Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Dan Karakterisasi Konverter Dc Ke Dc Berbasis Rangkaian Buck-Boost Pada Sistem Maximum Power Point Tracking (Mppt) Aulia Laila Fithri; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Panel surya (photovoltaic) kini mulai banyak dimanfaatkan sebagai penyedia energi listrik. Karena melalui panel surya inilah energi matahari dapat diubah menjadi bentuk energi listrik secara langsung. Dalam implementasinya, energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya akan dipengaruhi oleh intensitas surya dan temperatur lingkungan sehingga nilai daya listrik sangat fluktuatif. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan sistem yang mampu membuat sistem panel bekerja pada efisiensi maksimumnya. Untuk mencapai daya yang maksimum, dibutuhkan sebuah perangkat (aktuator) untuk mengatur daya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk mengisi aki dengan tegangan konstan 12 Volt. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan dan karakterisasi rangkaian Buck-Boost untuk menggeser titik kerja dari sistem photovoltaic. Penulis melakukan analisis terhadap nilai rasio perbadingan tegangan (M) terhadap perubahan Duty Cycle (D) dengan resolusi 0.05, analisis variasi nilai induktansi dan resistansi beban terhadap nilai M yang dihasilkan, analisis perbandingan operasi Discontinuous Conduction Mode (DCM) dan Continuous Conduction Mode (CCM) dengan nilai K bervariasi, serta analisis peningkatan nilai arus keluaran dengan variasi nilai induktansi (L) dan resistansi beban (R). Berdasarkan prosedur yang telah diuraikan, pengujian alat yang telah di realisasikan diuji memiliki hasil yang linier, dan kinerjanya pada nilai D=0.5, dimana Vin=Vout. Sehingga didapatkan nilai error adalah sebesar 4.11%. Pada nilai frekuensi penyaklaran 26.46 kHz, rentang daerah kerja DCM berada dalam rentang yang paling panjang yakni 0.05 hingga 0.35. Kata kunci : MPPT, Buck-Boost, Photovoltaic, Duty Cycle Abstract Solar which known as the energy source has an abundant availability in nature so that its utilization needs to be processed properly. Indonesia Island is geographically located along the equator, so that sunlight should be utilized optimally. Solar panel (photovoltaic) has begun to be widely used as a provider of electrical energy. By those solar cells the solar energy can be directly converted to another form of energy. As the implementation, the electrical energy which is generated by the solar cell will be affected by the light intensity and environment’s temperature. It causes the power will fluctuate. Maximum Power Point Tracking (MPPT) is the system which is able to make the solar panel works efficiently. The hardware is required to\regulate the output power which is able to charge the accumulator with a constant voltage in 12 volts. In this experiment, there will be done a design and characterization of Buck-Boost Converter to track the maximum power point of the solar panel. Author will analyze the conversion ratio of the voltage to the change of Duty Cycle which has 5% of resolution, the effect of inductance and resistance variation to the power output, the boundary layer of Discontinuous Conduction Mode (DCM) and Continuous Conduction Mode (CCM) with the variation of K values, and the output current improvement with the variation of inductance (L) and resistance (R) value. Based on the experiment, the device at D=0.5 has the error value 4.11%. When the switching frequency is 26.46 kHz, the converter has the largest range of the DCM mode in range 0.05 to 0.35. Key Words: MPPT, Buck-Boost, Photovoltaic, Duty Cycle
Perancangan Dan Implementasi Sistem Obstacle Avoidance Pada Mobile Robot Beroda Berbasis Kontrol Proporsional Abdul Haffif; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, dibuat suatu implementasi kontrol Proporsional pada mobile robot untuk menjalankan skema obstacle avoidance. Mobile robot menggunakan Sensor HC SR04 dan CMPS 10, XBee seri 1 untuk komunikasi data, Arduino sebagai modul mikrokontroler dan driver motor sebagai pengubah PWM menjadi arus untuk motor DC. Data yang menjadi kunci penting dalam percobaan ini adalah pembacaan jarak, dan sudut oleh sensor pada robot. Kedua data tersebut akan dikirim ke station ground lalu diolah dan outputnya berupa data PWM untuk robot. Sistem kestabilan robot akan ditingkatkan dengan kontrol Proporsional. Nilai fungsi transfer hasil pemodelan adalah , orde satu. Nilai kontrol yang paling baik adalah Kp = 1.5048, dimana respon transiennya seperti nilai rise time, settling time, overshoot, dan error steady state menjadi menjadi lebih kecil yang menandakan sistem lebih cepat. Pada saat menghindari tabrakan terjadi penyimpangan nilai jarak dari set point 50 cm, 70 cm, dan 80 cm yaitu sebesar masing-masing 1.27 cm, 2.32 cm, 1.79cm, ini disebabkan oleh adanya delay waktu pengiriman dan pemrosesan data pada transmitter juga receiver, namun robot tetap dapat bergerak menghindari tabrakan dan kembali bergerak lurus dengan stabil menghadap ke arah yang sama seperti awal. Kata kunci : Proporsional, Arduino, HC SR04, CMPS 10, PWM, .Xbee Series1.
