Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN FOOD ESTATE DI SUMATERA BARAT SEBAGAI LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT Rahmi Elviana; Nadya Rishelin; Nadhilah Zahrina
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 3 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i3.006

Abstract

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mendorong program pengembangan food estate daerah. Sumatera Barat merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Indonesia namun hingga saat ini belum ada yang melakukan tinjauan mengenai strategi pengembangan food estate di Sumatera Barat. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi strategi pengembangan food estate di Sumatera Barat. Metode penelitian yang dilakukan adalah tinjauan literatur. Pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pada penelitian terdahulu yang dipublikasikan mulai tahun 2017 sampai 2022 dengan total 22 penelitian. Kesimpulan yang didapatkan yaitu Sumatera Barat memiliki kemampuan untuk menerapkan program food estate berdasarkan faktor ketersediaan pangan maupun Sumber Daya Manusia, akses distribusi rantai pasok, pemanfaatan dan stabilitas harga pangan, badan pengelola serta keberlanjutan. Lahan potensial untuk pengembangan food estate di Sumatera Barat adalah Pesisir Selatan, Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam,Lima Puluh Kota dan Pasaman dengan luas panen 223.871,77 ha dan jumlah produksi 1.074.680,49 ton.
Pengembangan Model Kriteria Penilaian Manajemen Risiko Halal Supply Chain Daging pada Bagian Downstream di Indonesia Nadya Rishelin; Romadhani Ardi; Ismet Suryadi
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2023.v17i1.012

Abstract

Daging termasuk salah satu produk yang didinginkan (cold chain) sehingga lebih sensitif terhadap kontaminasi dengan bakteri dan non-halal. Bagian downstream pada supply chain daging di Indonesia terdiri dari logistik, wholesaler, dan food services. Penelitian ini bertujuan menghasilkan pengembangan model kriteria penilaian halal supply chain daging di bagian downstream Indonesia. Kurangnya model kriteria penilaian pada industri makanan halal menyebabkan masih terdapat kemungkinan kontaminasi dengan non-halal sehingga dapat meningkatkan risiko integritas halal. Penelitian ini memiliki tiga tahap yaitu identifikasi risiko halal suppy chain daging berdasarkan literatur dan validasi oleh ahli, prioritas risiko menggunakan metode DANP, serta pengembangan model kriteria penilaian halal supply chain daging berdasarkan prioritas risiko dan validasi oleh ahli. Temuan penelitian menunjukkan 44 kriteria penilaian halal supply chain daging pada downstream di Indonesia. Aktor logistik dan wholesaler merupakan penambahan aktor yang dapat digunakan sebagai kriteria tambahan. Kriteria penilaian ini dapat digunakan oleh pembuat kebijakan setiap aktor untuk menjaga status halal.
Reliability-Based Maintenance Optimization for Transfer Carriage Station in Palm Oil Mills Using FMEA and Fishbone Analysis Nadya Rishelin; Gustiarini Rika Putri; Galih Prakoso; Viky Kurnia Putri
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v11i2.38323

Abstract

Failures in the transfer carriage at the tippler station significantly disrupt material flow in palm oil mills, contributing to approximately 50% of total downtime during seven months of operation. This study aims to identify critical failure components of the transfer carriage system using the FMEA framework, analyze the root causes of these failures through the fishbone diagram and recommend maintenance improvement strategies. Data were collected through maintenance records, direct observation, and SOD questionnaires completed by three experienced personnel. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) was applied to prioritize risks, while a fishbone diagram was used to determine root causes. The analysis showed that bearing damage or broken had the highest RPN (189) and represented the primary cause of operational interruptions. Improvement actions including automatic lubrication, stricter inspections, operator training, and higher-quality bearing selection, are projected to reduce failure frequency and unplanned downtime, enabling a shift from reactive to preventive maintenance while improving asset utilization and production stability This study offers a structured, data-driven framework for enhancing equipment reliability in palm oil mills, with practical relevance for maintenance planning and resource allocation. Keywords: Palm oil mill; transfer carriage; tippler station; FMEA; fishbone diagram; critical component
Redesain Tata Letak Fasilitas Produksi IKM Virgin Coconut Oil di Kota Pariaman Syamsul Anwar; Rizki Alfi; Verra Syahmer; Nadya Rishelin; Kushisa Atta Jaeba; Tosty Maylangi Sitorus; Adlina Safitri Helmi; Erwinsyah Sipahutar
PATRIOTIKA: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The production facility layout plays a vital role in enhancing the operational performance of Small and Medium Enterprises (SMEs). An SME in the Virgin Coconut Oil sector currently faces efficiency constraints due to an unorganized production flow. This Community Service Program (PKM) aims to redesign the SME's production facility layout to make it more effective, efficient, and compliant with sanitation standards. The implementation method consisted of three integrated stages: (1) field observation and problem identification, (2) designing a proposed layout using From-To Chart, Activity Relationship Chart and Activity Relationship Diagram instruments, and (3) socialization, design handover, and program evaluation. The result of this program is a new layout design featuring a U-shaped flow that minimizes material movement time while integrating ergonomic principles and work environment sanitation. Evaluation and feedback from the partner indicated a high level of acceptance, as the design successfully addressed the SME's operational needs. This redesigned layout is expected to serve as a strategic reference for related SMEs in optimizing production space and improving productivity sustainable.
Integrasi Metode ARIMA, Double Exponential Smoothing, dan Economic Order Quantity untuk Pengendalian Persediaan Kemasan Kardus pada Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit Nadya Rishelin; Indah Kurnia Ramadhani; Nia Arfina Foci
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 2 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i2.001

Abstract

Kebijakan pembelian kemasan kardus pada perusahaan pengolahan kelapa sawit selama ini dilakukan dengan frekuensi pemesanan tinggi, yaitu 53 kali per tahun, tanpa mempertimbangkan proyeksi permintaan aktual maupun persediaan pengaman, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas pengendalian persediaan. Penelitian ini bertujuan membandingkan akurasi Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Double Exponential Smoothing (DES) dalam memprediksi permintaan kemasan kardus, serta mengintegrasikan model terbaik dengan Economic Order Quantity (EOQ) untuk menetapkan kebijakan persediaan optimal. Analisis dilakukan terhadap data historis permintaan mingguan melalui identifikasi pola data, pengujian stasioneritas, pemodelan ARIMA dan DES, penilaian kinerja peramalan menggunakan Mean Squared Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), serta perhitungan EOQ. Model ARIMA (2,1,2) memiliki kinerja lebih baik dibandingkan DES, dengan nilai MSE 17.500.398 dan MAPE 23,7%. Nilai variabilitas permintaan (V) sebesar 0,0111 mengindikasikan pola permintaan bersifat statis sehingga EOQ layak diterapkan. Penerapan EOQ menghasilkan kuantitas pemesanan optimal 39.555 unit dengan frekuensi 14 kali per tahun, menurunkan biaya persediaan sebesar Rp6.450.711,00 atau 48,54% dibandingkan kebijakan perusahaan saat ini. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi model peramalan dengan EOQ mampu meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan pada perusahaan pengolahan kelapa sawit.