Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pengaruh Frekuensi Modulasi Lebar Pulsa Pada Inverter Dengan Sumber Listrik Arus Searah Terbarukan ( Studi Kasus : Panel Surya ) Arief Budi Nugraha; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini penulis merancang sebuah VFD sederhana yang mana hasil dariperancangan ini akan digunakan untuk mengambil data yang akan dianalisis. Proses pengambilan dataini dilakukan dengan menggunakan sebuah panel surya sebagai sumber tegangan dan Arduino unosebagai masukan kontrol dengan memvariasikan nilai Perioda yang berfungsi untuk mengatur frekuensikeluaran dari alat. Pada inverter yang tidak menggunakan tambahan rangkaian integrator nilai variasifrekuensi tidak berpengaruh terhadap tegangan keluaran. Sedangkan pada inverter yang telahditambahkan rangkaian integrator nilai variasi frekuensi berpengaruh terhadap nilai tegangan keluaranyang didapat. Pengaruh nilai tegangan keluaran dikarenakan terdapat perbedaan respon waktu dari nilaivariasi frekuensi dan nilai frekuensi kerja dari integrator tersebut. Nilai Vrms pada tegangan keluarandari inverter dengan tanpa integrator dan dengan menggunakan tambahan integrator juga berbedadikarenakan nilai Vrms dari tegangan yang sinyal keluarannya merupakan sinyal segitiga adalahsetengah dari nilai tegangan keluaran pada sinyal kotak. Selanjutnya tambahan integrator jugaberpengaruh terhadap kualitas daya listrik yang dihasilkan dimana integrator juga berfungsi sebagaifilter aktif yang dapat meminimalisir harmonisa yang didapat. Pada rentang intensitas cahaya dari 570lux sampai 1270 lux kualitas daya listrik yang dihasilkan cukup baik dengan gelombang sinyal keluaranyang minim harmonisa.Kata Kunci : Inverter, Variable Frequency Drive, Toff Abstract In this study the authors developed a simple VFD where the results of this design will be usedto retrieve data to be analyzed. This data retrieval process is using solar panels as a voltage source andArduino as the control input by varying the Period value to obtain the output frequency of the instrument.In an inverter that does not use an additional integrator circuit the frequency variation value does notaffect the output voltage. While the inverter that has been added to an integrator the frequency variationvalues affect the value of the output voltage obtained. The effect of the output voltage value is becausethere is a difference in the response time of the value of the frequency variation and the value of theworking frequency of the integrator. The Vrms value at the output voltage of the inverter with nointegrator and using an additional integrator is also different because the Vrms value of the voltagewhose output signal is a triangle wave signal is half the value of the output voltage on the square wavesignal. Furthermore, the addition of the integrator also affects the power quality generated where theintegrator also functions as an active filter that can minimize the harmonic obtained. In the range oflight intensity from 570 lux to 1270 lux the power quality produced is quite good with a minimal outputsignal wave harmonics.Keywords : Inverter, Variable Frequency Drive, Toff
Studi Pengaruh Geometri Umbrella Terhadap Daya Keluaran Pada Generator 12s8p Untuk Turbin Angin Menggunakan Software Magnet Muhammad Wawan Kurniawan; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam proses konversi energi angin menjadi listrik diperlukanlah generator, yaitu alatuntuk mengkonversi energi angin menjadi listrik. Perkembangan teknologi generator dari ketahunke tahun mengalami peningkatan mulai dari bentuk, desain, ukuran, material yang digunakan,hingga teknologi dalam pembuatanya. Penelitian ini menyimulasikan variasi umbrella untukmengurangi fluks bocor pada bagian stator atau dengan kata lain meningkatkan kemampuan daristator untuk menangkap fluks magnet, dimana umbrella merupakan sebuah modifikasi geometri dariteeth stator. Objek Penelitian ini adalah pengujian secara simulasi variasi umbrella dengan variasikecepatan putar untuk melihat nilai arus dan tegangan sehingga didapatkan nilai daya keluaranya.Pengujian dilakukan dengan variasi kecepatan putar dari 100 hingga 2000 rpm. Berdasarkan hasiluji simulasi ini, Umbrella Tipe Triangle Memiliki daya paling besar daripada variasi umbrella yanglain dengan nilai 6.895 watt pada kecepatan 2000 rpm.Kata kunci : Magnet Infolytica, Turbin angin, Generator Sinkron Magnet Permanen.Abstract In the process of converting wind energy into electricity, a generator is needed to convert windenergy into electricity. The development of generator technology from year to year has increasedfrom the shape, design, size, material used, and manufacture technology. This study simulatesumbrella variations to reduce leakage flux on the stator or in other words increase the ability of thestator to capture magnetic flux, where the umbrella is a geometry modification of the stator teeth.The object of this study is the simulation simulation of umbrella variations with variations inrotational speed to see the current and voltage values so that the output power values are obtained.Tests are carried out with variations in rotational speed from 100 to 2000 rpm. Based on the resultsof this simulation test, the Umbrella Type Triangle has the greatest power than any other umbrellavariation with a value of 6,895 watts at a speed of 2000 rpm. Keywords: Magnet Infolityca, wind turbine, permanent magnet syncronus generator.
