Pantai Balekambang merupakan destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Kabupaten Malang yang perkembangannya sangat dipengaruhi oleh pola sosial dan partisipasi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sosial dan bentuk partisipasi warga dalam pengelolaan kawasan wisata Pantai Balekambang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap 10 informan kunci (warga lokal, pengelola, dan wisatawan), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sosial di Pantai Balekambang berjalan sangat baik, ditandai dengan koordinasi harmonis antara warga lokal, pengelola, dan pengunjung melalui mekanisme musyawarah dan gotong royong. Partisipasi warga mencakup kerja bakti kebersihan pantai, pengelolaan usaha ekonomi lokal, pelestarian budaya melalui upacara Besekah Laut, dan keterlibatan aktif dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Balekambang Bersatu". Faktor pendorong partisipasi meliputi manfaat ekonomi langsung dan dukungan pemerintah daerah, sementara kendala yang dihadapi berupa perbedaan pendapat antarwarga dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara masyarakat, pengelola, dan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan wisata pesisir berbasis komunitas yang inklusif di Kabupaten Malang.