Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Application of Function Analysis using Function Analysis System Technique (FAST) Diagram on Taman Sari Apartment Construction Project I Gede Angga Diputera
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.253 KB) | DOI: 10.35877/454RI.asci847

Abstract

Construction projects require costs as a very important element in their implementation. There are several alternative methods that can be used as a rationale for conducting studies on cost savings. One of the alternatives that can be used for savings by eliminating unnecessary costs so that the value of the project can be reduced is Value Engineering (value engineering). One of the important stages in VE is the analysis of functions whose purpose is to identify the functions that are most beneficial for the study of VE. The method used in the analysis of this function is the Function Analysis System Technique (FAST) Diagram with the aim of defining the function of each work item analyzed and can review the basic functions that are used as guidelines in the selection of alternative designs for cost savings. In the Taman Sari Apartment construction project, a function analysis was carried out on high-value work items, namely structural work, frame work, door and window leaves, wall work, floor work and roof covering work. On the work of the structure identified the basic function of the work of the structure is to plan an alternative design with outputs in order to obtain cost efficiency. Then in the work of the frame, door leaves and windows have the basic function of planning an alternative design with output to be able to provide space access. Wall work with basic functions as a room divider to provide comfort and privacy as the resulting output. In floor work with the basic function of closing the floor base and the output is to beautify the room. For roof covering work has a basic function by calculating the roof load and output to obtain cost efficiency. After the implementation of the functioning analysis stage, cost savings are carried out by identifying and reducing unnecessary costs without reducing the quality and function level of the project it self.
Analisis Investasi Penyewaan Alat Berat Mobile Crane (Studi Kasus: CV Delta Tehnik) Diputera, I Gede Angga; Hermawan, I Putu Yana; Lestari, I Gusti Agung Ayu Istri; Azizah, Shafira Nur
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.6344

Abstract

Perkembangan pembangunan di Bali khususnya di bidang konstruksi semakin pesat terjadi yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Penggunaan alat berat menjadi salah satu teknologi yang digunakan dalam mempermudah proses pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga membuka peluang bagi para pengusaha yang ada di bidang jasa konstruksi untuk berinvestasi pada penyewaan alat berat. CV. Delta Tehnik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan alat berat yang berinvestasi dengan membeli alat berat berupa mobile crane. Keputusan berinvestasi pada alat berat harus berlandaskan pada analisis kelayakan investasi dengan tujuan untuk mengetahui apakah investasi penyewaan alat berat ini layak atau tidak untuk dijalankan. Dalam penelitian ini menggunakan dua aspek yaitu aspek pasar dan aspek finansial. Pada aspek pasar, metode peramalan digunakan untuk memprediksi potensi penyewaan mobile crane dengan metode Semi Average, Moving Average dan Eksponensial Smoothing. Yang nantinya peramalan tersebut harus dilakukan pemilihan trend terbaik atau memiliki MSE terkecil. Sedangkan aspek finansial menggunakan metode NPV, BCR, IRR dan Payback Period. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, aspek pasar didapatkan hasil penilaian dengan melakukan pemilihan trend terbaik atau yang memiliki MSE terkecil yaitu Semi Average diperoleh 374,9.  Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh diperoleh nilai NPV Rp. 40.189.156 0, BCR nilai 1,49 1, IRR nilai 14,75% MARR 12%, payback period adalah 3 Tahun 9 Bulan 21 Hari   periode investasi 5 tahun yang artinya usaha penyewaan mobile crane di CV. Delta Tehnik layak untuk dijalankan.
Analisis Investasi Pembangunan Dupa Villa di Desa Tibubeneng Canggu Kabupaten Badung Bali Kadek Devi Astrini; I Gusti Agung Ayu Istri Lestari; I Gede Angga Diputera; Krisna Kurniari
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali merupakan suatu daerah tujuan wisata Internasional, yang pariwisatanya terkenal ke manca negara dimana kunjungan wisatawan di setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada awal 2020 dan memunculkan ketidakpastian di berbagai sektor, mulai dari sosial, politik, hingga perekonomian, namun pasar properti terus menunjukkan tren positif. Pembangunan proyek Dupa Villa berada di Jalan Pantai Berawa Banjar Tandeg, Desa Tibubeneng Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pada proyek pembangunan Dupa Villa di Desa Tibubeneng Canggu ini akan dilakukan analisis kelayakan dari aspek pasar dan finansial. Metode analisis kelayakan dari aspek pasar dengan metode pemilihan trend terbaik dengan nilai/tingkat kesalahan terkecil. Sedangkan untuk metode analisis dari aspek finansial dilakukan dengan menghitung cash flow,menghitung analisa kelayakan ekonomi dengan NPV > 0, BCR > 1, IRR>MARR dan PBP < N. Hasil analisis aspek pasar dengan menggunakan metode peramalan menunjukkan bahwa hasil dari analisis peramalan jumlah kedatangan wisatawan dan tingkat hunian villa di Kabupaten Badung selama umur investasi 25 tahun dengan menggunakan metode trend cenderung mengalami penurunan yang tidak signifikan karena pengaruh data kondisi ekonomi pada saat pandemi Covid-19 pada tahun 2019-2020. Dari hasil analisis data, biaya modal yang di tanamkan adalah: Rp. 3.089.779.751.00, nilai NPV yaitu Rp. 4.721.618.545,19 > 0, nilai BCR 1,69 > 1, nilai IRR 16,32% > MARR = 12%, PBP yaitu pada 12 tahun, 10 bulan, 24 hari < periode investasi 25 tahun. Analisis Dupa Villa dari aspek pasar tidak layak, sedangkan pada aspek finansial adalah layak untuk dilakukan.
Analisis Perbandingan Waktu dan Biaya Pelaksanaan Proyek Metode Fast Track dengan Metode Konvensional (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Kelas SMAN 9 Denpasar) I Putu Suaka Putra Sulaksana; I Gede Ngurah Sunatha; I Gede Angga Diputera
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pelaksanaan dalam proyek konstruksi umumnya menggunakan metode percepatan untuk mengatasi keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi. Metode percepatan yang direncanakan pada proyek ini yaitu fast track. Fast track adalah metode percepatan pembangunan dengan melaksanakan kegiatan paralel atau tumpang tindih dalam rencana proyek untuk mengurangi waktu pelaksanaan dan mengoptimalkan biaya. Proyek pembangunan SMAN 9 Denpasar dipilih sebagai studi kasus karena proyek tersebut adalah proyek milik pemerintah pada pelaksanaan proyek konstuksi. Data survei menggunakan data sekunder pada proyek, yaitu : Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan rencana awal proyek (time schedule). Penerapan fast track bertujuan agar dapat mengurangi biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Dimulai dengan penyusunan jadwal proyek pada Microsoft project 2007 dengan menyusun setiap aktivitas untuk menentukan jalur kritis untuk setiap item pekerjaan kemudian menganalisisnya dan menerapkan ketentuan fast track hingga jalur kritis jenuh tercapai atau tidak lagi dapat dipercepat pada tahap berikutnya. Hasil analisis menunjukan bahwa menggunakan fast track mengurangi risiko pembengkakan biaya serta dapat mempercepat waktu sampai 13 hari atau 10,83% dari waktu perencanaan awal (120 hari menjadi 107 hari). Sedangkan untuk biaya juga dapat menghemat sebesar Rp. 20.612.303 atau sekitar 0,42% dari biaya proyek awal.