Evaluasi Metode Prediksi Rugi Kalor Pada Plat Yang Terisolasi Weli Wahyudi; Tri Ayodha Ajiwiguna; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan agar dapat memprediksi koefisien rugi kalor maksimum pada permukaan dengan melakukan variasi ketebalan dan suhu heater dan mengetahui besar temperatur permukaan setelah diisolasi.Dalam penelitian ini digunakan plat yang terisolasi secara horizontal dengan metode simulasi dan eksperimen.Untuk bahan plat digunakan stainles steal dan Untuk insulasi digunakan polyfoam. Eksperimen dilakukan dengan 2 variasi ketebalan yaitu 2cm dan 4cm. Pengambilan data diambil satu persatu dengan variasi suhu 35-100℃ hinggamencapai steady state. Data-data yang diambil diantaranya temperatur permukaan, perpindahan kalor dan nilai rugikalor.Berdasarkan hasil simulasi dan eksperimen didapatkan bahwa dengan semakin besar ketebalan maka rugi kalor yangdihasilkan semakin kecil. nilai rugi kalor(Q) data real lebih besar dibandingkan data simulasi, pada tebal 2 cm rugikalor maksimal sebesar 0,353 J dengan temperatur 39,7℃. Sedangkan data real rugi kalor sebesar 0,37 J dengantemperatur 41,6℃. Pada tebal 4cm data simulasi rugi kalor maksimal sebesar 0,21 J dengan temperatur 36,06℃ danuntuk data real rugi kalor maksimum 0,22 J dengan temperatur 36,7℃.Kata kunci : rugi kalor,ketebalan,simulasi,eksperimen. Abstract This research aims to predict the maximum heat loss coefficient on the surface by varying the thickness andtemperature of the heater and knowing large surface temperature after isolation.The study used a horizontally insulated plate with simulated and experimental methods. For the plate material usedstainles steal and for insulating used polyfoam. The experiment was done with 2 thickness variations of 2cm and4cm. Data retrieval is taken one by one with a variation of temperature 35-100 °c to reach steady state. The data istaken including surface temperature, heat transfer and the value of heat loss.Based on simulated results and experiments gained that with greater thickness the resulting heat loss is smaller. thevalue of heat loss (Q) of real data is greater than the simulation data, at 2 cm thick the maximum heat loss is 0.353 J with a temperature of 39.7 ℃. While the heat loss data is 0.37 J with a temperature of 41.6 ℃. At 4cm thick themaximum heat loss simulation data is 0.21 J with a temperature of 36.06 ℃ and for real data the maximum heat lossis 0.22 J with a temperature of 36.7 ℃.Keywords: heat loss, thickness, simulation, experiment.
