Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Educational Media Leaflet Increases Nurses' Knowledge about Nursing Documentation Audit Hasrianti, Raden Sri; Patima; Amal, Andi Adriana; Rauf, Syamsiah
Omni Nursing Journal Vol. 1 No. 3 (2024): August
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/onj.v1i3.55

Abstract

Background: The nursing management process starts with planning, organizing, commanding/coordinating, and controlling. One part of the controlling function is the nursing documentation audit. Nursing documentation audit is a professional evaluation process on the quality of nursing services which have been carried out by the nursing and midwifery profession against patients, namely through patient medical records. Objective: Nurses can implement nursing documentation audits at Ar-Raudah 1 room of Makassar Hajj Hospital. Methods: This study used a case study method. This study implemented education through leaflet media to enhance nurses' knowledge in implementing nursing documentation audits. A total of 14 nurses participated in this study. Data collection was obtained from interviews, observations and questionnaires. Results: The findings showed that the pre-test nurses' knowledge on P3 as many as 10 nurses (71.4%) answered correctly and as many as 4 nurses (28.6%) answered incorrectly. As for P7, 14 nurses (100%) answered incorrect. An increase in knowledge occurred during the post test, namely P3 (100%) and P7 (100%). After nursing implementation, namely education through leaflet media, it showed that nurses' knowledge increased in the application of nursing documentation audits. Conclusion: Nurses at Ar-Raudah 1 room of Makassar Hajj Hospital show an increase knowledge about nursing documentation audits.
Gambaran Pelayanan Keperawatan Spiritual di Rumah Sakit Amal, A.Adriana; Hidayah, Nur; Rauf, Syamsiah
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v17i2.3432

Abstract

Spirituality is one of the essential domains in nursing care, encompassing bio-psycho-social-spiritual aspects. The implementation of spiritual nursing care can support the patient healing process but is often overlooked. This study aims to evaluate the implementation of spiritual nursing care in hospital. This research is a descriptive quantitative study involving 85 nurses selected through cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire instrument to measure spiritual nursing care at the hospital, namely the Nurse Spiritual Care Therapeutic tool. The collected data were then analyzed descriptively to provide an overview of the implementation of spiritual nursing care at Ibnu Sina Hospital Makassar. The results showed that 49,4% of respondents reported that spiritual nursing care had been implemented well. The support and counseling domain had the highest mean score of 3,56, followed by the assessment and implementation domain at 3,51. The spiritual referral domain had a mean score of 3.31, while the communication domain was the lowest, with a mean score of 3,28. Although spiritual nursing care at Ibnu Sina Hospital Makassar has been implemented, it is not yet optimal. The support and counseling domain performed well, but communication requires further improvement to enhance the overall success of spiritual nursing care. Training and improving nurses' communication competencies are crucial for providing more effective and comprehensive care to patients.
Pelatihan Layanan Keperawatan Spiritual Lintas Agama terhadap Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap Perawat di Rumah Sakit. Hidayah, Nur; Aderus, Andi; Rauf, Syamsiah; Amal, A.Adriana
Journal of Health Science and Prevention Vol. 9 No. 1 (2025): JHSP Vol 9 No 1 – 2025
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v9i1.1291

Abstract

The implementation of spiritual nursing care in hospitals has not yet been optimal. Nurses, as professional healthcare providers, must be able to understand spirituality and how spiritual beliefs affect everyone’s life. Spiritual needs are the need for meaning, purpose, and hope in life, relationships with God, religious obligations, spiritual practices, relationships with others, and relationships with nurses. This study aimed to determine the effect of interfaith spiritual care training on nurses' knowledge, attitudes, and skills in providing spiritual nursing care. The research design is quantitative, using a pre-experimental pre-posttest group design. Purposive sampling was used to select samples that met the inclusion and exclusion criteria. The Wilcoxon test results showed a value of 0.001 (p-value < 0.05), indicating a significant difference in knowledge, attitudes, and skills before and after the spiritual nursing care training. This study concludes that interfaith spiritual care training positively influences nurses' knowledge, attitudes, and skills. It contributes to the field by introducing and validating a novel, interfaith-focused training program that significantly enhances nurses’ professional competencies in providing spiritual care.
Peningkatan Kualitas Perencanaan Pulang Pasien di Rumah Sakit Rauf, Syamsiah; Hidayah, Nur; Amal, A. Adriana
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1226

Abstract

Pendahuluan: Discharge planning merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memastikan kesinambungan perawatan pasien setelah keluar dari rumah sakit. Namun, pelaksanaannya sering kali belum optimal, ditandai dengan tidak terisinya lembar discharge planning dan minimnya edukasi kepada pasien serta keluarga. Kondisi ini berdampak pada kualitas layanan dan risiko perawatan berulang. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Community-Based Learning (CBL). Intervensi dilakukan melalui sosialisasi kepada perawat pelaksana dengan menggunakan media edukatif berupa leaflet digital yang dimodifikasi dalam bentuk QR code. QR code berisi informasi edukatif terkait perawatan pasien setelah pemulangan, dan dibagikan kepada perawat sebagai alat bantu dalam proses edukasi. Hasil: Pelaksanaan kegiatan mendapatkan respon positif dari peserta. Perawat menyatakan bahwa penggunaan QR code memudahkan penyampaian informasi kepada pasien dan keluarga, terutama dalam situasi keterbatasan waktu atau beban kerja tinggi. Inovasi ini juga mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap pentingnya discharge planning dalam menjamin kesinambungan perawatan pasien. Kesimpulan: Sosialisasi discharge planning berbasis media QR code terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan perawat dalam proses perencanaan pulang pasien. Penggunaan media digital tersebut mendukung efisiensi, aksesibilitas informasi, serta memperkuat kualitas pelayanan keperawatan secara berkelanjutan.
Optimalisasi Manajemen Asuhan Keperawatan Spiritual di Rumah Sakit Melalui Workhsop Pengembangan Instrumen Pengkajian Spiritual Pasien Dewasa Nur Hidayah; Andi Adriana Amal; Syamsiah Rauf; A. Mustika Abidin; Sariyati; Nurkhalishah
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i3.134

Abstract

Pengkajian aspek spiritual dalam praktik keperawatan masih belum diimplementasikan secara menyeluruh di rumah sakit. Perawat umumnya hanya mencatat agama dan kebiasaan ibadah tanpa menggali kebutuhan spiritual pasien secara mendalam. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan instrumen yang sesuai konteks budaya lokal serta minimnya pelatihan profesional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengkajian spiritual yang aplikatif dan kontekstual bagi pasien dewasa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui metode workshop yang dikombinasikan dengan pendekatan ceramah, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), serta pengisian kuesioner evaluasi sebagai bagian dari proses validasi instrumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% peserta menyatakan instrumen layak digunakan dengan revisi dan 25% menyatakan sangat layak. Saran perbaikan meliputi penyederhanaan bahasa, efisiensi pertanyaan, dan penyesuaian format. Instrumen yang dikembangkan adalah BRAVE yang merupakan modifikasi dari instrumen FICA dan HOPE. Kesimpulannya adalah instrumen ini dinilai layak digunakan dengan penyempurnaan dan berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang holistik melalui penguatan aspek spiritual.
Effectiveness of Giving Compress Against Reduction of Body Temperature In Children: Systematic Review Burhan, Nurul Zakiah; Arbianingsih; Rauf, Syamsiah; Huriati
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.91

Abstract

Background: Fever is a clinical manifestation that is often experienced by sick children. Fever can be dangerous if there is a high fever. Seizures can occur as a result of high fever which is not treated early, causing hypoxia of brain tissue and ultimately damage. According to WHO estimates that around 17 million cases of fever worldwide, there are 600,000 deaths each year.Purpose: This study aimed to find out effective interventions to reduce body temperature in children.Methods: This research used quantitative descriptive design with systematic review approach. The research instrument uses Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach.Results: After searching the article, there were 9 articles related to giving warm compresses, 6 articles with the location of administration in the axilla and tepid songe areas (wiping the whole body), 7 articles by giving compresses for 30 minutes and 10 articles with compressed water temperature 37oC.Conclusions: Of the 15 articles that have been traced successfully, the most interventions given were warm compresses in the axilla and tepid sponge areas by giving compresses for 30 minutes and compressed water temperature of 37oC
Upaya Peningkatan Pelayanan Orientasi Pasien Baru di Rumah Sakit Melalui Pengembangan Media Edukasi Berbasis Video QR Code Rauf, Syamsiah; Patima; Amal, Andi Adriana; Abidin, Andi Mustika; Prasetya, Khoirunnisa Qurratul Aini
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v3i1.169

Abstract

Proses orientasi pasien yang masih manual dan tidak konsisten menjadi hambatan dalam pelayanan rumah sakit. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan video orientasi pasien berbasis QR code sebagai sarana informasi mandiri bagi pasien dan keluarga yang dapat diakses kapan saja, guna mengatasi keterbatasan komunikasi petugas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan media orientasi pasien baru berbasis video QR code dengan metode edukasi yang dievaluasi melalui observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner pre-test dan post-test pada 12 orang pasien baru yang dirawat di ruang perawatan Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa video orientasi pasien baru terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien, dibuktikan oleh peningkatan signifikan skor dari pretest ke posttest. Berdasarkan hasil evaluasi kasus, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media video berbasis QR code terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien baru terkait orientasi penerimaan di rumah sakit. Disarankan agar rumah sakit mengimplementasikan secara berkelanjutan video orientasi pasien berbasis QR code sebagai bagian dari standar pelayanan, serta mengoptimalkan pemanfaatannya melalui pengembangan konten dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECERDASAN INTELEKTUAL ANAK Khumaerah, Khumaerah; Rauf, Syamsiah
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 1 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.614 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i1.4968

Abstract

Penelitian ini membahas tentang factor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, seprti jenis kelamin, usia, pola asuh ornag tua.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beberapa factor terhadap kecerdasan intelektual anak.Penelitian deskriktif dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa factor factor yang mempengaruhi kecerdaan inteltual anak itu antara lain usia, jenis kelamin, suku, status gizi dan pola asuh orang tua. Dengan hasil penelitian ini diharapkan setiap factor tersebut dapat menjadi perhatian oarng tua untuk melihat tingkat dan memantau kecerdasan intetual anak.
EFEKTIFITAS PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH MANAJEMEN KEPERAWATAN Rauf, Syamsiah
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 1 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.107 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i1.5597

Abstract

Cooperative learning is one of learning method that can improve the quality of learning.This research aimed to evaluate the effects of the Cooperative Learning method on the students learning achievement.The research type was descriptive analytical with the cross-sectional approach. The samples were chosen from all the nursing students, who took the nursing management cource, using the total sampling technique. The data analysis used Pearson correlation test and One Way ANNOVA.The research results revealed that there was a correlation between the students perception towards the Cooperative Learning method and their learning achievement (p=0.001). pearson correlation value of 0.563 indicated a positive correlation with a strong effect. The result of the One Way Annova revealed the result that the learning interest towards the cooperative learning method was STAD, TGT and Jigsaw were significantly different from the value of 0.000 < 0.05. this indicated that the learning interest had a strong and significant correlation with the learning achievement. The higher the learning interest increased, the higher the learning achivement would be; and so would be the opposite. Then, in order to see the differences of the learning achievements of the different learning methods of cooperative learning, i.e. STAD, TGT, and Jigsaw, the further test, i.e. the post-hoc tukey test, it was found that the result of the Post-Hoc Tukey showed that the highest learning achievement was by using TGT learning method (the mean value was 91.42), followed by the jigsaw method (the mean value was 89.27), and by the STAD method (the mean value was 83,92). Thus, in order to increase the students learning achievements, the cooperative learning method, particularly the TGT method, could be used.
PENGARUH REMINISCENCE GROUP THERAPY TERHADAP STATUS HARGA DIRI LANSIA POST POWER SYNDROME rauf, syamsiah; Dwi Suhardini, Andi nur setiyawati; Tiro, Nur Hidayah; Sutria, Eny
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 1 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.095 KB) | DOI: 10.24252/join.v4i1.7488

Abstract

PENGARUH REMINISCENCE GROUP THERAPY TERHADAP STATUS HARGA DIRI LANSIA POST POWER SYNDROMEAndi Nur Setyawati Dwi Suhardini 1, Eny Sutria 2,Syamsiah Rauf 3, Nur Hidayah 4, Saleh Ridwan 51 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar2 Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar 3 Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar 4 Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar 5 Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin MakassarEmail : andinursetyawati@gmail.com Proses penuaan (aging process) merupakan proses alami yang ditandai dengan terjadinya penurunan serta perubahan kondisi fisik, psikologis maupun sosial dalam aktivitas sehari-hari yang menimbulkan penurunan produktivitas pada lansia terkhusus dalam bidang pekerjaan. Perubahan status dari bekerja menjadi tidak bekerja dapat menjadi faktor terjadinya stressor psikologis pada lansia yang dapat berkembang menjadi konsep diri yang negatif yakni perasaan tidak berharga. Reminiscence Group Therapy atau terapi kenangan merupakan salah satu jenis terapi dengan pendekatan perilaku dan kognitif yang dirancang khusus untuk meningkatkan status kesehatan mental pada lansia dengan menggunakan memori tentang hal-hal yang menyenangkan bagi lansia untuk memelihara kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reminiscence group therapy terhadap status harga diri lansia post power syndrome. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 orang responden lansia yang telah pensiun dengan post power syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden dengan harga diri rendah sebelum diberikan reminiscence group therapy. Hasil uji wilcoxon setelah reminiscence group therapy menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yaitu P Value = 0,001 atau P<0,05) yang berarti bahwa terjadi peningkatan harga diri pada lansia setelah pemberian reminiscence group therapy. Kesimpulan : Ada pengaruh pelaksanaan reminiscence group therapy terhadap status harga diri lansia post power syndrome di Wilayah Kerja Puskesmas Samata. Kata Kunci : Reminiscence Group Therapy, Lansia, Harga Diri. Post Power Syndrome.