Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEBARAN DAN POTENSI ETNOFITOMEDIKA KASTURI (Mangifera casturi Kosterm): STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SUKU BANJAR DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, PROVINSI RIAU Irzal Fakhrozi; Agus Hikmat; Didik Widyatmoko; Ervizal AM Zuhud; Arya Arismaya Metananda
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol 15 No 2 (2022): Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jtoi.v15i2.6180

Abstract

Mangifera casturi Kosterm (Kasturi) memiliki nilai konservasi yang tinggi karena telah dinyatakan sebagai spesies yang punah di alam. Selain nilai konservasi yang tinggi, spesies ini juga merupakan spesies endemik pulau Kalimantan dan identitas flora Provinsi Kalimantan Selatan. Di Provinsi Riau, penyebaran kasturi tidak terlepas dari masuknya masyarakat suku Banjar dari Kalimantan Selatan pada tahun 1860an. Hal ini dibuktikan dengan penyebaran kasturi hanya terdapat di perkampungan masyarakat banjar yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Masyarakat banjar di Kabupaten Indragiri Hilir memanfaatkan kasturi sebagai sumber bahan pangan (buah-buahan) dan buah ini juga dipercaya dapat mengatasi penyakit kembung dan masuk angin. Berdasarkan analisis metabolit sekunder pada aril dan kulit buah Kasturi, senyawa umum yang ada antara lain 5-Hydroxymethylfurfural merupakan senyawa golongan aldehid, Palmitic acid merupakan senyawa golongan asam lemak jenuh dan Ethyl palmitate merupakan senyawa golongan asam lemak.
Penerapan Wisata Ramah Lingkungan di Hutan Adat Imbo Putui Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Defri Yoza; Pebriandi Pebriandi; Arya Arismaya Metananda; Sonia Somadona; Evi Sribudiani; Fifi Puspita
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v3i2.38

Abstract

One of the tourist attractions that can support the regional economy in Kampar Regency is the imbo putui customary forest located in Petapahan Village, Tapung District, Kampar Regency. The location has a clean river with large trees around it. Many residents who come from Pekanbaru and other areas deliberately visit the imbo putui forest. The application of environmentally friendly tourism is carried out by observing the imbo putui customary forest area in accordance with environmentally friendly criteria. The development and tourist attraction of the imbo putui customary forest will have an impact on the arrival of visitors to the imbo putui customary forest tourist attraction, which will increase the income of the Petapahan Village community. The tourism sector is a potential sector to be developed as a source of regional income. The development of tourism depends on the visits that come to visit the place. The increase in the number of visits that occurs is a mirror of the continued development of tourism, to maintain and increase the number of tourist visits.
EMPOWERING COASTAL COMMUNITIES THROUGH THE ELEVATION OF BIENE HONEY PRODUCTS: STRENGTHENING BRANDING, PACKAGING, AND MARKET ACCESS Mimin Sundari Nasution; Dadang Mashur; Zulkarnaini Zulkarnaini; Taryono Taryono; Harapan Tua; Masrul Ikhsan; Arya Arismaya Metananda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51564

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of local products through the empowerment of coastal communities in Bengkalis Regency, particularly the Biene honey business group. The main problems faced by the partners are weak branding, simple packaging design, and limited market access, which hinder the honey products from competing broadly. The method used is Participatory Action Research (PAR) through training, mentoring, and joint evaluation stages. The interventions carried out include strengthening brand identity, redesigning packaging to meet food safety standards, and facilitating digital marketing through marketplaces and social media. The results of the program indicate an increase in partners’ capacity in business management, marketing, and product handling. The new Biene Honey brand identity has been registered as intellectual property, product packaging has become more attractive and hygienic, and market access has expanded through online sales channels and promotion via local media. Overall, this program has successfully fostered the economic independence of coastal communities by strengthening branding, packaging, and market access, while also contributing to the achievement of sustainable development goals, particularly in the areas of decent work, economic growth, and partnerships.
TRANSFORMASI SOSIAL PETANI LEBAH MADU DI LAHAN GAMBUT Dadang Mashur; Arya Arismaya Metananda; Mimin Sundari Nasution; Masrul Ikhsan; Zulfarina Zulfarina; Iswandi Iswandi; Vera Darasni Putri; Leonardo Manullang; Asri Dewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51957

Abstract

Transformasi sosial petani lebah madu di lahan gambut menjadi isu penting karena selama ini sebagian besar petani lebah madu di Desa Tanjung Leban masih menggantungkan pendapatan dari pengambilan madu liar yang bersifat musiman, berisiko tinggi, dan tidak ramah lingkungan. Aktivitas tersebut sering kali menyebabkan kerusakan habitat lebah serta menurunkan keberlanjutan ekosistem gambut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian yang mampu mengalihkan praktik tradisional menuju sistem budidaya lebah madu yang berkelanjutan. Pengembangan budidaya lebah madu di lahan gambut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung konservasi ekosistem dan ketahanan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam hayati. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan teknis pembuatan stup dan pemeliharaan koloni lebah madu, dan praktik pemanenan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku petani lebah, yang semula hanya mengandalkan madu hutan menjadi mampu mengelola budidaya lebah secara mandiri dan berorientasi pasar. Petani mulai memahami pentingnya keberlanjutan ekologi, manajemen koloni, serta pengolahan produk bernilai tambah. Pengabdian ini membuktikan bahwa transformasi sosial melalui pendekatan pemberdayaan dan transfer teknologi sederhana dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat gambut sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Program ini menjadi model praktik baik dalam pengembangan ekonomi hijau berbasis lebah madu di lahan gambut yang dapat direplikasi di wilayah lain.