Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pengisian Ulang Substrat Susu Basi Pada Abr (anaerobic Baffled Reactor) Dengan Proses Semi Kontinyu Terhadap Produksi Gas Metana Wildan Fauzan; Muhamad Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas merupakan salah satu pengembangan energi alternatif yang masih terus dikembangkan hingga saat ini dari hasil penguraian bahan organik oleh bantuan bakteri fermentatif dengan proses anaerob. Salah satu produksi dari biogas adalah gas metana dengan pemanfaatan seperti bahan bakar pengganti minyak tanah, LPG (Liquefied Petroleum Gas), maupun sebagai sumber energi pembangkit tenaga listrik. Pada penelitian ini, bahan organik yang digunakan adalah susu basi yang dijadikan sebagai substrat dengan pengkondisian keasaman. Untuk menjaga proses anaerob digunakan reaktor dengan jenis ABR (Anaerobic Baffled Reactor) dengan proses semi kontinyu yakni melakukan proses pengisian ulang substrat dengan skala konstan agar nilai pH dan volume gas yang dihasilkan selama pengujian menghasilkan nilai yang stabil sehingga proses biogas berlangsung secara optimal, selain itu dari segi desain dan harga ABR (Anaerobic Baffled Reactor) mudah untuk dibangun dan tidak mahal karena tidak ada bagian mesin pencampur (Mechanical Mixing Device). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengisian ulang substrat susu basi terhadap konsentrasi gas metana pada ABR (Anaerobic Baffled Reactor) dengan variasi pengisian ulang substrat susu basi yang berbeda, yakni setiap 1,5 jam, 3 jam dan 6 jam sekali selama pengujian pengisian ulang substrat susu basi. Pengukuran konsentratsi gas metana dilakukan dengan uji kromatografi gas. Kata kunci : Biogas, ABR (Anaerobic Baffled Reactor), gas metana
Perancangan Dan Implementasi Alat Ukur State Of Charge Sistem Pengawasan Pada Baterai Lead Acid Menggunakan Metode Open Circuit Voltage Anggita Bayu Krisna Pambudi; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai merupakan salah satu alat penting untuk penyimpan dan konversi energi yang bekerja berdasarkan prinsip elektrokimia. Permasalahan yang sering terjadi pada baterai adalah mengalami overcharging atau overdischarging yang dapat memperngaruhi performansi dari baterai itu sendiri. Pada penelitian ini dirancang alat ukur state of charge sistem pengawasan untuk dapat mengetahui status pengisian dari baterai sehingga dapat menjaga performansi baterai. Sistem yang dibuat berupa purwarupa menggunakan sensor pembagi tegangan dan mikrokontroler sebagai pemroses data. Pengujian dilakunan dengan baterai lead acid 12 volt dengan kapasitas 12 Ah menggunakan lampu LED 10 watt sebagai beban untuk pengujian. Perancangan sistem nggunakan metode Open circuit voltage dengan melakukan pencuplikan data tegangan dari baterai hingga mencapai rest period untuk mendapatkan algoritma konstanta derivatif (Kv). Dari pengujian dapat diketahui bahwa tegangan baterai dapat dijadikan parameter State of charge karena mempunyai hubungan yang linier. Dari hasil pencuplikan data untuk mendapatkan nilai Kv didapatkan baterai akan mencapai rest period setelah 3 -4 jam setelah beban dilepas dari terminal, dan mengalami perubahan tegangan tercepat pada 30 menit pertama. Hasil prediksi SoC menggunakan metode Open circuit voltage saat baterai terbebani hingga cut-off voltage menunjukan status 30% sehingga dapat menjadi acuan untuk peringatan penggunaan baterai. Rata-rata error relatif dari hasil validasi metode Ocv didapatkan ±0.14% hasil ini menunjukan bahwa metode yang digunakan dalam penelitian ini cukup bagus dan dapat digunakan untuk pengembangan analisis State of Health dari baterai. Kata kunci: Battery Management System, State of Charge, Open circuit voltage, rest period.
