Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA USAHA BAWANG GORENG DALAM MENJALANKAN BISNIS DI ERA NEW NORMAL Syarifah Maihani SE.MM Said; Maryam Jamilah; Abdul Malik; Cut Khairani; Kumita Kumita; Said Ahmad Zaki Yamani
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v5i2.1099

Abstract

The implementation of this community service (PKM) is an effort to develop "fried onion" home business in developing its business through digital marketing so that the products can be accessed easily from home. The PKM team proposes to partners the skills to make good quality fried onions in terms of health and marketability and to equip them with knowledge to apply management systems of digital marketing to their business activities, good packaging and legal business permits. An issue that is no less important, which has received less attention from partners is the pollution of environmental cleanliness around the work area. The work area still has a dirt floor, the smoke from burning firewood is naturally discharged into the air (without being treated for emission reductions that endanger health and intelligence), and the ash area of ​​cooking residue is still left untreated, making it difficult for the cleaning process. As well as optimizing the multimedia platform to provide information and answer public complaints. The solution offered by the proposing team in solving partner problems is optimizing the use of the internet in conducting digital marketing and collaborating with online marketing application providers involving many people with digital interactions. It also requires good commitment and collaboration between the government, academia, financial institutions, and information technology companies to increase competitiveness.
Krisis tenaga kerja pertanian petani muda masa depan Syarifah Maihani; Maryam Jamilah; Sayed Ahmad Zaki Yamani
Jurnal Sains Pertanian Vol 5 No 2: Juni 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.515 KB) | DOI: 10.51179/jsp.v4i2.1687

Abstract

Permasalahan utama mengenai ketenagakerjaan pertanian kita yaitu terjadinya perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian yang mengarah pada penuaan petani. Petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, akan tetapi tenaga kerja berusia muda semakin berkurang. Semakin tingginya tingkat pendidikan pemuda di perdesaan, maka mereka semakin selektif dalam memilih pekerjaan. Mereka enggan untuk bekerja di pedesaan karena adanya ketidakcocokan antara ketrampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki dengan ketersediaan pekerjaan di perdesaan. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan, khusus nya di Aceh. Tujuan jurnal ini adalah menjelaskan perubahan struktural tenaga kerja pertanian dilihat dari fenomena aging farmer dan menurunnya jumlah tenaga kerja usia muda sektor pertanian di Aceh, menjelaskan berbagai faktor penyebab perubahan struktural tenaga kerja pertanian dan keengganan tenaga kerja usia muda masuk ke sektor pertanian, menjelaskan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung tenaga kerja muda masuk ke sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan deskriptif. Hasilnya adalah masalah krisis petani muda harus segera ditanggulangi supaya tidak mengancam ketahanan pangan di Aceh pada khususnya. Kata Kunci: Krisis Tenaga Kerja, Petani Muda
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KREATIVITAS LOMBA MEWARNAI TINGKAT SEKOLAH DASAR Syarifah Maihani; Kumita Kumita; Cut Khairani; Said Ahmad Zaki Yamani; Ir TM. Nur; Zulfikar Zulfikar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini pada kegiatan mewarnai. Ruang lingkup yang diambil adalah menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan kegiatan mewarnai. Kegiatan mewarnai yang merupakan salah satu kegiatan yang disukai anak usia dini. Kegiatan mewarnai yang menyenangkan dan sederhana ini dapat membantu perkembangan anak usia dini karena kegiatan mewarnai dapat dijadikan sebagai kegiatan mengekspresikan diri anak, mengenalkan perbedaan warna pada anak, meningkatkan konsentrasi anak, mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih kesabaran anak, dan merangsang kreativitas anak sejak dini. Dengan melakukan aktivitas seperti kegiatan mewarnai yang dapat menstimulasi perkembangan anak usia dini. Pada pengabdian ini akan dilaksanakan kegiatan mewarnai yang digelar dalam bentuk perlombaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 1 di Kabupaten Aceh Bireuen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik SDN 1 Kabupaten Aceh Bireuen. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data Penelitian dan Pembahasan maka diperoleh hasil bahwa menstimulasi perkembangan anak usia dini dengan Kegiatan mewarnai sangatlah berdampak bagi perkembangan anak termasuk pada setiap aspek perkembangan seperti kognitif, motorik, sosial emosional dan seni. Pada proses pelaksanaan kegiatan mewarnai melalui perlombaan terdapat beberapa pengalaman untuk peserta didik seperti melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, fisik motorik, dan meningkatkan kreativitas anak. Faktor pendukung pelaksanaan perlombaan mewarnai meliputi kertas bergambar untuk diwarnai anak dan krayon untuk masing-masing anak. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa orang tua Memahami pentingnya perkembangan anak pada setiap aspek perkembangan dan manfaatnya dari kegiatan mewarnai. Melalui Kegiatan mewarnai dapat menstimulasi setiap aspek perkembangan.
PENGUATAN KETERAMPILAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA PENGELOLA HUTAN DESA UNTUK KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN EKOWISATA Syifa Saputra; Reza Fahmi; Ajmir Akmal; Sri Wahyuni; Sayed Ahmad Zaki Yamani; Nuraida Nuraida; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17176

Abstract

Abstrak: Permasalahan: (1) 60% masyarakat masih melakukan pemburuan satwa liar; (2) 55% masyarakat masih melakukan penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat; (3) 75% LPHD dan masyarakat belum memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) 100% belum adanya perencanaan pengembangan wisata alam; dan (5) 60% masyarakat masih belum memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekowisata alam yang akan direncanakan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatan sumber daya manusia dalam mengelola hutan dan ekowisata alam Puncak Gunung Geurudong. Metode yang digunakan adalahpemberian pelatihan peningkatan keterampilan pengelola hutan desa dalam mengelola ekowisata alam puncak gunung Geurudong kepada 25 anggota LPHD. Dengan menggunakan metode retrospektif (before-after), hasil dari pengabdian adalah (1) 100% masyarakat sudah tidak melakukan pemburuan satwa liar dan melarang orang-orang dari luar desa untuk melakukan pemburuan satwa liar; (2) 75% masyarakat sudah tidak melakukan penebangan liar; (3) 90% LPHD dan masyarakat sangat memahami fungsi dan tugas masing-masing; (4) perencanaan pengembangan wisata alam hampir rampung 50%; dan (5) 75% masyarakat memahami adanya nilai tambah hasil hutan dan ekwisata alam yang akan direncanakan.Abstract: Problems: (1) 60% of the community still hunts wildlife; (2) 55% of people still do illegal logging carried out by the community; (3) 75% of LPHD and the community do not understand their respective functions and duties; (4) 100% there is no natural tourism development planning; and (5) 60% of the community still does not understand the added value of forest products and natural ecotourism that will be planned. Community service activities aim to increase human resources in managing forests and natural ecotourism at Geurudong Mountain Peak. The method used is the provision of training to improve the skills of village forest managers in managing the natural ecotourism of Geurudong Mountain Peak to 25 LPHD members. By using the retrospective method (before-after), the results of the service are (1) 100% of the community has not hunted wildlife and prohibited people from outside the village from hunting wildlife; (2) 75% of the community has not conducted illegal logging; (3) 90% of LPHD and the community fully understand the functions and duties of each; (4) planning for the development of nature tourism is almost 50% complete; and (5) 75% of the community understands the added value of forest products and nature tourism that will be planned.
Analisis Erosi Tanah Akibat Alih Fungsi Lahan Hutan di Sub DAS Krueng Meuh Aceh Nuraida; Zaki Yamani, Sayed Ahmad; Azhar, Rossy; Safitri, Amelia; Fahri, Zikri
Jurnal Galung Tropika Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v13i3.1343