Rancang Bangun Sistem Otomasi Pemberian Larutan Nutrisi Dan Ph Pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (nft) Dengan Metode Fuzzy Logic Pada Tanaman Kailan Muhamad Haryanto; Ahmad Qurthobi; Rahmat Awaludin Salam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun lahan menjadi permasalahan utama dalam bercocok tanam. Salah satu solusi terhadap hal tersebut yaitu dengan menerapkan sistem hidroponik menggunakan metode Nutrient Film Technique (NFT). Metode ini memiliki kelebihan yaitu memanfaatkan air yang tersirkulasi sebagai media tanam agar memperoleh nutrisi, oksigen dan air sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat dengan hasil yang optimal. Pada penelitian ini, tanaman yang digunakan yaitu tanaman kailan dengan nilai kebutuhan nutrisi 500-600 ppm di minggu pertama HSS dan nilai kadar pH 5.5-6.5 yang dapat digunakan sebagai setting point sistem. Untuk mempertahankan kedua nilai tersebut maka diperlukan sistem kendali fuzzy logic dengan menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai mikrokontroler, baling-baling sebagai pengaduk larutan, pompa air DC 12 volt dan pompa peristaltik DC 12 volt sebagai aktuator, sensor pH dan sensor total dissolved solid (TDS) sebagai input. Ketika nilai pH <5.5 dan TDS <500 ppm maka pompa pada buffer pH up (kalium hidroksida) dan pompa TDS up (Nutrisi AB mix) aktif namun ketika nilai pH >6.5 dan TDS >600 ppm maka pompa pada buffer pH down (asam fosfat) dan pompa TDS down (air baku) aktif hingga kedua nilai sesuai setting point dengan dibantu pengaduk yang aktif setiap 20 detik. Pada pengujian sensor pH dan sensor TDS memiliki nilai error yang kecil dengan Error rata-rata sensor pH adalah 0,078 dan akurasi mencapai 99,92%. Error rata-rata sensor TDS 5,88 ppm dengan akurasi mencapai 99,31%. Perbedaan pertumbuhan tanaman kailan menggunakan sistem kendali cenderung lebih cepat jika dilihat dari jumlah daun, lebar batang, lebar daun dan tinggi tanaman dibandingkan tanpa menggunakan sistem kendali. Kata Kunci: Aktuator, Hidroponik, Logika Fuzzy, Nutrisi, Sensor, pH
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Arus Listrik Pada Reaktor Mfc Dengan Substrat Limbah Pepaya Dede Wega Ningsih; Ahmad Qurthobi; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan teknologi yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan mikroorganisme. Bakteri akan memproduksi elektron melalui substrat yang nantinya akan di transfer ke anoda dan akan mengalir ke katoda . Limbah merupakan sisa dari proses yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Banyak limbah yang digunakan di dunia industri salah satu nya yaitu limbah pepaya. Pada limbah pepaya terdapat beberapa bakteri yang bersifat patogen maupun nonpatogen.Agar suhu chamber tetap konstan, maka diperlukan reaktor pemanas. Reaktor adalah alat yang digunakan sebagai tempat terjadinya reaksi kimia maupun reaksi fisika. Sistem pemanas menggunakan sebuah elemen pemanas dan arus yang dialirkan melalui sumber daya dan akan di kontrol menggunakan saklar yang diaktifkan maupun dinonaktifkan melalui sumber arus. Kata kunci : Microbial Fuel Cell, limbah, reaktor, Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is a technology that can convert chemical energy into electrical energy with the help of microorganisms. The bacteria will produce electrons through the substrate which will then be transferred to the anode and will flow to the cathode. Waste is the residue from the process that can no longer be used. A lot of waste is used in the industrial world, one of them is papaya waste. In papaya waste, there are several bacteria that are pathogenic and non-pathogenic. In order for the chamber temperature to remain constant, a heating reactor is needed. A reactor is a device used as a place for chemical and physical reactions to occur. The heating system uses a heating element and the current flows through the power source and will be controlled using a switch that is activated or deactivated via the current source. Keywords : Microbial Fuel Cell, Waste, Reactor
Pengaruh Variasi Durasi Dan Interval Penyemprotan Pada Sistem Pertanian Aeroponik Untuk Budidaya Cabai Rawit (capsicum Frutescens L.) Ary Halimawan; Ahmad Qurthobi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu bumbu masakan yang cukup populer di Indonesia. Hal ini menyebabkan permintaan akan cabai rawit di pasaran cukup tinggi jika dibandingkan komoditas sayuran lainnya. Namun, sayangnya kebutuhan masyarakat akan cabai rawit tidak selalu dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini dikarenakan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran juga dipengaruhi oleh pasokan dari petani yang bertindak sebagai pemasok utama cabai rawit di pasaran. Oleh karena itu, diperlukan metode penanaman yang dapat membuat tanaman cabai rawit dapat tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari variasi durasi dan interval penyemprotan terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit yang akan ditanam dengan menggunakan metode aeroponik. Penelitian dilakukan dengan membuat dua buah sistem aeroponik yang identik, salah satu sistem memiliki sprayer yang akan aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit, sedangkan sistem yang lain akan memiliki sprayer yang akan aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit. Hasilnya, tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit memiliki rata -rata pertumbuhan batang 3,06 kali lebih cepat dan rata-rata pertumbuhan akar yang 1,47 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Hal ini dikarenakan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan mati selama 15 menit memiliki bagian akar yang sudah mulai kering sehingga dapat menyerap lebih banyak oksigen