Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Produksi Hidrogen Dalam Pengolahan Limbah Kacang Kedelai Menggunakan Digester Anaerobik Muhammad Manarul Huda; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit ari dan cair kacang kedelai mengandung senyawa-senyawa organik seperti karbohidrat. Limbah tersebut dapat digunakan sebagai bahan biomassa. Pengolahan biomassa seperti fermentasi gelap secara anaerob dapat menghasilkan gas hidrogen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi biogas dan membandingkan produksi biogas dari limbah kulit ari dan cair kacang kedelai dengan lumpur hasil fermentasi sebagai kultur bakteri. Hasil menunjukkan bahwa gas hidrogen dari substrat yang terdiri campuran limbah kulit ari kacang kedelai dan lumpur hasil fermentasi adalah sangat rendah, sedangkan campuran limbah cair dan lumpur hasil fermentasi adalah tinggi. Substrat yang terdiri campuran limbah cair kacang kedelai dan lumpur hasil fermentasi menghasilkan biogas dengan volume kumulatif sebanyak 14.026 liter dan rata-rata produksi biogas adalah 1.275 liter/hari. 
Fisibilitas Pengukuran Kapasitansi Untuk Mendeteksi Rongga Kayu Sarah Maulidasari; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kayu merupakan material yang bersifat isolator namun dapat menjadi bahan konduktor bila dalam keadaan kering tanur (kadar air sedikit). Pada penelitian ini, kayu yang diuji dalam keadaan diberi rongga (lubang) dengan variasi ukuran diameter rongga (lubang) dan variasi posisi rongga (lubang) yang selanjutnya akan diukur nilai kapasitansinya. Nilai kapasitansi di dapat dari hasil konversi nilai tegangan keluaran yang di dapat dari pengukuran sensor kapasitif menggunakan rangkaian penguat pembalik. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang prinsip kerjanya berdasarkan konsep kapasitif. Tegangan input yang diberikan yaitu 0,7071 Vrms dan frekuensi 200 Hz. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, semakin besar ukuran rongga (lubang) pada kayu maka semakin besar pula nilai kapasitansi yang dihasilkan dan setiap posisi menghasilkan nilai kapasitansi yang berbeda-beda. Kata kunci : Kayu, nilai kapasitansi, penguat pembalik, sensor kapasitif. Abstract Wood is an insulator material but it might be a conductor if it’s in a dry kiln condition (low water content). In this research, the woods tested were given cavities (holes) with variations of cavity (hole) diameter size and variations of the cavity (hole) position which the capacitance value would further be measured. The capacitance value obtained by the conversion result of the output voltage value from the measurement of a capacitive sensor using an inverting amplifier circuit. The capacitive sensor was an electronic sensor which its working principle was based on the capacitive concepts. The given input voltage was 0.7071 Vrms and the frequency was 200 Hz. Based on the test which had been conducted, the larger the size of the cavity (hole) on the wood, the greater the resulting capacitance value and each position produced different capacitance values. Keywords: Wood, capacitance value, inverting amplifier, capacitive sensor.
Rancang Bangun Mini Plant Regenerative Braking Sebagai Sumber Daya Listrik Indra Maulana; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem regenerative braking adalah cara untuk memperlambat kendaraan (pengereman) dengan menggunakan motor sebagai rem. Energi panas yang terbuang pada pengereman konvensional tidak akan terjadi pada sistem ini. Pada regenerative braking energi gerak dirubah menjadi energi listrik oleh motor yang difungsikan sebagai generator. Rancangan mini plant regenerative braking ini terdiri dari flywheel sebagai pengganti beban kendaraan, gear depan dan belakang sepeda yang dihubungkan dengan rantai sebagai sistem kopling, Motor Arus Searah (MAS) yaitu motor yang difungsikan sebagai generator, sumber putar dari motor bertorsi besar, dan seperangkat sistem kontrol yang akan menghentikan sumber putar secara otomatis sekaligus mengaktifkan generator sebagai rem. Proses pengereman dilakukan dengan cara menginjeksikan arus ke rotor generator yang menimbulkan medan magnet dengan arah melawan putarannya (rotor terkoneksi langsung dengan flywheel) sehingga putaran flywheel melambat. Dengan adanya putaran rotor dan medan magnet, maka akan timbul garis gaya fluks magnet yang akan menjadi sebab timbulnya gaya gerak listrik (GGL) induksi. Pada akhirnya, listrik yang dihasilkan akan disimpan pada baterai. Kata kunci: Regenerative braking, pengereman, sistem pengereman regereratif.
Karakterisasi Nilai Kalori Batubara Berdasarkan Pengukuran Nilai Kapasitansi Sella Pratiwi Zs; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini untuk mengukur nilai kapasitansi menggunakan metode kapasitor plat sejajar, dimana sensor kapasitif menggunakan dua plat tembaga yang disusun sejajar. Sensor kapasitif yang dirancang memiliki nilai kapasitansi sebesar 2 nF. Penerapan sensor kapasitif dilakukan untuk mengukur nilai kapasitansi batubara. Prinsip sensor kapasitif adalah menyimpan muatan listrik yang dipengaruhi oleh jarak (d) antar plat dan luas penampang. Dalam penelitian ini nilai kapasitansi batubara digunakan untuk menentukan nilai kalori yang terkandung didalam batubara. Untuk mengukur nilai kapasitansi sensor kapasitif dihubungkan dengan rangkaian penguat inverting. Hasil keluaran dari penguat inverting berupa tegangan, dimana tegangan tersebut akan dimodifikasi ke nilai kapasitansi. Frekuensi yang digunakan yaitu 500 Hz, dan amplitudo optimum sebesar 4vpp. Nilai kapasitasi yang paling tinggi terjadi pada sampel 1867 yang memiliki nilai kalori sebesar 5.885 dan nilai kapasitansi sebesar 3.21x10−9 F. Kata kunci : penguat inverting, sensor kapasitif, kalori batubara Abstract In this study to measure the capacitance value using parallel plate capacitor method, where the capacitive sensor uses two copper plates arranged in parallel. The capacitive sensor designed has a capacitance value of 2 nF. The application of capacitive sensors is done to measure the value of coal capacitance. The principle of capacitive sensor is to store electrical charge which is influenced by the distance (d) between plates and cross-sectional area. In this study the value of coal capacitance is used to determine the calorific value contained in coal. To measure the capacitive sensor capacitance value connected to the inverting amplifier circuit. The output of the inverting amplifier is a voltage, where the voltage will be modified to the capacitance value. The frequency used is 500 Hz, and the optimum amplitude is 4vpp. The highest capacitation value occurred in the 1867 sample which had a calorific value of 5,885 and a capacitance value of 3.21x10−9 F. Keynote : inverting amplifier, capacitive sensor, coal calorie
Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sel Tunam Mikroba (stm) Menggunakan Lumpur Sawah Dan Limbah Tebu Muhammad Farhan Nur Islam; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel Tunam Mikroba (STM) adalah salah satu energi terbarukan yang merupakan sistem bio-elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan metabolisme bakteri dari berbagai substrat organik sebagai katalis untuk mengoksidasi zat organik dan anorganik sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki kaitan pengaruh dari variasi substrat lumpur sawah dan limbah tebu terhadap besarnya potensi energi listrik yang dihasilkan. Reaktor STM yaitu dual-chambers dengan ukuran kompartemen 5×10×10 cm. Elektroda yang digunakan tembaga sebagai katoda, dan seng sebagai anoda. Elektron yang dihasilkan oleh bakteri pada substrat di kompartemen anoda ditransfer ke elektroda anoda, sedangkan proton ditransfer ke kompartemen katoda melewati jembatan garam. Pada kompartemen katoda terisi aquades, dan jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menunjukkan perolehan tegangan dan kuat arus listrik pada keempat variasi substrat tidak berbeda secara signifikan kecuali dengan menggunakan tetes tebu. Sedangkan rata-rata kerapatan daya yang dihasilkan yaitu dengan menggunakan ampas tebu 8.97 mW/m2, tetes tebu 57.41 mW/m2, abu ampas tebu 6.27 mW/m2, dan blotong 14.33 mW/m2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produksi listrik tertinggi dihasilkan oleh kombinasi substrat lumpur sawah dan tetes tebu. Kata kunci : Sel Tunam Mikroba, limbah tebu, substrat Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is one of renewable energy which is bio-electrochemical system which can generate electrical energy by utilizing the metabolism of bacteria from various organic substrate as a catalyst to oxidize organic and inorganic substances to produces electric current. The study aimed to investigate the relationship of the effects of variations in mud farmland and sugarcane waste on the magnitude of the potential electrical energy produced. MFC reactor is dual-chambers with compartment size 5×10×10 cm. Electrodes are used copper as cathode, and zinc as anode. The electrons produced by bacteria on the substrate in the anode compartment are transferred to the anode electrode, while the protons are transferred to the cathode compartment across the salt bridge. The cathode compartment is filled with aquades, and a salt bridge (NaCl 1 M) as a proton transfer medium. The acquisition of electric current and voltage on the four substrate variations are not different significantly, except using molasses. While the average of power density produced is by using bagasse 8.97 mW/m2, molasses 57.41 mW/m2, bagasse ash 6.27 mW/m2, and filter mud 14.33 mW/m2. Based on the result of this research, it can be concluded that the highest production of electric is produced by the combination of mud farmland and molasses. Keywords : Sel Tunam Mikroba, sugarcane waste, substrate
Pengaruh Bahan Tambahan Terhadap Kalor Briket Dari Sampah Raysa Nurpujawati Gunawan; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum sampah menjadi sumber masalah utama pencemaran lingkungan oleh karena itu salah satu pemanfaatan sampah bisa dijadikan bahan bakar alternative. Sampah yang akan dijadikan bahan bakar alternative terlebih dahulu dihitung nilai kalornya. Nilai kalor sampah menjadi parameter penting karena dengan mengetahui nilai kalor setiap komponen sampah akan memudahkan untuk mendapatkan bahan bakar alternative yang lebih efisien. Nilai kalor yang dibutuhkan untuk proses pembakaran sampah minimal sekitar 1500 kcal/kg, sedangkan nilai kalor sampah di indonesia hanya mencapai 1000 kcal/kg. Selain sampah ada beberapa yang bisa dijadikan bahan campuran agar menghasilkan nilai kalor yang tinggi antara lain penambahan bahan additive seperti batu bara, sekam padi, serbuk gergaji, king grass. Metode yang dilakukan dengan mengukur nilai kalor sampah dengan alat kalorimeter bom. Untuk nilai kalor sampah rata-rata sekitar 4668 cal/g, nilai kalor batu bara sekitar 5708 cal/g, nilai kalor serbuk gergaji sekitar 4408 cal/g, nilai kalor sekam padi sekitar 4424 cal/g, dan nilai kalor king grass sekitar 4997 cal/g. Kata Kunci: Energi Alternative, Kalor Sampah, Uji Kalorimater Bom, Waste to Energy Abstract In general, waste becomes the main source of environmental pollution, therefore one of the utilization of waste can be used as alternative fuel. The waste that will be used as alternative fuel is calculated calorific value first. The value of waste heat becomes an important parameter because by knowing the calorific value of each waste component will make it easier to get a more efficient alternative fuel. The calorific value required for the waste combustion process is at least about 1500 kcal / kg, while the calorific value of waste in Indonesia only reaches 1000 kcal / kg. In addition to waste there are some that can be used as a mixture of materials to produce high calorific value such as the addition of additive materials such as coal, rice husks, sawdust, king grass. The method performed by measuring the value of waste heat with bomb calorimeter tool. For average waste heat calorific value of about 4668 cal / g, coal calorific value is about 5708 cal / g, sawdust heat value about 4408 cal / g, rice calorific value of rice about 4424 cal / g, and king grass calorific value about 4997 cal / g. Keywords: Alumina, nanoparticles, viscosity, thermal conductivity, concentration, and coefficient of performance