Abstract

Erosion is the main problem that causes land degradation. Erosion causes many problems, such as reduced soil fertility and shallowing of reservoirs, loss of soil nutrients, environmental ecological damage, and decreased agricultural productivity. The Krueng Peusangan watershed has experienced land degradation through flooding, causing erosion. The flooding problem that occurs every year in the Krueng Peusangan watershed, especially in the Krueng Meuh sub-watershed, as a result of the conversion of forest land, impacts the community and the environment. The research aims to map the distribution of erosion areas in the Kreung Meuh Sub-watershed. The research method uses RUSLE spatial analysis. RUSLE analysis uses data on rain erosivity, soil erosivity, slope length, slope, and land use and conservation measures. The research results show that the Krueng Meuh sub-watershed has experienced erosion in light, medium, and heavy categories. Erosion is currently dominating the Krueng Meuh sub-watershed area, which has an area of 4,762.34 ha. Heavy erosion occurred on slopes >15% with an area of 1,675.27 ha. Meanwhile, very light erosion occurs on slopes <8% (flat) with forest land use with an area of 4,224.01 ha and 1,585.48 ha.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN HUMIC SUBSTANCE DENGAN CARRIER ZEOLIT DAN BIOCHAR TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) Eka Rahmi; Marlina Marlina; Reza Fahmi; Sayed Zaki Ahmad Yamani; Mariana Mariana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.7889

Abstract

Perbaikan sifat-sifat tanah dengan bahan amelioran seperti senyawa humat, zeolit dan biochar sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi tanaman. Pemberian zeolit yang memiliki KTK tinggi, biochar yang memiliki ruang pori (absorben) sebagai carier senyawa humat diharapkan senyawa humat dapat berada dalam tanah dalam waktu yang lebih lama. Dengan mekanisme tersebut diharapkan senyawa humat, zeolit dan biochar dapat meningkatkan efisiensi hara tanah sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 perlakuan yaitu  HZ1 (Humat Zeolit 15 l/ha) dan HZ2 (Humat Zeolit 25 l/ha), HB2 (Humat Biochar 25 l/ha) HB1 (Humat Biochar 15 l/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis senyawa humat dan zeolit yang diberikan ke dalam tanah meningkatkan tinggi, lebar daun, dan jumlah daun tanaman jagung. Perlakuan HZ2 (Humat Zeolit 25 l/ha) menunjukan pertumbuhan dan produksi tanaman paling baik diantara jenis perlakuan yang lain. Senyawa humat carrier zeolit dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara tidak langsung melalui hasil fotosintat yang meningkat di awal penanaman akan mempercepat pertumbuhan vegetative tanaman.
Analisis Laju Deforestasi Di Kawasan Hutan Lindung Desa Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Magfirah, Dini; Yamani, Sayed Ahmad Zaki; Nuraida
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3063

Abstract

Hutan lindung saat ini menghadapi permasalahan yang serius yaitu deforestasi. Deforestasi merupakan pengurangan hutan yang disebabkan oleh aktivitas Manusia, sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan dan menurunnya fungsi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju deforestasi di kawasan hutan lindung Desa Damaran Baru pada periode 2015 dan 2024. Metode analisis deforestasi dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan overlay intersect yaitu menggabungkan layer penggunaan lahan tahun 2015 dan tahun 2024, untuk menghasilkan layer deforestasi pada kawasan hutan lindung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deforestasi yang terjadi seluas 7,34 Ha. Mencakup penggunaan lahan hutan menjadi jalan seluas 0,01 Ha, hutan menjadi kebun seluas 0,83 Ha, hutan menjadi semak belukar seluas 5,03 Ha, hutan mejadi longsor 1,38 Ha, dan hutan menjadi lahan terbuka seluas 0,09 Ha. Dengan persentase laju deforestasi pada periode 2015 dan 2024 sebesar 3,42%.
Identification Of The Role Of Bamboo Plants As Riverbank Protection: A Case Study In The Krueng Meuh Watershed Nuraida; Siti Hajar; Sayed Ahmad Zaki Yamani; Reza Fahmi; Desyan Ria; Aiya Sofia
Journal of Synergy Landscape Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 August 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/eghb2m39

