Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Terapeutik Dokter dalam Memotivasi Pasien Kanker Payudara untuk Menjalani Kemoterapi Anita Asmara; Rini Rinawati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11278

Abstract

AbstrakBerdasarkan data Globocan WHO 2020 di Indonesia pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa. Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan untuk menghancurkan sel kanker, namun dapat menyebabkan efek samping yang beragam pada pasien kanker. Arus informasi kesehatan yang masif di berbagai media, pasien sering kali mencari berbagai informasi mengenai kemoterapi di media sosial sehingga pasien merasa khawatir dan takut untuk menjalani proses kemoterapi. Di sinilah peran komunikasi terapeutik dokter sangat diperlukan untuk memotivasi pasien agar menjalankan kemoterapi dalam upaya pengobatan kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi terapeutik dokter dalam memotivasi pasien kanker payudara menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif serta pendekatan studi kasus. Khalayak yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah dua orang dokter spesialis bedah onkologi yang bekerja di dua rumah sakit yang berbeda serta aktif di Yayasan Kanker Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam melalui zoom meeting pada 12 Januari 2023. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dokter telah melakukan komunikasi terapeutik yang efektif untuk memotivasi pasien melakukan kemoterapi. Persiapan dalam komunikasi terapeutik salah satunya dengan mengenali kepribadian pasien. Hambatan yang sering ditemui dalam memotivasi pasien melakukan kemoterapi adalah latar belakang pendidikan. Simpulan penelitian ini, memotivasi pasien kanker payudara untuk kemoterapi sangat diperlukan komunikasi terapeutik dokter yang efektif serta memerlukan persiapan yang baik, salah satunya mengenal kepribadian pasien. Jam terbang yang semakin banyak serta pengetahuan dokter bertambah melakukan komunikasi terapeutik yang efektif maka hambatan komunikasi dapat diatasi. Physician Therapeutic Communication Strategies to Motivate Breast Cancer Patients to Perform ChemotherapyAbstractBased on WHO Globocan data, in 2020 Indonesia in 2020, the number of new breast cancer cases reached 68,858 cases (16.6%) of 396,914 new cancer cases, with the number of deaths reaching more than 22 thousand people. Chemotherapy is a type of treatment to destroy cancer cells but can cause various side effects in cancer patients. With the massive flow of health information in various media, patients often seek various information about chemotherapy on social media, so patients feel worried and afraid to undergo chemotherapy. This is where the role of a doctor's therapeutic communication is needed to motivate patients to undergo chemotherapy to treat breast cancer. This study aims to determine doctors' therapeutic communication in motivating breast cancer patients to undergo chemotherapy. This study uses a constructivist paradigm with qualitative methods and a case study approach. The audiences who were subjects of this study were two surgical oncologists who worked in two different hospitals and were active in the Indonesian Cancer Foundation. The data collection technique used is through interviews. The research was conducted using in-depth interviews via a zoom meeting on January 12, 2023. The research results showed that doctors had carried out effective therapeutic communication to motivate patients to do chemotherapy. One of the preparations for therapeutic communication is by recognizing the patient's personality. The obstacle often encountered in motivating patients to do chemotherapy is educational background. The conclusion of this study, motivating breast cancer patients for chemotherapy is necessary for effective doctor- therapeutic communication and requires good preparation, one of which is knowing the patient's personality. The more hours of flying and the more knowledge of doctors to carry out effective therapeutic communication, the more communication barriers can be overcome.
Literasi Digital Lansia: (Studi Fenomenologi Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp Pada Lansia Indonesia Ramah Lansia Kota Bandung) Adiva Vanka Tamika; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9425

Abstract

Abstract. Cannot be denied that the elderly population is the most vulnerable group when it comes to the use of digital technology. The lack of understanding and education among the elderly makes them highly susceptible to spreading hoaxes or becoming victims of digital scams. Digital literacy is considered crucial in order to prevent these negative impacts. The purpose of this study is to determine the utilization of WhatsApp applications among the elderly who are part of the Elderly-Friendly Indonesia initiative in Bandung City. This research utilizes a qualitative research method through a phenomenological approach and employs a constructivist paradigm. The informants in this study consist of three elderly individuals who are members of the Elderly-Friendly Indonesia initiative in Bandung City. The study incorporates theories of New Media, Social Construction, and Phenomenology. The data for this research is obtained through semi-structured interviews with the three informants. Additionally, data from the research results are also gathered through participant observation. The findings of this study reveal several motives of the elderly in using the WhatsApp application, including recommendations from their children, accidental discovery, keeping up with technological advancements, easy access to information flow, and of course, the motives are aimed at facilitating communication. The study also uncovers the experiences of the elderly in using the WhatsApp application, such as positive experiences, negative experiences, the use of free voice and video calls as the main features, and regular usage frequency. Based on the experiences they have had, the elderly perceive hoaxes as false news and recognize their negative impacts. Furthermore, several factors that hinder the fulfillment of digital literacy among the elderly are identified, including dependence on others, limitations in verification, declining memory capacity, and limited understanding of digital literacy-related issues. Abstrak. Tidak dapat dipungkiri bahwa kelompok masyarakat lansia merupakan khalayak yang paling rentan pada penggunaan teknologi digital. Pemahaman dan edukasi yang kurang terhadap para lansia menyebabkan lansia merupakan rentan usia paling banyak menyebarkan hoaks maupun menjadi korban penipuan digital. Literasi digital dianggap penting sekali dilakukan kepada para lansia untuk mencegah dampak-dampak negatif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi WhatsApp pada lansia yang tergabung dalam Indonesia Ramah Lansia Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi dan dengan menggunakan paradigma konstruktivis. Informan pada penelitian ini merupakan 3 orang lansia dari standar 3 Indonesia Ramah Lansia Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan Teori Media Baru, Konstruksi Sosial dan Fenomenologi. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan ketiga informan. Selain itu, data hasil penelitian juga diperoleh melalu observasi partisipasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebuah motif lansia dalam menggunakan aplikasi WhatsApp yaitu rekomendasi anak, fasilitas, mengikuti perkembangan teknologi, kemudahan arus informasi dan tentunya motif-motif tersebut bertujuan untuk kemudahan komunikasi. Ditemukan pula pengalaman lansia dalam menggunakan aplikasi WhatsApp yaitu pengalaman positif, penglaman negatif, penggunaan free call dan video call sebagai fitur utama, dan frekuensi penggunaan rutin. Dari pengalaman yang lansia rasakan kemudian lansia memaknai hoaks sebagai berita tidak benar dan hoaks berdampak negatif. Selanjutnya ditemukan beberapa faktor penghambat pemenuhan literasi digital lansia yaitu ketergantungan terhadap orang lain, keterbatasan verifikasi, kemampuan daya ingat menurun dan keterbatasan pemahaman terkait literasi digital
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung Salwa Tsana Shabira; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9437

Abstract

Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan yang multikultural dan global seperti saat ini. Perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara seseorang berbicara, menulis, dan bertindak, serta cara mereka memandang dunia dan mengambil keputusan. Perbedaan Bahasa, dialek dan cara bertutur mahasiswa Pontianak dengan mahasiswa lokal ini menyebabkan adanya kesalahpahaman dalam penyampaian pesan dan menimbulkan konflik karena adanya perbedaan makna, terutama dalam situasi komunikasi informal yang dilakukan di lingkungan yang mayoritas berbudaya Sunda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi yang dilakukan oleh Mahasiswa perantau asal Pontianak di Kota Bandung. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Interaksi Simbolik serta Metode peneltian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 3 orang mahasiswa asal Pontianak Di Universitas Islam Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa situasi komunikatif yang dilakukan berupa kegiatan dalam ruang kelas, kerja kelompok, organisasi dan bermain. Peritiwa komunikasi dalam setiap situasi ini memiliki tujuan untuk membangun hubungan dengan mahasiswa lainnya. serta Tindakan komunikasi yang dilakukan menyesuaikan dengan budaya sunda dengan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi. Terdapat beberapa pola komunikasi dalam setiap situasi komunikatif. Seperti komunikasi dua arah dan multi arah. Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan yang multikultural dan global seperti saat ini. Perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara seseorang berbicara, menulis, dan bertindak, serta cara mereka memandang dunia dan mengambil keputusan. Perbedaan Bahasa, dialek dan cara bertutur mahasiswa Pontianak dengan mahasiswa lokal ini menyebabkan adanya kesalahpahaman dalam penyampaian pesan dan menimbulkan konflik karena adanya perbedaan makna, terutama dalam situasi komunikasi informal yang dilakukan di lingkungan yang mayoritas berbudaya Sunda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi yang dilakukan oleh Mahasiswa perantau asal Pontianak di Kota Bandung. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Interaksi Simbolik serta Metode peneltian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 3 orang mahasiswa asal Pontianak Di Universitas Islam Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa situasi komunikatif yang dilakukan berupa kegiatan dalam ruang kelas, kerja kelompok, organisasi dan bermain. Peritiwa komunikasi dalam setiap situasi ini memiliki tujuan untuk membangun hubungan dengan mahasiswa lainnya. serta Tindakan komunikasi yang dilakukan menyesuaikan dengan budaya sunda dengan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi. Terdapat beberapa pola komunikasi dalam setiap situasi komunikatif. Seperti komunikasi dua arah dan multi arah.
Hubungan Penggunaan Instagram dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Ristianto; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15679

Abstract

Abstract. This research is entitled The Relationship between Instagram Use and Fulfilling the Information Needs of Dayeuhkolot Residents, Bandung Regency "Correlational Study of the Instagram Account @Infotidayeuhkolot". The purpose of this research is to find out how much influence the social media Instagram has on the information needs of the community, especially residents around the Dayeuhkolot area. This research uses the uses and gratifications theory, where this theory emphasizes that listeners, readers, viewers can choose and use various media options such as Instagram social media as a determinant of selecting messages and media for personal satisfaction. The description of this theory is that media is directly related to active audiences, such as Instagram social media as a provider of information that can be accessed by Instagram users. This research uses quantitative methods with a correlational approach. The population in this study were Instagram followers @infotidayeuhkolot with a sample of 51 respondents. Meanwhile, the data collection technique for this research was carried out through distributing questionnaires and observation. The results of this research are: (1) There is a positive relationship between aspects of the intensity of Instagram media use and fulfilling information needs. (2) There is a positive relationship between aspects of message content using Instagram media and fulfilling information needs. (3) There is a positive relationship between the attractiveness aspect of using Instagram media and fulfilling information needs. Keywords: Social Media, Instagram, Information Needs. Abstrak. Penelitian ini berjudul Hubungan Penggunaan Instagram Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung “Studi Korelasional Pada Akun Instagram @Infotidayeuhkolot”. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari media sosial instagram terhadap kebutuhan informasi masyarakat, terutama warga di sekitar daerah Dayeuhkolot. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratifications, dimana teori tersebut menekankan bahwa pendengar, pembaca, penonton dapat memilih dan menggunakan opsi berbagai media seperti halnya media sosial instagram sebagai penentu pemilihan pesan dan media untuk kepuasan pribadi. Gambaran teori ini media berkaitan langsung dengan khalayak aktif, seperti halnya media sosial instagram sebagai penyedia informasi yang dapat diakses oleh pengguna instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah followers instagram @infotidayeuhkolot dengan sampel sebanyak 51 responden. sedangkan Teknik pengambilan data penelitian ini dilakukan melalui penyebaran angket dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Terdapat hubungan positif antara aspek intensitas penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. (2) Terdapat hubungan positif antara aspek isi pesan penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. (3) Terdapat hubungan positif antara aspek daya tarik penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Kebutuhan Informasi.
Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Perantauan di Universitas Islam Bandung Riza Al Ghifari Suseno; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10296

Abstract

Abstract. When someone decides to migrate, it means that he will enter a new environment with a new culture in it, not infrequently this difference makes it difficult for someone to survive in his new environment. Adaptation is one of the ways that a person needs to do when deciding to migrate. Adaptation is needed so that the individual can survive during the overseas period. In the process, each individual will have different experiences when trying to adapt. The objectives of this study are: 1) To find out the experience of overseas students from North Maluku in carrying out the adaptation process through cross-cultural communication at the Bandung Islamic University, 2) To find out the overseas students from North Maluku in the Mining Engineering study program in interpreting cross-cultural communication in the adaptation process, 3) To find out the motives of overseas students from North Maluku to do cross-cultural communication. The subjects of this study were students of the Mining Engineering Study Program at the Islamic University of Bandung who came from North Maluku. This research uses the constructivism paradigm, qualitative research method, and phenomenological approach. The theory used is Alferd Schutz's Phenomenology theory. The result of this study is that the adaptation experience carried out by students from North Maluku is divided into four phases, namely: 1) honeymoon phase, 2) frustration phase, 3) readjustment phase, 4) resolution phase. Regarding meaning, students from North Maluku interpret cross-cultural communication as a social norm, liaison, learning process, self-identity and character reflection. Meanwhile, the motive is divided into two parts, namely the cause motive which consists of 1) language differences, 2) daily needs, 3) realizing as foreigners Abstrak. Ketika seseorang memutuskan merantau artinya ia akan memasuki sebuah lingkungan baru dengan kebudayaan baru di dalamnya, tak jarang adanya perbedaan ini membuat seseorang menjadi sulit untuk bertahan berada di lingkungan barunya. Adaptasi merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan oleh seseorang ketika memutuskan untuk merantau. Adaptasi dilakukan agar individu teresbut bias bertahan selama masa perantauan. Pada prosesnya, setiap individu akan memiliki pengalman yang berbeda-beda ketika berusaha beradaptasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengalaman mahasiswa perantauan asal maluku utara dalam melakukan proses adaptasi melalui komunikasi lintas budaya di Universitas Islam Bandung, 2) Untuk mengetahui mahasiswa perantauan asal Maluku Utara program studi Teknik Pertambangan dalam memaknai komunikasi lintas budaya pada proses adaptasi, 3) Untuk mengetahui motif mahasiswa perantauan asal Maluku Utara melakukan komunikasi lintas budaya. Subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung yang berasal dari Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, metode penelitian kualitatif, dan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan adalah teori Fenomenologi Alferd Schutz. Hasil dari penelitian ini adalah pengalaman adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa asal Maluku Utara terbagi menjadi empat fase yaitu : 1) honeymoon phase, 2) frustration phase, 3) readjustment phase, 4) resolution phase. Terkait makna, mahasiswa asal Maluku Utara memaknai komunikasi lintas budaya sebagai norma sosial, penghubung, proses belajar, identitas diri dan cerminan karakter. Sedangkan pada motif terbagi menjadi dua bagian yaitu motif sebab yang terdiri dari 1) adanya perbedaan bahasa, 2) kebutuhan sehari-hari, 3) menyadari sebagai pendatang
Pengaruh Electronic Word of Mouth terhadap Minat Beli Produk Wardah Beauty Alisya Sakinah; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13021

Abstract

Abstract. This research aims to determine the influence of Electronic Word of Mouth (EWOM) on purchasing interest for Wardah Beauty products. This research was conducted using quantitative methods and a descriptive approach in a positive paradigm. Research participants were those who commented on the last three uploads on Amanda Rawles's Instagram (@amandarawles) in 2023 which were obtained through the use of questionnaires as a data collection technique. Data analysis uses descriptive analysis techniques and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The methodology used is a quantitative research approach, with a sample size of 89 people. This research examines the influence of Electronic Word of Mouth (EWOM) on consumer buying interest. The results of this research show that the role of brand ambassador can strengthen the influence of EWOM in increasing interest in purchasing cosmetic products, with a special focus on Wardah Beauty products. The implications of these findings indicate that cosmetics companies can utilize EWOM more effectively in increasing purchasing interest, especially through social media platforms. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Electronic Word of Mouth (EWOM) terhadap minat beli produk Wardah Beauty. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif dalam paradigma positivistik. Partisipan penelitian adalah yang berkomentar pada tiga unggahan terakhir di Instagram Amanda Rawles (@amandarawles) pada tahun 2023 yang diperoleh melalui penggunaan kuisioner sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif serta Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Metodologi yang digunakan yaitu pendekatan penelitian kuantitatif, dengan jumlah sampel 89 orang. Penelitian ini mengkaji pengaruh Electronic Word of Mouth (EWOM) terhadap minat beli konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran brand ambassador dapat memperkuat pengaruh EWOM dalam meningkatkan minat beli produk kosmetik, dengan fokus khusus pada produk Wardah Beauty. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan kosmetik dapat memanfaatkan EWOM secara lebih efektif dalam meningkatkan minat beli, khususnya melalui platform media sosial.
Nilai Berita dalam Jurnalis Komik Sakti Ahmad Fajri; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.15637

Abstract

Abstract. The genre of comic journalism has not been widely used in Indonesia. The combination of journalism and comics is a breath of fresh air for various forms of journalistic products in Indonesia. An alternative media called Jurnaliskomik has succeeded in combining journalistic activities with comics and breaking the stigma of comics in society which has been considered fictitious and imaginative. In its products, Jurnaliskomik applies news values and tries to make boundaries between the objectivity of a journalist and the imagination of a comic artist. This research uses a descriptive qualitative method. In this case, researchers tried to find information about news values in comic journalists, which in this case was carried out on Instagram @jurnaliskomik. The results of this study found that in the production process, Jurnaliskomik still carries out journalistic activities and Jurnaliskomik has implemented news values in each of its products. There are three news values that stand out from Jurnaliskomik products, including timeliness, prominence, and proximity. As an alternative media, Jurnaliskomik will always produce news from its idealistic point of view. Abstrak. Genre jurnalisme komik belum banyak digunakan di Indonesia. Penggabungan antara jurnalistik dan komik menjadi angin segar bagi ragam bentuk produk jurnalistik di Indonesia. Sebuah media alternatif bernama Jurnaliskomik berhasil menggabungkan kegiatan jurnalistik dengan komik dan mematahkan stigma komik di masyarakat yang selama ini dinilai fiktif juga imajinatif. Pada produknya Jurnaliskomik menerapkan nilai-nilai berita dan mencoba membuat batasan antara objektivitas seorang jurnalis dengan imajinasi seorang komikus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam hal ini peneliti berusaha mencari informasi mengenai nilai-nilai berita dalam jurnalis komik yang pada kasus ini dilakukan pada Instagram @jurnaliskomik. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam proses produksinya, Jurnaliskomik tetap melakukan kegiatan jurnalistik dan Jurnaliskomik telah menerapkan nilai-nilai berita dalam setiap produknya. Terdapat tiga nilai berita yang menonjol dari produk Jurnaliskomik, di antaranya timeliness (masa), prominence (terkenal), dan proximity (jarak). Sebagai media alternatif, Jurnaliskomik akan selalu memproduksi berita dari sudut pandang idealisnya.
Digital Literacy for Women's Empowerment: A Solution to Grow Awareness of Countering Hoaxes Ahmadi, Dadi; Rini Rinawati; Dedeh Fardiah; Ferry Darmawan; Mutia Umar; Nia Kurniati Syam
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.2645

Abstract

The purpose of this study is to explore the effectiveness of digital literacy programmes for women to raise awareness and combat hoaxes. The object of the research is the women's recitation community who are members of the Aisyiyah organisation. The importance of digital literacy in today's digital era and the need for continued investment in programmes to help women become more digitally literate. Using a quasi-experimental design, this study used pre-test and post-test data to measure awareness and combat hoaxes. Data was collected from primary and secondary sources, including surveys and literature reviews. The results showed an improvement in literacy and this reflected the participants' understanding and application of digital literacy skills, including social media, blogs, videos, images and editing tools. A comparison between the pre and post-test results and the change in error rates can give an idea of the increase or decrease in digital literacy skills after the programme.
Representasi Peran Perempuan pada Konteks Patriarki dalam Film “Yuni” Iska Nur Indira Dewi; Rini Rinawati
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i1.3712

Abstract

Abstrak. Sebagai sebuah refleksi dari dunia nyata, film sebagai media komunikasi memiliki potensi untuk menampilkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan kita, salah satunya ialah film-film yang menceritakan isu gender. Dalam realitas sosial, isu gender selalu menjadi isu yang tidak akan pernah habis dalam pembahasannya, pembagian peran antara laki-laki dan perempuan, bias gender, dan juga konteks patriarki dan feminism yang ada selalu menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Film “Yuni” (2021) karya Kamila Andini menjadi salah satu film yang membahas isu gender dan realitasnya di tengah masyarakat Banten yang lekat dengan kebudayaan dan adat istiadatnya. Penelitian ini mengkaji bagaimana representasi peran perempuan ditinjau dari posisi subjek, objek, dan penonton yang digunakan dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Penelitian ini juga mengkaji penggambaran bias gender dalam film ini. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis Sara Mills melalui hasil observasi, dokumentasi dan wawancara kepada ahli terkait sebagai data pendukung. Hasil temuan penelitian ini adalah ditemukannya representasi peran perempuan dalam film ini yang memposisikan perempuan berada pada peran ganda, yakni pada peran domestik dan juga peran publik. Pun terjadinya bias gender pada film ini yang didominasi oleh penggambaran peran perempuan dan keberpihakan perempuan dibanding laki-laki. Abstract. As a reflection of the real world, film as communication medium has the potential to show stories that are close to our lives, is viewed from the position of subject, object and audience using Sara Mills' Critical Discourse Analysis approach. This research also examines the depiction of gender bias in this film. The data was analyzed qualitatively using the Sara Mills Critical Discourse Analysis method through observations, documentation and interviews with related experts as supporting data. The results of the findings of this research are the representation of women's roles in this film which positions women in dual roles, namely in domestic roles and also public roles. There is also gender bias in this film which is dominated by the depiction of women's roles and the bias towards women over men.
Digital transformation through electronic-based government system performance as public relations strategy Fardiah, Dedeh; Darmawan, Ferry; Rinawati, Rini; Supaat, Viky Edya Martina; Hadnansyah, Edwan
PRofesi Humas Vol 9, No 1 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v9i1.56095

Abstract

Background: West Java Province is advancing towards digital governance with the West Java Digital Service. In 2023, it received the Indonesian Regional Government Appreciation Award for Integrated Digital Transformation from B-Universe. The revamped jabarprov.go.id portal provides an integrated one-stop public service platform, enhancing public access to information and services. Integration across regional, district, and city agencies has simplified portal management. The government’s approach to digital transformation includes adopting an electronic-based government system (SPBE) as part of its public communication strategy. This study explores the effectiveness of digital transformation via SPBE for communication advancement by the West Java Regional Government. It assesses its impact on public accessibility and service efficiency. Methods: This study uses a case study method and Focus Group Discussions with E-government managers in 28 cities/regencies in West Java. Results: The study reveals that public communication encompasses services for society, businesses, government, and ASN. Interaction processes involve infrastructure development, information provision, two-way interaction, and managing feedback. Information transactions include a complaint platform, guidelines, complaint submission, verification, handling, confirmation, resolution, and evaluation. Collaborations span government, society, the private sector, NGOs, academia, and international partners. Public communication optimation improves satisfaction, efficiency, transparency, accountability, and participation. Conclusion: Digital transformation through SPBE enhances efficiency, transparency, and public involvement, with government public relations crucial for supporting and optimizing SPBE performance. Implication: The research implies that the government should enhance information models for broader accessibility, which covers those with physical or digital limitations, and facilitate two-way interactions through digital platforms, AI, and Chatbots. Besides, education and socialization regarding SPBE services are fundamental.