Analisis Pengaruh Jumlah Sudu Pada Turbin Angin Savonius Sumbu Vertikal Terhadap Tegangan Dan Arus Di Dalam Proses Pengisian Akumulator Hicary Hicary; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin angin savonius adalah salah satu jenis dari turbin angin sumbu vertikal (Vertical Axis Wind Turbine, VAWT) yang dapat berputar pada kondisi kecepatan angin rendah , memiliki self starting yang baik, dan mampu menghasilkan torsi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecepatan angin terhadap arus dan tegangan yang dihasilkan oleh suatu turbin angin savonius sumbu vertikal dan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan jumlah sudu pada turbin angin savonius sumbu vertikal terhadap arus dan tegangan di dalam proses pengisian akumulator. Metode yang digunakan dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, menentukan spesifikasi dari sistem, perancangan sistem, pengumpulan dan pengolahan data, dan berakhir dengan evaluasi dari penelitian.. Turbin dihubungkan dengan alternator tiga fasa tipe permanent magnet alternator. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan jumlah sudu antara dua, tiga, empat, lima, dan enam sudu dari turbin terhadap arus dan tegangan selama proses pengisian akumulator melalui data yang terekam oleh data logger pada setiap penggunaan jumlah sudu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja turbin savonius dua sudu dengan massa sebesar 1709 gram memberikan hasil yang maksimal dengan menghasilkan tegangan dan arus sebesar 3.003 V dan 0.587 A. Untuk proses pengisian akumulator, turbin angin savonius dengan dua sudu lebih direkomendasikan karena memiliki efisiensi konversi energi mekanik menjadi energi listrik sebesar 96.51%, 44.55%, 25.50%, dan 11.50% pada kecepatan angin 3, 5, 6, dan 8 m/s yang bekerja pada setiap turbin dengan jumlah sudu yang berbeda. Kata Kunci: Turbin Angin Savonius, Jumlah Sudu, Pengisian Akumulator, Data Logger
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Penghasil Energi Listrik Menggunakan Sistem Microbial Fuel Cell Annisa Nabilah Kalzoum; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian untuk sistem sel tunam mikroba (STM) dari limbah cair tahu, tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah cair tahu sebagai sumber energi listrik. Sistem STM yang dipakai adalah kompartemen dual chamber yaitu anoda dan katoda, penelitian ini menggunakan variasi volume dari campuran limbah cair tahu, lumpur dan air pada kompartemen anoda, serta larutan aquadespadakompartemen katoda.PadapenelitianSTMinielektrodayangdipakaiadalahtembaga(Cu) dan seng (Zn) dengan luas permukaan sebesar 30 cm2 dan jembatan garam yang terbuat dari sumbu kompor yang sebelumnya sudah direndam menggunakan larutan NaCl. Pengambilan data dilakukan selama 30 hari, data tegangan diambil menggunakan datalogger sedangkan untuk data arus menggunakan multimeter. Kompartemen pertama dengan variasi volume substrat limbah cair tahu sebesar 250 ml dan 400 ml lumpur memperoleh hasil produksi listrik paling tinggi dibandingkan kompartemen lain yaitu sekitar 6121526,4 mJ dan terendah yaitu sekitar 956707,2 mJ. Sedangkan untuk nilai tegangan dan arus tertinggipun dihasilkan oleh kompartemen pertama yaitu 0,78 V dan 0,29 mA dandihasilkanpadaharike-17.KataKunci:STM,limbahcairtahu,variasi volumesubstrat Abstract Research has beenconducted formicrobialfuelcellsystem (MFC) fromtofuliquid waste, the purpose of this research is to utilize the tofu liquid waste as a source of electrical energy. The MFC system used is a dual chamber compartment of anode and cathode, this study uses volume variation from the mixture of liquid waste tofu, mud and water in the anode compartment, and aquadest solution in the cathode compartment. In this MFC study the electrodes used were copper (Cu) and zinc (Zn) with a surface area of 30 cm2 and a salt bridge made from a stove axis that had been previously soakedusing NaCl solution. Data retrieval is done for 30 days, the voltage data is retrieved using datalogger while for current data using multimeter. The first compartment with a volume variation of liquid waste substrate of 250 ml and 400 ml of mud obtained the highest electricity production compared to other compartments of about 6121526,4 mJ and the lowest was about 956707.2 mJ. As for the highest voltage and current value is also produced by the first compartment thatis0.78Vand0.29mAandproducedonthe17thday.Keywords:MFC,tofuliquidwaste,variationsubstratevolume