Abstract

The problem of riverbank degradation due to erosion and landslides is an important problem in river basin management, especially in the Krueng Meuh Sub-watershed. Bamboo plants have a strong root system and a dense clump structure, so they have great potential in soil and air conservation on riverbanks. This study aims to identify the types of bamboo that grow on riverbanks and analyze their role in riverbank conservation in the Krueng Meuh Sub-watershed. This study is a descriptive exploratory study by exploring the riverbank along 50 meters from the left and right banks of the river. The methods used include direct observation of bamboo morphology, collection of plant characteristic data, and assessment of conservation potential based on clump density and root system strength. The results of the study found five types of bamboo in the Krueng Meuh Sub-watershed, namely Duri Bamboo (Bambusa bluemeana), Talang Bamboo (Schizostachyum Brachcladum), Betung Bamboo (Dendrocalamus asper), Ampel Bamboo (Bambusa vulgaris), and Regen Bamboo (Gigantochloa pruriens). Each species has different morphological characteristics and root systems, and contributes to the stability of riverbanks. The bamboo species with the highest potential in protecting riverbanks are Dendrocalamus asper and Schizostachyum Brachcladum based on root strength and clump density. In conclusion, betung bamboo and talang bamboo have the highest effectiveness in protecting riverbanks due to their deep roots and dense clump structure. Riverbank vegetation management by considering local bamboo species can be an effective and sustainable conservation strategy.
Analisis Laju Deforestasi Penutupan Lahan Hutan Kabupaten Bireuen Tahun 2020-2024 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Ahmad Zaki Yamani, Sayed; Amar, Aidil; Ria, Desyan
Agrium Vol 22 No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i3.24638

Abstract

Deforestasi merupakan isu utama dalam pengelolaan hutan tropis yang berimplikasi langsung terhadap keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penutupan lahan hutan dan perhitungan laju deforestasi di Kabupaten Bireuen sebagai kawasan hutan lindung yang mengalami tekanan perubahan tutupan lahan periode 2020–2024 dengan menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan berupa data sekunder penutupan lahan tahun 2020 dan 2024, dan peta batas administrasi Kabupaten Bireuen dari BPKH XVIII Aceh. Analisis dilakukan dengan metode overlay intersect untuk mengidentifikasi perubahan luas hutan dalam menghitung laju deforestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2020–2024 terjadi kehilangan tutupan hutan sebesar 579,39 hektar per tahun, dengan laju deforestasi rata-rata 0,92% per tahun. Angka ini mengindikasikan tingkat kehilangan hutan yang cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan degradasi lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan perlindungan hutan, peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta penerapan strategi pemanfaatan lahan yang berkelanjutan guna menekan laju deforestasi di Kabupaten Bireuen.
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah II Aceh nuraida, nuraida; Yamani, Sayed Ahmad Zaki; Safitri, Amelia
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 3 No 1 (2024): JURNAL LINGKUNGAN ALMUSLIM
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jla.v3i1.2467

Abstract

deforestasi hutan di Bener Meriah (wilayah kerja KPH II), dalam bentuk pengalihan pemanfaatan lahan hutan lindung, perambahan, penambangan, bangunan rumah dan tiang jaringan listrik di hutan lindung. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju deforestrasi dan degradasi hutan dan lahan adalah melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Kegiatan RHL dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat, perbanyakan tanaman melalui pembibitan, penanaman, penyulaman bibit yang mati serta monitoring untuk menilai keberhasilan kegiatan RHL. Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di Desa Bale Atu Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah berupa reboisasi sukses dilakukan berkat kerjasama pihak Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) II Aceh, pemerintahan desa, masyarakat dan kelompok tani. Kegiatan dimulai dari sosialisasi program RHL, perbanyakan tanaman melalui pembibitan dan penamanan serta penyulaman tanaman dilokasi.