Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Terapi Pengobatan Luka Bakar Terhadap Kelinci New Zeland White Aprilia Rika Alvita; Tatiana Siska Wardani; Tiara Ajeng Listyani
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 4 (2023): November : Jurnal Medika Nusantara,
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i4.628

Abstract

Researched on burn wounds healing activity of extract of avocado leaft (Persea americana Mill.) in gel preparation forms were tested on rabbits New Zeland White. This study aimed to determine variations effect of concentration in gel extract of avocado leaft for the treatment of burn wounds in rabbits which had been wounded using hot metal. In this study, avocado leaft extract was obtained through maceration method and formulated into gel preparations with concentration of 1%, 2% and 5%. Gel base was used as a negativ control, namely carbomer 940 and Bioplacenton® gel was used as a positive control, applied to burns on the back of New Zeland White rabbits with a diameter of 1,5 cm. The avocado leaft extract gel activity test was carried out on 3 rabbit, each formulation was replicated 3 times and wound diameter measurements were taken on each day. Data on the percentage of burn wound healing was statistically analyzed using One Way ANOVA method. The result of the data analysis at a concentration of 5% obtained a sig value <0,05. Based on One Way ANOVA analysis of the five treatments, the most effective was avocado leaft extract gel with a concentration of 5%.
EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT INAP DI RSAU dr. SISWANTO LANUD ADI SOEMARMO TAHUN 2022 Galuh Puspita Sari; Kusumaningtyas Siwi Artini; Tatiana Siska Wardani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5379

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo pada tahun 2022. Penelitian menggunakan metode retrospektif dengan sampel sebanyak 52 pasien. Jenis antibiotik yang digunakan kombinasi antibiotik tiamfenikol dan inj seftriakson, tiamfenikol dan inj sefotaksim, sefiksim dan inj seftriakson, sefiksim dan inj sefotaksim, sefiksim dan inj sefoperazon. Efektivitas terapi dinilai dari besarnya penurunan suhu dan lama rawat inap. Pasien demam tifoid rawat inap didominasi pasien perempuan sebanyak 27 (51,9%). Sebagian besar pasien berusia 18-45 tahun 40 pasien (76,9%). Karakteristik klinis berdasarkan kadar leukosit didominasi pasien leukosit normal 42 pasien (80,8%), sedangkan  karakteristik klinis berdasarkan tes uji widal 52 pasien  positif (100%). Hasil penelitian menunjukkan antibiotik yang paling banyak digunakan kombinasi tiamfenikol dan inj seftriakson 33 pasien (63,5%). Lama rawat inap paling singkat pada pasien dengan terapi kombinasi sefiksim dan inj seftriakson (2,15 hari), diuji menggunakan One-way Anova (p=0,0240,05). Penurunan suhu yang paling besar dicapai pasien dengan terapi tiamfenikol dan inj seftriakson (2,24oC), diuji dengan Kruskal-Wallis (p=0,068 0,05).  Kata kunci -- Demam tifoid, Efektivitas antibiotik, Kombinasi antibiotik
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus K.) MENGGUNAKAN METODE ABTS Putri Martani Nur Afifah; Bangkit Riska Permata; Tatiana Siska Wardani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5584

Abstract

Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus K.) adalah salah satu sayuran yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Terdapat beberapa spesies kenikir yang tumbuh liar dan ditanam sebagai tanaman hias namun pemanfaatan lebih lanjut sebagai sayuran belum banyak dikenal. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan salah satunya adalah Kenikir (Cosmos caudatus K.).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan yang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penetapan kadar flavonoid menggunakan metode kolorimetri dengan kontrol positif yaitu kuersetin. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus K.) mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid. Kadar flavonoid total ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus K) adalah sebesar 12,197 mg QE/g dan nilai IC50 ekstrak etanol daun kenikir sebesar 21,704 μg/mL dengan kategori antioksidan yang sangat kuat.Kata Kunci : ABTS, Antioksidan, Flavonoid, Kenikir (Cosmos caudatus K.) 
Formulasi dan Uji Fisik Sediaan Face Toner Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocotum) Terhadap Propionibacterium acnes ATCC 6919 Musniati Musniati; Tatiana Siska Wardani; Danang Raharjo
Syntax Idea 6313-6326
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i10.8039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menguji fisik sediaan face toner yang mengandung ekstrak etanol daun sirih merah (Piper crocatum), serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap bakteri Propionibacterium acnes ATCC 6919, yang merupakan salah satu penyebab utama jerawat. Ekstrak etanol daun sirih merah diperoleh melalui proses maserasi, dan berbagai konsentrasi ekstrak pada konsentrasi 10% 15% dan 20% tersebut diformulasikan ke dalam sediaan face toner. Pengujian fisik sediaan meliputi pemeriksaan viskositas, pH, dan stabilitas selama penyimpanan. Selain itu, uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram untuk menilai potensi penghambatan terhadap Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi face toner memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan standar sediaan kosmetik, dengan pH yang berada pada rentang aman untuk kulit. Aktivitas antibakteri tertinggi dicapai pada sediaan dengan konsentrasi ekstrak tertinggi, yang menunjukkan zona hambat yang signifikan terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes. konsentrasi 10% dengan daya hambat 8,7 mm katagori sedang konsentrasi 15% dengan daya hambat 10,1 mm katagori kuat, dan konsentrasi 20% dengan daya hambat 14,3 mm katagori kuat. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun sirih merah dapat diformulasikan dengan baik ke dalam sediaan face toner, dan menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri yang efektif terhadap Propionibacterium acnes, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit untuk pencegahan dan pengobatan jerawat