Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN TELEGRAMBOT UNTUK CRAWLING MALWARE OSINT MENGGUNAKAN RASPBERRY PI Dedy Hariyadi; Fazlurrahman Fazlurrahman
Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI) Vol 2, No 1 (2019): Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI)
Publisher : Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Komputer dan Teknik Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.992 KB) | DOI: 10.21927/ijubi.v2i1.996

Abstract

Data serangan siber yang dirilis oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Indonesia Honeynet Project (IHP) menunjukan bahwa terdapat serangan siber yang berasal dari Indonesia atau dalam negeri. Sumber informasi serangan siber yang dikategorikan sebagai Open Source Intelligent (OSINT) tersedia di Internet dengan berbagai format. Bahkan informasinya tersebar tergantung dari pihak penyedia. Pada penelitian ini diusulkan mengumpulkan berbagai serangan siber berbasis OSINT dengan metode crawling yang diakses melalui Instant Messenger. Telegram merupakan Instant Messenger yang telah menyediakan fitur otomatisasi menggunakan Robot. Aplikasi Robot ini tidak memerlukan baris kode yang banyak sehingga mudah dipasang pada Single Board Computer (SBC). Dengan bentuk Single Board Computer yang kecil memudahkan pemasangan dimana saja asalkan memiliki akses internet untuk memproses informasi. Melalui Instant Messenger Telegram mempermudah mengakses serangan siber berbasis OSINT tersebut dengan menggabungkan metode crawling dan TelegramBot.
Identifikasi Barang Bukti Percakapan Aplikasi Dual Apps Whatsapp Pada Ponsel Xiaomi Menggunakan Metode NIST Mobile Forensics Dedy Hariyadi; Dedy Hariyadi; Ike Yunia Pasa
INTEK : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/intek.v1i1.101

Abstract

Mobile Forensics is a scientific branch of Digital Forensics related to the handling of digital evidence on mobile devices. The growth of mobile devices technologies such as smartphones need quite unique and adaptive handling with technological developments. Technological innovations in mobile devices should be handled thoroughly. As an example of Dual Apps new features launched by Xiaomi also need to be identification of digital traces. Dual Apps feature allows 1 phone to have 2 accounts on 1 social media app. Using the NIST Mobile Forensics method to identify digital evidences left behind by the Dual Apps ecosystem.
Model Pengujian Celah Keamanan Bug Host Pada Layanan Promosi Operator SelulerModel Pengujian Celah Keamanan Bug Host Pada Layanan Promosi Operator Seluler Dedy Hariyadi; Imam Ahmad Subhan; Alfirst Radena Julio Vanca
INTEK : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/intek.v1i1.102

Abstract

The growth of internet usage in Indonesia can not be separated from market penetration role by Cellular Operator. In this case Celullar Operators often provide promotional services to customers. Behind the promotional services there are several security holes that are utilized by customers. Usually the security hole is called a bug host. This research proposes a model of security testing of the promotional services.
ANALISIS JARINGAN PADA APLIKASI PENGAMANAN AKSES INTERNET Dedy Hariyadi; M. Roykhul Jinan; Nur Seto Bayuaji; Anas Sufi Hasan
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 2 No. 1 (2019): Edisi Mei 2019
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.999 KB) | DOI: 10.14421/csecurity.2019.2.1.1416

Abstract

Pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Ancaman pada jalur internet perlu menjadi perhatian khusus. Salah satu serangan yang memungkinkan mengambil alih atau merekayasa informasi adalah Man-in-the-Middle (MITM). Untuk menghindari serangan MITM beberapa pengguna internet memasang aplikasi tambahan baik pada ponsel cerdas ataupun komputer. Aplikasi tambahan ini cara mendapatkannya ada yang bersifat gratis dan berbayar. Pada penelitian ini melakukan survei ke beberapa responden terkait implementasi aplikasi pengamanan akses internet di ponsel cerdas maupun komputer. Hasil survei juga diselaraskan dengan analisis trafik jaringan terkait metode-metode yang digunakan dalam aplikasi pengamanan akses internet. Aplikasi-aplikasi pengaman akses tersebut masing-masing memiliki metode untuk mengamankan dari serangan MITM.
PAZIIM DIGITAL EVIDENCE ANALYSIS APPLICATION ON ANDROID SMARTPHONES WITH A LOGICAL ACQUISITION APPROACH Dedy Hariyadi; Hendro Wijayanto; Indah Daila Sari
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 2 No. 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.834 KB) | DOI: 10.14421/csecurity.2019.2.2.1603

Abstract

The use of social media in Indonesia has increased very rapidly in 2018 compared to the previous year. This makes a lot of social media made by the children of the nation appear, one of which is Paziim. Socializing on the internet is very easy to leak personal data. There are three aspects that can be utilized on online social networks (OSN) in the disclosure of private data to the public, namely the strength of the relationship (strong or weak), the type of relationship and the characteristics of one's habits. Mobile forensics is needed to analyze digital evidence on social media applications installed on Android smartphones. Indonesia through the National Standardization Agency (BSN) also issued standards related to digital forensics. Standards which are derived from ISO / IEC regulate Security Techniques - Guidelines for the Identification, Collection, Acquisition and Preservation of Digital Evidence. This standardization is known as SNI ISO / IEC 27037: 2014. From the results of cell phone forensic analysis on the Paziim application, the results found the username, coordinates, device models, and operators used by users in SQLite Web_Data and OneSignal.xml files
Bangkolo: Aplikasi Vulnerability Identification Berbasis Hybrid Apps Dedy Hariyadi; Fazlurrahman Fazlurrahman; Hendro Wijayanto
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2020.3.1.2027

Abstract

Keamanan merupakan hal penting dalam sistem maupun jaringan dalam melindungi data informasi. Tingginya tingkat laporang celah keamanan dari Edgescan menunjukkan masih minimnya pengembang sistem dan jaringan dalam hal menutamakan keamanan. Information System Security Assesment Framework (ISSAF) merupakan metodologi penetration testing yang dikembangkan oleh Open Information Systems Security Group. Dalam framework tersebut terdiri dari tiga fase, yaitu Planing and Preparation, Assessment dan Reporting, Clean-up and Destroy Astefacts. Dalam melakukan Vulnerabilities Identification diperlukan tools untuk mengetahui potensi celah keamanan dalam bentuk laporan. Ini sangat diperlukan untuk mempermudah analisis, penggunaan dan meminimalisir biaya pentesting. Selama ini tools pentesting kebanyakan masih menggunakan model Command Line Interface (CLI) sehingga sulit digunakan oleh orang awam. Sehingga diperlukan tools berbasis Graphic User Interface (GUI). Dengan pendekatan Hybrid Apps dapat dikembangkan aplikasi pentesting berbasis Graphic User Interface  yang memanfaatkan kelebihan teknologi native dan web. Bangkolo merupakan aplikasi untuk pentesting yang dikembangkan dari framework ISSAF dan pendekatan Hybrid Apps.
INVESTIGASI DAN ANALISIS FORENSIK DIGITAL PADA PERCAKAPAN GRUP WHATSAPP MENGGUNAKAN NIST SP 800-86 dan SUPPORT VECTOR MACHINE Dedy Hariyadi; M. Wahyu Indriyanto; Muhammad Habibi
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 3 No. 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2020.3.2.2193

Abstract

WhatsApp merupakan platform instant messaging yang populer di Indonesia. Berdasarkan statistik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2019 bahwa WhatsApp juga dinyatakan sebagai platform yang sering digunakan untuk mendukung tindak kejahatan. Oleh sebab itu penyidik memerlukan pemodelan untuk mempermudah dalam mengklasifikasikan konten negatif atau positif dari barang bukti digital berupa percakapan. Pemodelan dalam bentuk klasifikasi dapat membantu penyidik untuk mendeteksi kualitas percakapan pada suatu grup sehingga dapat mempercepat proses penyidikan. Dalam penelitian ini menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk mengklasifikasikan kualitas percakapan pada suatu grup. Pada penelitian ini berhasil mengklasifikan barang bukti digital berupa percakapan suatu grup dengan persentase kurang lebih 96,21% konten negatif. Nilai persentase tersebut dapat dijadikan suatu indikator awal dalam deteksi kualitas percakapan yang bersifat negatif. Sehingga pihak penyidik dapat mengambil tindakan penyidikan lebih intensif terkait percakapan yang bersifat negatif.
PENGEMBANGAN APLIKASI INFORMATION GATHERING MENGGUNAKAN METODE HYBRID SCAN BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE Mardhani Riasetiawan; Akas Wisnuaji; Dedy Hariyadi; Tri Febrianto
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2449

Abstract

Sebagian analis keamanan sistem dan jaringan komputer menyatakan aplikasi atau alat bantu pengujian berbasis Command-line Interface (CLI) sangat mempermudah pekerjaan. Namun, tidak banyak aplikasi tersebut tidak komprehensif baik cara menganalisis maupun hasil laporannya. Laporan pada proses pengujian keamanan sistem dan jaringan komputer diharapkan minimal terdiri dari dua tipe, yaitu keperluan manajemen dan tim teknis. Tulisan ini diusulkan pengembangan aplikasi atau alat bantu pengujian keamanan sistem dan jaringan komputer yang komprehensif dan memiliki laporan yang memudahkan tim manajemen dan tim teknis. Pada pengembangan ini menggunakan bahasa pemrograman Python dengan module TKInter untuk menghasilkan aplikasi berbasis Graphical User Interface (GUI). Dengan menggunakan aplikasi GUI harapannya dapat digunakan oleh siapapun. Fokus pengembangan aplikasi ini yaitu pada tahapan Information Gathering yang menggunakan metode Hybrid Scan,yaitu: Passive dan Active. Passive Scan menggunakan 11 Application Programming Interface (API) sedangkan Active Scan menggunakan Socket Module Python dan berberapa aplikasi native yang berjalan di GNU/Linux.
ANALISIS BIBLIOMETRIKA TINDAK KEJAHATAN CRYPTOJACKING BERDASARKAN INDEX SCOPUS: 2018 - 2021 Burhan Alfironi Muktamar; Dedy Hariyadi; Chanief Budi Setiawan; Arief Ikhwan Wicakasono
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2022.5.1.3641

Abstract

Tim Tanggap Insiden Siber Spanyol pada tahun 2021 menyatakan bahwa penggunaan mata uang kripto mengalami pertumbuhan. Hal ini selaras dengan indikasi pertumbuhan tindak kejahatan cryptojacking yang memanfaatkan mata uang kripto. Penambangan mata uang kripto memerlukan sumber daya yang besar. Terindikasi adanya oknum yang melakukan aktivitas penambangan menggunakan sumber daya ilegal, dan aktivitas ini dapat dikatakan sebagai tindak kejahatan cryptojacking. Berdasarkan sistem indexing Scopus, pada rentang tahun 2018 - 2021 terdapat 94 artikel penelitian terkait tindak kejahatan cryptojacking. Negara yang cukup aktif melakukan penelitian tindak kejahatan cryptojacking adalah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Untuk memperdalam kajian tindak kejahatan cryptojacking, diperlukan pengetahuan tentang keamanan sistem dan jaringan komputer, malicous software (malware), dan mata uang elektronik seperti bitcoin, ethereum, litecoin, dan sebagainya. Dengan menggunakan analisis bibliometrika, dapat dilakukan kajian lebih lanjut menggunakan kata kunci atau tren dari sebuah topik penelitian. Selain itu, hal ini mempermudah peneliti dalam melakukan pemetaan topik-topik lanjutan. Kata kunci: cryptojacking, mata uang kripto, kejahatan siber, scopus, bibliometrika ------ Spain's Computer Security Incident Response Team in 2021 stated that there is experiencing growth in cryptocurrency usage. This is in line with growth of cryptojacking crimes that use cryptocurrencies. Cryptocurrency mining requires large amount of resources. There are people carry out mining activities using illegal resources, defined as a cryptojacking crime. Based on the Scopus indexing system, research related to cryptojacking began in 2018. Until 2021, there are 94 articles related to cryptojacking. Active countries in cryptojacking crime research are China, India, and the United States. Research of cryptojacking crimes, requires basic knowledge about computer system and network security, malicous software (malware), and electronic currencies such as bitcoin, ethereum, litecoin, etc. Using bibliometric analysis, it is possible to conduct further studies using certain keywords or trends from a research topic. In addition, it also makes it easier for researchers to map advanced topics. Keywords: cryptojacking, crypto currency, cyber crime, scopus, bibilometrics  
Model Inspeksi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan Teknik Wardrving Berbasis ChatBot Mei Purweni; Dedy Hariyadi; Faulinda Ely Nastiti; Fazlurrahman Fazlurrahman
Jurnal Komtika (Komputasi dan Informatika) Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/komtika.v6i2.7943

Abstract

Penggunaan perangkat jaringan nirkabel seperti Access Point perlu dianalisis untuk menghindari serangan intersep ataupun bypass oleh pelaku kejahatan. Kegiatan inspeksi keamanan jaringan nirkabel dalam inspeksi/operasi intelligen harus dilakukan secara rahasia, akurat dan cepat. Penelitian ini mengusulkan pengembangan aplikasi pengumpulan informasi dan pemetaan perangkat jaringan access point dalam operasi intelijen oleh petugas lapangan sebagai bahan rujukan dalam penyajian laporan saat proses penyidikan. Pengumpulan informasi pada penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Signal Intelligence yang telah diselaraskan dengan model Signal Intelligence dan Intelligence Collection System. Penelitian ini telah menggunakan kedua cabang tersebut dikolaborasikan dengan komunikasi chatbot untuk mempermudah proses analisis petugas lapangan yang disertai dengan aktivitas menyaru data jaringan di tengah-tengah masyarakat.
Co-Authors Abdul Rohman Supriyono Adkhan Sholeh Adri Priadana Ahmad Luthfi Akas Wisnuaji Akas Wisnuaji Akas Wisnuaji Alfirst Radena Julio Vanca Alfun Roehatul Jannah Anas Sufi Hasan Arief Ikhwan Wicakasono Arief Ikhwan Wicaksono Arif Akbarul Huda Asnawi, Choerun Azzam Syawqi Aziz Bambang Nakulo Barep Setiyadi Burhan Alfironi Muktamar Chanief Budi Setiawan Choerun Asnawi Daila Sari, Indah Dewi , Grita Supriyanto Dia Putera Idiana Kusuma Dondy Bappedyanto Eka Tresna Irawan Evy Kusumaningrum FAULINDA ELY NASTITI Fazal, Ahmad Fazlurrahman Bima Fazlurrahman Fazlurrahman Fazlurrahman Hadi, Muhammad Finansia, Cici Grinaldy Yafi’ Rasyad Grita Supriyanto Dewi Helmi Danang Pamungkas Hendro Wijayanto Hendro Wijayanto Heru Bagus Hermawan Ibnu Abdul Rosid Ike Yunia Pasa Imam Ahmad Subhan Imam Puji Santoso Indah Daila Sari Indah Daila Sari Irmma Dwijayanti Kharisma Kurniawan, Hendarto Kusumaningtyas, Kartikadyota Kusumaningtyas, Netania Indi Lahitani, Alfirna Rizqi M. Roykhul Jinan M. Wahyu Indriyanto Mandahadi Kusuma, Mandahadi Mardhani Riasetiawan Ma’rifat Ma’rifat Mei Purweni Muhammad Agung Nugroho Muhammad Habibi Muhammad, Abdul Haris Muttaqin, Filda Fikri Faizal Muyasaroh, Nurul Nakulo, Bambang Nasution, Annio Indah Lestari Nindya Dwi Anggana Ningrat, Aditya Wahyu Nur Hikmatul Maulida Nur Seto Bayuaji Puji Winar Cahyo Purweni, Mei Rama Sahtyawan Ramadhana Saputra Ramadhani, Erika Rizdqi Akbar Ramadhan Saputri, Yerly Ania Sari, Indah Daila Setiyadi, Barep Sopingi SRI SUMARLINDA Subektiningsih Subektiningsih Sumarsono Sumarsono Sumarsono Sumarsono Tri Febrianto Tri Febrianto Ulfi Saidata Aesyi Wing Wahyu Winarno