moisture content and high density are key indicators of good briquette quality. In conclusion, a briquette formulation dominated by coconut shells is recommended for producing high-quality charcoal briquettes as an environmentally friendly and sustainable source of renewable energy, as well as supporting optimal coconut waste management in Riau Province and surrounding areas.
Edukasi Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistemnya Di SMA Negeri 1 Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Fahrul Rozi Sembiring; Supriyan Syahrizal; Yus Afriadi; Indah Lena Sari; Ika Lestari; Yetty Intan Rouli; Nuraina Rianra
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1055

Abstract

Suaka Margasatwa Kerumutan memiliki peran penting dalam konservasi tumbuhan, satwa liar dan ekosistemnya tetapi menghadapi ancaman pembalakan dan perambahan ilegal. Kesadaran generasi muda merupakan investasi terbaik dalam melakukan upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Kesadaran generasi muda perlu ditumbuhkan melalui kegiatan-kegiatan edukasi terutama di sekolah-sekolah sehingga tumbuh karakter konservasionis. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa/i SMA Negeri 1 Rengat terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Edukasi dilakukan dengan sosialisasi dan diskusi disertai pre-test dan post-test kepada 54 siswa. Data dianalisis deskriptif kualitatif dan uji Wilcoxon untuk melihat peningkatan pemahaman terhadap aspek konservasi, jenis-jenis konservasi, dan kelestarian lingkungan. Pemberian materi edukasi berhasil secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa pada aspek jenis-jenis konservasi (p=0,004), sedangkan aspek pemahaman konservasi dasar dan kelestarian lingkungan juga meningkat namun tidak signifikan secara statistik. Kegiatan edukasi juga berhasil menurunkan jumlah siswa/i dengan pemahaman berkategori rendah.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau melalui Edukasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Manggala Agni Daops Pekanbaru Ika Lestari; Nur Suhada; Pebriandi Pebriandi; Viny Volcherina Darlis; Yossi Oktorini; Defri Yoza; Evi Sribudiani; Muhammad Mardiansyah; Nurul Qomar; Ewi Irfani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fh9zs20

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah bencana yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, yang memberikan dampak besar terhadap ekosistem, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Sebagai institusi akademik di bidang kehutanan, Universitas Riau berperan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengendalian karhutla. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa kehutanan Universitas Riau melalui edukasi dan simulasi pemadaman kebakaran yang diselenggarakan bekerja sama dengan Manggala Agni Daops Pekanbaru. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: pemberian materi oleh praktisi Manggala Agni, pengenalan alat pemadam kebakaran manual dan mekanis, serta simulasi pemadaman api secara langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan sebesar 39,42 setelah kegiatan berlangsung, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan praktis mahasiswa. Kesimpulannya, kegiatan edukasi dan simulasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam upaya mitigasi karhutla di Provinsi Riau.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat akan Fungsi Hutan untuk Mewujudkan Pengelolaan Hutan Lestari di Desa Kuala Tolam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Ika Lestari; Maryani Maryani; Dinda Tri Agustina; Hanifah Ikhsani; Lefdi Agung Nugraha; Gandhiko Mohta; Anesha Allasselcida; Agung Kartika Putra; Erwanda Trio Bintan Sabri; Nurul Qomar; Pebriandi Pebriandi; Ewi Irfani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.236-245

Abstract

Kuala Tolam Village, Pelalawan Regency, Riau Province, is one of the regions that still possesses significant peatland forests, which are ecologically, socially, and economically important. However, pressures from plantation expansion, land conversion, and limited community knowledge about forest functions have made this area vulnerable to degradation. This community service activity aimed to enhance public knowledge of the importance of forests. The method employed was socialization through an educational, participatory, and interactive approach combined with small group discussions. The respondents in this activity were stakeholders involved in community deliberations with the Siak Pelalawan Landscape Program in the context of forming a collective commitment to maintain forest functions and areas. The results of this activity showed an increase in community knowledge about forest functions as measured by several aspects, namely forest definition, forest types, and forest functions. Community understanding of the definition of forests increased by 39%, knowledge of forest types around Kuala Tolam Village increased by 36%, and knowledge of forest functions increased by 30%. These findings indicate that the socialization and educational approaches applied were successful in raising public awareness of the importance of forests in supporting the community’s commitment to preserving forest functions and areas. Furthermore, the formation of such commitment, supported by enhanced knowledge and understanding, is expected to serve as a strong foundation for establishing a forest patrol and monitoring team in Kuala Tolam Village, Pelalawan Regency.
PRODUKTIVITAS KEGIATAN DEBARKING DENGAN PENGGUNAAN DEBARK PONTON DARAT DI PT. RAPP ESTATE PELALAWAN Nur Suhada; Ika Lestari; Evi Sribudiani; Sonia Somadona; Bima Danu Satria; Thania Eunike Pakpahan
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.24175

Abstract

Kegiatan debarking atau pengupasan kulit kayu merupakan tahapan penting dalam pemanenan dan pengolahan kayu karena memengaruhi kualitas bahan baku serta efisiensi proses berikutnya. Di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Pelalawan, penggunaan Debark Ponton Darat (DPD) dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan membandingkan produktivitas dan efisiensi metode celup dan metode langsung dalam proses debarking menggunakan DPD. Pengamatan lapangan dilakukan pada 15 siklus kerja untuk masing-masing metode dengan parameter jumlah kayu per siklus, volume produksi, waktu kerja, dan produktivitas alat. Hasil pengukuran dibandingkan dengan standar perusahaan (10,82 m³/jam) guna mengetahui tingkat efisiensi. Metode celup menunjukkan rata-rata waktu siklus 5,06 menit, produktivitas 0,23 m³/menit, dan efisiensi 128% dibanding standar. Sementara itu, metode langsung mencatat waktu siklus lebih singkat 4,06 menit, produktivitas 0,399 m³/menit, dan efisiensi 221%, hampir dua kali lipat lebih tinggi daripada metode celup. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa metode langsung lebih cocok untuk kondisi operasional yang menuntut kecepatan dan volume produksi tinggi, sedangkan metode celup tetap relevan untuk kayu dengan kulit tebal atau kondisi khusus. Secara keseluruhan, penerapan DPD terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses debarking di PT RAPP. Kedua metode memiliki karakteristik berbeda namun dapat saling melengkapi sesuai kondisi lapangan. Dalam kasus tertentu, kayu yang sulit dikupas memerlukan perlakuan awal dengan metode celup untuk mempermudah pengupasan. Peningkatan produktivitas dan efisiensi ini mendukung strategi perusahaan dalam mencapai target produksi pulp nasional, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan operasional.