Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Kurang pada Anak Usia 2-5 Tahun di Desa Rohmoni Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah Lihi, Maryam
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh2102

Abstract

Gizi kurang (malnutrisi) diukur berdasarkan anak yang berkembang dengan kemiskinan, yang merupakan indikator penting untuk memonitoring kesehatan dan status gizi di masyarakat. Pada tahun 2013, 17% atau 98 juta anak di bawah lima tahun di negara berkembang mengalami kurang gizi (berat badan rendah menurut umur berdasarkan standar WHO). Prevalensi tertinggi berada di wilayah Asia Selatan sebesar 30%,diikuti Afrika Barat 21%, Osceania dan Afrika Timur 19%, Asia Tenggara dan Afrika Tengah 16%, dan Afrika Selatan 12%. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahuai hubungan antara pola asuh dengan status gizi kurang pada anak umur 2-5 tahun di Desa Rohmoni Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling yang berjumlah 159responden. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner pengolahan data dengan komputer, menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitianhasil uji statistik pola asuh (p=0,000<0,05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi kurang.
Perubahan Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui tentang Asi Eksklusif melalui Penyuluhan Mandati1, Dewi Anjani; Cahyawati, Sunik; Sinai, Herlin; Lihi, Maryam; Lating, Zulfikar
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1101

Abstract

Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal, baik secara fisik, mental, maupun kecerdasan, sangat dipengaruhi oleh pemberian Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi tanpa tambahan cairan atau makanan lain selama enam bulan pertama kehidupan. WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan. Namun, cakupan ASI eksklusif secara global masih rendah. UNICEF melaporkan bahwa pada periode 2017–2019, cakupan ASI eksklusif hanya berkisar 40% di 194 negara. Rendahnya pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya pengetahuan ibu, minimnya edukasi dari petugas kesehatan, keterbatasan tenaga konselor ASI, serta kurangnya dukungan keluarga dan lingkungan. Tujuan: untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu menyusui tentang ASI eksklusif melalui penyeuluhan di Dusun Talaga Ratu, Desa Kairatu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 15 ibu menyusui yang ditentukan menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi kesehatan menggunakan media leaflet dan ceramah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui tentang ASI eksklusif. Secara statistik, diperoleh nilai p-value untuk pengetahuan sebesar 0,001 dan untuk sikap sebesar 0,001. Simpulan: Promosi kesehatan melalui media leaflet dan ceramah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai ASI eksklusif di Dusun Talaga Ratu, Desa Kairatu
Ekstrak Etanol Cacing Laut (Perinereis Albuhitensis) untuk Penghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Ripamole, Sri Astuti; La Bassy, Lukman; Niwele, Amelia; Djrami, Jayanti; Lihi, Maryam
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1102

Abstract

Latar belakang: Cacing laut (Perinereis albuhitensis) memiliki potensi sebagai sumber bahan obat antibakteri dan antifungi alami karena mengandung metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas antimikroba. Pemanfaatan biota laut sebagai sumber senyawa antibakteri menjadi alternatif dalam menghadapi meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik sintetis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daya hambat antibakteri ekstrak cacing laut (Perinereis albuhitensis) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode difusi agar untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak cacing laut dengan variasi konsentrasi 1,5%, 10%, 20%, dan 30%. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan aquadest steril digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% cacing laut (Perinereis albuhitensis) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, sedangkan pada konsentrasi 1,5% belum menunjukkan aktivitas penghambatan. Simpulan: Ekstrak etanol 96% cacing laut (Perinereis albuhitensis) memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami.