Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : PEDAGOGI

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PENGETAHUAN SOSIAL DI TAMAN KANAK-KANAK hendarwati, Endah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.12 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v1i1.16

Abstract

Endah Hendarwati1Dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD- FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya  email: endah_hen@yahoo.com ABSTRAK Tahapan berpikir pada anak usia dini adalah tahap berpikir konkrit. Anak usia dini lebih mudah memahami suatu situasi dan materi secara konkrit. Demikian juga dengan pembelajaran pengetahuan sosial di Taman Kanak-Kanak harus dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat konkrit.Pengetahuan sosial  di Taman kanak-kanak  merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi disiplin ilmu-ilmu sosial. Materi pengetahuan sosial diambil atau dipilih dari bagian konsep-konsep ilmu-ilmu sosial yang telah disederhanakan, disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan usia anak. Oleh karena itu pembelajaran Pengetahuan Sosial pada di Taman Kanak-Kanak harus menggunakan media sesuai dengan tema dan agar anak dapat mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dengan media anak juga dapat menghubungkan berbagai situasi yang berkaitan dengan Pengetahuan Sosial. Kata Kunci: Media, Pengetahuan Sosial, Taman Kanak-kanak ABSTRACTStages of thinking in early childhood are the stage of concrete thinking. Early childhood is easier to understand a situation and in a concrete material. As well as social science learning in kindergarten must be associated with things that are concrete. Social knowledge in kindergarten is a simplification, adaptation, selection, and modification of the social sciences disciplines. The material was taken or selected social knowledge of the concepts of the social sciences that have been simplified, adapted to the rate of growth and development of the child's age. herefore, the Social Sciences learning in kindergarten must be used in accordance with the theme and the media so that children can easily understand the material presented by the teacher. Using the child media can also connect a variety of situations related to Social Sciences. Keywords: Media, Social Science, Kindergarten
Pengaruh Strategi Pembelajaran Beyond Centers And Circletime (Bcct) Terhadap Kreatifitas Anak Usia Dini Kelompok Usia 3-4 Tahun Di Pos Paud Nusa Indah Surabaya Kholifah, Rini Nur; Hendarwati, Endah; Setiawan, Aris
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.914 KB) | DOI: 10.30651/pedagogi.v4i1.3608

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran klasikal yang digunakan guru dalam mengajarkan calistung kreativitas anak belum berkembang dengan optimal. Strategi pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) dipilih sebagai suatu model pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam model pembelajaran tersebut terdapat suatu variasi prilaku kreatif yang digunakan untuk bahan penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas kreativitas anak usia dini dengan menggunakan pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) dan pengaruh strategi pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) terhadap kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas kreativitas anak usia dini dengan menggunakan pembelajarn beyond centers and circle time (bcct) dan pengaruh strategi pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) terhadap kreativitas anak usia dini. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan Pre-Experimental Design dengan menggunakan Pre-Test-Post-Test Control Group Design. Populasi dari penelitian adalah anak Pos Paud Nusa Indah Surabaya. Kelompok B dengan jumlah anak 28, kelas eksperimen 14 anak dan kelas kontrol 14 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok dinyatakan terdistribusi normal (0,200>0,05) untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dari uji Homogenitas di dapat kedua kelompok bersifat homogen (0.378>0,050) pada pretest dan(0.554>0,05) pada hasil nilai dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat perbedaan mean sebesar 0,5 hal ini terlihat dari mean difference sebesar -0,5000. Hasil analisis Group Statistics Pretest dan Group Statistics Posttest terlihat ada perbedaan dengan rata-rata pretest 6.143 berubah menjadi 9.714 dengan range kenaikan rata-rata 3.571. Sementara kelompok dengan pendekatan BCCT (Beyond Centers and Circle Time) mendapat hasil rata-rata 6.00 dan medapati kenaikan pada skor 10.214 dengan kenaikan skor sebesar 4.214. dengan demikian dapat di artikan bahwa penggunaan pendekatan BCCT (Beyond Centers and Circle Time) lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kreatifitas anak.
PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATAN METAKOGNITIF ANAK USIA DINI Endah Hendarwati
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1150

Abstract

Metakognitif mempunyai peran yang sangat penting bagi seseorang dalam mengembangkan kesadaran berpikir.  Vennman, dkk (2006) menyatakan bahwa antara usia 3 dan 5 tahun metamemori dan pengetahuan metakognitif mulai berkembang dan berlangsung seiring perkembangan usia, sedangkan keterampilan metakognitif berkembang antara 8 dan 10 tahun dan berkembang pada saat-saat dibutuhkan. Istomina (1982) mempelajari cara-cara anak-anak yang dilakukan oleh anak dalam berbagai usia, Anak-anak berusia 4 tahun lebih tertarik dengan sesuatu yang harus di lakukan sesuai dengan yang mereka ingat, anak-anak berusia 5 dan 6 tahun mencoba menghafal apa yang telah mereka katakan dengan meminta agar hal itu diulang, anak-anak berusia 7 tahun mencoba membuat beberapa koneksi logis antara item dalam daftar pikiran mereka. Guru berperan besar dalam melatih metakoginif dan membantu anak mengembangkan kesadaran metakognitif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan perkembangan metakognitif. Permasalahannya pembelajaran selama ini belum melatih anak memiliki kemampuan berpikir, memberdayakan anak berpikir kreatif dan termotivasi materi yang dipelajari. Dalam melatih kemampuan metakoginitiff anak media permaianan dapat digunakan dalam pembelajaran. Media yang digunakan dengan media permainan mencampur warna, balok, bombix, dan pasir.Kata Kunci: Metakognitif Anak, Media Permainan
Analisis Pemahaman Konsep Bilangan pada Anak Usia Dini melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together Amalia Maharani Putri; Endah Hendarwati; Wardah Suweleh
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v8i1.9401

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman konsep bilangan pada anak usia dini melalui model pembelajaran numbered head together. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kepustakaan atau library research. Hasil analisis penelitian ini yaitu model pembelajaran numbered head together merupakan cara yang tepat untuk menstimulus pemahaman konsep bilangan anak usia dini. Model pembelajaran numbered head together adalah pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap anak dalam kelompok kecil mendapatkan nomor yang berbeda sesuai jumlah anggota kelompok. Hasil kerja kelompok akan disampaikan oleh perwakilan anak dari setiap kelompok yang ditunjuk secara acak oleh guru. Penunjukkan dilakukan secara acak pada tahap answering untuk memotivasi anak dalam memahami konsep bilangan. Keterlibatan anak dalam kelompok dapat menjadikan anak lebih aktif untuk mengkonstruk pengetahuan, sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Analisis dengan literatur review dilakukan dengan beberapa teknik , yaitu 1) compare, yaitu mencari kesamaan dari beberapa literatur lalu dibuat sebuah kesimpulan, 2) contrast, yaitu mencari perbedaan dari beberapa literatur lalu dibuat sebuah kesimpulan, 3) criticize, yaitu peneliti membuat pendapat terkait dengan literatur yang dibaca, 4) synthesize, yaitu membentuk sebuah ide baru dengan cara menggabungkan sumber penelitian, 5) summarize, yaitu menuliskan kembali sumber penelitian dengan kalimat peneliti. Hasil analisis dengan literatur review model pembelajaran numbe red head together dapat meningkatkan pemahaman anak terkait materi pembelajaran, yang meliputi meningkatnya kemampuan anak untuk membilang awal, pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan kondusif, menjadikan anak lebih fokus, mengembangkan keterampilan sosial anak, meningkatkan keaktifan anak.
STRATEGI LITERASI VISUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI MELALUI BUKU BERGAMBAR Aulia, Rifqo Nida; Habibah, Ummu; Nabila, Putri Syaura; Hendarwati, Endah
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v11i2.27185

Abstract

Masa usia dini berada pada tahap penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional . Peran orangtua dan guru menumbuhkan minat baca sebagai pondasi ketermapilan literasi jangka panjang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi literasi visual dengan memanfaatkan buku cerita bergambar guna meningkatkan minat baca anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal, artikel, dan situs website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi visual yakni kemampuan untuk menginterpretasi, menganalisis, dan memahami pesan visual, melalui media bergambar dapat secara signifikan meningkatkan minat baca anak. Strategi yang efektif meliputi kebiasaan membaca, pemilihan buku yang sesuai usia dan kaya ilustrasi, metode bercerita yang interaktif, penggunaan alat bantu visual, penyediaan lingkungan membaca yang menarik, serta kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Buku bergambar membantu anak memahami isi cerita, memperluas kosakata, merangsang imajinasi, dan mendukung perkembangan sosial-emosional. Dengan demikian, strategi literasi visual melalui buku bergambar merupakan pendekatan yang efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan minat baca anak usia dini.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROYEK PADA KURIKULUM MERDEKA TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN NILAI AGAMA DAN BUDI PEKERTI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 69 SURABAYA Fajeriyah, Rifa'ul; Hendarwati, Endah; Rahayu, Aristiana Prihatining
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran proyek adalah suatu pendekatan dimana anak bekerja secara berkelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada disekitarnya secara kreatif melalui sebuah proyek. Capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti pada karakter tanggung jawab dan peduli anak di TK Aisyiyah 69 masih tergolong kurang dimana dari 26 anak hanya 12 anak yang mau bertanggung jawab pada tugasnya dan 8 anak yang peduli dengan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan apakah ada pengaruh model pembelajaran proyek pada kurikulum merdeka terhadap capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 69 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karena model pembelajaran proyek sangat efektif dan memberikan pengalaman langsung pada anak. Hasil rata-rata pretest adalah 8,3 dan mengalami peningkatan menjadi 19,65 pada saat postest. Perbedaan rata-rata pretest dan postest dihitung menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran proyek pada kurikulum merdeka terhadap capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 69 Surabaya. Kata kunci: Capaian Pembelajaran; Model Pembelajaran Proyek; Nilai Agama dan Budi Pekerti