Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Analogi

Perspektif sebagai Pengembangan Literasi Media Digital Mahasiswa Adithiyo Saputro; Noor Afy Shovmayanti
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v2i1.905

Abstract

Digital media literacy is an understanding of understanding and interpreting information spread across various media, including social media. Behavioural transformation in digital media literacy is the key to using social media wisely amidst open information. Digital media literacy in the digital space is the main key in various aspects of life, including activities such as banking transactions, learning processes, searching for information, job opportunities, education, exploring modern or new lifestyles, utilizing facilities, checking weather conditions, looking for a life partner, as well as establishing social relations with UTY students. The development of media technology is directly proportional to the increase in the number of internet media users in Indonesia, which is currently recorded at 213 million at the beginning of 2023, equivalent to 77% of the total population of Indonesia with internet penetration and contribution of around 99.16 at the age of 13-18 years, and age 19-34 years old, there are around 98.64%. The results of the research obtained are that UTY students' understanding of digital literacy related to the Perspektif account has a positive impact by creating unique and inspiring narratives, playing an active role in creating content, connecting emotionally to stories on the Perspektif Instagram account, and forming social and cultural bonds. The unique and inspiring stories in UTY Perspektif make a significant contribution to students' understanding and development of digital literacy through various identified dimensions.
Analisis Konten Pesan Penerimaan Diri @chriseldamd dalam Reels Instagram Noor Afy Shovmayanti; Faizah Khotimatul Husna
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v1i1.584

Abstract

Media sosial saat ini merupakan platform yang paling banyak digunakan beberapa segmen masyarakat. Salah satu tujuan penggunaan media sosial adalah cara untuk mengekspresikan diri. Reels di Instagram dianggap menarik karena di dalamnya kita dapat membuat video yang menarik dan imersif. Pengguna secara kreatif dapat mengekspresikan cerita, membuat konten edukasi, dan membantu mempromosikan bisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pesan teks dari akun @chriseldamd dengan caption “Menangis tanpa suara. Bicara dalam tulisan, Menatap penuh arti” yang ditonton lebih dari 17.000 viewers, 889.000 likes, dan komen sebanyak 8.000-an. Video reels tersebut menunjukkan bagaimana Selda berproses untuk menerima kondisi dirinya dan mencintai diri seutuhnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pesan yang dibentuk dalam konten tersebut menyiratkan bahwa proses penerimaan diri dibangun dari pembentukan konsep diri untuk menerima kelebihan dan kekurangan diri seutuhnya.
Perilaku Seks Bebas Melalui Friends with Benefits (FWB) di Media Sosial Mustaqim, Mustaqim; Shovmayanti, Noor Afy
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v2i2.1024

Abstract

Kajian tentang media sosial dan bagaimana perilaku sosial anak muda terbentuk sangat menarik untuk dikajian untuk saat ini. Banyak aspek yang berubah karena kehadiran media sosial yang semakin mudah untuk diakses dengan berbagai macam fenomena yang terjadi di dalamnya. Salah satunya adalah perilaku seks bebas di kalangan anak muda melalui Friends With Benefits yang sedang trend belakangan ini. Hal ini terjadi karena jaringan media sosial yang semakin liberal, terutama dalam aspek hubungan antar pria dan wanita. Media sosial dan aplikasi kencan online semakin menciptakan ruang yang kuat bagi perilaku seks bebas. Perilaku seks bebas yang berawal dari media sosial tentu saja akan melahirkan banyak persoalan, terutama di kalangan wanita yang kerap menjadi korban kekerasan seksual. Tujuan penelitian untuk memperkaya kajian ilmu sosial dan humaniora yang berbasis pada perilaku di dunia maya yang berdampak pada aktivitas di dunia nyata, terutama di kalangan anak muda sebagai pengguna terbesar media sosial.. Penelitian ini mencoba membaca perilaku seks bebas yang berbasis di media sosial yang lazim di kalangan anak disebut sebagai FWB dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode netnografi. Fakta kian tidak terkontrolnya perilaku media sosial dalam hubungan antar pria dan wanita membuat fenomena FWB semakin meluas. Dalam penelitian ini temukan perilaku seks bebas yang berawal dari aktivitas di dunia maya.