Perancangan Sistem Dan Monitoring Sumber Arus Listrik Dari Lantai Piezoelectric Untuk Pengisian Baterai Fahad Hermawan Widodo; Muhamad Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin menipisnya energi fosil dibumi dan sifatnya yang yang tak terbarukan. Para manusia mencoba menciptakan alat pemanen energi (energy harvester). Sistem pemanenan energi salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan piezoelectric PZT(lead zirconate titanate) yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Dalam penelitian kali ini pijakan kaki manusia pada lantai yang sudah terpasang piezoelectric dibawahnya menjadi input energi mekanik untuk mendapatkan energi listrik dari lantai. Banyaknya energi listrik yang dapat dihasilkan lantai piezoelectric berbanding lurus dengan besar gaya yang diberikan pada lantai piezoelectric. Arus tertinggi yang didapatkan dari lantai yang dibuat akibat gaya mekanik yakni 938 mikro ampere dan arus terendah 464 mikro ampere. Sedangkan tegangan tertinggi yang didapat yakni 80 volt dan terendah 61 volt. Pemanfaatan energi dapat dilakukan dengan menampung hasil energi kedalam sebuah baterai sekunder(recharge) dengan memperhatikan kapasitas baterai dan intensitas penginjakan. Kata kunci : piezoelectric, PZT, mikrokontroller, baterai
Rancang Bangun Kontrol Fuzzy Logic Pada Metode Leader Follower Untuk Penjejak Formasi Mobile Robot Lisa Anjani Arta; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi robotika akhir-akhir ini berkembang sangat pesat, salah satunya adalah mobile robot dengan sistem koordinasi multirobot sederhana yang menghubungkan perilaku kehidupan makhluk hidup seperti perilaku dari kerumunan serangga. Ada berbagai macam bentuk dan beragam tugas yang dapat dilakukan oleh mobile robot, salah satu diantaranya adalah leader follower. Leader follower merupakan konsep berpindah posisi dengan mengikuti jejak dari robot pemimpinnya. Pergerakan berpindah posisi dari kedua robot tersebut menggunakan modul komunikasi Xbee series1 yang difungsikan sebagai end device (robot leader dan follower), router (Xbee peta 1 dan 3), dan coordinator (Arduino Mega). Selain itu, mobile robot juga memerlukan sistem kontrol dalam menetukan perpindahan posisinya. Sistem kontrol yang digunakan adalah sistem kontrol fuzzy logic dengan menggunakan 2 buah input berupa jarak dan sudut dengan output yang dihasilkan berupa PWM kanan dan kiri. Implementasi kontrol pada sistem in dilakukan pada posisi awal robot follower lurus, menghadap ke kanan, dan menghadap ke kiri. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh error posisi Xlurus = 1% dan Ylurus = 15%, Xkanan = 2% dan Ykanan = 16%, serta Xkiri = 3% dan Ykiri = 32%. Hal ini dikarenakan perubahan gerak robot yang lebih cepat daripada pembacaan sensor CMPS10. Kata Kunci : mobile robot, leader follower, kontrol fuzzy logic, komunikasi Xbee
Kontrol Ph Pada Reaktor Tpad (temperature Phased Anaerobic Digester) Bagian Reaktor Hidrogen Termofilik Elsa Krisdiana; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Produksi hidrogen menggunakan substrat nasi melibatkan bakteri anaerob. Proses metabolisme bakteri tersebut dipengaruhi oleh pH. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem kontrol pH pada reaktor TPAD bagian reaktor hidrogen termofilik untuk mengontrol nilai pH substrat. Pada penelitian ini, dilakukan dua percobaan yaitu percobaan tanpa kontrol pH dan percobaan menggunakan kontrol pH. Berdasarkan percobaan tanpa kontrol pH, nilai pH substrat turun secara polinomial dan dapat ditentukan larutan basa yang akan digunakan pada percobaan menggunakan kontrol pH. Pada percobaan menggunakan kontrol pH, sistem yang dibangun dapat menjaga nilai pH dengan nilai rata-rata error sistem sebesar 0,06. Kata Kunci : Kontrol, pH, biomassa, anaerobik, termofilik.
