Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders, dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Fabrikasi di PT.X Prajitno, Jennifer Kristina; Wahyudiono, Yustinus Denny Ardyanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8297

Abstract

Pekerjaan fabrikasi memiliki risiko ergonomi karena sering melibatkan postur kerja tidak netral, seperti membungkuk, menunduk, jongkok, menjangkau, dan mempertahankan posisi tertentu selama bekerja. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs dan kelelahan kerja pada pekerja fabrikasi di PT X. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 20 pekerja fabrikasi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Risiko ergonomi dinilai menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), keluhan MSDs diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM), dan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko ergonomi tinggi, yaitu 14 pekerja (70%). Keluhan MSDs paling banyak berada pada kategori tinggi, yaitu 9 pekerja (45%), sedangkan kelelahan kerja paling banyak berada pada kategori sedang, yaitu 10 pekerja (50%). Risiko ergonomi berhubungan secara bermakna dengan keluhan MSDs (p = 0,018) dan kelelahan kerja (p = 0,007; RR = 5,833). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko ergonomi, semakin besar kemungkinan pekerja mengalami keluhan MSDs dan kelelahan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian ergonomi melalui perbaikan postur kerja, penyesuaian alat kerja, peregangan, dan edukasi ergonomi.
Hubungan Stres Kerja dengan Unsafe Action pada Pekerja Konstruksi di PT. X Kota Surabaya Achmad Helmi; Nilam Puspitasari; Tri Martiana; Indriati Paskarini; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono; Mitha Qurrota Ayuni
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 2 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i2.2023.822-826

Abstract

Background: Each work, formal or non-formal, at ocean, on arrive, or within the discuss includes a chance of work mischances, counting development work at PT. X city of Surabaya. Risky activity is one of the things that causes push and work mischances as the most person viewpoints that cause work mischances. Purpose: This investigate points to analyze the relationship of risky activity with work stretch in one of the development companies at PT. X City of Surabaya. Methods: This investigate may be a quantitative investigate employing a expressive approach and a cross-sectional think about plan where the test is 30 specialists. The autonomous variable within the taking after investigate is risky activity whereas the subordinate variable is work stretch. Information investigation utilized the chi square factual test with a centrality constrain of α = 0.05. Result: The comes about of the bivariate test clarified that there was a relationship between work stretch and risky activity (p-value = 0.001) in development specialists at PT. X in Surabaya City. Conclusion: It can be concluded that there's a relationship between work push and hazardous activities in development laborers at PT. X in Surabaya City.
Hubungan Karakteristik Individu dan Beban Kerja Mental dengan Keluhan Kelelahan Kerja pada Bidan Rumah Sakit X Surabaya : The Relationship between Individual Characteristics and Mental Workload with Complaints of Work Fatigue at Midwives Hospital X Surabaya Farah Ayu Salsabilla; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 6 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3314

Abstract

Latar belakang: Rumah Sakit membutuhkan sumber daya manusia salah satunya yakni tenaga kebidanan. Bidan memiliki kerentanan tinggi terhadap kelelahan kerja disebabkan oleh jadwal kegiatan melayani pasien sesuai shift kerja, banyaknya jumlah pasien per hari, serta kondisi pasien yang berbeda. Kelelahan kerja disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, antropometri, dan pendidikan. Sedangkan faktor eksternal meliputi beban kerja fisik dan beban kerja mental. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara masa kerja, status gizi, dan beban kerja mental dengan keluhan kelelahan kerja pada bidan di Rumah Sakit X Surabaya. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 12 orang bidan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner NASA-TLX dan IFRC. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji Spearman rho. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan hubungan yang signifikan diantara masa kerja (ρ = 0,028), status gizi (ρ = 0,015), dan beban kerja mental (ρ = 0,009) dengan keluhan kelelahan kerja pada bidan di Rumah Sakit X Surabaya. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikansi antara masa kerja, status gizi, dan beban kerja mental dengan keluhan kelelahan kerja pada bidan di Rumah Sakit X Surabaya.
Determinants of Digital Eye Strain Among Office Workers: Individual, Device-Related, and Environmental Factors Nabilah Nur Hasanah; Iting Shofwati; Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 9 No 2 (April 2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.2861

