Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STUDI KUALITATIF; PENGALAMAN REMAJA DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DAN TANTANGAN KESEHATAN REPRODUKSI DI ERA DIGITAL Aswar, Aswar; Adam, Arlin; Alim, Andi; Munadhir, Munadhir; Adnan, Yudhi
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i02.150

Abstract

Socio-cultural changes driven by the development of digital technology have significantly impacted adolescents' lives, particularly in terms of social interaction, cultural values, and understanding of reproductive health. This study aims to explore in depth the subjective experiences of adolescents in facing socio-cultural changes and reproductive health challenges in the digital era. A qualitative approach with a phenomenological study design was employed, involving adolescent informants aged 15–19 years in Banggae Timur Subdistrict, Majene Regency, West Sulawesi. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and were examined using thematic analysis techniques. The findings reveal a shift in communication patterns from face-to-face interaction to social media-based communication, which affects social closeness and interpersonal skills. Adolescents also face challenges in understanding reproductive health due to limited education from schools and families, leading them to rely heavily on digital media sources that may not be reliable. Nevertheless, some adolescents demonstrated critical attitudes in filtering digital cultural influences and relied on parents as trusted sources of information. Social support from the environment, particularly families, plays a vital role in shaping adolescents’ perceptions and behaviors. Adolescents expressed the need for improved reproductive health education in schools and the provision of safe, accessible, and stigma-free counseling services. This study recommends the integration of reproductive health education into the school curriculum, teacher training, enhancement of adolescents’ digital literacy, and the development of policies based on contextual needs.
The Effect of Work, Family Conflict, and Work Shifts on the Performance of Midwives with Work Stress as Intervening Variables Achmad, Achmad; Lisdayanti, Lisdayanti; Alim, Andi; Munadhir
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 12 No. 3 (2023): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v12i3.2023.349-362

Abstract

Introduction: In hospitals, the most dominant human resources are health workers, especially female midwives who are married and have children. Midwives with these two roles will sometimes experience negative effects, commonly known as work-family conflicts. The purpose of the study was to ascertain the impact of work-family conflict, shift work, and work stress as intervening variables on midwives' performance in Class D General Hospital Pratama Pangkep. Method: The method used is quantitative analysis through a cross-sectional approach. A total of 53 people was the population while a sample of 38 female midwives was taken according to the inclusion criteria. Data collection was carried out using a questionnaire, while data analysis was carried out using path analysis. Result: According to the study's findings, work stress and performance were correlated (p = 0.000), as were work-family conflict and stress at work (p = 0.000), shift work and stress at work (p = 0.000), work-family conflict and performance through work stress (p = 0.004), and shift work and stress at work (p = 0.001). Conclusion: Based on the results of the path analysis conducted, it was found that there is a direct effect between work stress on performance, there is a direct effect between work-family conflict and work shifts on work stress.
PERTUMBUHAN HIJAU DAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DI ASEAN: BUKTI DARI ANGKA-ANGKA UTAMA ASEAN 2024 lahila M, Andi Farhami; Jumarni, Jumarni; Gaffar, Andi Nurrahma; Munadhir, Munadhir
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 4 No 2 (2025): Hal
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v4i2.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan hijau (green growth) dan pembangunan inklusif (inclusive development) di kawasan ASEAN dengan menggunakan data sekunder dari ASEAN Key Figures 2024. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif-deskriptif dengan metode komparatif lintas negara terhadap sepuluh anggota ASEAN. Indeks green growth dibentuk dari indikator energi terbarukan, akses energi bersih, elektrifikasi, dan luas hutan, sedangkan indeks inclusive development diukur melalui tingkat kemiskinan, rasio Gini, partisipasi angkatan kerja, dan partisipasi pendidikan dasar. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menguji hubungan antara kedua indeks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif moderat (r = 0,67) antara pertumbuhan hijau dan pembangunan inklusif di kawasan ASEAN. Negara-negara dengan kinerja lingkungan yang tinggi, seperti Vietnam dan Malaysia, juga menunjukkan capaian sosial-ekonomi yang lebih baik dibandingkan negara-negara berpendapatan rendah seperti Myanmar dan Laos. Hal ini menegaskan bahwa kebijakan energi terbarukan, efisiensi sumber daya, dan perlindungan lingkungan dapat berkontribusi pada pemerataan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, disparitas antarnegara masih besar akibat perbedaan kapasitas fiskal, kesiapan teknologi, dan dukungan kelembagaan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa green growth dan inclusive development bukan dua agenda yang terpisah, melainkan saling melengkapi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di ASEAN. Rekomendasi kebijakan meliputi integrasi kebijakan hijau dan sosial dalam Blueprint ASEAN 2040, penguatan pendanaan hijau, dan penerapan prinsip just transition untuk memastikan keadilan sosial dalam transisi menuju ekonomi hijau.
SITUATIONAL ANALYSIS AND PROGRAMMATIC NEEDS ASSESSMENT FOR HIV/AIDS CONTROL TO ACHIEVE THE 95-95-95 STRATEGY Azwar, Muhammad; Zainuddin, Zainuddin; Gassing, Yuding; Munadhir, Munadhir; Amri, Ibnul Al Jauzi; Setiawati, Yuliyanti
Indonesian Journal of Health Science Vol 10 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v10i1.12230

