Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UPAYA MENERAPKAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN MASALAH KETIDAK STABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH Estelle Lilian Mua; Gilda Natania Trixie Gae; Freny Ravika Mbaloto
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Meningkatnya kadar glukosa darah adalah tanda penyakit metabolik kronik yang dikenal sebagai diabetes melitus. Makan berlebihan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan kadar glukosa darah tidak stabil. Untuk mempertahankan kadar gula darah tetap normal, terapi nonfarmakologi seperti diet yang tepat dapat memperlambat diabetes mellitus. Tujuan: Menggambaran asuhan keperawatan penerapan diet dengan masalah ketidakstabilan glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode : Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Fokus studi kasus penerapan diet terhadap penurunan kadar glukosa darah. Pengumpulan data menggunakan format pengkajian dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil: pengkajian yang didapatkan klien mudah lelah, sering merasa haus,sering buang air kecil, pusing dan pandangan kabur. Diberikan intervensi sesuai dengan SIKI dengan pemberian diet 3J sesuai dengan jadwal, jumlah, jenis makan. Setelah dilakukan implementasi selama 7 hari maka didapatkan hasil penurunan kadar glukosa darah dari 211 mg/dl menjadi 103 mg/dl. Kesimpulan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7 hari didapatkan hasil bahwa kadar glukosa darah dapat menurun dan masalah teratasi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan penelitian dan teknologi baru di ibidang keperawatan, khususnya pada pasien diabetes dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah.
IMPLEMENTASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN POLA TIDUR freny rafika mbaloto; Yandriatuti, Ida; Kundimang, Rayhand Valdian; admin
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik meningkat di atas kisarannormal yaitu sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Gangguan polatidur merupakan salah satu masalah pada penderita hipertensi, maka penatalaksanaanpenyakit ini berfokus pada upaya mengatasi gangguan polatidur. Relaksasi otot progresifadalah intervensi nonfarmakologi yang dapat dilakukan perawat secara mandiri dalammenurunkan gangguan pola tidur pada pasien hipertensi. Tujuan studi kasus inimenggambarkan asuhan keperawatan implementasi relaksasi otot progresif pada klienhipertensi dengan masalah gangguan pola tidur. Metode penelitian yang digunakanadalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian inisebanyak satu responden. Metode pengumpulan data yang dilakukan wawancara,observasi dan pemeriksaan fisik. Instrument yang digunakan kuesioner Pittsburgh SleepQuality Index (PSQI), SOP relaksasi otot progresif, tensimeter, dan format pengkajianHasil pengkajian didapatkan klien dapat mengontrol tidurnya, klien mengatakan tidurlebih nyenyak, skor PSQI 6 masalah gangguan pola tidur teratasi. Diharapkanmasyarakat di Kelurahan Birobuli Selatan dapat menerapkan relaksasi otot progresifuntuk mengatasi gangguan pola tidur, juga diharapkan seluruh masyarakat lebihmemperhatikan kesehatannya.
STRATEGIC LEADERSHIP KEPALA RUANGAN DALAM PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RSUD UNDATA PALU Mbaloto, Freny R
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v9i1.148

Abstract

Keselamatan pasien merupakan masalah yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang perlu untuk diperhatikan, karena keselamatan pasien merupakan komponen dan dasar dari semua aspek pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepemimpinan dan budaya yang terbuka dan adil akan dapat membangun kesadaran akan nilai keselamatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 157 orang yang diperoleh melalui penggunaan teknik sampling probabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi strategic leadership kepala ruangan sebagian besar baik. Perlunya kepemimpinan strategik untuk dapat menerapkan budaya keselamatan pasien agar program keselamatan pasien dapat tercapai dengan baik. Manajemen Rumah Sakit perlu memperhatikan pola rekrutmen/pengangkatan kepala ruangan, untuk menambahkan persyaratan telah mengikuti pelatihan kepemimpinan dan manajemen keperawatan Kata kunci: Strategic leadership, budaya keselamatan pasien
IMPLEMENTASI RELAKSASI BENSON PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN POLA TIDUR Freny Ravika Mbaloto; Imelda Kantohe; Estelle Lilian Mua; Ni Putu Diantari
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum dengan prevalensi globalsekitar 20%, diidentifikasi melalui keluhan kesulitan memulai tidur ataumempertahankan tidur, sehingga kebutuhan tidur yang cukup tidak terpenuhibaik dari segi jumlah maupun kualitas. Studi kasus ini menjelaskanpenerapan terapi relaksasi Benson untuk meningkatkan kualitas tidur lansiaiinsomnia idi iKota iPalu, iSulawesi iTengah. iMetode ideskriptif istudi ikasusdigunakan dengan 1 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan pemeriksaan fisik, menggunakan kuesioner PSQI. Setelah i7hari intervensi, skor PSQI menurun dari 11 menjadi 7, menunjukkangangguan pola tidur teratasi dengan terapi benson. Diharapkan terapiibenson idapat idi ilakukan ikembali ioleh ipeneliti iselanjutnya idenganmempertimbangkan waktu, konsistensi dan pelibatan keluarga dalammemberikan dukungan selama pelaksanaan terapi tersebut sehingga akanlebih benar-benar bermanfaat atau efektif untuk diterapkan dalam sebuahasuhan keperawatan
Effectiveness of Growth and Development Screening and Stimulation Methods among Toddlers in Central Sulawesi, Indonesia: a Quasi-Experimental Study Freny Ravika Mbaloto; Estelle Lilian Mua; Robi Adikari Sekeon; Alfrida Semuel Ra'bung
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i3.4270

Abstract

Background: Stunting remains a major public health problem in Indonesia. The 2023 Indonesian Health Survey reported a stunting prevalence of 27.2% in Central Sulawesi, exceeding the national average of 21.5%. Stunting adversely affects early childhood development, yet developmental delays often go undetected due to limited developmental screening and inadequate training of health workers. This study evaluated the effectiveness of developmental screening and stimulation using the Denver Developmental Screening Test (DDST) and the Pre-Screening Developmental Questionnaire (KPSP). Methods: A quasi-experimental study with a pretest–posttest non-equivalent control group design was conducted among toddlers (n = 34). Nutritional status was assessed using anthropometric z-scores, while child development was evaluated using the DDST and KPSP instruments. Children who were ill, had physical disabilities, or had diagnosed developmental disorders were excluded. Data were analyzed using Pearson chi-square, Mann–Whitney, and Wilcoxon tests. Results: A significant difference in nutritional status proportions between groups was identified based on anthropometric screening (p = 0.036). Developmental screening scores differed significantly between DDST and KPSP assessments (p = 0.001), with higher mean ranks observed for KPSP. Post-stimulation analysis demonstrated a significant improvement in KPSP scores compared to pre-stimulation results (p = 0.009), indicating the positive effect of developmental stimulation. Conclusion: Developmental screening and stimulation significantly improved developmental outcomes in toddlers. The KPSP demonstrated higher sensitivity in detecting developmental changes compared to the DDST, supporting its use in community-based child development monitoring.