Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STRATEGIC LEADERSHIP KEPALA RUANGAN DALAM PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RSUD UNDATA PALU Mbaloto, Freny R
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jik.v9i1.148

Abstract

Keselamatan pasien merupakan masalah yang penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang perlu untuk diperhatikan, karena keselamatan pasien merupakan komponen dan dasar dari semua aspek pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kepemimpinan dan budaya yang terbuka dan adil akan dapat membangun kesadaran akan nilai keselamatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 157 orang yang diperoleh melalui penggunaan teknik sampling probabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi strategic leadership kepala ruangan sebagian besar baik. Perlunya kepemimpinan strategik untuk dapat menerapkan budaya keselamatan pasien agar program keselamatan pasien dapat tercapai dengan baik. Manajemen Rumah Sakit perlu memperhatikan pola rekrutmen/pengangkatan kepala ruangan, untuk menambahkan persyaratan telah mengikuti pelatihan kepemimpinan dan manajemen keperawatan Kata kunci: Strategic leadership, budaya keselamatan pasien
IMPLEMENTASI RELAKSASI BENSON PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN POLA TIDUR Freny Ravika Mbaloto; Imelda Kantohe; Estelle Lilian Mua; Ni Putu Diantari
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum dengan prevalensi globalsekitar 20%, diidentifikasi melalui keluhan kesulitan memulai tidur ataumempertahankan tidur, sehingga kebutuhan tidur yang cukup tidak terpenuhibaik dari segi jumlah maupun kualitas. Studi kasus ini menjelaskanpenerapan terapi relaksasi Benson untuk meningkatkan kualitas tidur lansiaiinsomnia idi iKota iPalu, iSulawesi iTengah. iMetode ideskriptif istudi ikasusdigunakan dengan 1 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan pemeriksaan fisik, menggunakan kuesioner PSQI. Setelah i7hari intervensi, skor PSQI menurun dari 11 menjadi 7, menunjukkangangguan pola tidur teratasi dengan terapi benson. Diharapkan terapiibenson idapat idi ilakukan ikembali ioleh ipeneliti iselanjutnya idenganmempertimbangkan waktu, konsistensi dan pelibatan keluarga dalammemberikan dukungan selama pelaksanaan terapi tersebut sehingga akanlebih benar-benar bermanfaat atau efektif untuk diterapkan dalam sebuahasuhan keperawatan
Effectiveness of Growth and Development Screening and Stimulation Methods among Toddlers in Central Sulawesi, Indonesia: a Quasi-Experimental Study Freny Ravika Mbaloto; Estelle Lilian Mua; Robi Adikari Sekeon; Alfrida Semuel Ra'bung
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i3.4270

Abstract

Background: Stunting remains a major public health problem in Indonesia. The 2023 Indonesian Health Survey reported a stunting prevalence of 27.2% in Central Sulawesi, exceeding the national average of 21.5%. Stunting adversely affects early childhood development, yet developmental delays often go undetected due to limited developmental screening and inadequate training of health workers. This study evaluated the effectiveness of developmental screening and stimulation using the Denver Developmental Screening Test (DDST) and the Pre-Screening Developmental Questionnaire (KPSP). Methods: A quasi-experimental study with a pretest–posttest non-equivalent control group design was conducted among toddlers (n = 34). Nutritional status was assessed using anthropometric z-scores, while child development was evaluated using the DDST and KPSP instruments. Children who were ill, had physical disabilities, or had diagnosed developmental disorders were excluded. Data were analyzed using Pearson chi-square, Mann–Whitney, and Wilcoxon tests. Results: A significant difference in nutritional status proportions between groups was identified based on anthropometric screening (p = 0.036). Developmental screening scores differed significantly between DDST and KPSP assessments (p = 0.001), with higher mean ranks observed for KPSP. Post-stimulation analysis demonstrated a significant improvement in KPSP scores compared to pre-stimulation results (p = 0.009), indicating the positive effect of developmental stimulation. Conclusion: Developmental screening and stimulation significantly improved developmental outcomes in toddlers. The KPSP demonstrated higher sensitivity in detecting developmental changes compared to the DDST, supporting its use in community-based child development monitoring.