Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kinerja Pegawai Dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 di Puskesmas Pangkalan Baru Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.715 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v1i1.14

Abstract

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dan era desentralisasi dimana otonomi daerah telah menuntut peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepasda publik dan meningkatkan mutu operasional jasa pelayanan kesehatan yang kini terpusat di daerah. Pada hakikatnya penerapan SMM ISO 9001 : 2008 menjadikan pelayanan lebih baik. Namun dalam laporan audit eksternal terhadap pelaksanaan SMM ISO 9001 : 2008 di Puskesmas Pangkalan Baru masih terdapat temuan minor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008 berdasarkan delapan prinsip yaitu (1) Fokus terhadap pelanggan, (2) Kepemimpinan, (3) Keterlibatan Karyawan, (4) Pendekatan Proses, (5) Pendekatan sistem pada manajemen, (6) Perbaikan berkelanjutan, (7) Pengambilan keputusan berdasarkan fakta, (8) Hubungan saling menguntungkan dengan mitra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif secara deskriptif analitik dan dianalisa dengan model interaktif Mile dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Informan diambil secara purposive sampling dengan jumlah 8 orang terdiri dari informan kunci 6 orang dan informan pendukung 2 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara keseluruhan sudah baik namun pada prinsip perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan audit internal belum maksimal. Dari 8 Prinsip sistem manajemen mutu ada 3 Prinsip yang menjadi kunci yaitu Prinsip Pendekatan Proses, Pendekatan sistem pada manajemen dan Perbaikan berkelanjutan, karena berjalan berdasarkan konsep Plan, Do, Control, Action (PDCA). Saran yang harus dilakukan untuk puskesmas adalah mengadakan pelatihan ulang audit internal yang dilegitimasi dengan sertifikat guna meningkatkan kompetensi tim audit internal
ANALISIS PENERAPAN PEMANTAUAN KINERJA PADA KARYAWAN OLEH UNIT BAGIAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK MEMINIMALISIR PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) DAN KECELAKAAN KERJA DI PT DOK DAN PERKAPALAN AIR KANTUNG TAHUN 2019 Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2019)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.682 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i1.20

Abstract

Penerapan pemantauan kinerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok yang diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah digariskan dalam keputusan dan menitikberatkan pada bagian informasi dan data yang berhubungan dengan bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) berdasarkan data yang didapat dari PT.DOK dan Perkapalan Air Kantung ada beberapa kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja tahun 2016-2018 yaitu 19 kasus dan dapat diketahui bahwa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat disebabkan faktor kesalahan manusia.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan meminimalisirkan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja karyawan di lingkungan PT. Dok dan Perkapalan Air Kantung Pangkalpinang Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan metode Deskripsi eksploratif. Informan utama penelitian ini adalah Staff K3 sebanyak 4 (empat) orang dan sebagian triangulasi adalah 1 (satu) Manajer SDM & K3LH (Keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan hidup), 1 (satu) bagian Ahli K3 dan 1 (satu) Bagian P3K PT.DAK yang bertanggung jawab terhadap pengawasan internal. Pengumpulan data digunakan dengan cara mengumpulkan data hasil interview, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, dokumen resmi ataupun data-data yang dapat dijadikan petunjuk lainnya digunakan dalam mencari data dengan interpretasi yang tepat. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Penerapan Pemantauan Kinerja pada karyawan oleh unit bagian K3 untuk meminimalisir penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja di PT. Dok dan perkapalan air kantung telah di terapkan dengan baik sesuai dengan Prosedur dari perusahaan agar tidak terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Disarankan kepada PT. Dok dan perkapalan air kantung meningkatkan pengetahuan khususnya bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan cara memberikan training/pelatihan dan memberikan sosialisasi yang lebih maksimal lagi kepada karyawan dan meningkatkan budaya K3 yang lebih optimal.
PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAKTI TIMAH PANGKALPINANG Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2020)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.906 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v4i1.46

Abstract

Shift work or shift work is the application of a work system with a 24-hour rotation that requires work shifts. Shift work can affect stress, stress can be described as a force that is internalized to urge or grip and arise in a person as a result of difficulty in adjusting. Work stress that has an impact on decreased work performance, health and emotional problems and many impacts that can be caused by work stress. In the initial study there were 11 nurses who worked shifts in the inpatient room who said they experienced work stress. This study aims to analyze the effect of work shifts on work stress on nurses in the inpatient room at Bhakti Timah Pangkalpinang Hospital in 2019. The research method used in this research is descriptive exploratory. This study used a qualitative approach while the informants of this study included 7 nurses who worked shifts in the inpatient room and 2 heads of inpatient rooms at the Bhakti Timah Hospital Pangkalpinang. The research instrument used interview guidelines, image recording devices, and voice recording devices. This research concludes that there is still work stress experienced by nurses who work shifts in the inpatient room at the Bhakti Timah Pangkalpinang Hospital as seen from the effects such as health problems and emotional instability. It is recommended to increase the number of nurses who work shifts in inpatient rooms and provide regular health check services (in the K3 promotion program) for nurses so as to minimize fatigue and health problems.
Analisis Perilaku Pedagang Kaki Lima terhadap Hygiene Sanitasi Islamiah, Annisa Sholehati Nur; Fajrianti, Gita; Rizkiah, Fitri
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i1.8612

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku pedagang kaki lima terhadap higiene sanitasi di Alun-alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang. Metode Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif eksploratif. pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap pedagang kaki lima di sepanjang area Alun-alun Taman Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa perilaku personal hygiene pedagang kaki lima yaitu perilaku kebersihan kulit sudah baik dengan rutin mandi dan terbebas dari penyakit kulit sedangkan, perilaku mencuci tangan masih kurang baik dimana pedagang mencuci tangan tidak menggunakan air mengalir melainkan air yang tersedia di dalam ember, kuku pedagang dalam keadaan kotor dan panjang, pedagang tidak menggunakan apron/celemek, sarung tangan serta masker dengan lengkap pada saat proses pengolahan makanan. Untuk higiene sanitasi makanan semuanya menunjukan perilaku kurang baik di antaranya peralatan yang digunakan dalam kondisi kurang bersih dan sudah berkarat, mengambil bahan makananya hanya menggunakan tangan tanpa alat bantu, pada tempat penyimpanan bahan makanan tidak memiliki penutup, dan untuk lokasi penjualan terdapat tumpukan sampah dan genangan air. Simpulan dalam hal kebersihan kulit menunjukan perilaku pedagang sudah baik. Sedangkan untuk personal hygiene dan hygiene sanitasi masih kurang baik. Kata Kunci: Hygiene Sanitasi, Pedagang Kaki Lima, Personal Hygiene
ANALYSIS OF FACTORS OF LOW INTEREST IN USING IUD BIRTH CONTROL AT THE SUNGAILIAT HEALTH CENTER 2024 Rahmawati, Diah; Wahab, Sabda; Fajrianti, Gita
HEARTY Vol 13 No 2 (2025): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i2.17806

