Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Brand Fashion Melalui Media Sosial Instagram Pranasakya Ananda Gilang Umbara; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6612

Abstract

Abstract. This research is entitled Digital Marketing Communication Strategy for Fashion Brands Through Instagram Social Media (Case Study on Instagram Brand @fabricthejeans). The purpose of this research is to find out the marketing communication strategy carried out by Fabric The Jeans through Instagram and the Instagram features used for marketing on Instagam. The subjects of this research are the founder and owner of Fabric The Jeans, marketing and admin of Instagram Fabric The Jeans, and followers of the Instagram account Fabric The Jeans. The data collection techniques of this research were observation and interviews. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results of this study are market segmentation conducted by Fabric The Jeans based on demographics, namely among teenagers aged between 16 years to 24 years with a male-only market. Segmentation based on geography or region, namely Bandung, Jakarta, Bekasi, and Cianjur. There are also countries such as Indonesia, Malaysia, Germany, and the United States. Segmentation based on psychographics, namely people who are in style with denim. Fabric The Jeans target market in general is people who have an interest in the metal music genre and extreme sports such as skateboarding and bmx. The specific target market determined by Fabric The Jeans is motorcycle children, especially custom motorcycles. Fabric The Jeans wants to position itself as a specialist motorcycle denim brand by producing basic casual style products and carrying navy or dark blue colors in every Instagram upload that is close to indigo color as the basic color of denim fabric. The reason why Fabric The Jeans conducts digital marketing communications on Instagram is because it is free and easy to use because it only has photos and videos using the feeds and insta story features which are uploaded two to three times in one day, has many users, one of which is children. young people or teenagers, can connect with other social media such as Facebook and can display links to other platforms such as WhatsApp, Tokopedia, and Shopee. Abstrak. Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Brand Fashion Melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus Pada Instagram Brand @fabricthejeans). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui segmentasi pasar, target pasar, dan positioning Fabric The Jeans melalui Instagram. Subjek penelitian ini adalah pendiri sekaligus pemilik Fabric The Jeans. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah segmentasi pasar yang dilakukan Fabric The Jeans berdasarkan demografis yaitu kalangan anak remaja rentang usia antara 16 tahun hingga 24 tahun dan khusus laki-laki. Segmentasi berdasarkan geografis atau wilayah yaitu Kota Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Cianjur. Juga ada negara Indonesia, Malaysia, Jerman, dan Amerika Serikat. Target pasar Fabric The Jeans secara umum yaitu orang yang memiliki ketertarikan di bidang musik bergenre metal dan cabang olahraga ekstrim seperti skateboard dan bmx. Target pasar khusus yang ditentukan oleh Fabric The Jeans yaitu kalangan anak motor terutama motor custom, semi trail, dan adventure. Segmentasi berdasarkan psikografis yaitu orang yang senang bergaya dengan denim. Fabric The Jeans ingin memposisikan dirinya sebagai brand denim motor specialist dengan menghasilkan produk bergaya basic casual dan menampilkan feeds dengan warna navy atau biru tua di setiap unggahan Instagramnya yang mendekati warna indigo sebagai warna dasar kain denim. Alasan mengapa Fabric The Jeans melakukan komunikasi pemasaran digital di Instagram dikarenakan pemakaiannya yang gratis dan mudah dalam penggunaannya karena hanya bermodal foto dan video menggunakan fitur feeds dan insta story yang dilakukan dua hingga tiga kali unggahan dalam satu hari, memiliki banyak pengguna yang salah satunya kalangan anak muda atau remaja, bisa terhubung dengan media sosial lainnya seperti facebook dan bisa menampilkan tautan platform lain seperti whatsapp, tokopedia, dan shopee.
Komunikasi Efektif Motivator Ketahanan Keluarga Dalam Pemberdayaan Masyarakat Rini Rinawati; Ferry Darmawan; Dedeh Fardiah; Nia Kurniati
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.416 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i2.24

