Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Integrasi Nilai Budaya Lokal Banjar dalam Edukasi Pencegahan Stunting bagi Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1 Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1775

Abstract

Stunting remains a public health problem with long-term impacts on the quality of human resources; therefore, contextual and socially acceptable prevention efforts are needed. This topic was selected due to the limited understanding of mothers of toddlers regarding stunting prevention and the suboptimal use of local cultural values as a medium for health education. This community service activity aimed to improve mothers’ knowledge about stunting prevention through the integration of Banjar local cultural values. The community service method applied participatory community education conducted at Posyandu ILP Subur, Jawa Laut Village, utilizing stunting prevention posters in the Banjar language and baimbai bapandir group discussions. The results showed an increase in participants’ knowledge, from 60% in the good category at the pre-test to 100% in the good category at the post-test. It can be concluded that Banjar culture-based stunting prevention education is effective in improving mothers’ knowledge and has the potential to be replicated in other areas.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Posyandu Plus Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Reviagana, Kusnindyah Praedevy; Kirana, Cut Ika Anugrah; Wirandi, Muhammad
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.495

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan tikar pertumbuhan terhadap 24 balita di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, ditemukan bahwa 16,7% (2 balita) berada pada zona merah yang menandakan risiko stunting. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi Balita yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan pedoman gizi seimbang serta stimulasi tumbuh kembang anak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang, pelatihan kader, serta pendampingan stimulasi balita. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader dan ibu balita. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui pre-test, kuesioner, dan observasi. Hasil kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta, di mana pengetahuan peserta saat pre-test tentang gizi seimbang pada balita diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori cukup (56,67%). Setelah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada balita, hasil post test menunjukkan mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori baik (70%). Hasil pengukuran keterampilan kader saat pre-test tentang stimulasi perkembangan pada balita diperoleh bahwa mayoritas keterampilan kader sebelum pelatihan berada pada kategori kurang (100%). Setelah diberikan pelatihan tentang stimulasi perkembangan pada balita, hasil post-testmenunjukkan mayoritas pengetahuan kader berada pada kategori baik (60%). Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan ibu balita dalam pencegahan stunting. Disarankan kegiatan ini dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor.