Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI DAN ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERUMAHAN UNTUK MITIGASI BENCANA (STUDI KASUS: PERUMAHAN GRAHA ISOLA) Masri, Rina Marina; Rahman, Arif Aulia; Fachrikal, Aldi Rafi; Faridwazdi, Dzakhwaan Averrous Nur; Dalili, Galih Leo; Prayogi, Galih; Hapsari, Alya Sekar
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 28 No. 2 (2023): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v28i2.5238

Abstract

BPS West Bandung Regency in 2021 recorded a population of 1,181,226 people with an annual growth rate of 1.65%, with a growth rate that continues to increase every year, the need for housing in West Bandung Regency is increasing. Therefore, KPRI Universitas Pendidikan Indoensia plans to build housing, namely Graha Isola Housing to meet housing needs in West Bandung Regency, especially in Pasirhalang Village, Ciasarua District, West Bandung Regency. Housing development requires suitable land so it is necessary to evaluate land conditions and the level of disaster vulnerability because the housing site is located in an area with the potential for landslides. The research used descriptive qualitative and quantitative methods. The data used include National Digital Elevetion Model (DEM) data, Rupa Bumi Indonesia (RBI) Map of West Bandung Regency, Soil Type, Rock Type, rainfall data, West Bandung Regency RTRW Map and other literature sources. The results showed that the land suitability at Graha Isola housing site is in accordance with the land use conditions in the field, namely non-residential land so that residential development can be carried out. And the level of landslide hazard at the housing site is in a low hazard level, so that development can be carried out. However, housing development must also be adjusted to the aspects of livable housing development criteria.
EVALUASI IMPLEMENTASI GREEN BUILDING TIGA GEDUNG BANGUNAN PENDIDIKAN PADA TAHAP KONSTRUKSI (STUDI KASUS : GEDUNG FPEB, GEDUNG FPSD, DAN GEDUNG PASCASARJANA UPI BANDUNG) Purwaamijaya, Iskandar Muda; Masri, Rina Marina; Hanandita, Tiara Reza; Hapsari, Alya Sekar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyrakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.6.2.82-90

Abstract

ABSTRAKKonsep bangunan hijau menekankan pada peningkatan efisiensi energi, penghematan udara, material ramah lingkungan, pengurangan limbah, kualitas udara dalam ruangan, dan desain bangunan yang efisien. CWP 02 UPI yang merupakan proyek pembangunan Gedung FPEB, Gedung FPSD dan Gedung PS berfokus pada pembangunan gedung pendidikan yang menerapkan konsep green building. Penelitian ini fokus menganalisis penerapan konsep green building dan mengetahui nilai penerapan green building dari masing-masing bangunan. Penelitian ini dilakukan dengan menilai kriteria bangunan hijau berdasarkan Greenship Assessment Tool for New Buildings Versi 1.2. Berdasarkan hasil penelitian, Gedung FPEB memperoleh 70 poin, Gedung FPSD memperoleh 72 poin, dan Gedung Pascasarjana memperoleh 70 poin. Oleh karena itu, setiap bangunan mendapat peringkat emas. Gedung ketiga ini juga memenuhi 7 (tujuh) kriteria dalam syarat kelayakan bangunan. Diharapkan adanya evaluasi ulang terhadap kriteria yang tidak mendapatkan poin dengan menggunakan alat yang mumpuni dan hasil evaluasi yang tidak memenuhi syarat benchmark, dilakukan solusi perbaikan, dan hasil evaluasi yang memenuhi benchmark tetap dipertahankan dan terawat.Kata kunci: Evaluasi, Green Building, Greenship ABSTRACTThe green building concept emphasizes increasing energy efficiency, saving air, environmentally friendly materials, reducing waste, indoor air quality, and efficient building design. CWP 02 UPI, which is a project for the construction of the FPEB Building, FPSD Building and Postgraduate Building, focuses on the construction of educational buildings that apply the green building concept. This research focuses on analyzing the implementation of the green building concept and knowing the value of green building implementation from each building. This research was carried out by assessing green building criteria based on the Greenship Assessment Tool for New Buildings Version 1.2. Based on the research results, the FPEB Building received 70 points, the FPSD Building received 72 points, and the Postgraduate Building received 70 points. Therefore, each building received a gold rating. This third building also meets 7 (seven) criteria in building eligibility requirements. It is hoped that there will be a re-evaluation regarding criteria that do not get points using qualified tools and evaluation results that do not meet the benchmark requirements, corrective solutions will be carried out, and evaluation results that meet the benchmarks will be retained and maintained.Keywords: Evaluation, Green Building, Greenship
SOSIALISASI PENINGKATAN SUPPLY AIR BERSIH DI DESA SIDAMULYA KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2024 Masri, Rina Marina; Mardiani, Mardiani; Nurasiyah, Siti; Istiqomah, Istiqomah; Yusuf, Rakhmat; Supratman, Odih; Desilia, Asrinia; Hapsari, Alya Sekar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.7.2.79-84

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan faktor penting bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan. Desa Sidamulya di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, menghadapi tantangan dalam menyediakan pasokan air bersih yang memadai bagi penduduk dan sektor pertanian. Untuk mengatasi permasalahan ini dan mendukung tujuan keenam dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih secara berkelanjutan, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi peningkatan supply air bersih. Kegiatan ini melibatkan metode partisipatoris, meliputi Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan program sosialisasi, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air bersih dengan teknologi yang ramah lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 51% peserta merasa puas, dan 49% sangat puas terhadap kegiatan ini, serta memahami manfaat dari peningkatan supply air bersih dengan teknologi terbaru. Implementasi dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi Desa Sidamulya dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: Supply Air Bersih, Desa Sidamulya, Pembangunan Berkelanjutan, Sosialisasi, Pengelolaan Air.
PENGEMBANGAN PESANTREN MANDIRI MELALUI PENDAMPINGAN UMKM BERKELANJUTAN BERBASIS DIGITAL DI PESANTREN ULUL ALBAB BOJONG KONENG Masri, Rina Marina; Muda Purwaamijaya, Iskandar; Mariska Purwaamijaya, Btari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.734-740

Abstract

Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai kesepakatan pembangunan global berisi seperangkat tujuan transformatif antara lain (1) Tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia, (2) Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yangberkelanjutan, (3) Kesehatan yang baik dan Kesejahteraan yang menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan, kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan hidup cenderung kurang efektif, terutama di masa pandemi Covid 19. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu dan pengetahuan, namun membekali para santri dengan keterampilan kerja dan keterampilan sosial kemasyarakatan melalui pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan pesantren perkotaan pada saat Pandemi Covid 19 semakin kompleks, sebagai lembaga produksi jika hanya mengandalkan pasar tradisional perkembangannya akan cenderung stagnan. Selain itu kurangnya stakeholder pesantren yang belum dilengkapi dengan keunggulan kompetitif terkini yang memahami, menguasai dan terampil dalam kompetensi sebagai lembaga produksi yang harus berinovasi agar dapat melanjutkan dalam dunia usaha terutama dimasa pandemi Covid 19. Hal ini memunculkan gagasan untuk melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pengembangan Pesantren Mandiri melalui Pendampingan UMKM Berkelanjutan berbasis Digital di Pesantren Ulul Abab Bojongkoneng. PkM Bidang Ilmu dilandasi oleh pengembangan keilmuaan yang dilakukan oleh para dosen UPI di fakultas, kampus daerah, atau program studi. Lingkup bidang ilmu yang dikembangkan meliputi disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lainnya.
Penataan lahan dan bangunan perkotaan menggunakan teknologi sistem informasi geografis berbasis komputer untuk pembangunan berkelanjutan Iskandar Muda Purwaamijaya; Rina Marina Masri; Sumarto Sumarto
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38808

Abstract

Penataan lahan dan bangunan di perkotaan cenderung menyimpang dari norma kemampuan dan kesesuaian lahan serta rendah kualitas lingkungannya terhadap baku mutu. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan basis data lahan dan bangunan di wilayah perkotaan menggunakan teknologi sistem informasi geografis berbasis komputer sehingga terwujud suatu pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dan korelatif irisan serta gabungan untuk analisis keruangan dan atribut terpadu. Hasil penelitian (1) model konseptual lahan dan bangunan harus dikembangkan dari peta dasar berskala 1 : 500 atau 1 : 1.000 dengan cakupan 1.000 x 500 m sehingga tema dapat tersaji dengan baik dan jelas, (2) model fungsional lahan dan bangunan harus melalui suatu proses normalisasi informasi agar data base berhasil guna, (3) implementasi data base lahan dan bangunan perkotaan harus diujicobakan kepada para pemangku kepentingan sehingga dapat diperoleh umpan balik untuk penyempurnaan serta dapat tepat memenuhi kebutuhan para pengguna akhir.
Development of Green Building Evaluation for Capacity Building of Civil Engineering Students to Realize Sustainable Development Masri, Rina Marina; Purwaamijaya, Iskandar Muda; Widianingsih, Irma; Purwaamijaya, Btari Mariska
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v16i1.67736

Abstract

The purpose of writing this article is to determine the level of Civil Engineering capacity in the development of green buildings to realize sustainable development. Civil engineering really considers advances in transportation technology, environmental changes such as climate, soil structure and natural disasters as well as the development of green buildings to realize sustainable development. Civil engineering is used to design and oversee the construction of infrastructure. However, the facts on the ground show that there are still many who think that the construction of green buildings is not the responsibility of civil engineering personnel but the responsibility of spatial planning personnel. Constraints from the unaccommodated green building by civil engineering personnel of UPI Bandung gave rise to the author's idea to conduct an evaluation of green building development to increase the capacity of Civil Engineering in realizing sustainable development. The activity method is descriptive activity through online and offline face-to-face activities, discussions, practicum, pre-test and post-test. The population is civil engineering students of FPTK UPI Bandung who are still active as students. The sampling technique was done randomly. The tools used are computer hardware and software, tests, questionnaires and observation sheets. Data The primary data taken is data from activity participants and secondary data in the form of satellite images of housing locations. The data analysis technique used is understanding analysis, participants' attitudes and skills as well as spatial analysis. Based on the results and discussion of the research, some research findings that can be concluded regarding the level of understanding of respondents in analyzing green building development to realize sustainable development are that the implementation of appropriate standard operating procedures to explain the analysis of green building evaluation development to realize sustainable development can increase the capacity of Civil Engineering.
Evaluation of Learning in Civil Engineering Study Program Groups in the Field of Science and Environment in the 21st Century Learning System Purwaamijaya, Iskandar Muda; Masri, Rina Marina
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v16i1.67735

Abstract

This article aims to evaluate group learning in the field of Civil Engineering and environmental science in the 21st-century learning system. The 21st-century learning system is designed for the 21st-century generation to keep up with the latest technological developments. Survey and mapping learning systems in pandemic conditions have adopted and implemented 21st-century learning systems, but detailed and precise information has not been studied. The research method used is the descriptive quantitative method. The participants of this study are Civil Engineering students. The pretest and posttest questions were used to collect data related to the comprehension test by giving a test via the google form link. The results showed an increase in understanding of the 21st-century learning system. The value of Civil Engineering students' knowledge about the 21st-century learning system increased. This illustrates that delivering material about the 21st-century learning system is quite successful. Thus, there is a need for advanced research on 21st-century learning related to personnel, equipment, and funding.
Analisis Dampak Volume Lalu Lintas terhadap Kualitas Udara dalam Mendukung Pencapaian SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan Raka Rafian Hakim; Yudi Sekaryadi; Rina Marina Masri
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6470

Abstract

Kualitas udara perkotaan merupakan salah satu indikator penting keberlanjutan kota sebagaimana diamanatkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya Target 11.6 yang menekankan pengendalian dampak lingkungan kota termasuk kualitas udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak volume lalu lintas terhadap kualitas udara ambien di ruas Jalan Citeureup–Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebagai dasar evaluasi pencapaian SDG 11 pada skala kawasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa volume lalu lintas dan konsentrasi polutan udara (CO, HC, SO2, PM10, dan PM2,5) pada enam titik desa di sekitar kawasan industri semen selama periode 2016–2025. Analisis data dilakukan melalui perhitungan derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan (LOS), uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon satu sampel, serta uji-t satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan derajat kejenuhan jalan berkisar 0,50–0,84 dengan LOS bervariasi dari kategori terbaik hingga sedang, mengindikasikan tekanan lalu lintas yang meningkat pada jam puncak. Konsentrasi CO, HC, dan PM2,5 yang berasal dari kendaraan bermotor pada sejumlah tahun dan lokasi melampaui baku mutu udara ambien nasional (PP No. 22 Tahun 2021), sedangkan emisi industri semen serta parameter SO2 dan PM10 secara umum masih di bawah ambang batas. Temuan ini menegaskan bahwa volume lalu lintas, bukan aktivitas industri, menjadi faktor dominan penurunan kualitas udara di wilayah studi, sehingga pengelolaan lalu lintas dan transportasi berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target SDG 11 di kawasan perkotaan dan peri-urban.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROSES PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) PADA BANGUNAN GEDUNG DI KOTA BANDUNG Ryan Nizar Wiharja; Rina Marina Masri; Dadang M. Ma’soem
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.12721

Abstract

Setiap tahunnya, Kota Bandung mengalami perkembangan pesat dalam sektor infrastruktur, termasuk pembangunan gedung. Sebelum pembangunan dimulai, setiap gedung harus mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang mensyaratkan pemenuhan persyaratan administratif dan teknis sesuai dengan fungsi bangunan. Proses PBG meliputi verifikasi dokumen teknis, penilaian oleh tim teknis, persetujuan, dan penerbitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Standar Operasional Prosedur (SOP) pengurusan PBG di Kota Bandung, mengidentifikasi faktor hambatan dalam memperoleh PBG, serta mengevaluasi implementasi syarat teknis PBG yang dinilai oleh Tim Penilai Ahli (TPA) di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis data menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor hambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengajuan PBG dilakukan melalui website SIMBG, yang mencakup tahap prapermohonan, permohonan, hingga penerbitan. Faktor hambatan yang paling tinggi terjadi pada tahap pembuatan Keterangan Rencana Kota (KRK) dalam aspek administrasi, sementara untuk aspek teknis, hambatan terbesar ditemukan pada tahap proses Data Teknis Gedung Eksisting terkait Data tenaga ahli bangunan Gedung hijau. Pemohon PBG harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis, termasuk standar teknis untuk arsitektur, struktur, dan utilitas. Pemahaman yang baik terhadap SOP sangat penting untuk menghindari kendala teknis. Persyaratan yang disiapkan oleh pemohon harus tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk memperoleh PBG.
Analisis Dampak Lingkungan untuk Pembangunan Perumahan di Kawasan Bandung Utara Berbasis Model Sistem Dinamis Rina Marina Masri; Iskandar Muda Purwaamijaya
Jurnal Permukiman Vol 6 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2011.6.147-153

Abstract

Penyimpangan pembangunan perumahan terhadap penataan ruang di kawasan Bandung Utara secara faktual didukung oleh data dan analisis keruangan. Tahapan-tahapan penelitian, yaitu : survei pendahuluan, pembuatan model konseptual dan instrumen, pengumpulan data dan validasi instrumen, pembuatan model fungsional, pemasukan data empirik dan simulasi, implementasi model awal, revisi model dan menguji validitas model, menguji sensitivitas model, penyusunan hasil dan merumuskan kebijakan. Tujuan penelitian yaitu : mengetahui faktor-faktor pemicu yang paling berpengaruh terhadap pembangunan perumahan, menyusun prediksi prioritas dampak penting hipotetik pembangunan perumahan berdasarkan pelingkupan, mengetahui dampak lingkungan pembangunan perumahan dan menyusun kebija kan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan di kawasan Bandung Utara berdasarkan analisis sensitivitas model sistem dinamis. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan analitik eksplanatoris. Penelitian dilakukan dari Maret sampai dengan November 2010. Hasil meliputi faktor-faktor pemicu paling berpengaruh terhadap pembangunan perumahan, prioritas dampak penting hipotetik hasil pelingkupan, analisis dampak pembangunan perumahan terhadap lingkungan dan kebijakan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan di kawasan Bandung Utara berdasarkan analisis sensitivitas model sistem dinamis. Manfaat penelitian untuk meningkatkan kesadaran stakeholder berperanserta dalam pembangunan perumahan yang berwawasan lingkungan serta menjadi naskah akademik untuk merevisi serta menyempurnakan peraturan dan perundangan pembangunan perumahan di kawasan Bandung Utara.