Abstract

Abstract Family Resilience Motivator (Motekar) is a Motivator who has the task of assisting the government in building family resilience, especially in West Java. Motekar workers have a very strategic role in realizing family resilience. The role of the motekar power is as an "empowerer" who in himself has the ability in the form of aspects: cognitive, affective, and psychomotor. Therefore, Motekar must have the capacity and capability to run a business in increasing family resilience, especially in terms of physical, economic, socio-cultural and environmental vulnerabilities. This service is carried out with the aim of providing understanding and knowledge and effective communication skills for family resilience motivators in community empowerment activities through an effective communication approach. The service is carried out using the lecture method, discussion or question and answer, and simulation or practical assistance. To see the level of knowledge before and after the implementation of the pretest and posttest activities. The results of the implementation of the implementation of family resilience motivators experienced a significant increase in knowledge about the material or information provided. Prior to the implementation of the Motekar service, knowledge was low until now, while after the provision of material knowledge increased in the medium and high categories. This shows that the material delivered is effective in increasing the knowledge and skills of motivators for family resilience to be more effective. The implications of the results of this service can contribute directly in the fields of economic resilience, socio-culture and a healthier environment. Keywords: Effective         communication;      family          resilience;    foster           family; empowerment; motekar.  Abstrak Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) adalah Tenaga Motivator yang memiliki tugas membantu pemerintah dalam rangka membangun ketahanan keluarga khususnya di Jawa Barat. Tenaga motekar memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Peran tenaga motekar tersebut adalah sebagai “pemberdaya” yang pada dirinya memiliki kemampuan berupa aspek: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu, motekar harus memiliki kapasitas dan kapabilitas menjalankan tugasnya dalam meningkatkan ketahanan keluarga, terutama pada keluarga yang mengalami kerentanan fisik, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif bagi tenaga motivator ketahanan keluarga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang efektif. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi atau tanya jawab, dan simulasi atau pendampingan praktek. Untuk melihat tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan digunakan pretest dan postest. Hasil dari pelaksanaan pengabdian memperlihatkan bahwa tenaga motivator  ketahanan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan mengenai materi atau informasi yang diberikan. Sebelum dilaksanakan pengabdian motekar memiliki pengetahuan yang rendah sampai sedang, sementara setelah dilakukan pemberian materi pengetahuan meningkat pada kategori sedang dan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan motivator ketahanan keluarga menjadi lebih efektif. Implikasi dari hasil pengabdian ini dapat memberikan konstribusi secara langsung dalam bidang ketahanan ekonomi, social budaya dan lingkungan yang lebih sehat.Kata-kata kunci: Komunikasi efektif; ketahanan keluarga; keluarga binaan; pemberdayaan; motekar.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru dengan Orang Tua terhadap Pengetahuan Perkembangan Sosial Emosional Anak Sania Wahyuni; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7561

Abstract

Abstract. Research on the Influence of Interpersonal Communication between Teachers and Parents on Knowledge of the Social Emotional Development of Children Aged 5-6 This year is to find out how much influence interpersonal communication between teachers and parents has in determining the social emotional development of children aged 5-6 years in Kober, Pamulihan District. The focus of this study was to find out whether there was an influence of teacher-parent interpersonal communication on the knowledge of the social emotional development of children aged 5-6 years based on DeVito's words, namely, openness, empathy, support, positive attitude and equality. The Johari Window theory is the theory used in this study. The influence test method is the method used in this study with a quantitative approach. The Multistage Cluster Sampling technique was determined by the researcher for the number of samples taken. This study has a population of 1,602 people with a sample of 181 parents. The results of the research obtained on knowledge of the social emotional development of children aged 5-6 years in Kober in the Pamulihan Sub-District are that interpersonal communication has no effect on knowledge of the social emotional development of children aged 5-6 years in 5 Kober in the Pamulihan District. Parental knowledge is influenced by other variables, namely the use of modern technology and also group communication with parents. Abstrak. Penelitian mengenai Pengaruh Komunikasi Interpersonal Guru dengan Orangtua Terhadap Pengetahuan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi interpersonal antara guru dengan orang tua dalam mengetahui perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Kober Wilayah Kecamatan Pamulihan. Fokus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh dari komunikasi interpersonal guru dengan orang tua dalam pengetahuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun berdasarkan ungkapan DeVito yaitu, keterbukaan, sikap empati, dukungan, sikap positif dan kesetaraan. Teori Johari Window merupakan teori yang digunakan pada penelitian ini. Metode uji pengaruh merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan Kuantitatif. Teknik Multistage Cluster Sampling ditentukan oleh peneliti untuk teknik pengambilan jumlah sampel. Penelitian ini memiliki populasi sebanyak 1.602 orang dengan sampel 181 orang tua. Hasil dari penelitian yang diperoleh terhadap pengetahuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Kober Wilayah Kecamatan Pamulihan ini adalah komunikasi interpersonal tidak berpengaruh terhadap pengetahuan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun pada 5 Kober di Wilayah Kecamatan Pamulihan. Pengetahuan orangtua dipengaruhi oleh variabel lain, yaitu penggunaan teknologi yang modern dan juga komunkasi kelompok pada orangtua.
Representasi Komunikasi Gender dalam Film Penyalin Cahaya Afra Cholisul Anggraini; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7881

