Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : EDUPEDIA

ETNOMATEMATIKA TRADISI ENDHOG-ENDHOGAN DI DESA MACANPUTIH KECAMATAN KABAT BANYUWANGI Siti Roudhotul Jannah; Barep Yohanes
EDUPEDIA Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v6i1.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan etnomatematika yang ada pada tradisi endhog-endhogan  Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Objek dalam penelitian ini adalah tradisi endhog-endhogan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksploratif deskriptif untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan etnomatematika yang ada pada tradisi endhog-endhogan yang terdapat di Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat diberikan kesimpulan data bahwa konsep-konsep matematika yang dapat ditemukan dari tradisi Endhog-Endhogan di Desa Macanputih Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi pada prosesi geridhoan diantaranya konsep modulo 12 pada bulan pelaksanaan tradisi endhog-endhogan; konsep garis pada lidi; konsep persegi panjang pada bentuk gedheg; konsep refleksi, translasi dan rotasi pada motif gedheg; konsep kekongruenan pada pola gedheg; konsep relasi pada prosesi tradisi geridhoan; dan konsep himpunan pada kumpulan orang yang terlibat dalam tradisi geridhoan. Pada prosesi selametan terdapat beberapa konsep, diantaranya konsep membilang pada saat membilang banyaknya jodhang; konsep persegi panjang pada daun pisang; konsep membilang pada saat membilang banyak daun pisang; konsep persegi pada tempat ancak; konsep relasi pada saat pulang membawa ancak; dan konsep himpunan pada orang yang terlibat dalam tradisi geridhoan. Pada prosesi karnaval endhog-endhogan terdapat beberapa konsep, diantaranya konsep membilang pada saat membilang banyaknya miniatur yang ditampilkan, membilang banyaknya kembang endhog; dan konsep segitiga siku-siku pada bagian jodhang yang paling bawah atau kaki jodhang.
BEBAN KOGNITIF INTRINSIC DALAM PEMBELAJARAN MATERI EKSISTENSI BILANGAN IRRASIONAL BAREP YOHANES
EDUPEDIA Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v6i1.1177

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan munculnya beban kognitif intrinsic dalam pembelajaran materi eksistensi bilangan irrasional. Objek penelitian merupakan mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi prodi. Pendidikan Matematika angkatan 2018 tahun pembelajaran ganjil 2021/2022. Data yang diperoleh berasal dari observasi kegiatan pembelajaran, lembar catatan, wawancara, dan rekaman video pembelajaran. Penelitian mendapatkan hasil  bahwa beban kognitif intrinsic dalam pembelajaran eksistensi bilangan irrasional disebabkan oleh elemen interaktivitas dan interaksi antar elemen interaktivitas. Elemen interaktivitas meliputi pembuktian kontradiktif, bilangan berpangkat, relatif prima, dan keterbagian bilangan. Interaksi antar elemen interaktivitas yaitu penarikan kesimpulan dari awal, keterbagian bilangan berpangkat 2 dan berpangkat 1, perbedaan nilai bilangan irrasional.
Pengaruh Hafalan Al-Qur’an Terhadap Prestasi Matematika Siswa Kelas VIII SMP Al-Anwari Hilmatul Ulfa; Eko Listiwikono; Barep Yohanes
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i2.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hafalan Al-Qur’an terhadap prestasi matematika siswa Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel independent berupa hafalan Al-Qur’an dan variabel dependen berupa prestasi matematika siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Al-Anwari dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang yang ditentukan berdasarkan  tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk memeliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik. Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan metode purposive area. Purposive area adalah penentuan daerah berdasarkan tujuan tertentu. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan teknik probability sampling menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah tes kinerja (praktik) dan tes tulis prestasi belajar matematika siswa. Tes kinerja Al-Qur’an yaitu siswa membaca ayat Al-Qur’an yang telah dihafalnya dan tes tulisprestasi matematika  berupa tes uraian untuk mengetahui prestasi matematika siswa. Instrumen tes terlebih dahulu di validasi oleh validator untuk mengetahui kevalidan instrumen tes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat pengaruh yang signifikan antara menghafal Al-Qur’an terhadap prestasi matematika siswa dengan diperoleh model regresi Y = 36,789 + 0,332X. 
TEORI BEBAN KOGNITIF DAN BERPIKIR PSEUDO PADA PEMAHAMAN DEFINISI OPERASI PERKALIAN CALON GURU MATEMATIKA Yohanes, Barep
EDUPEDIA Vol 8, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.2997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beban kognitif dan berpikir pseudo pada pemahaman definisi operasi perkalian calon guru matematika. Kesalahan pemahaman calon guru matematika dapat menyebabkan kesalahan konsep pada siswa yang kelak akan diajar. Kesalahan akan terus turun temurun sehingga mengakibatkan ketidak singkronan antara konsep perkalian terhadap kehidupan sehari-hari. Matematika memiliki peran yang terkoneksi antara matematika dengan matematika, matematika dengan kehidupan sehari-hari, dan matematika dengan bidang ilmu lainnya. Penelitian dilakukan dengan memberikan kasus masalah 1 untuk memancing munculnya berpikir pseudo dan selanjutnya diberikan kasus masalah 2 untuk memancing munculnya beban kognitif dalam pemahaman definisi perkalian. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen utama adalah peneliti itu sendiri dan instrument pendukung adalah kasus masalah, wawancara, observasi penelitian, dan dokumentasi. Analisis pengecekan keabsahan menggunakan triangulasi data dengan melibatkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat pemberian kasus masalah 1 muncul berpikir pseudo benar dan pseudo salah. Selanjutnya diberikan kasus masalah 2 muncul beban kognitif intrinsic dan germane dalam pembahasan definisi perkalian. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini bahwa berpikir pseudo salah terjadi karena kurang memahami kegunaan definisi perkalian dalam aplikasi dikehidupan sehari-hari. Pemberian kasus yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dapat memicu munculnya beban kognitif germane untuk memperbaiki berpikir pseudo yang dialami oleh calon guru matematika.
TEORI BEBAN KOGNITIF DAN BERPIKIR PSEUDO PADA PEMAHAMAN DEFINISI OPERASI PERKALIAN CALON GURU MATEMATIKA Yohanes, Barep
EDUPEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i2.2997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beban kognitif dan berpikir pseudo pada pemahaman definisi operasi perkalian calon guru matematika. Kesalahan pemahaman calon guru matematika dapat menyebabkan kesalahan konsep pada siswa yang kelak akan diajar. Kesalahan akan terus turun temurun sehingga mengakibatkan ketidak singkronan antara konsep perkalian terhadap kehidupan sehari-hari. Matematika memiliki peran yang terkoneksi antara matematika dengan matematika, matematika dengan kehidupan sehari-hari, dan matematika dengan bidang ilmu lainnya. Penelitian dilakukan dengan memberikan kasus masalah 1 untuk memancing munculnya berpikir pseudo dan selanjutnya diberikan kasus masalah 2 untuk memancing munculnya beban kognitif dalam pemahaman definisi perkalian. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen utama adalah peneliti itu sendiri dan instrument pendukung adalah kasus masalah, wawancara, observasi penelitian, dan dokumentasi. Analisis pengecekan keabsahan menggunakan triangulasi data dengan melibatkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat pemberian kasus masalah 1 muncul berpikir pseudo benar dan pseudo salah. Selanjutnya diberikan kasus masalah 2 muncul beban kognitif intrinsic dan germane dalam pembahasan definisi perkalian. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini bahwa berpikir pseudo salah terjadi karena kurang memahami kegunaan definisi perkalian dalam aplikasi dikehidupan sehari-hari. Pemberian kasus yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dapat memicu munculnya beban kognitif germane untuk memperbaiki berpikir pseudo yang dialami oleh calon guru matematika.