Perancangan Alat Ukur Konsentrasi Gas Metan Dari Anaerobic Baffled Reactor (abr) Semi-kontinyu Dengan Substrat Susu Basi Aditya Pratama Rusdiyono; Muhamad Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas dapat diperoleh dengan proses anaerob. Anaerob merupakan salah satu cara produksi biogas menggunakan bakteri anaerobik, yang tumbuh tanpa gas oksigen. Gas metana adalah salah satu gas yang dihasilkan dari produksi biogas sebagai penyebab utama terjadinya efek rumah kaca. Sehingga tingkat konsentrasi gas metana (CH4) yang dihasilkan dari produksi biogas harus selalu diketahui. Data konsentrasi gas metana (CH4) sulit didapatkan, karena saat ini peralatan untuk mengukur tingkat konsentrasi gas metana (CH4) sangat terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas, yaitu dengan melakukan pengukuran konsentrasi gas metana menggunakan sebuah alat ukur. Pada penelitian ini dibuat seperangkat sistem pengukuran konsentrasi gas metana (CH4) pada biogas dari hasil fermentasi susu basi dalam anaerobic Baffled Reactor pada volume 15 liter dengan alat ukur yang dirancang menggunakan sensor MQ-4 sebagai pembaca konsentrasi gas metana (CH4) berupa persentase pada serial monitor. Alat ukur yang telah dibuat ini kemudian dilakukan karakterisasi agar layak digunakan sebagai alat ukur konsentrasi gas metana (CH4). Hasil pengukuran melalui serial monitor dalam persentase. Sistem pengukuran ini menggunakan alat ukur konsentrasi gas metana yang dirancang pada Arduino Uno sebagai pengontrol dari sinyal masukan dan keluaran serta untuk kalibrasi sistem dilakukan dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat ukur yang dibuat dengan alat ukur gas cromatograph GC 8A sebagai nilai akhir dari kosentrasi gas metana. Kata Kunci : Biogas, Konsentrasi Gas metana (CH4), Sensor MQ-4, Anaerobic baffled reactor.
Pengaruh Suhu Dan Kecepatan Putar Spin Coating Terhadap Kinerja Sel Surya Organik Berbahan Dasar Tio2 Aldy Hidayat; Mamat Rokhmat; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Spin Coating adalah salah satu metode yang digunakan untuk membuat lapisan tipis yang salah satu aplikasinya adalah untuk mendeposisi lapisan aktif dalam aplikasi sel surya organik. Salah satu jenis sel surya organik adalah sel surya berbahan dasar TiO2 yang umumnya digunakan dalam penelitian Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) atau sel surya tersensitasi zat warna. Dalam kajian teoritis, kecepatan putar spin coating berpengaruh terhadap ketipisan film yang dibuat, namun belum ada penelitian lebih lanjut yang menyatakan hubungan antara kecepatan putar spin coating terhadap kinerja sel surya yang dihasilkan. Selain itu, proses pemanasan suhu dalam proses spin coating juga menjadi salah satu bagian yang dapat mempengaruhi kinerja sel surya secara keseluruhan, namun belum ada penelitian yang menjelaskan tentang pengaruh suhu proses spin coating dan pengaruhnya pada kinerja sel surya yang dihasilkan. Tugas akhir ini meneliti tentang pengaruh kecepatan putar dan suhu pada proses spin coating sederhana yang dibuat menggunakan Arduino Uno sebagai kontrol proportional-integral pada motor DC brushless DC fan dan Electric Thermostat sebagai sistem pemanas pada alat yang dibuat, sehingga dapat dilihat pada kecepatan dan suhu yang optimal dalam fabrikasi sel surya organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan putar berpengaruh linier terhadap efisiensi sel surya yang dibuat dengan kecepatan optimal sebesar 2800 RPM (Rotation Per-Minute) menghasilkan efisiensi sebesar 0.008%. Sementara suhu juga mempengaruhi efisiensi sel surya secara linier dengan menghasilkan efisiensi sebesar 0.026% pada kondisi putaran 2800 RPM dan suhu 75° celcius Kata kunci : Spin Coating, Sel Surya Organik, DSSC, TiO2, Suhu, Kecepatan Putar, Efisiensi
Analisis Kinerja Pemurnian Gas Karbon Monoksida Dengan Filter Zeolite Dalam Reaktor Biogas Skala Laboratorium Terhadap Produksi Biogas Maulana Afchor Aulia; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biogas merupakan salah satu energi alternatif yang dikembangkan untuk ketersediaan energi di masa akan datang. Telah dilakukan rancang bangun reaktor anaerob untuk menghasilkan biogas dalam proses fermentasi yang dilengkapi sensor pendeteksi konsentrasi gas karbon monoksida dan filter zeolite sebagai treatment. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh performansi kinerja reaktor biogas anaerob berdasarkan parameter gas karbon monoksida dengan filter zeolite dan tanpa filter zeolite terhadap kemurnian biogas. Pada reaktor anaerob yang dikondisikan sebelum dan sesudah teradsorbsi filter zeolite, diisi campuran substrat kohe sapi dan limbah cair tahu dengan perbandingan volume 2:1 selama 15 hari. Hasil reaktor anaerob singlestage digunakan sebagai penghasil biogas dengan sistem reaktor fixed domed dan laju aliran substrat batch feeding. Hasil konsentrasi gas karbon monoksida pada reaktor mengalami penurunan perhari sebesar 2 10-4% (sebelum terabsorpsi) dan 10-4% (sesudah terabsorpsi) disebabkan kemampuan filter zeolite sebagai adsorben. Produksi gas metana meningkat secara signifikan dihari ke 9 sebesar 11,6896 % (sebelum terabsorpsi) dan sebesar 11,6910% (sesudah terabsorpsi). Rata-rata hasil gas metana sebelum terabsorpsi sebesar 10,7796%, sedangkan rata-rata gas metana setalah terabsorpsi sebesar 10,7824%. Perubahan konsentrasi gas karbon monoksida tidak mempengaruhi waktu retensi dan jumlah gas metana pada produktivitas biogas, tetapi berpengaruh pada kemurnian gas metana. Dari data tersebut menunjukkan hasil konsentrasi gas metana pada reaktor anaerob mengalami kemurnian setalah dilakukan proses absorpsi menggunakan filter zeolite. Kata kunci: Biogas, Metana, Karbon Monoksida, Limbah Kotoran Sapi, Limbah Cair Tahu.
Perancangan Dan Implementasi Alat Ukur State Of Charge (soc) Pada Baterai Lead-acid Menggunakan Metode Perhitungan Coulomb Sontha Herdiawan Alvaro; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Untuk menjaga performa baterai lead-acid, dibutuhkan sistem pengawasan baterai untuk melakukan estimasi perkiraan nilai  State of Charge (SOC) pada baterai tersebut, sehingga ketika dioperasikan, baterai tidak mengalami kondisi yang membahayakan atau destruktif.  Pada penelitian ini dirancang sistem pengawasan baterai untuk dapat memantau state of charge baterai yang dapat menghindari pengisian berlebih dan pengosongan berlebih. Sistem yang dibuat berupa cellboard dan sensor arus untuk memonitor tegangan dan arus pada baterai. Arus pada baterai yang dihitung per satuan waktu mereferensikan muatan pada baterai. Muatan berbanding lurus  dengan  SOC  dan  kemudian  SOC  diwakilkan  dengan  tegangan.  Pada  pengujian  siklus  pengisian didapatkan total muatan baterai sebesar 8,47 Ah dan pada siklus pengosongan didapatkan total muatan sebesar 8,9 Ah. Hal ini berbeda cukup jauh dengan kapasitas yang tertera pada baterai, yaitu 12 Ah. Hal ini juga membuktikan bahwa muatan baterai yang peneliti gunakan telah berkurang dari kapasitas yang tertera. Kata kunci : sistem monitoring baterai, baterai lead-acid, metode perhitungan coulomb, state of charge
Rancang Bangun Kolektor Panas Jenis Palung Parabola Dengan Sistem Pelacakan Matahari Menggunakan Sensor Ldr Arika Primayosa; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak jenis kolektor surya telah digunakan untuk menyerap energi panas matahari sebanyak mungkin, salah satunya adalah kolektor panas matahari jenis palung parabola. Dalam penelitian ini kolektor panas matahari yang dilengkapi dengan sistem pelacakan matahari dibangun dan dipelajari. Sistem ini terdiri dari kolektor panas menggunakan plat stainless steel dengan lebar 0,9 m, panjang 1,83 m, jarak fokus 0,225 m dengan sudut rim 90o, pipa stainless steel dengan diameter 0,019 m dibuat untuk penerima, dan sistem pelacakan menggunakan aktuator parabola 12 VDC dan sensor LDR. Tes menunjukkan bahwa ketidaktepatan antara sudut kolektor dan matahari mendekati 12o dengan rata-rata 7o. Pengujian model kolektor panas tanpa sistem pelacakan selama 2 jam dan 5 menit menghasilkan total 111,7 kJ dan total 2737,6 kJ sehingga total efisiensi panas adalah 4,1%. Pengujian untuk kolektor panas menggunakan sistem pelacakan menghasilkan total 244,3 kJ dan total 3503 kJ sehingga total efisiensi panas adalah 6,97%. Kata kunci: kolektor, palung parabola, sistem pelacakan, aktuator parabola, efisiensi panas.
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda