Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EGALITA

PERSEPSI CIVITAS AKADEMIKA UIN MALANG TERHADAP PENGARUSUTAMAAN GENDER Mahpur, M.Si, M.
EGALITA EGALITA (Vol 1, No 2
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.484 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v0i0.1929

Abstract

This research is intended to describe the perception of UIN academics on gender mainstreaming issue and to map the argument on the need of gender mainstreaming implementation which includes gender strategy and gender practice at this academic institution. Using descriptive quantitative methode, the data gathered in the form of openmind-system questionnaires distributing to the Deans, vice deans, and head of several units.The result of research reveals that either men or women at UIN Malang tend to refuse the implementation of gender mainstreaming (men=44.67% and women=25.33%). Only 35% of total amount of respondent agree to implement gender mainstreming (men=15 dan women=20%). Meanwhile, the respons toward the implementation is that word "gender"in vision and mission of this institution is not necessary to be stated explicitely. The important point of the issue is the practice of gender quality should be proportional andprofesional. Then, this is a responsibility of centre of gender studies to socialize gender issues and gender equality if there is a need to evaluate gender equality-based policies.
BASELINE STUDY KESETARAAN GENDER DI UIN MALANG Mahpur, Mahpur
EGALITA EGALITA (Vol 1, No 2
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.836 KB) | DOI: 10.18860/egalita.v0i0.1924

Abstract

Keberhasilan pembangunan dan keberhasilan dalam menjalani proses historis kehidupan dalam semua tingkatan akan sangat tergantung pada peran serta laki-laki dan perempuan secara bersamaan sebagai pelaku dan pemanfaatnya. Ketidakseimbangan serta peminggiran terhadap peran serta dari salah satu elemen tersebut bisa berakibat pada ketimpangan dan ketidakadilan. Oleh karena itu, semua program pemberdayaan harus memperhatikan dan diorientasikan pada pencapaian dan optimalisasi peran yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sehingga mampu mendorong kearah perubahan sosial dalam pembangunan. Salah satu wacana yang menawarkan perpektif kesetaraan dan keadilan gender dalam proses percepatan pembangunan adalah wacana gender. Yaitu, suatu keadaan yang memberikan peluang kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai individu untuk berpartisipasi dalam seluruh aspek kehidupan serta menikmati hasil-hasil pembangunan.  Dengan perspektif kesetaraan gender, diharapkan semua sumber daya manusia baik laki-laki dan perempuan dapat berperan secara optimal dalam proses pembangunan. Untuk menuju cita-cita tersebut, maka dibutuhkan suatu komitmen bersama dari berbagai pihak di berbagai sektor disamping upaya-upaya lain yang bersifat kultural.
APRESIASI KEHIDUPAN PADA REMAJA YANG KEHILANGAN ORANGTUA AKIBAT KEMATIAN Putri Puspita Sari; Mohammad Mahpur
EGALITA Vol 17, No 2 (2022): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v17i2.15618

Abstract

Remaja yang mampu bertumbuh paska trauma akibat duka mendalam ditinggal orang tua akan tetap punya potensi berkembang menjadi generasi yang sehat dan bebas dari kungkungan ketidaksehatan mental. Tulisan ini bertujuan mengungkap dinamika kebangkitan pasca trauma remaja yang begitu sulit setelah dilingkupi situasi duka mendalam karena kehilangan orang tua akibat kematian. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kualitatif studi fenomenologis. Partisipan penelitian seorang remaja yang telah ditinggal mati orang tuanya berusia 19 tahun. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam semi terstruktur. Analisis data dilakukan tematik grounded dengan beberapa tahap, yaitu transkripsi data, pemadatan fakta, kategorisasi, penarikan tema menjadi teori. Hasil penelitian menunjukkan proses grief (duka) remaja karena kematian orangtua memiliki beberapa tahapan pertumbuhan pasca kehilangan yaitu surplus parenting berdampak munculnya duka karena relasi emosional yang kuat, dukungan sosial emosional membangkitkan paska duka menjadikan seorang remaja percaya akan kehilangan yang tidak terelakkan, dan munculnya apresiasi hidup karena peran baru diterima dengan kesadaran, ikhlas, dan memiliki perspektif baru paska kehilangan. Hasil ini dapat memberikan acuan agar remaja yang mengalami grief (duka) tidak terperangkap dalam gangguan mental pasca trauma mampu menemukan apresiasi kehidupan sangat ditentukan oleh kualitas asuh, dukungan sosial emosional dan kedewasaan untuk ikhlas dan memiliki perspektif baru bagi hidup barunya.