Abstract

Abstract. This research is entitled Presentation of Communication in Photocopier movie. Photocopier is a movie that discusses sexual violence experienced by a female student named Suryani or Sur. The purpose of this study is to find out how the representation of gender communication is shown in Photocopier movie, also knowing the meaning of denotation, connotation, and myths from gender communication in the film Copying Light itself. In this study, researchers wanted to know the representation of gender communication contained in Photocopier movie. This study used qualitative research methods. This research was conducted based on Semiotic Analysis by Roland Barthes. Roland Barthes himself has three categories of analysis namely denotative meaning, connotative meaning and myth. The object of this research is Film Copying Light, with the research subject Suryani and Tariq. Data collection techniques used in this research are observation, documentation, and literature study. The results of this study are gender communication in the film Photocopier which is analyzed based on three categories from Roland Barthes, namely denotation, connotation and myth. Abstrak. Penelitian ini berjudul Peresentasi Komunikasi dalam Film Penyalin Cahaya. Penyalin Cahaya merupakan film yang membahas kekerasan seksual yang dialami seorang mahasiswi bernama Suryani atau Sur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana representasi komunikasi gender yang ditampilkan dalam film Penyalin Cahaya, serta mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari komunikasi gender dalam film Penyalin Cahaya sendiri. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui representasi komunikasi gender yang terdapat dalam film Penyalin Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, Adapun penelitian ini dilakukan berdasarkan Analisis Semiotika oleh Roland Barthes. Roland Barthes sendiri memiliki tiga kategori analisis yaitu makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Objek dari penelitian ini adalah Film Penyalin Cahaya, dengan subjek penelitian Suryani dan Thariq. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi gender dalam film Penyalin Cahaya yang dianalisis berdasarkan tiga kategori dari Roland Barthes yaitu denotasi, konotasi dan mitos.
The Penggunaan Akun Kedua di Media Sosial Instagram Deska Muhammad Ghifari Hermulya; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.9253

Abstract

Abtract. In this Information era internet helps us on every communication we did everyday, Internet also helps us to accssess social media to fulfil our desire in communication. In this digital era, a lot of people express themselves through photos or videos using social media and one of the biggest social media platform that people used to share their photos and videos are Instagram. In other ways instagram is short of places where people can built their images into something that they want, and it makes people used their account instagram very carefully with what they shared. This condition has affect second account phenomena to become the alternative ways of instagram users for shares their contents into the smaller group and express their emotions freely through their content post.This study is purposed to understand about the second account phenomena, starting meaning and motiveof the second account users on Instagram. This study using qualitative research with phenomenology to get to know more about how second account users delivers their messages through instagram features, and the reasons why users used second account on instagram. This study is using interview methods to the second account users and observed the Instagram as the platform. Second account users interpretation usage of the second account as a medium for shares their private life information or it can be calles as self disclosures.this puporsely to become closer with their friends in the second account. Abstrak. Di era Informasi Internet telah menunjang segala kegiatan komunikasi yang kita lalui sehari-hari, Internet juga membantu kita untuk mengakses media sosial yang dapat memenuhi Hasrat berkomunikasi. Penggunaan Media Sosial Instagram menjadi wadah untuk membagikan dan mengekspresikan diri melewati foto, video dan kata-kata kepada para followersnya, selain itu Instagram juga menjadi tempat bagi para penggunanya untuk mengkonstruksikan diri menjadi seperti yang kita inginkan. Fenomena penggunaan second account menjadi alternatif para pengguna Instagram untuk membagikan dan mengekspresikan diri mereka di dalam ruang lingkup yang lebih kecil serta dapat berkomunikasi dengan lebih jujur dalam membagikan postingan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motif dan makna bagi para Penggunaa second account di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk dapat mengetahui lebih dalam mengenai pengguna second account menyampaikan pesan melalui fitur-fitur yang tersedia. Alasan menggunakan second account dengan Teknik peneltian wawancara melalui Informan pengguna second account serta observasi melalui media sosial Instagram. Para pengguna memaknai penggunaan second account sebagai tempat untuk berbagi keluh kesah dalam keseharaian. Selain itu second account juga dijadikan sebagai wadah untuk membagikan informasi tentang diri sendiri atau bisa dianggap sebagai melakukan self disclosure agar bisa menjadi lebih dekat dengan teman-teman di second account.
Komunikasi Terapeutik Dokter dalam Memotivasi Pasien Kanker Payudara untuk Menjalani Kemoterapi Anita Asmara; Rini Rinawati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11278

Abstract

AbstrakBerdasarkan data Globocan WHO 2020 di Indonesia pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa. Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan untuk menghancurkan sel kanker, namun dapat menyebabkan efek samping yang beragam pada pasien kanker. Arus informasi kesehatan yang masif di berbagai media, pasien sering kali mencari berbagai informasi mengenai kemoterapi di media sosial sehingga pasien merasa khawatir dan takut untuk menjalani proses kemoterapi. Di sinilah peran komunikasi terapeutik dokter sangat diperlukan untuk memotivasi pasien agar menjalankan kemoterapi dalam upaya pengobatan kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi terapeutik dokter dalam memotivasi pasien kanker payudara menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif serta pendekatan studi kasus. Khalayak yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah dua orang dokter spesialis bedah onkologi yang bekerja di dua rumah sakit yang berbeda serta aktif di Yayasan Kanker Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam melalui zoom meeting pada 12 Januari 2023. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dokter telah melakukan komunikasi terapeutik yang efektif untuk memotivasi pasien melakukan kemoterapi. Persiapan dalam komunikasi terapeutik salah satunya dengan mengenali kepribadian pasien. Hambatan yang sering ditemui dalam memotivasi pasien melakukan kemoterapi adalah latar belakang pendidikan. Simpulan penelitian ini, memotivasi pasien kanker payudara untuk kemoterapi sangat diperlukan komunikasi terapeutik dokter yang efektif serta memerlukan persiapan yang baik, salah satunya mengenal kepribadian pasien. Jam terbang yang semakin banyak serta pengetahuan dokter bertambah melakukan komunikasi terapeutik yang efektif maka hambatan komunikasi dapat diatasi. Physician Therapeutic Communication Strategies to Motivate Breast Cancer Patients to Perform ChemotherapyAbstractBased on WHO Globocan data, in 2020 Indonesia in 2020, the number of new breast cancer cases reached 68,858 cases (16.6%) of 396,914 new cancer cases, with the number of deaths reaching more than 22 thousand people. Chemotherapy is a type of treatment to destroy cancer cells but can cause various side effects in cancer patients. With the massive flow of health information in various media, patients often seek various information about chemotherapy on social media, so patients feel worried and afraid to undergo chemotherapy. This is where the role of a doctor's therapeutic communication is needed to motivate patients to undergo chemotherapy to treat breast cancer. This study aims to determine doctors' therapeutic communication in motivating breast cancer patients to undergo chemotherapy. This study uses a constructivist paradigm with qualitative methods and a case study approach. The audiences who were subjects of this study were two surgical oncologists who worked in two different hospitals and were active in the Indonesian Cancer Foundation. The data collection technique used is through interviews. The research was conducted using in-depth interviews via a zoom meeting on January 12, 2023. The research results showed that doctors had carried out effective therapeutic communication to motivate patients to do chemotherapy. One of the preparations for therapeutic communication is by recognizing the patient's personality. The obstacle often encountered in motivating patients to do chemotherapy is educational background. The conclusion of this study, motivating breast cancer patients for chemotherapy is necessary for effective doctor- therapeutic communication and requires good preparation, one of which is knowing the patient's personality. The more hours of flying and the more knowledge of doctors to carry out effective therapeutic communication, the more communication barriers can be overcome.
Literasi Digital Lansia: (Studi Fenomenologi Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp Pada Lansia Indonesia Ramah Lansia Kota Bandung) Adiva Vanka Tamika; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9425

Abstract

Abstract. Cannot be denied that the elderly population is the most vulnerable group when it comes to the use of digital technology. The lack of understanding and education among the elderly makes them highly susceptible to spreading hoaxes or becoming victims of digital scams. Digital literacy is considered crucial in order to prevent these negative impacts. The purpose of this study is to determine the utilization of WhatsApp applications among the elderly who are part of the Elderly-Friendly Indonesia initiative in Bandung City. This research utilizes a qualitative research method through a phenomenological approach and employs a constructivist paradigm. The informants in this study consist of three elderly individuals who are members of the Elderly-Friendly Indonesia initiative in Bandung City. The study incorporates theories of New Media, Social Construction, and Phenomenology. The data for this research is obtained through semi-structured interviews with the three informants. Additionally, data from the research results are also gathered through participant observation. The findings of this study reveal several motives of the elderly in using the WhatsApp application, including recommendations from their children, accidental discovery, keeping up with technological advancements, easy access to information flow, and of course, the motives are aimed at facilitating communication. The study also uncovers the experiences of the elderly in using the WhatsApp application, such as positive experiences, negative experiences, the use of free voice and video calls as the main features, and regular usage frequency. Based on the experiences they have had, the elderly perceive hoaxes as false news and recognize their negative impacts. Furthermore, several factors that hinder the fulfillment of digital literacy among the elderly are identified, including dependence on others, limitations in verification, declining memory capacity, and limited understanding of digital literacy-related issues. Abstrak. Tidak dapat dipungkiri bahwa kelompok masyarakat lansia merupakan khalayak yang paling rentan pada penggunaan teknologi digital. Pemahaman dan edukasi yang kurang terhadap para lansia menyebabkan lansia merupakan rentan usia paling banyak menyebarkan hoaks maupun menjadi korban penipuan digital. Literasi digital dianggap penting sekali dilakukan kepada para lansia untuk mencegah dampak-dampak negatif tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi WhatsApp pada lansia yang tergabung dalam Indonesia Ramah Lansia Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi dan dengan menggunakan paradigma konstruktivis. Informan pada penelitian ini merupakan 3 orang lansia dari standar 3 Indonesia Ramah Lansia Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan Teori Media Baru, Konstruksi Sosial dan Fenomenologi. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan ketiga informan. Selain itu, data hasil penelitian juga diperoleh melalu observasi partisipasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh sebuah motif lansia dalam menggunakan aplikasi WhatsApp yaitu rekomendasi anak, fasilitas, mengikuti perkembangan teknologi, kemudahan arus informasi dan tentunya motif-motif tersebut bertujuan untuk kemudahan komunikasi. Ditemukan pula pengalaman lansia dalam menggunakan aplikasi WhatsApp yaitu pengalaman positif, penglaman negatif, penggunaan free call dan video call sebagai fitur utama, dan frekuensi penggunaan rutin. Dari pengalaman yang lansia rasakan kemudian lansia memaknai hoaks sebagai berita tidak benar dan hoaks berdampak negatif. Selanjutnya ditemukan beberapa faktor penghambat pemenuhan literasi digital lansia yaitu ketergantungan terhadap orang lain, keterbatasan verifikasi, kemampuan daya ingat menurun dan keterbatasan pemahaman terkait literasi digital
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung Salwa Tsana Shabira; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9437

Abstract

Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan yang multikultural dan global seperti saat ini. Perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara seseorang berbicara, menulis, dan bertindak, serta cara mereka memandang dunia dan mengambil keputusan. Perbedaan Bahasa, dialek dan cara bertutur mahasiswa Pontianak dengan mahasiswa lokal ini menyebabkan adanya kesalahpahaman dalam penyampaian pesan dan menimbulkan konflik karena adanya perbedaan makna, terutama dalam situasi komunikasi informal yang dilakukan di lingkungan yang mayoritas berbudaya Sunda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi yang dilakukan oleh Mahasiswa perantau asal Pontianak di Kota Bandung. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Interaksi Simbolik serta Metode peneltian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 3 orang mahasiswa asal Pontianak Di Universitas Islam Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa situasi komunikatif yang dilakukan berupa kegiatan dalam ruang kelas, kerja kelompok, organisasi dan bermain. Peritiwa komunikasi dalam setiap situasi ini memiliki tujuan untuk membangun hubungan dengan mahasiswa lainnya. serta Tindakan komunikasi yang dilakukan menyesuaikan dengan budaya sunda dengan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi. Terdapat beberapa pola komunikasi dalam setiap situasi komunikatif. Seperti komunikasi dua arah dan multi arah. Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan yang multikultural dan global seperti saat ini. Perbedaan budaya dapat mempengaruhi cara seseorang berbicara, menulis, dan bertindak, serta cara mereka memandang dunia dan mengambil keputusan. Perbedaan Bahasa, dialek dan cara bertutur mahasiswa Pontianak dengan mahasiswa lokal ini menyebabkan adanya kesalahpahaman dalam penyampaian pesan dan menimbulkan konflik karena adanya perbedaan makna, terutama dalam situasi komunikasi informal yang dilakukan di lingkungan yang mayoritas berbudaya Sunda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku komunikasi yang dilakukan oleh Mahasiswa perantau asal Pontianak di Kota Bandung. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Interaksi Simbolik serta Metode peneltian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi etnografi komunikasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 3 orang mahasiswa asal Pontianak Di Universitas Islam Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa situasi komunikatif yang dilakukan berupa kegiatan dalam ruang kelas, kerja kelompok, organisasi dan bermain. Peritiwa komunikasi dalam setiap situasi ini memiliki tujuan untuk membangun hubungan dengan mahasiswa lainnya. serta Tindakan komunikasi yang dilakukan menyesuaikan dengan budaya sunda dengan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berinteraksi. Terdapat beberapa pola komunikasi dalam setiap situasi komunikatif. Seperti komunikasi dua arah dan multi arah.
Hubungan Penggunaan Instagram dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Ristianto; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15679

Abstract

Abstract. This research is entitled The Relationship between Instagram Use and Fulfilling the Information Needs of Dayeuhkolot Residents, Bandung Regency "Correlational Study of the Instagram Account @Infotidayeuhkolot". The purpose of this research is to find out how much influence the social media Instagram has on the information needs of the community, especially residents around the Dayeuhkolot area. This research uses the uses and gratifications theory, where this theory emphasizes that listeners, readers, viewers can choose and use various media options such as Instagram social media as a determinant of selecting messages and media for personal satisfaction. The description of this theory is that media is directly related to active audiences, such as Instagram social media as a provider of information that can be accessed by Instagram users. This research uses quantitative methods with a correlational approach. The population in this study were Instagram followers @infotidayeuhkolot with a sample of 51 respondents. Meanwhile, the data collection technique for this research was carried out through distributing questionnaires and observation. The results of this research are: (1) There is a positive relationship between aspects of the intensity of Instagram media use and fulfilling information needs. (2) There is a positive relationship between aspects of message content using Instagram media and fulfilling information needs. (3) There is a positive relationship between the attractiveness aspect of using Instagram media and fulfilling information needs. Keywords: Social Media, Instagram, Information Needs. Abstrak. Penelitian ini berjudul Hubungan Penggunaan Instagram Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Warga Dayeuhkolot Kabupaten Bandung “Studi Korelasional Pada Akun Instagram @Infotidayeuhkolot”. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari media sosial instagram terhadap kebutuhan informasi masyarakat, terutama warga di sekitar daerah Dayeuhkolot. Penelitian ini menggunakan teori uses and gratifications, dimana teori tersebut menekankan bahwa pendengar, pembaca, penonton dapat memilih dan menggunakan opsi berbagai media seperti halnya media sosial instagram sebagai penentu pemilihan pesan dan media untuk kepuasan pribadi. Gambaran teori ini media berkaitan langsung dengan khalayak aktif, seperti halnya media sosial instagram sebagai penyedia informasi yang dapat diakses oleh pengguna instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah followers instagram @infotidayeuhkolot dengan sampel sebanyak 51 responden. sedangkan Teknik pengambilan data penelitian ini dilakukan melalui penyebaran angket dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Terdapat hubungan positif antara aspek intensitas penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. (2) Terdapat hubungan positif antara aspek isi pesan penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. (3) Terdapat hubungan positif antara aspek daya tarik penggunaan media instagram dengan pemenuhan kebutuhan informasi. Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Kebutuhan Informasi.
Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Perantauan di Universitas Islam Bandung Riza Al Ghifari Suseno; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10296