jika dibandingkan dengan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Kata kunci: Cabai rawit, Kelembapan, Lebih cepat, Aeroponik Abstract Thai Chilli (Capsicum frutescens L.) is one of the most popular spices in Indonesia. This causes the demand for thai chilli on the market to be higher when compared to other vegetable commodities. However, people’s need for thai chilli cannot always be met properly. This is because the amount of thai chilli in the market always fluctuates from time to time. The fluctuating amount of thai chilli supplies on the market is also influenced by supplies from farmers who act as the main suppliers of thai chilli on the market. Therefore, other planting methods that can make thai chilli plants grow faster are needed. The purpose of this research was to understand the effect of variation in spraying duration and interval on aeroponic system for thai chilli plants growth. The research was doing by making two identical aeroponic systems, one of system will have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes, while the other system will have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes. The result, plants on the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minute have an average stem growth of 3.06 times faster and an average root growth of 1.47 times faster when compared to the plants that planted on the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes. This is because the plants that are planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes have dry root’s part so they can absorb more oxygen when compared to plants that planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and then turn off for 3 minutes. Keywords: Thai Chili, Humidity, Faster, Aeroponic
Pengaruh Suhu Sintesis Aditif Terhadap Nilai Kalor Briket Sampah Organik Ayu Lestari; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaat energi fosil di Indonesia semakin meningkat. Sumber energi fosil jika digunakan terus menerus akan habis, maka dari itu kita harus mencari energi alternatif. Salah satunya adalah sampah organik yang dapat dijadikan briket sebagai bahan bakar. Bahan dasar pembuatan briket berasal dari sampah organik yang mudah ditemukan masyarakat dan harganya lebih murah. Penelitian ini membuat briket dengan sampah organik dengan tambahan bahan aditif tempurung kelapa dan sekam padi, adanya proses aktivasi arang dengan menambahkan bahan kimia NaOH untuk dijadikan arang aktif. Metode penelitian yang dilakukan dengan pencampuran sampah organik dan bahan aditif menggunakan tekanan hidrolik pada sampel briket dengan uji variasi rasio perbandingan massa sebanyak 5 yaitu 1,5:1,5, 1,75:1,25, 2:1, 2,25:0,75, 2,5:0,5. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kalor. Pengujian ini dilakukan menggunakan satu alat yaitu Bomb Calorimeter. Dari hasil pengujian tersebut nilai kalor yang tertinggi pada bahan aditif sekam padi dengan variasi rasio 2:1 dengan nilai kalor 4328 kal/gr, sedangkan nilai kalor tertinggi pada bahan aditif arang tempurung kelapa 1.5:1.5 5047 kal/gr. Dari hasil pengujian tempurung kelapa pengaruh terhadap komposisi semakin banyak tempurung kelapa maka nilai kalornya semakin tinggi, suhu tidak berpengaruh dalam pengujian nilai kalor, dan jumlah massa limbah organik sangat berpengaruh untuk menaikkan nilai kalor. Dari hasil pengujian sekam padi pengaruh terhadap suhu nilai kalor yang paling tinggi di suhu 600°C dengan perbandingan rasio SO 2,5 gr + SK 0,5 gr dengan nilai kalor yaitu 3945 kal/gr. Jika suhu dinaikkan lebih dari 600°C maka nilai kalornya akan kecil, dan jika suhu diturunkan maka nilai kalor lebih tinggi dari pada suhu di naikkan. Suhu tidak berpengaruh pada saat pengujian nilai kalor. Kata kunci : briket, tempurung kelapa, sekam padi, sampah organik, arang aktif. Abstract The fossil energy utilization in Indonesia is increasing. Sources of fossil energy if used continuously will be exhausted, therefore we must seek alternative energy. One of them is organic waste that can be used as a briquette fuel. The base material for making briquette comes from organic waste that is easy to find and cheaper price. This research makes briquettes with organic waste with an additive of coconut shell additives and rice husk, the process of charcoal activation by adding the chemical NaOH to be used as activated charcoal. Methods of research conducted with the mixing of organic waste and additives using hydraulic pressure on the sample briquette with test variations ratio of mass comparison as much as 5 is 1.5:1.5, 1.75:1.25, 2:1, 2.25:0.75, 2.5:0.5. This test is done to find out the heat value. This test is done using a single tool, which is a Calorimeter Bomb. From the results of the test the highest heat value of the rice husk additive with a variation of the ratio of 2:1 with a heat value 4328 cal/GR, while the highest Calor value on coconut shell Charcoal Additives 1.5:1.5 5047 cal/Gr. From the results of coconut shell testing influence on the composition of more and more coconut shell then the value of the heat is higher, the temperature has no effect in testing the value of the heat, and the amount of organic waste mass is very influential to increase the value of the heat. From the test result rice husk influence against the temperature of the high heat value at 600 °c by comparison ratio SO 2.5 gr + SK 0.5 gr with the value of heat is 3945 cal/Gr. If the temperature is raised to more than 600 °c then the value of the heat will be small, and if the temperature is lowered then the heat value is higher than the temperature in the raise. Temperature has no effect when testing the heat value. Keywords: briquette, coconut shell, rice husk, organic waste, activated charcoal.
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Daya Yang Dihasilkan Microbial Fuel Cell (mfc) Dengan Substrat Campuran Lumpur Sawah Dan Air Tebu Vebby Tjahyono; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). MFC memanfaatkan metabolisme bakteri pada substrat untuk menghasilkan listrik. Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah campuran antara lumpur sawah dan air tebu. Sistem MFC yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan reaktor bertipe dual chamber dengan ukuran yang sama setiap chambenya, yaitu 5 cm x 5 cm x 10 cm. Elektroda yang digunakan pada sistem ini terbuat dari bahan Seng (Zn) dan Tembaga (Cu). Variasi temperatur pada penelitian ini adalah 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, dan 36 oC. Setiap varian temperatur dijaga agar tetap konstan dengan menggunakan kontrol temperatur yang terdiri dari mikrokontroler, sensor temperatur, relay, dan pemanas listrik. Penelitian ini menunjukkan bahwa MFC Dual Chamber dengan substrat campuran lumpur sawah dan air tebu dengan variasi temperatur menghasilkan daya keluaran yang berbeda pada setiap varian temperaturnya. MFC dengan varian temperatur 30 oC menghasilkan daya keluaran yang paling tinggi dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,408 mW, serta menghasilkan daya keluaran rata-rata 15% lebih tinggi dibandingkan dengan MFC pada temperatur ruangan. Sedangkan, MFC dengan varian temperatur 36 oC menghasilkan daya keluaran yang paling rendah dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,077 mW. Kata kunci : MFC, kontrol temperatur, lumpur, air tebu. Abstract One renewable energy source that is currently developing is Microbial Fuel Cell (MFC) technology. MFC utilizes bacterial metabolism in the substrate to produce electricity. In this study, the substrate used was a mixture of paddy mud and sugarcane juice. The MFC system used for this study uses a dual chamber type reactor of the same size for each chamber, which is 5 cm x 5 cm x 10 cm. The electrodes used in this system are made of zinc (Zn) and copper (Cu). In this study, temperature variations were 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, 36 oC. This study shows that the MFC Dual Chamber with mixed substrates of mud of rice field and cane water with temperature variations generates a different output power at each temperature variant. MFC with temperature variant of 30 oC generates the highest output power compared to other temperature variants, equal to 0.408 mW, also generates an average output power 15% higher compared to MFC at room temperature. Meanwhile, MFC with temperature variant of 36 oC generates the lowest output power compared to other temperature variants, equal to 0.077 mW. Keywords: MFC, temperature control, mud, sugarcane
Perancangan Simulator Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Untuk Menghasilkan Energi Listrik Skala Kecil Muhammad Ihsan; Suprayogi Suprayogi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Energi gelombang laut hadir sebagai sumber daya energi terbarukan yang memiliki ketersediaan lebih tinggi, variasi data per jam yang rendah, serta potensi daya yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber daya energi terbarukan lainnya. Pada pengerjaan tugas akhir ini, dirancang dan direalisasikan simulator pembangkit listrik tenaga gelombang laut menggunakan sistem slider-crank sebagai penggerak magnet bagi linear permanent magnet generator. Kemudian melakukan pengukuran tegangan yang dihasilkan oleh Linear Permanent Magnet Generator(LPMG). Gelombang laut disimulasikan dengan data perubahan ketinggian permukaan laut per 0,5 detik yang menjadi masukan kepada Motor langkah. Motor langkah akan menggerakkan slider-crank yang mengubah gerak rotasi menjadi gerak linear untuk magnet bergerak didalam selongsong generator. Generator terdiri atas dua lilitan terpisah dengan jumlah lilitan yang sama. Jumlah lilitan yang digunakan yaitu 5000 dan 7500 lilitan. Gaya gerak listrik (GGL) yang timbul kemudian diukur menggunakan multimeter. Berdasarkan analisis, simulator gelombang laut bisa dijalankan dengan