Studi Perhitungan Ggl Output Generator Arus Searah Berdasarkan Ilustrasi Gerak Transversal Gelombang Laut Andrew Pradana Putra; Suprayogi Suprayogi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang untuk mensimulasikan keluaran tegangan generator listrik berdasarkan gerak ombak laut vertikal dengan menggunakan mesin generator terhadap parameter-parameter yang diukur dan menganalisis pengkondisian sinyal yang dihasilkan. Tahap pertama yang dilakukan adalah mengkarakterisasi bentuk gelombang laut dari bidang vertikal nya yang dilakukan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia dengan letak koordinat 7°42,047'S 108°39,511'E diambil sampel 30 detik untuk selanjutnya bersifat kontinu. Kemudian energi mekanik yang terjadi disalurkan menggunakan lengan yang tahan terhadap korosi air laut menuju ke sebuah gear yang menyatu dengan rotor dari generator. Di generator energi tersebut di konversikan menjadi energi listrik. Pada penelitian ini digunakan variansi lengan 3 meter, 4 meter, dan 5 meter untuk menghubungkan pelampung ke gear yang akan menggerakan rotor pada generator, sehingga didapat hasil untuk variansi lengan 3 meter adalah 775.42 V, untuk variansi lengan 4 meter adalah 720.29 V, dan untuk variansi lengan 5 meter adalah 666.15 V. Keluaran dari generator tersebut akan di analisis, sehingga muncul grafik yang berkaitan dengan parameter-paramater yang terukur dan kemudian dianalisis bentuk pengkondisian sinyal nya di komputer. Berdasarkan hasil penelitian semakin kecil ukuran lengan maka semakin besar output yang dihasilkan. Kata Kunci: generator, gelombang laut, energi mekanik, energi listrik, dan pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Abstract This research is conducted to simulate the electric voltage generator’s output by using the generator for measured parameters and analyse the conditioning signal. The first stage is characterize the waveform of the ocean that is taken in Pangandaran Beach, West Java, Indonesia with the location of coordinates 7 ° 42,047'S 108 ° 39,511 sample time taken by 30 seconds with the assumption for next is continuous. Then the mechanical energy that occurs is distributed using arm which resist of corrosion that connected with rotor of the generator. In generator energy is converted into electrical energy. This research using 3 variances of the arm, 3 metre, 4metre, and 5 metre, so the result of 3 meter arm is 775.42 V, 4 meter arm is 720.29 V, and 5 meter arm is 666.15 V. The output of the generator will be analyse the form of signal conditioning in the computer and calculate by the simulation, than resulting the graph of the parameters which measured. Based on the result of this research that smaller size of the arm then the result of output electromotive force is bigger. Keywords: generator, ocean wave, mechanical energy, electrical energy, and ocean wave power plants
Pengaruh Pengkondisian Temperatur Pada Produksi Benih Kentang Dengan Menggunakan Sistem Aeroponik Yudika Pratamanda; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pertanian aeroponik merupakan sistem pertanian yang menggunakan udara sebagai media pengganti tanah sebagai tempat tumbuh akar. Pada penelitian ini, telah dibuat sebuah instrumen yang mampu mengkondisikan temperatur ruang tumbuh akar tanaman pada sistem pertanian aeroponik dengan menggunakan Arduino. Sistem dirancang agar mampu memonitor perubahan suhu dan mendistribusikan nutrisi  menggunakan pompa melalui nozzle. Selain mendistribusikan nutrisi, air dingin didistribusikan juga secara bersamaan dengan nutrisi untuk menurunkan temperatur pada ruang tumbuh akar tanaman. Tanaman kentang dipilih sebagai tanaman percontohan dengan pertimbangan kentang dapat menjadi makanan alternatif pengganti nasi yang tingkat produksinya masih rendah. Sebagai pembanding, dibuat juga sistem aeroponik tanpa menggunakan pengkondisian tempertur dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara keduanya. Temperatur rata-rata pada ruang tumbuh akar dengan menggunakan pengkondisian temperatur sebesar (21,35 ± 2,63) °C, tinggi rata-rata tanaman (102,75 ± 1,57) cm, jumlah umbi yang diproduksi sebanyak 185 umbi dengan jumlah umbi rata - rata pertanaman sebesar 17 umbi per tanaman. Untuk ruang tumbuh akar tanaman tanpa menggunakan pengkondisian temperatur memiliki temperatur rata – rata (23,09 ± 3,31) °C, tinggi rata – rata tanaman (98,38 ± 1,50) cm, dan jumlah umbi yang diproduksi sebanyak 168 umbi dengan jumlah umbi rata – rata pertanaman sebesar 8 umbi pertanaman. 
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda