Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN MUARA SEMBILANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Fikriani, Nuvia; Sugiharto, Eko; Fahrizal, Wahyu
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 11 No 2 (2024): edisi online
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was purpose to determine the characteristics of fisherman’s, exchange rate fisherman’s Muara Sembilang and to determine welfare level receipts of government assictance due to Covid-19 Pandemic. The research was carried out from April 2022 to June 2022 in Muara Sembilang, Kutai Kartanegara Regency. The sampling method used purposive sampling with the number of respondents as many as 40 respondents. Methods of data analysis using descriptive analysis, exchange rate fisherman’s analysis and indicator welfare BPS 2014 for receiepts Program Keluarga Harapan. The results showed that the characteristics of fisherman’s are around 42 to 46 aged with education average elementary school and have dependents of family as much as two person, majority of religion are moeslim and most of the etnic group are Buginese. Beside that, the result show that in 2021 exchage rate fisherman’s in the amount of 1,26 for houlsehold income and exchange rate fisherman’s in the amount of 2,06 for fishery income. The result of exchange rate fisherman’s indicated that welfare level are good. Receiepts program Keluarga Harapan in Muara Sembilang Samboja Subdisrict, Kutai Kartanegara Regency indicated in underprosperous category. Keywords : Fisherman’s, Fisherman’s Exchange Rate, Program Keluarga Harapan
Penyuluhan tentang Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Pada Masyarakat Desa Saliki Kecamatan Muara Badak Sugiharto, Eko; Juliani, Juliani; Oktawati, Nurul Ovia
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/h3x3jb47

Abstract

Desa Saliki merupakan salah satu Desa di Kecamatan Muara Badak yang cukup terkenal dengan olahan amplang, apalagi di tengah pandemi Covid-19, usaha para ibu UMKM ini pun terkena dampaknya yaitu terjadi penurunan daya beli masyarakat. Kegiatan penyuluhan adalah kegiatan yang berorientasi pada aplikasi keilmuan di perguruan tinggi. Dosen yang mengampu tugas dalam Tridarma Perguruan Tinggi satu diantaranya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui kegiatan penyuluhan langsung ke masyarakat perikanan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah :1. Penguatan jiwa kemandirian terutama dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. 2. Menciptakan pola alternatif mata pencaharian di masyarakat Desa Saliki. 3.Mengembangkan diversifikasi produk olahan hasil perikanan  .Kegiatan pengabdian masyarakat di selenggarakan Kegiatan Penyuluhan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2022 dengan lokasi Desa Saliki Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penyuluhan yang digunakan adalah Tahapan persiapan, Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Utama, tahapan monitoring dan evaluasi. Hasil dan pembahasan Penyuluhan yang dilaksanakan ditargetkan dapat melibatkan kelompok Pengolah Hasil Perikanan yang berada di Desa Saliki Kecamatan Muara Badak, dengan asumsi sejumlah 20 orang yang terhimpun dalam setiap kelompok pengolah hasil perikanan dan mitra kegiatan diharapkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.  Mitra diharapkan bersedia menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan tersebut. Desa Saliki termasuk wilayah Kecamatan Muara Badak yang masuk wilayah Delta Mahakam.  Berbagai hasil budidaya Perikanan dan tangkapan nelayan ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk segar, dan sebagian kecil dilakukan proses pengolahan seperti usaha pengolahan kerupuk, amplang, dan ikan asin. Namun usaha tersebut masih dilakukan secara sederhana dan sebagai usaha sampingan.  Belum banyak masyarakat di  Desa Saliki mengembangan usaha-usaha alternatif.  Usaha-usaha pengolahan yang dilakukan oleh ibu-ibu masih skala kecil (rumah tangga) dan masih belum beragam olahan.  Pemanfaatan potensi hasil dari usaha buddiaya dan tangkapan nelayan yang cukup besar dilakukan melalui kegiatan usaha pengolahan hasil perikanan yang dapat meningkatkan nilai tambah produk, peningkatan pendapatan dan menjadi instrument penguatan ekonomi rumah tangga pelaku usaha. Pengembangan kegiatan usaha ini membutuhkan berbagai upaya perencanaan yang diawali dengan identifikasi potensi usaha dan pelaku usaha dalam hal ini adalah yang tergabung dalam kelompok usaha bersama.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Aulia Azwati Amri Amir; Eko Sugiharto; Muhammad Syafril
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.394

Abstract

Usaha budidaya rumput laut ini tidaklah terlepas dari aspek finansial yang meliputi biaya investasi, biaya operasional dan pemeliharaan, produksi dan harga jual. Aspek ini sangatlah mempengaruhi kelayakan usaha. Para pembudidaya rumput laut, ketika memulai usaha tidaklah mudah, sehingga memerlukan kemauan yang kuat serta kerja keras untuk menghadapi banyak tantangan dan hambatan seperti kekurangan modal dan tenaga kerja yang ahli atau terampil, kinerja keuangan usaha yang kurang maksimal, dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk dapat menganalisis kelayakan finansial dari usaha budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan dengan indikator R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP) dan Return on Investment (ROI). Penelitian ini dilaksanakan sejak Januari 2022 sampai dengan September 2022 di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Sampel yang digunakan sebanyak 24 responden dengan mengacu pada metode pengambilan sampel yang bertujuan (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal dengan kondisi produksi maksimum dan minimum pada luas lahan budidaya, yaitu 0,60 ha, 0,70 ha dan 0,78 ha menguntungkan secara ekonomi dan layak untuk dijalankan dengan melihat indikator R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP) dan Return On Investment (ROI). East Tarakan Sub-district, Tarakan. The total sample used in this study was 24 respondents referring to the sampling method known as the purposive sampling method. The result showed that the seaweed cultivation business in Pantai Amal urban village with the maximum and minimum production on the cultivation area sizes of 0.60 ha, 0.70 ha and 0.78 ha was economically profitable and feasible to be undertaken considering the following indicators: R/C Ratio, Break Event Point (BEP), Payback Period (PP) and Return on Investment (ROI).Key words: business feasibility, cultivator, seaweed
HASIL TANGKAPAN NELAYAN PADA PELABUHAN BELAWAN DI SUMATERA UTARA Eko Sugiharto; Said Abdusysyahid; Elisabet Silaban
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.602

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Sumatera Utara. Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan berperan penting dalam kegiatan penangkapan ikan dan pemasaran. Pelabuhan Perikaanan Samudera Belawan berada di tempat strategis, terutama di antara perairan bagian timur Sumatera (Selat Malaka), perairan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan Laut Cina Selatan, serta juga merupakan pintu masuk perekonomian kegiatan beberapa negara Tujuan Penelitian adalah Mengetahui profil dan fungsi-fungsi kegiatan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan secara Deskriktif dan Mengidentifikasi peran pelabuhan dalam peningkatan hasil tangkapan`ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Jumlah responden 20 nelayan menggunakan metode teknik skala Likert. Dari hasil diperoleh bahwa Tingkat kegiatan produksi sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 7,5. pada indikator mempelancar pemasaran hasil tangkap sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 7,5. Berdasarkan indikator menimbulkan rasa aman bagi nelayan sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 9. Berdasarkan indikator mempermudah pembinaan sebagian memasuki peringkat tinggi dengan poin 9. Berdasarkan indikator menunjang pengorganisasian usaha nelayan dan unit ekonomi sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 9. Dan total peran Pelabuhan perikanan samudera belawan secara Akumulasi poin bernilai 42 tergolong kelas atas.
the Optimalisasi Peran Penyuluh Perikanan Dalam Usaha Budidaya Perikanan Air Tawar Di Kecamatan Balikpapan Timur Kota Balikpapan Eko Sugiharto; Elly Purnamasari; Bambang Indratno Gunawan
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i4.1226

Abstract

The aim of this research is to assess the role of fisheries extension in the development of catfish farmer groups in East Balikpapan Subdistrict. The study was carried out from January to March in East Balikpapan Subdistrict, Balikpapan City, using a census sampling method. Data were analyzed using a quantitative descriptive approach with a Likert scale model. The findings indicate that the role of fisheries extension agents in the business development of catfish farming can be evaluated both partially and cumulatively. Partially, the role of extension agents is categorized as "Medium," with the following interval scores for each indicator: motivator at 9.47, educator at 9.79, catalyst at 9.32, organizer at 9.21, communicator at 8.42, and advisor at 9.79. Cumulatively, the role of extension agents in group development is also at a "Medium" level, with a score of 56. According to the catfish farmer groups, the role of extension agents in improving business productivity is deemed sufficiently effective in helping farmers enhance their cultivation skills toward better and more productive outcomes.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN PASER MAYANG DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN DI KECAMATAN KUARO KABUPATEN PASER Sugiharto, Eko; Saleha, Qoriah; Maulida, Agustina
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v0i0.13149

Abstract

The sampling technique uses the purposive sampling method, so the number of samples is 10. The results of the study show that: (1) The belief of the fishing community is a joint prayer performed by fishermen as a form of gratitude to God Almighty, with taboos, namely sweeping before going to sea is something that is prohibited because it is believed to throw away sustenance (catch), and prohibitions speak rudely, are dirty, slander other people, and may not fight among themselves, (2) Good ethics towards nature and its surroundings will also bring good catches, and the rules that are mutually agreed upon by local residents prohibit the use of fishing gear that can damage aquatic ecosystems, such as trawling, poison, and the use of bombs, and the separation of graves based on the tribes that occupy Pasir Mayang Village. (3) Techniques by looking at effective locations for catching fish, specifically in waters with currents, as evidenced by the numerous seagulls flying above these waters, and by utilizing technology efforts to use gelam bark, (4) Practices passed down from generation to generation include fishing activities that do not overfish, and the tradition that is carried out is the use of catches that are processed as shrimp paste, papaya, and salted fish, as well as carrying out mutual cooperation activities.
Pemanfaatan Media Informasi Di UPT Balai Benih Ikan (BBI) Tirta Mina Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Sugiharto, Eko; Darmasetiadi, Doni
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.579

Abstract

T Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media informasi di UPT Balai Benih Ikan (BBI) TIRTAMINA di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun sesuai tujuan penelitian. Penentuan sampel mengacu pada metode sensus yaitu anggota staf UPT Balai Benih Ikan (BBI) yang berjumlah 5 responden. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif di mana seluruh jawaban responden dalam kuesioner diberi skor dengan mengacu pada metode “Skala Likert” dengan skor tertinggi 4 dan terendah 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemanfaatan media informasi yaitu media interpersonal, media cetak, dan media elektronik signifikan. Sumber informasi melalui media interpersonal relatif lebih banyak dimanfaatkan oleh pegawai karena kemudahan aksesnya yaitu melalui pertemuan langsung dan media cetak, relatif masih ada pegawai yang belum memanfaatkannya, karena keterbatasan cara untuk mengaksesnya.
Pemanfaatan Media Informasi Di UPT Balai Benih Ikan (BBI) Tirta Mina Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Sugiharto, Eko; Darmasetiadi, Doni
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.579

Abstract

T Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media informasi di UPT Balai Benih Ikan (BBI) TIRTAMINA di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun sesuai tujuan penelitian. Penentuan sampel mengacu pada metode sensus yaitu anggota staf UPT Balai Benih Ikan (BBI) yang berjumlah 5 responden. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif di mana seluruh jawaban responden dalam kuesioner diberi skor dengan mengacu pada metode “Skala Likert” dengan skor tertinggi 4 dan terendah 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemanfaatan media informasi yaitu media interpersonal, media cetak, dan media elektronik signifikan. Sumber informasi melalui media interpersonal relatif lebih banyak dimanfaatkan oleh pegawai karena kemudahan aksesnya yaitu melalui pertemuan langsung dan media cetak, relatif masih ada pegawai yang belum memanfaatkannya, karena keterbatasan cara untuk mengaksesnya.
Pemberdayaan Melalui Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Reguler Sebagai Bentuk Meningkatkan Sumber Daya Terhadap Pelaku Usaha di Desa Mendik Bhakti Kecamatan Longkali Kabupaten Paser Sugiharto, Eko; Al Farisi, Salman; Nadia, Nadia; Zhalza, Andi Nayla; Dewinta, Hikmah; Yuliana, Rahma; Hikmah, Nurul; Setiawan, M Irvin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 11 (2025): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/982s1335

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 51 Universitas Mulawarman Tahun 2025 dilaksanakan di Desa Mendik Bhakti, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser dengan fokus pada pemberdayaan UMKM dengan tujuan utama yaitu untuk membantu memajukan usaha UMKM di Desa Mendik Bhakti Kegiatan utama meliputi pembuatan produk olahan lokal berupa gabin fla dari pisang serta sosialisasi pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan partisipatif. Hasilnya, masyarakat memperoleh pengetahuan baru tentang inovasi produk dan strategi pemasaran modern, yang berdampak pada peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta daya saing UMKM desa.
Penguatan Kapasitas Manajemen Keluarga Pembudidaya Ikan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Panoragan Kecamatan Loakulu Sugiharto, Eko; Helminudddin, Helminudddin; Sulistianto, Erwan; Boa, Handayani; Fitriyana, Fitriyana
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 12 (2025): Oktober
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/5crj2y47

Abstract

Desa Panoragan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Loa Kulu yang cukup terkenal dengan sentral Budidaya Ikan Air tawar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan penyuluhan ini adalah kegiatan yang berorientasi pada aplikasi keilmuan di perguruan tinggi. Dosen yang mengampu tugas dalam Tridarma Perguruan Tinggi satu diantaranya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan melalui kegiatan Pengabdian kepada masyarakat perikanan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah :1. Penguatan jiwa kemandirian terutama dalam penguatan usaha budidaya ikan. 2. Menciptakan pola alternatif mata pencaharian di masyarakat Desa Panoragandari spesies ikan dan produk lain. 3.Mengembangkan diversifikasi usaha dengan mengoptimalkan potensi sumberdaya manusia maupun alam. Kegiatan pengabdian masyarakat di selenggarakan Kegiatan Penyuluhan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 13 September 2025 dengan lokasi Desa Panoragan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode penyuluhan yang digunakan adalah Tahapan persiapan, Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Utama, tahapan monitoring dan evaluasi. Hasil dan pembahasan Penyuluhan yang dilaksanakan ditargetkan dapat melibatkan kelompok Pengolah Hasil Perikanan yang berada di Desa Panoragan kecamatan Loakulu, dengan asumsi sejumlah 20 orang yang terhimpun dalam setiap kelompok pengolah hasil perikanan dan mitra kegiatan diharapkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.  Mitra diharapkan bersedia menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan tersebut. Desa Panoragan termasuk wilayah Kecamatan Loa Kulu merupakan sentral budidaya Perikanan dan sebagian besar dipasarkan dalam bentuk hidup atau segar. Belum banyak masyarakat di  Desa Panoragan mengembangan usaha-usaha alternatif.  Pemanfaatan potensi hasil dari usaha buddiaya  yang cukup besar dilakukan melalui kegiatan usaha alternatif yang dapat meningkatkan nilai tambah produk, peningkatan pendapatan dan menjadi instrument penguatan ekonomi rumah tangga pelaku usaha. Pengembangan kegiatan usaha ini membutuhkan berbagai upaya perencanaan yang diawali dengan identifikasi potensi usaha dan pelaku usaha dalam hal ini adalah yang tergabung dalam kelompok usaha bersama.