Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Daun Kejibeling untuk Meningkatkan Fagositosis Makrofag dan Produksi Roi Makrofag “Studi Eksperimental pada mencit Swiss yang diinfeksi Staphylococcus aureus” Annaas Budi Setyawan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.39

Abstract

Penelitian ini membuktikan ekstrak daun kejibeling terhadap peningkatan fagositosis dan produksi ROI makrofag pada mencit yang diinfeksi bakteri S.aureus. Mencit dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok kontrol (K), mencit diinfeksi bakteri S.aureus. Kelompok perlakuan (P1, P2, P3), mencit diinfeksi bakteri S.aureus diberi ekstrak daun kejibeling dengan dosis bertingkat 150;300;600mg/kgBB. Pemberian ekstrak daun kejibeling dilakukan selama delapan hari diinjeksi bakteri S.aureus 108 cfu sebanyak 0,2 mL dilakukan hari pertama secara intraperitoneal. Fagositosis makrofag dilakukan uji Annova dilanjutkan uji LDS. Produksi ROI makrofag dilakukan uji Kruskal wallis dilanjutkan uji Mann whitney U. Kedua uji hipotesis didapatkan p<0,05. Fagositosis makrofag uji LSD terdapat perbedaan bermakna kelompok kontrol(K) dengan perlakuan (P1,P2,P3) sedangkan kelompok perlakuan didapatkan perbedaan tidak bermakna yaitu; P1 dengan P3(p=0,150) dan P2 dengan P3(p=0,646). Produksi ROI makrofag pada uji Post Hoc dengan Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok dengan nilai p<0,05. Ekstrak daun kejibeling dosis 150mg/kgBB bermakna meningkatkan fagositosis makrofag dan produksi ROI.
Efektivitas Teh Bawang Dayak untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Annaas Budi Setyawan; Rusni Masnina
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2018): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v7i2.159

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 mengalami dua masalah utama yang berhubungan dengan insulin, yaitu penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) dan gangguan sekresi insulin. Pengetahuan tentang khasiat dan keamanan tanaman obat di Indonesia biasanya hanya berdasarkan pengalaman empiris yang biasanya diwariskan secara turun temurun dan belum teruji secara ilmiah. Untuk itu diperlukan penelitian tentang obat tradisional, sehingga nantinya obat tersebut dapat digunakan dengan aman dan efektif. Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental, Besaran sampel 20 orang, kelompok intervensi 10 orang, kelompok kontrol 10. Kelompok intervensi mendapatkan teh bawang dayak yang diminumkan sekali sehari pada pagi hari selama 2 minggu. Analisa data untuk mengetahui perbedaan kelompok kontrol dan intervensi menggunakan uji mann whitney. Hasil Penelitian didapatkan uji mann whitney dengan p value 0,004 (<0,05) yang berarti ada perbedaan bermakna kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus yang diberikan teh bawang dayak dengan yang tidak diberikan.
PENERAPAN SENAM SEHAT PADA LANSIA DALAM UPAYA PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KELURAHAN SUKARAME Mavliani, alvinna; Setyawan, Annaas Budi; Nurrahmawati, Alfina; Kurmiantin, Twy; Aldini, Fhauzia Iin; Fitri, Yunisah; Yusnanda, Bunga; Muzaki, Farhan; Irma, Ajeng; Amalia, Lutfi; Ridwan, Muhammad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan asam urat merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak dikendalikan dengan baik. Aktivitas fisik teratur menjadi salah satu upaya nonfarmakologis yang efektif untuk menjaga kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kesehatan melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) berupa senam sehat lansia. Kegiatan dilaksanakan di posyandu Azzikra, dengan peserta sebanyak 25 orang lansia yang memiliki riwayat penyakit tidak menular. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah dan gula darah sewaktu), pelaksanaan senam sehat berdurasi ±30 menit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebugaran dan semangat peserta, disertai penurunan tekanan darah dan kadar gula darah sewaktu pada sebagian lansia, walaupun bersifat sementara. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin. Kegiatan TAK senam sehat terbukti memberikan manfaat fisik, sosial, dan psikologis bagi lansia, sehingga dapat dijadikan program berkelanjutan dalam mendukung upaya promotif dan preventif terhadap penyakit tidak menular di masyarakat.