Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Dana CSR, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Pengungkapan Sustainability Report Perusahaan Peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) Gaffar, Andi Nurrahma; Ikram S, Muhammad; Syah, Arzal; Irsad, Irsad; Chairulnisa, Chairulnisa; Ardiansyah, Firman
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 4 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i4.15388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah dana CSR, profitabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kualitas pengungkapan sustainability report. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari diambil dari laporan tahunan (annual report), laporan keberlanjutan (sustainability report), laporan peringkat perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) serta sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT). Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yaitu perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang meraih peringkat platinum pada tahun 2022 dan menerbitkan laporan keuangan serta laporan keberlanjutan (sustainability report) tahun 2020-2022. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Dana CSR (X1), dan Profitabilitas (X2) tidak berpengaruh secara parsial terhadap kualitas pengungkapan sustainability report (SR). Sedangkan ukuran perusahaan (X3) berpengaruh secara parsial terhadap kualitas pengungkapan sustainability report (SR). Untuk pengujian secara simultan dapat disimpulkan bahwa dana CSR, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap kualitas pengungkapan sustainability report (SR)
ANALYSIS OF ENVIRONMENTAL ACCOUNTING ACTUALIZATION ON ENVIRONMENTAL COSTS AS AN EFFORT FOR SOCIAL RESPONSIBILITY AT PT. PN XIV SOUTH SULAWESI Gaffar, Andi Nurrahma; Ikram. S, Muhammad; Kusumawati, Indra; Imam, Muh. Abdi
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13096

Abstract

The objective of this study is to examine the Company's Environmental Accounting Actualization by identifying, acknowledging, quantifying, presenting, and reporting environmental expenses in financial statements. The study was carried out at PT. PN XIV South Sulawesi. This study employs primary qualitative data via interviews and secondary quantitative data derived from firm financial records. The findings indicate that corporations acknowledge the operational expenses associated with trash management (environmental costs) as a part of their production costs, taking into account that waste is generated as a by-product of the manufacturing process. Currently, there are no explicit regulations in accounting standards for the disclosure of environmental concerns in financial reports. Therefore, each firm has the freedom to apply its own policy in this regard.
KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DALAM MEMODERASI PRAKTIK MANAJEMEN LABA DI INDONESIA Ikram.S, Muhammad; Gaffar, Andi Nurrahma; Arzalsyah, Arzalsyah; Imam, Muh. Abdi; Syahrani, Dwi; Purniawan, Didin
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 3 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i3.14364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemilikan institusional dalam memoderasi praktik manajemen laba di Indonesia. Manajemen laba merupakan tindakan manajerial yang bertujuan untuk mempengaruhi laporan keuangan perusahaan guna mencapai tujuan tertentu, seperti memenuhi target kinerja atau memaksimalkan bonus. Kepemilikan institusional, sebagai salah satu bentuk pengawasan eksternal, diyakini memiliki kemampuan untuk membatasi praktik-praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tertentu. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba, yang diukur menggunakan discretionary accruals. Sementara itu, variabel independen adalah kepemilikan institusional dan beberapa variabel kontrol lainnya seperti ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan institusional secara signifikan memoderasi hubungan antara variabel-variabel independen dan praktik manajemen laba. Kepemilikan institusional yang tinggi cenderung mengurangi intensitas manajemen laba yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa institusi yang memiliki saham di perusahaan mampu menjalankan fungsi pengawasan dengan baik sehingga dapat menekan praktik manajemen laba. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur akuntansi dan keuangan di Indonesia serta memberikan implikasi praktis bagi para investor institusional dalam mengelola portofolio investasi mereka. Selain itu, hasil penelitian ini juga bermanfaat bagi regulator dalam merumuskan kebijakan yang dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan publik
Pengaruh Dana CSR, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Pengungkapan Sustainability Report Perusahaan Peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) Gaffar, Andi Nurrahma; Ikram S, Muhammad; Syah, Arzal; Irsad, Irsad; Chairulnisa, Chairulnisa; Ardiansyah, Firman
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 4 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i4.15388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah dana CSR, profitabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kualitas pengungkapan sustainability report. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari diambil dari laporan tahunan (annual report), laporan keberlanjutan (sustainability report), laporan peringkat perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) serta sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT). Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yaitu perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang meraih peringkat platinum pada tahun 2022 dan menerbitkan laporan keuangan serta laporan keberlanjutan (sustainability report) tahun 2020-2022. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Dana CSR (X1), dan Profitabilitas (X2) tidak berpengaruh secara parsial terhadap kualitas pengungkapan sustainability report (SR). Sedangkan ukuran perusahaan (X3) berpengaruh secara parsial terhadap kualitas pengungkapan sustainability report (SR). Untuk pengujian secara simultan dapat disimpulkan bahwa dana CSR, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap kualitas pengungkapan sustainability report (SR)
Challenges and Opportunities of Green Innovation for Indonesian MSMEs: Integrating Maqasid Shariah Perspective with 2024 KADIN Data Yunus, Asmar; arif, Adriansyah; Yunita Yusuf, Yulia; Gaffar, Andi Nurrahma; Syukur, Mukarramah
PINISI Discretion Review Volume 9, Issue 1, September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pdr.v1i1.78045

Abstract

The transformation towards a green economy presents a strategic challenge and opportunity for Indonesian MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises), which comprise over 99% of national business units. This descriptive-qualitative documentary study, utilizing secondary data from KADIN, BPS, and the Ministry of Cooperatives and SMEs, aimed to analyze the challenges and opportunities for implementing Green Innovation in MSMEs, based on 2024 data from KADIN Indonesia, and to review its relevance through the perspective of maqashid syariah (the objectives of Sharia). The findings reveal that green adoption is hindered by low technology literacy, limited access to green financing, inadequate HR training, and insufficient halal and environmental certification, yet significant opportunities exist due to rising consumer awareness of eco-friendly and halal products, supportive green financing policies from the OJK, and free halal certification programs from BPJPH. From a maqashid syariah perspective, Green Innovation aligns with the spiritual and moral objectives of Hifz al-Din (preservation of religion) and Hifz al-Nafs (preservation of life), underscoring ethical halal production, environmental sustainability, and social responsibility. The study concludes that the synergy between Green Innovation and Islamic values can enhance MSME competitiveness and foster an inclusive, equitable, and sustainable green and halal economic ecosystem in Indonesia.
Empowering Coastal Communities Through Sustainable Economy and Adoption of Financial Technology in Bira Beach, South Sulawesi Gaffar, Andi Nurrahma; Muhajir, Muhammad Nur Alam; Mursyid; Ilham; Aqidah, Nur Ariani; Hamida; Ikram, Muhammad; Zam, Muhammad Fahmi Ilyasir
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i2.2126

Abstract

Bira Beach in South Sulawesi is a leading coastal tourism destination with strong potential for local economic growth through micro, small, and medium enterprises (MSMEs). However, many MSMEs still face challenges related to limited digital literacy, product innovation, and understanding of sustainable business management. This community service program was designed to enhance MSME competitiveness, promote sustainable business practices aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), improve digital literacy, and foster collaboration among entrepreneurs, academics, and local government. Using participatory collaborative and descriptive methods, the program implemented a series of workshops, mentoring sessions, and field visits focusing on financial technology adoption, creative product innovation, and sustainable creative economy training. The results show an increased understanding of sustainable business concepts, greater readiness to adopt financial technology such as QRIS and e-wallets, and enhanced digital marketing capabilities among MSME participants. The program also encouraged stronger cooperation between MSMEs and local stakeholders to support long-term independence and sustainable community-based economic development in the Bira Beach area.
Profile and Financing Access Gaps of MSMEs in Indonesia: evidence from ADB Asia SME Monitor 2024 Yunus, Asmar; Adriansyah, Adriansyah; Rais, Anisatun Humayrah; Gaffar, Andi Nurrahma
Amsir Accounting & Finance Journal Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Bisnis Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56341/aafj.v4i1.695

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a central role in Indonesia’s economy, yet access to finance remains a persistent constraint for their growth and resilience. This study aims to map the profile of MSMEs and identify gaps in access to financing in Indonesia using data from the Asian Development Bank Asia Small and Medium-Sized Enterprise Monitor 2024. The study employs a descriptive approach based on a multidimensional framework of depth, breadth, and risk to examine MSME financing conditions. The analysis focuses on MSME landscape indicators and banking financing data, including credit ratios, distribution structure, and non-performing loans. The findings indicate that although MSME credit has increased nominally in recent years, the depth of financing remains relatively stable when measured against GDP and total bank credit. Financing is still concentrated in specific sectors and predominantly allocated for working capital, while credit risk in the MSME segment remains higher than the aggregate banking portfolio. These results suggest that improvements in MSME financing require not only credit expansion but also policies that strengthen financial depth, broaden access, and enhance risk mitigation. The study provides policy-relevant insights to support more inclusive and sustainable MSME financing in Indonesia.