Abstract

The 95-95-95 strategy aims to control the Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) HIV/AIDS  epidemic by ensuring that 95% of People Living With HIV (PLHIV) know their status, 95% of those diagnosed receive antiretroviral therapy  Antiretroviral Therapy (ART), and 95% of those on treatment achieve viral suppression. Despite national commitments, Indonesia’s progress especially in South Sulawesi remains below target. This study assessed the HIV/AIDS program situation and needs in Makassar City using a rapid assessment with a mixed-methods approach, prioritizing quantitative data. A total of 96 respondents completed structured questionnaires, and 13 individuals participated in focus group discussions. Findings indicate persistent barriers to testing, treatment access, and adherence, including stigma, low health literacy, side effects, and inadequate support systems. While some PLHIV reported consistent treatment and clinical improvement, non-adherence was still observed. Programmatic needs include targeted health education, supportive policies for key populations, improved communication skills among outreach workers, and non-discriminatory health services. Addressing these gaps requires community-based, evidence-driven interventions to optimize the HIV care continuum. Strengthening stakeholder collaboration and tailoring programs to the real needs of key populations are crucial to accelerate progress toward achieving the 95-95-95 targets and ending the HIV epidemic by 2030.
ANALISIS KEINGINAN DAN KEBUTUHAN REMAJA TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN REMAJA Ratnaningsih, Muliani; Rustam, Muhammad; Adam, Arlin; Hajra; Munadhir; Idris; Nursiah, Andi; Gafur, Abdul; A, Adhyatma; Badwi, Adam; Wulandari Maulana, Mulyanti Ayu
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Masa remaja adalah sebuah periode pada usia 10-19 tahun. Seperenam dari populasi global adalah remaja dengan peningkatan 1,2 miliar per tahun. Sekitar 1,1 juta remaja meninggal setiap tahunnya. Sebagian besar kematian dan kesakitan remaja dapat dicegah atau diobati, namun remaja menghadapi hambatan khusus dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan keinginan remaja terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Posyandu. Metode penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 443 remaja di lima kecamatan dengan kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Makassar. Penelitian ini menemukan bahwa dua kebutuhan yang paling banyak diminati baik di puskesmas maupun di posyandu adalah PKHS dan konseling. Adapun keinginan pelayanan berhubungan secara bermakna dengan jenis kelamin, umur, dan tingkat pendidikan, namun hampir sebagian besar remaja menginginkan adanya ruangan pelayanan khusus untuk pemeriksaan yang komprehensif serta waktu pelayanan di akhir pekan. Penelitian ini menyarankan agar tenaga kesehatan diberikan pelatihan tentang pelayanan kesehatan ramah remaja yang menjaga kerahasiaan dan tidak diskriminatif, serta perlunya penyesuaian jadwal layanan di luar jam sekolah untuk meningkatkan aksesibilitas remaja.
Pendampingan Penguatan Tata Kelola dan Pengembangan Ekonomi Lokal Pada Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Makassar Abdul Rahman; Nurbayani Nurbayani; Munadhir Munadhir; Anwar Anwar; Muhammad Rijal Alim Rahmat
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ensctp43

Abstract

Koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan penguatan ekonomi lokal berbasis komunitas. Namun, pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Makassar masih menghadapi kendala dalam tata kelola organisasi, administrasi kelembagaan, penyusunan program kerja, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus KKMP dalam penguatan tata kelola koperasi dan pengembangan ekonomi lokal di Kota Makassar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi kelompok, simulasi, dan pendampingan penyusunan program kerja koperasi yang melibatkan 135 pengurus KKMP se-Kota Makassar sebagai peserta utama.  Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait prinsip tata kelola koperasi, penyusunan program kerja, penguatan administrasi kelembagaan, serta strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis koperasi. Sebagian besar peserta mampu menyusun rancangan program kerja koperasi dan mengidentifikasi potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing setelah mengikuti pendampingan. Selain itu, kegiatan pendampingan meningkatkan partisipasi dan motivasi peserta dalam mengembangkan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Kegiatan ini juga menghasilkan berbagai gagasan pengembangan usaha koperasi berbasis potensi lokal, seperti usaha perdagangan, pengolahan hasil perikanan, usaha kuliner lokal, dan usaha mikro berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan pendampingan mampu memperkuat kapasitas pengurus koperasi sekaligus mendorong penguatan peran koperasi dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal di Kota Makassar secara berkelanjutan.