Analisis Pengaruh Level Substrat Pada Digester Anaerob Skala Laboratorium Terhadap Produksi Metana Rais Nurdimansyah; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian pengaruh level substrat pada digester anaerob skala laboratorium terhadap produksi metana. Substrat yang digunakan merupakan campuran limbah kotoran sapi dan limbah cair tahu dengan perbandingan volume 2:1. Pengujian dilakukan pada variasi level substrat 65%, 75% dan 85% dari total volume digester. Substrat dikondisikan pada rentang temperatur 28 – 35 oC dan rentang ph 6,8 – 7. Analisis metode integrasi trapezoida digunakan untuk menghitung jumlah metana yang diproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi metana tertinggi terjadi pada level substrat 75% yaitu dengan luas produksi metana sebesar 160,93 satuan luas mililiter. Hasil yang lain menunjukkan bahwa Hidrolic Retention Time (HRT) pada variasi level substrat 65% dan 75% dari total volume digester adalah lebih cepat daripada level substrat 85% yaitu pada hari ke-25. Kata kunci: Biogas, digester, level substrat, metana.
Karakterisasi Kadar Air Batubara Berdasarkan Pengukuran Nilai Kapasitansi Paras Novinda Lidyaza; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kadar air merupakan parameter penting dalam analisa batubara karena tingginya nilai kadar air disebabkan penambangan batubara yang dilakukan di rawa-rawa memberikan pengaruh negatif terhadap proses pembakarannya. Penelitian ini merancang alat ukur kapasitansi untuk mengetahui karakteristik dari 13 sampel batubara dengan nilai kadar air berbeda. Pengukuran kapasitansi dilakukan dengan cara menghubungkan alat ukur kapasitif dengan penguat inverting. Hasil tegangan keluaran akan di konversi ke nilai kapasitansi menggunakan persamaan regresi linear. Tegangan masukan yang digunakan untuk setiap pengambilan data adalah 4 Vp-p dengan frekuensi 500 Hz. Dari hasil pengujian, nilai kapasitansi tertinggi adalah sebesar F dengan kadar air 5,36% dan nilai kapasitansi terendah adalah sebesar F dengan kadar air 7,96%. Hal ini membuktikan bahwa nilai kapasitansi tidak linear terhadap kadar air pada batubara. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil nilai tegangan keluaran pada sensor kapasitif. Faktor tersebut meliputi nilai kadar kalori, kadar karbon, dan kadar abu yang cenderung tinggi pada batubara sehingga nilai kapasitansi terhadap kadar air batubara tidak linear. Kata kunci: Sensor kapasitif, Penguat inverting. Abstract Water content is an important parameter in coal analysis because the high value of water content due to coal mining carried out in swamps has a negative effect on the combustion process. This study designed a capacitance measuring instrument to determine the characteristics of 13 coal samples with different water content values. Capacitance measurement is done by connecting a capacitive measuring device with an inverting amplifier. The output voltage will be converted to the capacitance value using a linear regression equation. The input voltage used for each data retrieval is 4 Vp-p with a frequency of 500 Hz. From the test results, the highest capacitance value is F with a water content of 5.36% and the lowest capacitance value is F with water content 7.96%. This proves that the capacitance value is not linear to the water content in coal. Many factors influence the output voltage value on capacitive sensors. These factors include the value of calorie content, carbon content, and ash content that tends to be high in coal so that the capacitance value of coal water content is not linear. Keynote: Capacitive Censor, Inverting operational amplifier.
