Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Hidup Lansia di Masa Pandemi: Lansia Kuat dan Tangguh Annaas Budi Setyawan; Rusni Masnina; Nurul Wahdah; Faried Rahman Hidayat; Arief Budiman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengertian Kuat dan Tangguh disini bukan hanya memiliki tubuh yang sehat baik fisik, mental dan sosial namun juga bersemangat, aktif, produktif dan mandiri serta adaftif untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan termasuk permasalahan dimasa Pandemik. Menghadirkan Lansia Kuat dan Tangguh terhadap COVID-19 agar setiap keluarg membangun Keluarga Berkualitas dengan merajut kasih sayang dan perhatian kepada lansia. Lansia akan merasa lebih bahagia bila hidup dalam lingkungan keluarga yang saling melayani, merawat dan melindungi. Kelompok lanjut usia sering dikaitkan dengan kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit oleh karena fungsi fisiologisnya berangsur-angsur akan berkurang termasuk sistem imum tubuh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode online melalui seminar zoom dengan sasaran adalah masyarakat umum, keluarga yang memiliki lansia serta mahasiswa. Diharapkan dengan seminar online ini meningkatkan pengetahuan masyarakat umum khususnya keluarga yang memiliki lansia untuk menciptakan lansia kuat dan tangguh.
Efektivitas Ekstrak Daun Kejibeling untuk Meningkatkan Fagositosis Makrofag dan Produksi Roi Makrofag “Studi Eksperimental pada mencit Swiss yang diinfeksi Staphylococcus aureus” Annaas Budi Setyawan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.39

Abstract

Penelitian ini membuktikan ekstrak daun kejibeling terhadap peningkatan fagositosis dan produksi ROI makrofag pada mencit yang diinfeksi bakteri S.aureus. Mencit dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol (K), mencit diinfeksi bakteri S.aureus. Kelompok perlakuan (P1, P2, P3), mencit diinfeksi bakteri S.aureus diberi ekstrak daun kejibeling dengan dosis bertingkat 150;300;600mg/kgBB. Pemberian ekstrak daun kejibeling dilakukan selama delapan hari diinjeksi bakteri S.aureus 108 cfu sebanyak 0,2 mL dilakukan hari pertama secara intraperitoneal. Fagositosis makrofag dilakukan uji Annova dilanjutkan uji LDS. Produksi ROI makrofag dilakukan uji Kruskal wallis dilanjutkan uji Mann whitney U. Kedua uji hipotesis didapatkan p<0,05. Fagositosis makrofag uji LSD terdapat perbedaan bermakna kelompok kontrol(K) dengan perlakuan (P1,P2,P3) sedangkan kelompok perlakuan didapatkan perbedaan tidak bermakna yaitu; P1 dengan P3(p=0,150) dan P2 dengan P3(p=0,646). Produksi ROI makrofag pada uji Post Hoc dengan Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok dengan nilai p<0,05. Ekstrak daun kejibeling dosis 150mg/kgBB bermakna meningkatkan fagositosis makrofag dan produksi ROI.
Efektivitas Teh Bawang Dayak untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Annaas Budi Setyawan; Rusni Masnina
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2018): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v7i2.159

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 mengalami dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) dan gangguan sekresi insulin. Pengetahuan tentang khasiat dan keamanan tanaman obat di Indonesia biasanya hanya berdasarkan pengalaman empiris yang biasanya diwariskan secara turun temurun dan belum teruji secara ilmiah. Untuk itu diperlukan penelitian tentang obat tradisional, sehingga nantinya obat tersebut dapat digunakan dengan aman dan efektif. Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental, Besaran sampel 20 orang, kelompok intervensi 10 orang, kelompok kontrol 10. Kelompok intervensi mendapatkan teh bawang dayak yang diminumkan sekali sehari pada pagi hari selama 2 minggu. Analisa data untuk mengetahui perbedaan kelompok kontrol dan intervensi menggunakan uji mann whitney. Hasil Penelitian didapatkan uji mann whitney dengan p value 0,004 (<0,05) yang berarti ada perbedaan bermakna kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus yang diberikan teh bawang dayak dengan yang tidak diberikan.
PENERAPAN SENAM SEHAT PADA LANSIA DALAM UPAYA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KELURAHAN SUKARAME Mavliani, alvinna; Setyawan, Annaas Budi; Nurrahmawati, Alfina; Kurmiantin, Twy; Aldini, Fhauzia Iin; Fitri, Yunisah; Yusnanda, Bunga; Muzaki, Farhan; Irma, Ajeng; Amalia, Lutfi; Ridwan, Muhammad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan asam urat merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak dikendalikan dengan baik. Aktivitas fisik teratur menjadi salah satu upaya nonfarmakologis yang efektif untuk menjaga kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kesehatan melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa senam sehat lansia. Kegiatan dilaksanakan di posyandu Azzikra, dengan peserta sebanyak 25 orang lansia yang memiliki riwayat penyakit tidak menular. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah dan gula darah sewaktu), pelaksanaan senam sehat berdurasi ±30 menit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebugaran dan semangat peserta, disertai penurunan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu pada sebagian lansia, walaupun bersifat sementara. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin. Kegiatan TAK senam sehat terbukti memberikan manfaat fisik, sosial, dan psikologis bagi lansia, sehingga dapat dijadikan program berkelanjutan dalam mendukung upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular di masyarakat.
ANALYSIS OF NURSING CLINICAL PRACTICES WITH INNOVATIVE HAND AND FOOT MASSAGE INTERVENTION WITH LEMONGRASS OIL IN LOWERING BLOOD PRESSURE IN EMERGENCY HYPERTENSION PATIENTS WITH DECREASED CONSCIOUSNESS Elsa Nur Janah; Alfi Ari Fakhrur Rizal; Annaas Budi Setyawan; Taharuddin, Taharuddin
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.688

Abstract

Hypertensive emergency is an emergency condition characterized by a significant increase in blood pressure accompanied by target organ damage, one of which is decreased consciousness. This condition can cause various nursing problems, including ineffective peripheral perfusion due to hemodynamic disorders and increased vascular resistance. This case study aims to analyze the clinical practice of nursing with the innovative intervention of Hand and Foot Massage with lemongrass oil in reducing blood pressure in hypertensive emergency patients with decreased consciousness in the ICU of Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Regional Hospital. The method used is a case study with a comprehensive nursing care approach to client Mr. C who is treated in the ICU. The nursing process includes assessment, determination of nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The innovative intervention of Hand and Foot Massage with lemongrass oil was given for three consecutive days with a duration of 15–20 minutes per session, accompanied by blood pressure measurements before and after the intervention. After the innovative intervention of Hand and Foot Massage with lemongrass oil showed a decrease in systolic blood pressure with an average value of 15.67 mmHg and diastolic with an average value of 11 mmHg. In conclusion, the innovative hand and foot massage with lemongrass oil effectively lowers blood pressure. Therefore, healthcare workers can implement this innovative hand and foot massage intervention with lemongrass oil to lower blood pressure in hypertensive emergencies.  
The Effect of Bawang Dayak Tea on Sleep Quality in Patients With Type 2 Diabetes Mellitus Setyawan, Annaas Budi; Rao, U.S Mahadeva
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1069

Abstract

Background: Sleep disturbances are common among patients with Type 2 Diabetes Mellitus and are associated with poor metabolic control and reduced quality of life. Effective non-pharmacological and culturally relevant interventions are needed to improve sleep quality in this population. Purpose: This study aims to determine the effect of Bawang Dayak tea on sleep quality in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: A quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design was conducted in the working area of Community Health Center Wonorejo, Samarinda, from December 1 to 31, 2025. A total of 50 patients with Type 2 Diabetes Mellitus were assigned to an intervention group or a control group. The intervention received routine diabetes care and Bawang Dayak tea, while the control received routine care alone. Sleep quality was assessed before and after the intervention using a standardized sleep quality questionnaire. Data were analyzed using paired and unpaired statistical tests, with a significance level of < 0.05. Results: Paired analysis revealed a significant improvement in sleep quality in the intervention group following the intervention (p < 0.001), whereas the control group demonstrated a smaller but statistically significant change (p = 0.032). Unpaired analysis revealed that post-intervention sleep quality scores were significantly better in the intervention group compared with the control group (p < 0.001). Conclusion: Bawang Dayak tea significantly improves sleep quality in patients with Type 2 Diabetes Mellitus when used as a complementary intervention in diabetes care, supporting its potential integration into nursing practice for holistic diabetes.
Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan Perawatan Diri sebagai Prediktor Pengelolaan Diri Pasien DM Annaas Budi Setyawan; Fika Veny Hapsari; Mailin Kristina
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2537

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius melalui pengelolaan diri yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan, dukungan keluarga, dan perawatan diri sebagai prediktor pengelolaan diri pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pasundan Samarinda. Metode penelitian menggunakan desain dengan pendekatan cross-sectional terhadap 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa seluruh variabel berdistribusi normal (p > 0,05), sehingga analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, dukungan keluarga, dan perawatan diri secara simultan berhubungan signifikan dengan pengelolaan diri (p < 0,05). Variabel perawatan diri ditemukan sebagai prediktor paling dominan dengan nilai odds ratio sebesar 3,473, yang berarti pasien dengan perawatan diri baik memiliki peluang 3,4 kali lebih besar untuk melakukan pengelolaan diri secara efektif. Simpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan diri pasien DM sangat ditentukan oleh kemandirian dalam perawatan diri.Kata kunci: Pengelolaan diri, diabetes melitus, perawatan diri, dukungan keluarga