Abstract

Abstract. When someone decides to migrate, it means that he will enter a new environment with a new culture in it, not infrequently this difference makes it difficult for someone to survive in his new environment. Adaptation is one of the ways that a person needs to do when deciding to migrate. Adaptation is needed so that the individual can survive during the overseas period. In the process, each individual will have different experiences when trying to adapt. The objectives of this study are: 1) To find out the experience of overseas students from North Maluku in carrying out the adaptation process through cross-cultural communication at the Bandung Islamic University, 2) To find out the overseas students from North Maluku in the Mining Engineering study program in interpreting cross-cultural communication in the adaptation process, 3) To find out the motives of overseas students from North Maluku to do cross-cultural communication. The subjects of this study were students of the Mining Engineering Study Program at the Islamic University of Bandung who came from North Maluku. This research uses the constructivism paradigm, qualitative research method, and phenomenological approach. The theory used is Alferd Schutz's Phenomenology theory. The result of this study is that the adaptation experience carried out by students from North Maluku is divided into four phases, namely: 1) honeymoon phase, 2) frustration phase, 3) readjustment phase, 4) resolution phase. Regarding meaning, students from North Maluku interpret cross-cultural communication as a social norm, liaison, learning process, self-identity and character reflection. Meanwhile, the motive is divided into two parts, namely the cause motive which consists of 1) language differences, 2) daily needs, 3) realizing as foreigners Abstrak. Ketika seseorang memutuskan merantau artinya ia akan memasuki sebuah lingkungan baru dengan kebudayaan baru di dalamnya, tak jarang adanya perbedaan ini membuat seseorang menjadi sulit untuk bertahan berada di lingkungan barunya. Adaptasi merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan oleh seseorang ketika memutuskan untuk merantau. Adaptasi dilakukan agar individu teresbut bias bertahan selama masa perantauan. Pada prosesnya, setiap individu akan memiliki pengalman yang berbeda-beda ketika berusaha beradaptasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengalaman mahasiswa perantauan asal maluku utara dalam melakukan proses adaptasi melalui komunikasi lintas budaya di Universitas Islam Bandung, 2) Untuk mengetahui mahasiswa perantauan asal Maluku Utara program studi Teknik Pertambangan dalam memaknai komunikasi lintas budaya pada proses adaptasi, 3) Untuk mengetahui motif mahasiswa perantauan asal Maluku Utara melakukan komunikasi lintas budaya. Subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung yang berasal dari Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, metode penelitian kualitatif, dan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan adalah teori Fenomenologi Alferd Schutz. Hasil dari penelitian ini adalah pengalaman adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa asal Maluku Utara terbagi menjadi empat fase yaitu : 1) honeymoon phase, 2) frustration phase, 3) readjustment phase, 4) resolution phase. Terkait makna, mahasiswa asal Maluku Utara memaknai komunikasi lintas budaya sebagai norma sosial, penghubung, proses belajar, identitas diri dan cerminan karakter. Sedangkan pada motif terbagi menjadi dua bagian yaitu motif sebab yang terdiri dari 1) adanya perbedaan bahasa, 2) kebutuhan sehari-hari, 3) menyadari sebagai pendatang