Kuantifikasi Jenis Kayu Berdasarkan Sifat Elektrik Anita Sukma; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penguat inverting untuk mengetahui karakteristik dari semen plesteran dengan kombinasi massa semen. Semen plesteran dibuat dengan tujuh sampel. Perbandingan pasir dan semen 7:11 sampai 7:35. Pengukuran di lakukan dengan mencari nilai tegangan output dari semua sampel yang di conversi ke nilai permitivitas dengan di masukkan ke dalam sensor kapasitif pada penguat inverting. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja berdasarkan konsep kapasitif. Prinsip kapasitif yang dirancang dengan menggunakan kapasitor plat sejajar. Sensor kapasitif dapat menyimpan muatan listrik yang di pengaruhi oleh jarak (d), dan luas penampang. Pada penelitian ini dikaji penerapan sensor kapasitif untuk menentukan permitivitas dari objek bahan semen dengan massa yang berbeda. optimum yang digunakan 2 Vp-p dan frekuensi optimum 10 kHz dengan persentase perubahan 6.53716x〖10〗^(-5)%. Perubahan nilai permitivitas paling besar terjadi pada sampel 7:35 
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Biogas Pada Reaktor Anaerobic Buffled Reactor (abr) Mega Anita Sari; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biomassa merupakan sumber energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah organik. Proses tersebut memiliki tiga proses fermentasi anaerob yaitu hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil produksi biogas adalah pH, dan temperatur. Penelitian ini menggunakan reaktor anaerobic buffled reactor (ABR) dengan kapasitas total 15 liter yang terdiri dari 2,5 liter ruang gas, 8 liter substrat nasi dan 4,5 liter bakteri rumen sapi. Meningkatnya pengkondisian temperatur maka hasil produksi gas juga akan semakin banyak. Volume total gas yang paling optimum dihasilkan pada temperatur 40 oC yaitu 11100 ml. Pada persentase gas hidrogen yang paling maksimum pada temperatur 35 oC yaitu 50,637 % dan jumlah padatan atau partikel terlarut di dalam air 1380 ppm. Temperatur 30 oC yang paling optimum dalam hasil produksi biogas dengan persentase metana 7,669 % menunjukkan pengkondisian mesofilik yang mampu bertahan pada fluktuasi temperatur ± 1 oC. Kata Kunci: Biomassa, anaerobic baffled reactor (ABR), pengkondisian temperatur. Abstract Biomass is a renewable energy source by utilizing the organic waste. This process has three anaerobic fermentation processes, such as hydrolysis, acidogenesis, and methanogenesis. Environmental factors which may affect the biogas production are pH and temperature. This research utilized an anaerobic buffled reactor (ABR) with a total capacity of 15 liters consisting of 2.5 liters of a gas chamber, 8 liters of rice substrate, and 4.5 liters of cow rumen bacteria. The enhancement of temperature conditioning, gas production would also have more result. Volume of total gas which was the most optimum was generated in temperature 40 oC was 11100 ml. The most optimum percentage of hydrogen gas in temperature 35 C was 50.637 % and total solids or soluble particles in the water was 1380 ppm. At a temperature of 35oC in the fermentation was 50.63 7% and the number of solids or particles dissolved in the water was 1380 ppm. The temperature of 30oC was the optimum temperature for biogas production with 7.669 % of methane indicated a mesophilic conditioning which as able to withstand the temperature fluctuations ±1oC. Keyword : Biomassa, anaerobic baffled reactor (ABR), temperature condition
Studi Pengaruh Pentanahan Terhadap Sistem Aktuasi Relay Berbasis Plc Pada Sistem Smart Home Aprilia Susanti; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem TT (Terra-Terra) adalah sistem pentanahan yang akan menjaga output aktuator pada saat pensaklaran. Sistem TT (Terra-Terra) berfungsi sebagai sistem proteksi saluran. Pengaruh dari sistem aktuasi tanpa menggunakan sistem pentanahan dengan menggunakan sistem pentanahan yang menghasilkan sinyal sinus dan grafik FFT noise. Pada grafik FFT noise rata-rata menunjukkan tiga komponen noise dengan peak yang berbeda-beda yaitu 50 Hz, 125 Hz dan 200 Hz. Hasil yang diperoleh dari sistem proteksi peralatan menggunakan sistem pentanahan sesuai dengan fungsinya mencegah kerusakan akibat adanya noise dengan tegangan rata-rata mendekati nol pada sistem TT (Terra-Terra). Nilai tegangan rata-rata noise yang mendekati nol adalah sistem aktuasi menggunakan sistem pentanahan TT (Terra-Terra) dengan nilai tegangan rata-rata noise pada satu lampu hidup -87,3 mV, pada dua lampu hidup -96.7 mV, pada tiga lampu hidup -106 mV dan pada empat lampu hidup 120 mV. Kata Kunci : Sistem proteksi saluran, Sistem pentanahan dan Tegangan rata-rata noise Abstract TT (Terra-Terra system is defense system that will maintain actuator output while switching. TT (Terra-Terra) system has a function as channel protection system. The effect of actuation system without using defense system and using defense system generate sine signal and FFT noise graphic. FFT noise graphic average shows three noise components with different peak which are 0 Hz, 125 Hz and 200 Hz. The result which is obtained from protection system using equipment using defense system is suitable with the function to avoid the damage because of noise with the average voltage which is close to null in TT (TerraTerra) system. The average value of noise which close to null is actuation system using TT (Terra-Terra) defense system with average value voltage in a lamp of -87,3 mV, in second lamp of -96.7 mV, in third lamp of -106 mV and in forth lamp of 120 mV. Key Words: Channel protection system, Defense system and Noise average voltage
Penentuan Parameter Fisik Elektrik Untuk Menentukan Komposisi Semen Plesteran Anita Sukma; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penguat inverting untuk mengetahui karakteristik dari semen plesteran dengan kombinasi massa semen. Semen plesteran dibuat dengan tujuh sampel. Perbandingan pasir dan semen 7:11 sampai 7:35. Pengukuran di lakukan dengan mencari nilai tegangan output dari semua sampel yang di conversi ke nilai permitivitas dengan di masukkan ke dalam sensor kapasitif pada penguat inverting. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja berdasarkan konsep kapasitif. Prinsip kapasitif yang dirancang dengan menggunakan kapasitor plat sejajar. Sensor kapasitif dapat menyimpan muatan listrik yang di pengaruhi oleh jarak (d), dan luas penampang. Pada penelitian ini dikaji penerapan sensor kapasitif untuk menentukan permitivitas dari objek bahan semen dengan massa yang berbeda. optimum yang digunakan 2 Vp-p dan frekuensi optimum 10 kHz dengan persentase perubahan 6.53716x〖10〗^(-5)%. Perubahan nilai permitivitas paling besar terjadi pada sampel 7:35 
Perancangan Alat Uji Efisiensi Pembangkit Listrik Turbin Pikohidro Nushaibah Athifah; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan pembangkit tenaga listrik terbarukan dengan daya keluaran dibawah 5 kilowatt. Pembangkit ini digunakan pada daerah pegunungan yang memiliki aliran sungai kecil sebagai sumber energi. Akan tetapi, pada pelaksanaannya masih ditemukan  beberapa masalah teknis sehingga perlu adanya tinjauan khusus dalam perancangan alat uji pada PLTPH sebagai solusi dari masalah tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah sistem pengujian yang berfungsi untuk mencari variabel yang berhubungan dengan penyabab masalah tersebut.Pada penelitian tugas akhir ini dirancang sebuah sistem pengujian efisiensi PLTPH dengan menggunakan sistem aliran fluida tertutup. Alat uji dirancang untuk pengukuran skala laboratorium. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah laju aliran air, tekanan, tegangan dan arus listrik. Dari data-data tersebut kemudian diperoleh karakteristik statik, karakteristik dinamik, dan efisiensi PLPTH yang diuji.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik statik yaitu rata-rata tekanan masukan adalah 6649 Pa dengan standar deviasi 135, rata-rata laju aliran air masukan adalah9,27104m3/s dengan standar deviasi sebesar 1,36105 , rata-rata tegangan keluaran adalah 1,21 V dengan standar deviasi sebesar 0,04, rata-rata arus keluaran adalah 0,053 A dengan standar deviasi sebesar 0,006. Karakteristik dinamik yang didapatkan yaitu waktu respon tegangan keluaran mencapai tunak adalah 78 detik, sedangankan waktu respon arus keluaran mencapai tunak adalah 64 detik. Efisiensi yang dihasilkan dari PLTPH yang diuji adalah 0,76 %. 
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Hidrogen Pada Reaktor Anaerob Dengan Substrat Kulit Pisang Wenny Harifadillah. A; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk dari energi terbarukan adalah biomassa, biomassa diperoleh dari bahan organik dan biasanya merupakan produk buangan. Biomassa merupakan salah satu energi terbarukan yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Dari bahan tersebut, dihasilkan beberapa gas yang bermanfaat seperti hidrogen. Hidrogen memiliki kalor pembakaran tertinggi yaitu dan merupakan energi bersih karena hasil pembakaran hanya menghasilkan uap air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses fermentasi anaerobik. Pada proses ini tidak menggunakan bakteri tambahan, atau enzim, hanya melakukan tahap pre-treatment dengan melakukan pemanasan substrat selama 15 menit. Selama proses berlangsung suhu akan dijaga konstan dalam kondisi mesophilic. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digester anaerob berbahan kaca dengan dimensi tinggi 23 cm, diameter sebesar 11 cm dan volume substrat sebesar 1.4 liter. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gas hidrogen tertinggi dihasilkan mencapai 47% pada hari kedua untuk substrat kulit pisang. Dimana temperatur substrat dijaga konstan pada 25ºC. kata kunci : biomassa, hidrogen, fermentasi, digester anaerob
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda