Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Interfensi dan Integrasi Tuturan pada Penjual dan Pembeli di Pasar Bandung Baru Umi Kholidah; Dessy Saputry; Amy Sabila; Marhamah Marhamah
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol 6 No 1 (2022): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v6i1.4928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemakaian bentuk-bentuk interferensi dan integrasi pada tuturan penjual dan pembeli di Pasar Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk interferensi morfologis, interferensi fonologis, interferensi semantis, interferensi sintaksis, integrasi audial, integrasi visual, integrasi penerjemah konsep, dan integrasi penerjemah langsung. Tuturan yang mengandung interferensi sebanyak 26 bentuk interferensi dan integrasi sebanyak 12 bentuk integrasi. Interferensi yang paling banyak ditemukan adalah interferensi morfologis dan fonologis sedangkan integrasi paling banyak ditemukan adalah integrasi audial dan penerjemah langsung. Simpulan, pemakaian interferensi dan integrasi pada tuturan penjual dan pembeli di Pasar Bandung Baru terdapat interferensi morfologis, fonologis, sintaksis, semantik, sedangkan dalam integrasi audial, visual, penerjemah langsung dan penerjemah konsep. Kata Kunci: Integrasi, Interferensi, Pembeli, Tuturan Penjual
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara Ani Diana; Ida Ayu Wulandari; Dessy Saputry
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v5i2.3480

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan melakukan analisis terhadap nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara terdiri atas: 1) Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (religius) 31 kutipan; 2) Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (moral) 52 kutipan; 3) Nilai karakter dalam hubunganya dengan sesama (sosial) 33 kutipan, dan; 4) Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan 4 kutipan. Adapun nilai pendidikan karakter yang paling banyak terdapat dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara adalah nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (moral) dan yang paling sedikit adalah nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan. Banyaknya nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam novel ini sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah. Kata kunci: Nilai-nilai, Pendidikan Karakter, Novel
MENULIS CERPEN PADA BIMBINGAN BELAJAR REMAJA USIA SMA Dessy Saputry; Amy Sabila; Bella Putri Aulia
Bagimu Negeri Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan penulisan cerita pendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa melalui hasil pemerolehan data bimbingan belajar remaja usia SMA di Waringin Sari Barat melalui analisis cerita pendek berdasarkan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsiknya yang menunjukkan bahwa remaja mampu mengaplikasi unsur-unsur tersebut ketika membuat cerpen, yang dilakukan secara berkelompok agar mereka saling bertukar ide dan pemahaman yang kurang dikuasai temennya. Ketika di tes diberi pertanyaan mereka mampu menjawab dengan baik, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja Waringin Sari Barat dapat dibimbing dengan baik dalam penulisan cerita pendek berdasarkan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik
Kritik Psikologi Sastra Tokoh Utama Dalam Naskah Drama Abadi Sepanjang Malam Karya Max Arifin Ridayani Ridayani; Dessy Saputry; Rindi Nathasya; Amida Khoirotunnisa
Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v1i4.161

Abstract

This research discusses Sigmund Freud's psychoanalytic studies. The aim of this research is to analyze literary psychology in the drama Storm All the Night. This research uses a qualitative descriptive research method. The qualitative descriptive method is a method for describing something. This method is used to explain the overall results of the analysis that has been carried out, the results of which are in the form of words or words from what has been observed. The object that is the focus of this research is the inner conflict of the main character in the drama Storm Throughout the Night by Max Arifin. The results of this research are the existence of inner conflict in the form of id, ego and superego in drama scripts.
Analisis Psikolinguistik terhadap Keterlambatan Bicara pada Anak dengan ADHD: Studi Kasus Reiha Dessy Saputry; Septiana Septiana; Sifa Uswatun Nisa; Julyta Laura Nadifah; Ari Anggoro
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2317

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti aspek suara pada anak yang memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik. Subjek dari penelitian ini adalah Raiha, seorang gadis berusia tujuh tahun yang bersekolah di taman kanak-kanak inklusif di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus pada studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan rekaman ucapan, lalu dianalisis dengan metode padan fonetis artikulatoris untuk menemukan jenis kesalahan fonologis. Temuan menunjukkan bahwa Raiha mengalami berbagai jenis kesalahan suara, termasuk penggantian fonem, penghilangan, distorsi, dan pengurangan konsonan ganda. Kesalahan ini sangat terkait dengan gangguan perhatian dan sifat impulsif yang memengaruhi kemampuan memori kerja serta kontrol motorik pada organ bicara. Di samping faktor kognitif, kurangnya interaksi verbal di sekitarnya pun memperburuk masalah fonologis yang ada. Dari sudut pandang psikolinguistik, keterlambatan bicara yang dialami oleh Raiha disebabkan tidak hanya oleh masalah pengucapan, tetapi juga oleh gangguan dalam proses berpikir ketika menyimpan dan memproduksi suara bahasa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi pendidik dan terapis bicara untuk merancang intervensi yang tepat bagi anak ADHD yang mengalami masalah fonologis.
Analisis Strategi Produksi Ujaran Komika Fajar Mukti sebagai Inspirasi Kreativitas Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Dessy Saputry; Umi Kholidah; Bachtiar Nugroho; Husnun Hanifa; Pingki Miftaulia; Arum Gesti Oktavia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2318

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa pembelajaran bahasa di abad ke-21 perlu mengedepankan aspek kontekstual, ekspresif, dan kreatif, tidak hanya berfokus pada struktur dan tata bahasa semata. Dalam konteks tersebut, ujaran komika menjadi fenomena linguistik menarik karena memadukan kecerdasan berbahasa, sensitivitas sosial, dan kemampuan retorika untuk menciptakan efek humor yang bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berupa video penampilan Fajar Mukti pada SUCI Season 11, serta data sekunder dari literatur linguistik, pragmatik, dan pembelajaran bahasa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, klasifikasi strategi kebahasaan, interpretasi makna, dan penarikan relevansi pedagogis dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama produksi ujaran, yaitu: (1) pemilihan diksi dan permainan kata, (2) pemanfaatan implikatur dan konteks pragmatik, (3) penggunaan ironi dan hiperbola sebagai gaya retorika, serta (4) eksplorasi konteks sosial sebagai sumber humor. Keempat strategi tersebut mencerminkan kecerdasan linguistik dan kepekaan sosial Fajar Mukti dalam membangun humor yang cerdas, santun, serta edukatif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa analisis terhadap strategi produksi ujaran komika dapat berkontribusi pada pengembangan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang komunikatif, reflektif, dan relevan dengan kehidupan nyata.
Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun dalam Kajian Psikolinguistik dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Anak Usia Dini Eka Septiani; Dessy Saputry; Dian Regina; Reza Ferdiansyah Hilal; Sylvia Friska Dara Citra; Faozan Aseka
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2319

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemerolehan bahasa anakausia tigaatahun dalam perspektif psikolinguistik serta relevansinya terhadap pembelajaran bahasa anak usia dini. Bahasa berperan penting dalamaperkembangan kognitif dan sosial anak, terutama pada masa emas (golden age) ketika kemampuan berbahasa berkembang pesat. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan subjek 20 anak di Desa Tulungagung Kecamatan Gadingrejo. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman tuturan, dan wawancara dengan guru serta orang tua, lalu dianalisis secara tematik berdasarkan aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia tiga tahun telah mampu memahami instruksi sederhana, menggunakan kalimat dua hingga tiga kata, dan menunjukkan perkembangan komunikasi yang signifikan. Lingkungan keluarga dan sekolah berperan besar dalam menstimulasi bahasa, sementara guru berkontribusi melalui pembelajaran komunikatif berbasis interaksi. Dari sudut psikolinguistik, pemerolehan bahasa terjadi melalui proses imitasi, interaksi sosial, dan pengulangan bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman tahapan pemerolehan bahasa bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang alami, kontekstual, dan menyenangkan.
Analisis Kesalahan Berbahasa Anak Gen Z dalam Media Sosial: Perspektif Psikolinguistik dan Strategi Intervensi Alung Dinanti; Dessy Saputry; Rr. Dwi Astuti; Kholis Nurhayati; Siti Maimunah; Bagus Aji Sudrajat; Marcelo Marcelo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa anak Gen Z di media sosial dari perspektif psikolinguistik serta merumuskan strategi intervensi pendidikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek Gen Z di Kabupaten Pringsewu. Data diperoleh melalui observasi unggahan media sosial dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan dominan berupa penggunaan ejaan tidak baku, pemendekan kata, penyimpangan struktur suatu kalimat, dan campur kode. Faktor psikolinguistik seperti kebiasaan berpikir dengan cepat, tekanan sosial, serta paparan bahasa informal berpengaruh terhadap munculnya kesalahan tersebut. Diperlukan strategi intervensi melalui penguatan literasi digital dan kesadaran berbahasa agar Gen Z mampu berkomunikasi efektif sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Representasi Emosi dalam Lirik Lagu Album Nonfiksi Karya Juicy Luicy: Tinjauan Psikolinguistik Roudhatul Jannah; Dessy Saputry; Ema Zuhroida; Fatma Intan Yunita Sari; Fajar Anggie Saputra; Dimas Ageng Pratama
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk representasi emosi dalam lirik lagu pada album Nonfiksi karya Juicy Luicy melalui pendekatan psikolinguistik serta mengidentifikasi jenis-jenis emosi yang muncul berdasarkan teori klasifikasi emosi Krech dan Crutchfield (1958). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa bahasa merupakan cerminan dari kondisi psikologis penuturnya, termasuk dalam konteks lirik lagu yang menjadi media ekspresi emosional manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat untuk memperoleh data berupa lirik lagu dari tujuh lagu pilihan dalam album Nonfiksi. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi dengan mengelompokkan setiap ekspresi emosional ke dalam enam kategori emosi, yaitu emosi primer, emosi sensorik, emosi penilaian diri, emosi terhadap orang lain, emosi menghargai, dan suasana hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 data yang merepresentasikan berbagai bentuk emosi, dengan dominasi pada emosi primer dan emosi penilaian diri. Lirik-lirik dalam album Nonfiksi tidak hanya menampilkan kesedihan, kemarahan, dan cinta, tetapi juga memperlihatkan refleksi diri, penghargaan, serta penerimaan terhadap realitas kehidupan. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam lirik lagu berfungsi sebagai wadah untuk menyalurkan pengalaman emosional yang kompleks dan mendalam. Pendekatan psikolinguistik terbukti mampu mengungkap hubungan erat antara struktur bahasa dan ekspresi emosi manusia.