Abstract

Gender and child profile data in 2022 shows that Bangka Belitung Province is ranked 20th with a total of 11.20 in IUD use. The proportion of IUD use in Bangka Regency based on sub-districts consists of Belinyu sub-district 189 acceptors, Sungailiat Health Center 6.48%. The government's policy on family planning is directed at the use of long-term contraception, but many PUS are less interested in using IUD contraception. The purpose of the study was to determine the factors associated with the low interest of mothers in choosing IUD contraception in the Sungailiat Health Center work area in 2024. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional design. The population of this study were all couples of Fertile Age (PUS) who were registered as active KB acceptors in the Sungailiat Health Center work area during the period January - April 2024 with a total of 219. The number of samples was 57 respondents with a purposive sampling technique. The research instrument used in this study was a questionnaire. The results of the study on factors related to low maternal interest in choosing IUD contraceptives at Sungailiat Health Center in 2024, found that knowledge, attitudes, beliefs, health service facilities, and husband's support were all significantly related to low interest, because the p-value of each was smaller than the α-value of 0.05. With a p-value of 0.00 for knowledge and husband's support, 0.048 for attitudes, 0.000 for beliefs, and 0.007 for health service facilities, it can be concluded that all of these factors play a role in influencing maternal interest in choosing IUD contraceptives
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan DBD dan Stunting di Kelurahan Sungaiselan 2024 Fajrianti, Gita; Murniani , Murniani; Widiya , Widiya; Maulina, Andini; Suryanto, Hanif Adzany; Sari, Wanda Novita; Amanda, Nadia; Sintia, Tiara; Fauzi, Miftahul
Jurnal Pemberdayaan Umat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jpu.v4i2.5186

Abstract

Purpose: Knowing the health conditions and helping the community in efforts to improve optimal health levels in Sungaiselan Village, Sungaiselan District, Central Bangka Regency. Methodogoly/approach: The methods used are in the form of health education and active participation, namely the target group participates in the activities. This activity was carried out to identify health problems in Sungaiselan Village using the Delbecq method and a survey method with a sample of 95 people. Results/findings: Based on the results of the Delbecq method and the survey method conducted in Sungaiselan Village by identifying three priority health problems, the results obtained were a lack of temporary waste disposal sites (TPS), a high number of stunting cases, and a high number of dengue fever cases. Conclusions: The work program that has been implemented includes the construction of a pilot Temporary Waste Disposal Site (TPS) for organic and inorganic waste, a PMT cooking demonstration of moringa leaf chicken nuggets, socialization on stunting, waste, and dengue fever, as well as community service activities such as Posyandu and mutual cooperation. Limitations: This community service activity has time limitations. Contribution: The community is expected to be able to increase their awareness in improving their health status and the government needs to facilitate the needs required by the community in improving the health status of the community, especially in Sungaiselan Village.
Hubungan Gaya Hidup terhadap Kejadian Hipertensi Amelia, Amelia; Fajrianti, Gita; Murniani, Murniani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2747

Abstract

Gaya hidup merupakan faktor penting yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan sangat berkaitan dengan kejadian hipertensi terutama pada usia produktif. Gaya hidup yang kurang sehat seperti pola makan (konsumsi garam), kurangnya aktifitas fisik, dan merokok yang menimbulkan terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup terhadap kejadian Hipertensi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien Hipertensi berusia ≥ 15-64 tahun yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gerunggang tahun 2023 berjumlah 8.864 orang. Sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 109 responden yang dilakukan dengan wawancara melalui kuesioner dan pemeriksaan tensi darah menggunakan alat tensimeter Sphygmomanometer. Data di analisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji chi square. Hasil penelitian uji statistik Chi-Square didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik (p = 0,000), pola makan (p = 0.000), kebiasaan merokok (p = 0,000) dan Kebiasaan Istirahat (p = 0,000) dengan kejadian Hipertensi. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara aktifitas fisik, pola makan, kebiasaan merokok, dan kebiasaan istirahat terhadap kejadian Hipertensi.
Analisis Manajemen Stres Kerja pada Tenaga Kesehatan Lestari, Sindi; Fajrianti, Gita; Kusmadeni, Deri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3451

