Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG DAN SERABUT KELAPA DI DESA PANTE PIYEU KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Nursayuti Nursayuti; Mariana Mariana; T M Nur
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v3i2.232

Abstract

Kegiatan PKM berupa pelatihan pembuatan mikro organisme lokal (MOL) bongol pisang dan serabut kelapa di Desa Pante Piyeu Kec. Peusangan Kab. Bireuen bertujuan untuk menambah dan meningkatkan wawasan masyarakat terutama kelompok tani terhadap pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya lokal dan menambah pemahaman dan mengetahui cara pembuatan MOL bonggol pisang dan serabut kelapa. Pelaksanaan kegiatan PKM berupa pelatihan pembuatan MOL bongol pisang dan serabut kelapa dilaksanakan melalui tahapan: 1) persiapan, menyiapkan materi yang dipresentasikan dan menentukan tema kegiatan, serta persiapan alat dan bahan untuk terlaksananya pembuatan MOL; 2) pelaksanaan, dimulai dari jadwal yang telah disesuaikan antara masyarakat dan kelompok tani dengan tim PKM; 3) persiapan tempat dan sarana penunjang kegiatan presentasi, serta mengumpulkan masyarakat dan memberikan pelatihan cara pembuatan mol bonggol pisang dan serabut kelapa disertai praktek pembuatan Mol. Adapun teknik pembuatan mol tersebut, yaitu bonggol pisang dan serabut kelapa dicacah dan ditumbuk hingga halus. Lalu, dimasukkan dalam ember dan dimasukkan gula merah yang telah dihaluskan. Selanjutnya, cacahan bonggol pisang, serabut kelapa dan gula merah dimasukkan dalam ember, ditambahkan air cucian beras sebanyak 5 liter dan diaduk hingga rata. Lalu, ember ditutup rapat dengan penutup dan dimasukkan selang plastik melalui tutup ember yang telah dilubangi sebesar diameter selang. Ujung selang yang dimasukkan dalam ember jangan menyentuh campuran MOL. Lalu, ujung selang yang satunya, dimasukkan dalam botol air mineral yang telah diisi air, supaya gas yang dihasilkan dari proses fermentasi MOL dikeluarkan melalui selang dan dibiarkan selama 15 hari, baru MOL dapat digunakan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM berupa pelatihan pembuatan MOL bongol pisang dan serabut kelapa di Desa Pante Piyeu Kec. Peusangan Kab. Bireuen disimpulkan bahwa petani atau mitra mempunyai wawasan dan pengetahuan serta menguasai teknologi pembuatan MOL bonggol pisang dan serabut kelapa, selanjutnya masyarakat dan petani dapat langsung mengaplikasikan MOL bonggol pisang dan serabut kelapa untuk mengelola usaha taninya.
Pelatihan PELATIHAN PEMBUATAN KOKEDAMA SEBAGAI WADAH TANAMAN HIAS DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN SISA LIMBAH SABUT KELAPA: PELATIHAN PEMBUATAN KOKEDAMA SEBAGAI WADAH TANAMAN HIAS DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN SISA LIMBAH SABUT KELAPA BAGI IBU-IBU DI DESA COT JRAT Mariana Mariana; Indah Sri Wayuni; Fajrita Fajrita
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v5i2.907

Abstract

The ornamental plant cultivation is a booming hobby during the COVID-19 pandemic, especially among housewives. Various types of ornamental plants are planted in soil and plastic containers to beautify residential areas. Around us, there are lots of leftover materials that can be used as containers for planting ornamental plants. One of them is coconut husk. Usually, coconut coir is only used as a dishwasher or baked. In fact, with proper use, it can beautify the house and increase family income. Therefore, this training activity was carried out to open knowledge and increase the expertise of housewives in making ornamental plant containers from coconut fiber or called cocodama.
PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PUPUK KOMPOS DI BUMG CUREH KARYA MANDIRI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH : PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PUPUK KOMPOS DI BUMG CUREH KARYA MANDIRI KABUPATEN BIREUEN, ACEH Mariana Mariana; Riski Aulia; Muhammad Sayuti; Rahman Efendi
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v5i2.934

Abstract

Organic solid waste produced by households and markets, both originating from the yard consisting of leaves and kitchen waste consisting of leftover vegetables, fruits, spices and others where every household and market must produce such waste. Processing organic waste into compost is a very profitable innovation in several fields, not only in the environmental field, but also in agriculture, so it is expected that innovations like this can help broaden the horizons and provide the community with the sensitivity towards problem of waste around us.
Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Mariana, SP., MP Abdullah
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.883 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v7i1.2343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan stek batang tanaman naga merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawasari Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya pada bulan Juli sampai dengan September 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah tunas, panjang cabang, bobot tunas, panjang akar, jumlah akar dan berat basah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas pada umur 45 HST, panjang cabang pada umur 25, 45 dan 65 HST, bobot tunas, panjang akar dan jumlah akar, dan tidak berpengaruh nyata terhadap berat basah akar. Perlakukan media tanam terbaik adalah M3 (Pasir+Arang Sekam+Pupuk Kandang dengan perbandingan 1:1:1). Kata Kunci : Media Tanam dan Stek Batang Naga Merah
Pengaruh pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) akibat penambahan EM4 pada media tanam Rafisanjani Rafisanjani; Mariana Mariana
Jurnal Sains Pertanian Vol 6 No 2: Juni 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.686 KB) | DOI: 10.51179/jsp.v6i2.1759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi dan kecepatan tumbuh jamur tiram akibat penambahan EM4. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2017 sampai 15 September 2017, di Kantor BP3K Kota Juang Desa Meunasah Dayah Kecamatan Kota Juang Bireuen, dengan ketinggian tempat 15-20m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri dari 8 taraf perlakuan : K0 = 0 ml, K1 = 5ml, K2 = 10ml, K3 = 15ml, K4 = 20ml, K5 = 25ml K6 = 30ml, K7 = 35ml. Peubah yang di amati antara lain : Berat badan buah jamur tiram, Umur panen, Jumlah badan buah jamur tiram, Diameter tudung jamur tiram, Umur tumbuh pinhead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan EM4 pada media jamur menunjukan pengaruh sangat nyata terhadap umur tumbuh pinhead, umur panen, jumlah badan buah, diameter tudung jamur tiram dan berat badan buah jamur tiram pada panen I, II, III, IV. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan 5ml EM4 (K1). Kata Kunci: Dosis, Efective Mikroorganisme (EM4), Jamur Tiram Putih
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JAHE KUNING (Zingiber officinale Rosc) Marlina Marlina; Mariana Mariana; Eka Rahmi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 4 (2022): LENTERA, AGUSTUS 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Abu Sekam Terhadap Pertumbuhan Bibit Jahe Kuning(Zingiber officinale Rosc), Penelitian ini dilaksanakan Desa Mata Mamplam Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen yang berlangsung dari Bulan Februari sampai dengan Juni 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial.faktor perlakuannya antara lain A0 = Kontrol (Tanah Top Soil), A1 = 1: 3 / polibag (1 Tanah: 3 Abu Sekam), A2 = 1: 2 / polibag (1 Tanah: 2 Abu Sekam), A3 = 1: 1 / polibag (1 Tanah: 1 Abu Sekam). Peubah yang diamati antara lain :Tinggi bibit (cm), Jumlah daun (helai), Diameter Batang, Berat Rimpang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu sekam berpengaruh sangat nyata terhadap terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 45hari setelah tanam (HST), jumlah daun umur 30 dan 45hari setelah tanam (HST), diameter batang umur 30 dan 45hari setelah tanam (HST) dan berat rimpang. Dengan nilai terbaik terdapat pada perlakuan abu 1: 1 (A3).
Pengaruh Sistem Olah Tanah Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum Mill) Mariana Mariana; Marlina Marlina; Aidil Amar; Diah Fridayati; Eka Rahmi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 2 (2023): Lentera, Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemberian pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cot Bate, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh dan dimulai pada bulan Januari sampai dengan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial dengan 3 ulangan, Adapun factor yang dicobakan antara lain : sistem olah tanah (S) terdiri atas 3 taraf yaitu S0 = Tanpa Olah Tanah (TOT), S1 = Olah Tanah Minimum (OTM) dan S2 = Olah Tanah Konvensional (OTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem olah tanah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 45 dan 60 HST, diameter pangkal batang umur 60 HST, jumlah buah per tandan dan jumlah buah per plot serta berpengaruh tidak nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 dan 45 HST.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN HUMIC SUBSTANCE DENGAN CARRIER ZEOLIT DAN BIOCHAR TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) Eka Rahmi; Marlina Marlina; Reza Fahmi; Sayed Zaki Ahmad Yamani; Mariana Mariana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.7889

Abstract

Perbaikan sifat-sifat tanah dengan bahan amelioran seperti senyawa humat, zeolit dan biochar sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi tanaman. Pemberian zeolit yang memiliki KTK tinggi, biochar yang memiliki ruang pori (absorben) sebagai carier senyawa humat diharapkan senyawa humat dapat berada dalam tanah dalam waktu yang lebih lama. Dengan mekanisme tersebut diharapkan senyawa humat, zeolit dan biochar dapat meningkatkan efisiensi hara tanah sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 perlakuan yaitu  HZ1 (Humat Zeolit 15 l/ha) dan HZ2 (Humat Zeolit 25 l/ha), HB2 (Humat Biochar 25 l/ha) HB1 (Humat Biochar 15 l/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis senyawa humat dan zeolit yang diberikan ke dalam tanah meningkatkan tinggi, lebar daun, dan jumlah daun tanaman jagung. Perlakuan HZ2 (Humat Zeolit 25 l/ha) menunjukan pertumbuhan dan produksi tanaman paling baik diantara jenis perlakuan yang lain. Senyawa humat carrier zeolit dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara tidak langsung melalui hasil fotosintat yang meningkat di awal penanaman akan mempercepat pertumbuhan vegetative tanaman.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi Dan Pupuk Kcl Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Mariana; Nabila, Rizka
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 3 (2024): LENTERA, AGUSTUS 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu pupuk kandang sapi (K) dengan empat taraf (0, 200 g, 400 g, 600 g/polybag) dan pupuk KCl (C) dengan empat taraf (0, 1,5 g, 2,0 g, 2,5 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dosis 200 g/polybag berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan hasil umbi bawang merah. Pemberian pupuk KCl dosis 1,5 g/polybag juga berpengaruh signifikan terhadap diameter umbi dan berat umbi basah serta kering. Kombinasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah diperoleh dari perlakuan pupuk kandang sapi dosis 200 g/polybag dan pupuk KCl dosis 1,5 g/polybag
Keanekaragaman Serangga Predator Pada Tanaman Bawang Merah (Studi Kasus Di Kecamatan Grong Grong Kabupaten Pidie) Amar, Aidil; Fridayati, Diah; Achwan, Syamratul; Mariana
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2953

Abstract

The exploration of predator insects in productive and non-productive shallots. Predator insects are one of the biological control agents that can suppress pest populations in shallot fields. This study aims to determine the diversity of predator insects in productive shallot fields compared to non-productive shallot fields. The determination of insect locations was conducted using a line transect method divided into three plots. Insect sampling was performed using yellow-plate traps, sweep nets, and pitfall traps. The results showed a total of 8 and 10 families of predator insects. However, the number of morpho-species of predator insects was generally higher in productive fields compared to non-productive fields, with 14 and 20 morpho-species, respectively. The results indicate that the richness, diversity, and evenness of predators in non-productive shallot fields are higher than in productive fields.