Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Tata Letak Ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati Berdasarkan Prinsip Penataan Ruang Perpustakaan Huda, Sholihul; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19661

Abstract

Perpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pati merupakan perpustakaan umum satu-satunya di Kabupaten Pati. Penataan ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, belum sepenuhnya memperhatikan prinsip penataan ruang perpustakaan, sehingga kedepanya perlu ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan tujuan menganalisa zonasi ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, serta menganalisa tata letak ruang perpustakaan Umum Kabupaten Pati, berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Lasa Hs (2007 : 202) dan menganalisa besaran perabot berdasarkan neufert. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi, berupa area buku, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain. Menurut hasil observasi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, mengenai kondisi Sarana dan prasarana Perpustakaan Kabupaten Pati, serta penataan ruangnya, Sebagaian besar sudah memenuhi prinsip penataan ruang yang baik, tetapi sebagian masih ada yang perlu untuk  diperbaiki maupun ditingkakan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan dan pemustaka. Penataan ruang yang sudah baik diantaranya yaitu, ruang yang memerlukan konsentrasi sudah dipisah, ruang yang bersifat pelayanan umum sudah ditempatkan di lokasi setrategis, perabot perpus sudah disusun dalam garis lurus dan lebar koridor sudah sesuai standar, namun diantara itu masih ada yang perlu diperbaiki atauppun ditigkatkan, yaitu besaran perabot sebagian belum sesuai standar neufert, jarak sirkulasi antar rak buku masih sempit belum sesuai standar, dan penempatan ruang dengan tugas yang hampir sama sebagian belum ditempatkan secara berdekatan.Kata Kunci:  Penataan,  Perpustakaan, Tata Letak AbstractThe library is a source of knowledge and information center which is very important for the development of education. Pati Regency Public Library is the only public library in Pati Regency. The spatial arrangement of the Pati Regency Public Library has not fully paid attention to the principles of library spatial planning, so that in the future it needs to be improved. This research was conducted using a descriptive method with the aim of analyzing the spatial zoning of the Pati Regency Public Library, as well as analyzing the room layout of the Pati Regency Public Library, based on the principles of library spatial arrangement according to Lasa Hs (2007: 202) and analyzing the amount of furniture based on neufert. The results of the study stated that there were four zoning categories, namely the book area, service area, reading area, and other supporting areas. According to the results of observations made at the Pati Regency Public Library, regarding the condition of the Pati Regency Library facilities and infrastructure, as well as their spatial planning, most of them have fulfilled the principles of good spatial planning, but some still need to be repaired or increased to meet the needs of librarians and users. . Spatial planning that is already good includes rooms that require concentration that have been separated, spaces that are public services have been placed in strategic locations, library furniture has been arranged in straight lines and the width of the corridors is up to standard, but among them there are still things that need to be repaired or increased , namely the amount of furniture is partly not according to the Neufert standard, the circulation distance between the bookshelves is still narrow, not according to the standard, and the placement of rooms with almost the same tasks, some of them have not been placed close together.
Sistem Plumbing dan Sumber Air Bersih pada Burj Khalifa Murti, Bhirawa Wisnu; Nindita, Velma; Wibawa, Baju Arie
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i2.19671

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem plumbing dan sumber air bersih di Burj Khalifa. Sumber air bersih di gedung ini berasal dari air laut yang diproses dengan metode desalinasi termal sebagai solusi utama untuk produksi dan distribusi air bersih. Meskipun metode ini memerlukan energi listrik yang sangat besar, hasilnya adalah air berkualitas tinggi yang aman untuk dikonsumsi. Penggunaan metode ini dianggap sebagai solusi paling efektif dan efisien untuk bangunan yang terletak di iklim gurun. Untuk meningkatkan efisiensi energi, disarankan untuk mengeksplorasi teknologi desalinasi yang lebih hemat energiKata kunci: air, air bersih, sistem plumbing air bersih, burj khalifa, ketersediaan air, metode desalinasi termal.AbstractThis research examines the plumbing system at the Burj Khalifa. The source of clean water in this building comes from sea water which is processed using the thermal desalination method as the main solution for the production and distribution of clean water. Although this method requires a large amount of electrical energy, the result is high quality water that is safe for consumption. The use of this method is considered the most effective and efficient solution for buildings located in desert climates. To improve energy efficiency, it is recommended to explore more energy-efficient desalination technologies
Perencanaan Rainwater Harvesting Sebagai Upaya Implementasi Sistem Berkelanjutan di Bandara Ahmad Yani Semarang: Review Munana, Mifta Nila; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19681

Abstract

Satu – satunya bandara terbesar di Kota Semarang adalah Bandara Ahmad Yani dengan luas kurang lebih 58.652 m2. Kota tersebut merupakan kota dengan intensitas hujan yang tergolong tinggi. Maka dari itu untuk mewujudkan sistem berkelanjutan dan sebagai bentuk peduli lingkungan, air hujan ditampung dan dimanfaatkan kembali dengan menerapkan sistem Rainwater Harvesting. Sebagai bahan untuk menerapkan sistem tersebut, diperlukan data curah hujan dari stasiun klimatologi dan geofisika, analisa hidrologi dengan metode Mononobe dengan PUH 5 tahun dengan pendekatan durasi hujan 1 jam dan instensitas sebesar 72,56. Selanjutnya jika telah terhitung debit air, air bersih tersebut akan di tampung dan didistribusikan ke toilet. Sistem penangkapan air hujan ditempatkan di lahan parkir yang akan ditangkap dari limpasan air hujan tersebut dan dialirkan ke ground reservoir kemudian dialirkan ke tanki distribusi. Berikutnya, sistem air kotor toilet disalurkan ke STP (sewage treatment plant).Kata kunci: Rainwater Harvesting, Bandara Ahmad Yani, Mononobe, Reservoir, Sewage Treatment Plant. The only largest airport in Semarang City is Ahmad Yani Airport with an area of just over 58,652 m2. The city is a city with a high intensity of rainfall. Then from that to realize a sustainable system and as a form of caring for the environment, rainwater is stored and reused by implementing the Rainwater Harvesting system. As a material for implementing the system, rainfall data from climatological and geophysical stations, hydrological analysis using the Mononobe method with a 5-year PUH with an approximation of 1 hour rain duration and an instance of 72.56 is required. Then, if the drainage has been counted, the clean water will be mounted and distributed to the toilet. The rainwater capture system will be placed in the parking lot, which will be captured from the rainwater drain and drained to the ground reservoir and then drained into the distribution tank. Next, the dirty toilet water system is channeled to the STP (Sewage Treatment Plant).Keywords: Rainwater Harvesting, Ahmad Yani Airport, Mononobe, Reservoir, Sewage Treatment Plant.