Abstract

Stres pada umumnya terjadi karena adanya ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, proses berfikir dan kondisi fisik seseorang dipicu tidak kenyamanan diri terhadap yang ada disekitar. Stres kerja adalah akibat dari pekerjaan yang tinggi yang tidak didukung dengan lingkungan kerja yang baik dan kondusif. Berdasarkan data kunjungan di Puskesmas Sungailiat dari tahun 2020 sampai dengan 2023 bahwa jumlah pasien yang di Puskesmas Sungailiat terjadi peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen stres pada pegawai di Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka. Penelitian ini akan dilaksanakan pada November 2023. Informan dalam penelitian ini terdiri dari sembilan informan yakni, empat sebagai informan triangulasi dan lima sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dapat berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dengan wawancara mendalam penelitian maka dapat diketahui bahwa dalam melakukan manajemen stres berdasarkan faktor lingkungan yaitu gaji yang dikurangi. Faktor organisasi yaitu pertentangan tugas-tugas. Berdasarkan faktor individual yaitu kondisi keuangan yang dapat menyebabkan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Sungailiat. Kesimpulan manajemen stress pada pegawai di Puskesmas Sungailiat Kabupaten Bangka tahun 2023 sudah bberjalan dengan optimal.
Evaluasi Pengelolaan Obat Program One Gate Policy Silvia, Silvia; Wahab, Sabda; Fajrianti, Gita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3693

Abstract

Instalasi Farmasi adalah sarana tempat penyimpanan dan penyaluran sediaan farmasi dan alat Kesehatan. Pengelolaan obat yang tidak efisien menyebabkan tingkat ketersediaan obat menjadi berkurang, terjadi kekosongan obat, banyaknya obat yang menumpuk akibat tidak sesuainya perencanaan obat di instalasi farmasi.Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengevaluasi Pengelolaan Obat Program One Gate Policy Guna Menjamin Mutu dan Ketersediaan Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap satu informan kunci, 5 informan utama dan 2 informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat masih kurang efektif, terlihat dari beberapa variabel input, proses, dan output yang belum optimal. Faktor-faktor seperti ketersediaan sumber daya manusia yang kurang memadai, sarana dan prasarana yang belum memadai, serta perencanaan kebutuhan obat program yang belum terpadu menjadi penyebab utama. Selain itu, sistem penyimpanan dan distribusi obat yang belum terpusat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat juga menjadi kendala, menyebabkan penumpukan atau kekurangan obat program karena perencanaan masih dikelola secara terpisah oleh pengelola program. Kesimpulannya bahwa pengelolaan obat program di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat belum efektif dan efisien. Hal ini terlihat dari berbagai variabel. Diperlukan dukungan dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat terkait penerapan kebijakan pengelolaan obat satu pintu yang telah diatur dalam surat keputusan kepala dinas terkait dengan perencanaan obat terpadu. Keterlibatan pengelola program, farmasi, dokter, dan perawat dalam pelayanan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan obat program tersebut.
Analisis Faktor Lingkungan Fisik dan Perilaku terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Ernawati, Ernawati; Fajrianti, Gita; Yandra, Boy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4893

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan karena Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang berpotensi mematikan jika tidak ditangani secara efektif. Ketidaktahuan atau kurangnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan, seperti pengendalian vektor dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat memperburuk penyebaran penyakit ini. Jika penelitian ini tidak dilakukan, potensi peningkatan kasus dan angka kematian akibat DBD akan terus mengancam, terutama di wilayah dengan kasus tinggi seperti Puskesmas Kenanga, sehingga menimbulkan beban yang lebih besar bagi masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keberadaan larva, penggunaan kain kasa, dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Kenanga. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara terstruktur sert mendalam dengan 8 orang informan, observasi. Data yang diperoleh dianalisa dengan model Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan fisik, seperti adanya larva di dalam dan di luar rumah, serta tidak adanya penggunaan wire mesh untuk ventilasi, berkontribusi pada tingginya kejadian demam berdarah. Selain itu, perilaku masyarakat yang belum disiplin membersihkan penampungan air dan barang bekas juga menjadi penyebab penyebaran demam berdarah. Kesimpulannya, keberadaan larva, penggunaan kain kasa, dan perilaku pembersihan lingkungan berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Kenanga.