Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Keperawatan

Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Di Rs. Ummi Kota Bengkulu Sulastri Sulastri; Ida Samidah; Murwati Murwati
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v4i2.332

Abstract

Seksio sesarea adalah sebuah bentuk proses melahirkan anak dengan melakukan sebuah irisan pembedahan yang menembus dinding abdomen. Nyeri adalah suatu gangguan yang tidak menyenangkan dan terlokalisasi yang disebabkan oleh luka insisi. Terapi music merupakan salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengalihkan sensasi yang tidak menyenangkan oleh seseorang misalnya nyeri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi music terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien posto perasi di RS. Ummi Kota Bengkulu. Desain penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 pasien, Dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dan alat ukur yang digunakan adalah NRS (Numeric Rating Scale). Analisa data menggunakan Uji Paired t test dengan derajat signifikansi α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran hormon endorphin. Endorfin merupakan ejektor dari rasa rileks dan ketenangan yang timbul, midbrain mengeluarakan Gama AminoButyric Acid (GABA) yang berfungsi menghambat hantaran implus listrik dari satu neuron ke nueron lainnya oleh neurontransmiter didalam sinaps. Midbrain mengeluarkan enkepalin dan beta endorfin dan zat tersebut dapat menimbulkan efek analgesik yang akhirnya mengeliminasi neurotransmitter rasa nyeri pada pusat persepsi dan interpretasi sensorik somatic di otak sehingga efek yang bisa muncul adalah nyeri berkurang. Sebelum dilakukan terapi musik rata-rata tingkat nyeri 6,25. Setelah dilakukan terapi music tingkat nyeri menjadi 4,68. Hasil analisa dari penelitian ini didapatkan bahwa nilai P value= 0,001 (p < α 0,05) yang mempunyai makna terdapat pengaruh pemberian terapi music terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post operasi di RS. Ummi Kota Bengkulu. Dengan demikian diharapkan untuk dapat menerapkan terapi music untuk mengurangi tingkat nyeri di Instansi Rumah Sakit
The EFFECT OF THERAPEUTIC COMMUNICATION ON THE LEVEL OF SATISFACTION OF CLASS I AND III PATIENTS IN MUKOMUKO HOSPITAL: THE EFFECT OF THERAPEUTIC COMMUNICATION ON THE LEVEL OF SATISFACTION OF CLASS I AND III PATIENTS IN MUKOMUKO HOSPITAL Emi Pebriani; Sulastri; Murwati
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.350

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi teraupeutik terhadap tingkat kepuasan pasien kelas I dan III di RSUD Mukomuko. Desain penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 pasien, Dengan menggunakan teknik sampling accidental sampling dan alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Paired t test dengan derajat signifikansi α 0,05. Hasil analisis univariat tingkat kepuasan pasien kelas I dan III sebelum dilakukan pelaksanan komunikasi terapeutik didapatkan lebih dari setengah responden (54,2%) memiliki kepuasaan tinggi dan setelah dilakukan pelaksanan komunikasi terapeutik, hampir seluruh responden (91,7%) memiliki kepuasaan tinggi. Hasil analisis bivariat ada pengaruh komunikasi teraupeutik terhadap tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian diharapkan penggunaan komunikasi terapeutik dapat terus diterapkan/dilanjutkan oleh tenaga kesehatan di RSUD Mukomuko dalam setiap memberikan pelayanan kepada pasien langsung.