Abstract

Frequent use of digital devices among office workers contributes to a high risk of Digital Eye Strain (DES), with a reported prevalence of 69.0%, which can adversely affect visual performance, sleep quality, and work productivity. This study aimed to analyze the association between individual, device-related, and environmental factors with DES among office workers using a cross-sectional design involving 66 respondents. Data were analyzed using Chi-square and Mann–Whitney tests. The prevalence of DES was 69.7%, with common symptoms including itchy eyes, eye discomfort, and light sensitivity. Key individual factors significantly associated with DES were unsafe digital device use behavior (OR = 11.25; 95% CI: 1.169–30.280), lack of 20-20-20 rest practice (OR = 10.00; 95% CI: 2.895–30.542), and refractive error (OR = 8.20; 95% CI: 2.287–23.399). Among device-related factors, improper computer screen position (OR = 4.263; 95% CI: 1.323–13.736) was identified as a significant predictor. Environmental factors such as inadequate lighting (OR = 5.455; 95% CI: 1.595–18.657) also showed a strong association with DES. In conclusion, DES among office workers is predominantly influenced by behavioral factors, particularly unsafe digital device use and inadequate eye rest practices, which demonstrated the strongest associations. Preventive strategies should prioritize behavioral interventions, ergonomic improvements, and optimization of workplace environmental conditions.
Hubungan Beban Kerja dan Dukungan Sosial terhadap Stres Kerja pada Pekerja: Systematic Literature Review Anggraini, Vina Puspita; Wahyudiono, Yustinus Denny Ardyanto
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6662

Abstract

Stres kerja menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami pekerja akibat meningkatnya tuntutan pekerjaan dan ketidakseimbangan antara beban kerja dengan sumber daya yang tersedia di lingkungan kerja. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan psikologis, kesejahteraan, dan produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan dukungan sosial terhadap stres kerja pada pekerja berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek peneltiian berupa artikel ilmiah yang diperoleh dari database Scopus, ScienceDirect, dan Pubmed dengan rentang bulikasi tahun 2021-2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposice sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa lembar checklist ekstraksi data yang telah disusun berdasarkan aspek karakteristik artikel, metode penelitian, dan hasil penelitian, validitas instrumen dijaga melalui validitas isi, sedangkan reliabilitas dilakukan melalui pengecekan ulang terhadap hasil ekstraksi data. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan sintesis naratif. Hasil kajian terhadap 10 artikel menunjukkan bahwa beban kerja berhubungan negatif terhadap stres kerja. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang membantu pekerja menghadapi tuntutan pekerjaan. Dengan demikian, keseimbangan antara beban kerja dan dukungan sosial menjadi faktor penting dalam pengelolaan stres kerja pada pekerja. The Relationship Between Workload and Social Support on Work Stress Among Workers: Systematic Literature Review Abstract Work stress is a common problem experienced by workers due to increasing job demands and an imbalance between workload and available resources in the workplace. This condition may negatively affect workers’ psychological health, well-being, and productivity. This study aims to analyze the relationship between workload and social support on work stress among workers based on previous research findings. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) with a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of scientific articles obtained from the Scopus, ScienceDirect, and PubMed databases published between 2020 and 2025. The sampling technique used was purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The research instrument was a data extraction checklist developed to identify article characteristics, research methods, and research findings. The validity of the instrument was maintained through content validity, while reliability was ensured through repeated verification of extracted data. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and narrative synthesis. The review of 10 selected articles showed that workload had a positive relationship with work stress, while social support had a negative relationship with work stress. Social support acts as a protective factor that helps workers cope with job demands. Therefore, maintaining a balance between workload and social support is an important factor in managing work stress among workers.