Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi Pemahaman Dan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online Dalam Upaya Membentuk Kesadaran Hukum Pada Generasi Z Zulfa Ajda Khoiriyah; Yogi Yoga Swara; Dadang Sundawa; Dwi Iman; Aini, Fadhilah
Legal Empowerment: Jurnal Pengabdian Hukum Vol 2 No 2 (2024): Legal Empowerment: Jurnal Pengabdian Hukum
Publisher : UPPM STIH Biak-Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46924/legalempowerment.v2i2.251

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok yang paling rentan terhadap Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), dengan kasus yang terus meningkat setiap tahun. Sosialisasi ini dilaksanakan pada 15 November 2024 melalui Zoom, diikuti oleh 38 peserta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang KBGO, mencakup jenis kekerasan, strategi pencegahan, dan aspek hukum yang relevan. Kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan materi, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata naik dari 78,63 menjadi 93,84. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum Generasi Z terkait pencegahan KBGO. 
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING DI PEKON MARGOYOSO KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS Amalia, Putri; Saputri, Gusti Ayu Rai; Susanti, Dwi; Primadiamanti, Annisa; Noviyanti, Fadhila; Aini, Fadhilah
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i1.14578

Abstract

Stunting masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia.  Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak cukup dalam jangka waktu cukup lama yang tidak memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak.  Stunting terjadi antara 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) awal janin dan dua tahun setelah melahirkan. Stunting menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan kesehatan anak.  Selain itu, menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit baik menular ataupun tidak menular.  Ibu mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak mulai dari sebelum kehamilan hingga setelah melahirkan.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pekon Margoyoso Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus dilakukan melalui penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuai ibu-ibu terkait pencegahan stunting.  Metode penyampaian materi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar faktor penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting.  Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penyampaian materi efektif dalam peningkatan pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu di Pekon Margoyoso Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus terkait pencegahan stunting.Kata kunci: Stunting, asupan gizi, makanan bergizi
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Harmonisasi Sosial Aini, Fadhilah; Suryadi, karim; Komalasari, Kokom; Husna, Nurul; Hidayati, Mutia
Jurnal Soshum Insentif Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v8i2.2216

Abstract

ABSTRAK Indonesia kaya keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berperan strategis membentuk harmonisasi sosial melalui penanaman nilai toleransi, solidaritas, dan penghargaan perbedaan pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi literatur kualitatif deskriptif untuk menganalisis peran PKn di sekolah. Hasilnya, PKn tidak hanya mentransfer pengetahuan kewarganegaraan, tapi juga membentuk karakter inklusif dan beradab via pembelajaran multikultural serta kearifan lokal. Meski tantangan seperti intoleransi dan diskriminasi masih ada, PKn memperkuat integrasi nasional dan lingkungan belajar damai. Penguatan kurikulum berbasis kebhinekaan, peran guru aktif, serta sinergi sekolah-keluarga-masyarakat esensial untuk generasi harmonis dalam keberagaman Indonesia. ABSTRACT Indonesia is rich in ethnic, religious, racial, and cultural diversity, which has the potential to cause social conflict. Civics Education (PKn) plays a strategic role in fostering social harmony by instilling values ​​of tolerance, solidarity, and respect for differences in students. This research uses descriptive qualitative literature to analyze the role of PKn in schools. The results show that PKn not only transfers civic knowledge but also shapes inclusive and civilized character through multicultural learning and local wisdom. Although challenges such as intolerance and discrimination persist, PKn strengthens national integration and a peaceful learning environment. Strengthening diversity-based curricula, the active role of teachers, and synergy between schools, families, and communities are essential for a harmonious generation amidst Indonesia's diversity.
Developing Learning about the Value of Unity in Ethnic, Religious, Racial, and Inter-Group Diversity through Project-Based Learning Models with Lapbooks Aini, Fadhilah; Suryadi, Karim; Mahpudz, Asep; Komalasari, Kokom; Husna, Nurul
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v9i1.38271

Abstract

Indonesia has a rich diversity of ethnicity, religion, race, and intergroup (SARA) with more than 1,300 ethnic groups and six official religions, yet the challenge of intolerance in schools still occurs frequently. This study developed a lapbook-based Project Based Learning (PjBL) model to instill the value of unity in ethnicity, religion, race, and intergroup (SARA) diversity in PPKn learning for seventh-grade students at Baitul Quran Darut Tauhid School, Bandung, to address the challenge of intolerance that is still rampant among adolescents. The main objective is to design a systematic learning plan with core components that transform passive learning into authentic projects, thereby enhancing cognitive understanding, tolerance attitudes, and cross-group collaboration in accordance with the Pancasila Student Profile and the Independent Curriculum. This research method is descriptive qualitative with 9 seventh-grade students as participants through purposeful sampling, data collection through participant observation during six PjBL phases, semi-structured interviews, and content analysis of 12 interactive lapbooks produced, analyzed through thematic data reduction, matrix presentation, and source triangulation for validity. The results of the study indicate that effective learning planning produces a visualization lapbook of SARA harmony (ethnic flap, racial-intergroup graph), increasing tolerance attitudes, intergroup collaboration, with integrated authentic assessments that coordinate holistic transformation in 21st-century 4C skills. The implications of the study produce a ready-to-use lapbook-based PjBL module for multicultural schools, which reduces SARA polarization and strengthens national cohesion through the best practices of the Merdeka Curriculum.