Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Investasi Emas Sebagai Alternatif Instrumen Keuangan Jangka Panjang Di Kabupaten Banjar Nur Habibah; Iin Muyasarah; Sri Anafarhanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2975

Abstract

This study aims to explore the perceptions, motivations, and practices of the Banjar Regency community regarding gold as an investment instrument. Using a qualitative approach through interviews with respondents from various backgrounds, it was found that the majority of the community views gold as a safe, stable, and easily liquidated asset. Gold investment is chosen because its value is resistant to inflation, can be inherited, and aligns with Islamic economic principles. The results of this study provide insight into how local traditions and socio-economic conditions shape Islamic investment patterns.
Peran Fintech Syariah Dalam Pemberdayaan UMKM: Analisis Literatur Nur Habibah; Sri Anafarhanah
SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah Vol 8 No 3 (2026): SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM STEI Kanjeng Sepuh Gresik Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59636/saujana.v8i3.548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fintech syariah dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, yaitu mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen yang relevan terkait fintech syariah dan pemberdayaan UMKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa fintech syariah memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses pembiayaan, memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat literasi keuangan dan literasi digital pelaku UMKM. Melalui penerapan prinsip-prinsip syariah seperti keadilan, transparansi, dan kemitraan, fintech syariah mampu menjadi alternatif solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Selain itu, fintech syariah memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia karena didukung oleh perkembangan teknologi digital, regulasi yang semakin mendukung, dan besarnya jumlah penduduk Muslim. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi, seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan sumber daya manusia, persyaratan regulasi, serta persaingan teknologi yang semakin ketat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara regulator, penyedia layanan fintech syariah, lembaga keuangan syariah, dan pelaku UMKM untuk mengoptimalkan peran fintech syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.