memanfaatkan data perubahan sudut gear yang diterjemahkan ke dalam Bahasa pemrograman Arduino dengan mendefinisikan nilai step dan arah rotasi. Persentase tingkat kemiripan dari data asli dengan data untuk simulasi gelombang laut mencapai 88,3%. LPMG menghasilkan tegangan AC pada rentang 4,1 mV hingga 68,2 mV, dimana titik tertinggi didapatkan pada percobaan lilitan 5000 saat koil terdekat dari stepper motor aktif. Kata Kunci : Motor langkah, Simulator gelombang laut, slider-crank, linear generator. Abstract Electrical energy is one of the basic needs for everyday life. Sea wave energy is one of renewable energy sources that have a higher availability, least data variation per hour, and higher power potential compared to other renewable energy resources. In this final project, a sea wave power plant simulator is designed and built using a slider-crank system to move the magnet for a linear permanent magnet generator to generate electric voltage that measured. Sea waves will be simulated with data changes in surface height every 0.5 second which is the masukan for stepper motor. The movement of the stepper motor will move the slider-crank which converts the rotation motion into linear motion for the magnet that moves in the generator core. The generator consists of two separate windings with the same number of turns. The number of turns used is 5000 and 7500 turns. The EMF then measured by using multimeter. Based on data-acquiring, a sea wave simulator can be run using gear angle shifting data which is translated into the Arduino programming language then defined to steps and rotation direction. The percentage of similarity between the original data with the data for the simulation of sea waves reaches 88.3%. The Linear Permanent Magnet Generator produces an AC voltage in the range of 4.1 mV to 68.2 mV, where the highest point is obtained in the 5000 coil experiment when the nearest coil to the stepper motor is active. Keywords: Motor langkah, Sea wave simulator, slider-crank, linear generator.
Perancangan Pemantau Ph Berbasis Iot Dan Kontrol Ph Menggunakan Logika Fuzzy Pada Sistem Akuaponik Wisnu Jinawi; Ahmad Qurthobi; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pertanian pada masyarakat perkotaan memiliki peran yang penting dalam membantu ketahanan pangan. Lahan pertanian semakin sempit karena faktor semakin bertambahnya pembukaan lahan untuk pertanian. Akuaponik merupakan sistem tanam sekaligus budidaya yang merupakan gabungan dari akuakultur dan hidroponik. Pada sistem akuaponik perlu pengendalian pH air untuk tanaman agar pertumbuhan tanaman dapat optimal. Oleh karena itu perlu dibuat sistem pengendalian otomatis yang mampu mengatur kondisi pH air pada sistem akuaponik. Sistem pengendalian otomatis perlu dibuat dengan efektif dan efisien. Dalam sistem pengendalian otomatis diperlukan adanya pemantau secara real time agar data dapat diamati secara langsung. Sistem kontrol yang digunakan menggunakan metode Fuzzy Logic. Mikrokontroller yang digunakan adalah Arduino Mega Wifi R3. Data yang diolah akan ditransmisikan ke platform IoT. Tanaman yang diuji dalam sistem adalah Tanaman Kangkung sementara kolam ikan pada sistem akuaponik diisi dengan Ikan Lele. Dalam pengujian kontrol pH pada sistem akuaponik dilakukan selama sepuluh hari dengan empat kali pengambilan data. Hasil pengujian rata-rata diameter batang adalah 2,23 mm untuk sistem terkontrol dan 2,13 mm untuk sistem tanpa kontrol, tinggi tanaman adalah 147,3 mm untuk sistem terkontrol dan 127,6 mm untuk sistem tanpa kontrol dan panjang daun adalah 39,65 mm untuk sistem terkontrol ada 34,58 mm untuk sistem tanpa kontrol sistem, dengan kontrol menunjukkan diameter yang lebih tebal, tinggi tanaman yang lebih tinggi dan daun yang lebih panjang daripada sistem tanpa kontrol. Sementara hasil pengujian rata-rata jumlah daun adalah 6,4 helai untuk sistem tanpa kontrol menunjukkan rata-rata lebih banyak daripada sistem dengan kontrol dengan jumlah rata-rata adalah 6 helai. Kata Kunci – Fuzzy Logic, Platform IoT, Akuaponik, pH
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda