Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Sayur di Desa Ngampel Wetan Kabupaten Kendal : Training on Processing Liquid Organic Fertilizer from Vegetable Waste in Ngampel Wetan Village, Kendal Regency Fajar, Dimas Rizqi; Prasasti, Anggun Niken; Afiqoh, Fadhila Aulia Nur; Respati, Iklima Nur; Sari, Betty Fitria Nita; Prastyo, Irman Said
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 1 No. 3 (2024): September : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kes
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v1i3.524

Abstract

Training on processing liquid organic fertilizer from vegetable waste in Ngampel Wetan Village, Kendal, was conducted to increase community awareness and skills in utilizing household waste, especially vegetable waste, as a basic ingredient for making liquid organic fertilizer. This activity was motivated by the community's dependence on inorganic fertilizers in agriculture, so the potential of liquid organic fertilizer can be applied to farmers in Ngampel Wetan Village. With this training, the community is expected to be able to reduce dependence on chemical fertilizers by switching to organic fertilizers that are safer and more economical. The method used in processing vegetable waste as liquid organic fertilizer, observation, theory, product targets, implementation, and evaluation aims to solve problems in Ngampel Wetan Village, Ngampel District, Kendal Regency. It is hoped that with this training, the community of Ngampel Wetan Village can utilize vegetable waste into liquid organic fertilizer and utilize it in agricultural activities so that liquid organic fertilizer can overcome the problems of waste and limited fertilizer. Pelatihan pengolahan pupuk organik cair dari limbah sayur di Desa Ngampel Wetan, Kendal, dilakukan guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga, khususnya limbah sayur, sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair. Kegiatan ini dilater belakangi oleh ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan pupuk anorganik dalam bidang pertanian, maka potensi pupuk organik cair dapat diaplikasikan ke para petani di Desa Ngampel Wetan. Pelatihan pupuk organik cair kepada masyarakat diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dengan beralih ke pupuk organik yang lebih aman dan ekonomis. Metode yang digunakan pengolahan limbah sayur sebagai pupuk organik cair yaitu observasi lapangan, teori, sasaran produk, pelaksanaan, dan evaluasi bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan di Desa Ngampel Wetan Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Ngampel Wetan dapat memanfaatkan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair dan memanfaatkannya dalam kegiatan pertanian, sehingga pupuk organic cair dapat mengatasi permasalahan sampah dan keterbatasan pupuk
Critical Thinking Skills (CTS) through Augmented Reality Worksheets using The Inquiry-Scaffolding Models Ardhi Saputri, Affa; Ellany Mohtar, Lilia; Arsini, Arsini; Said Prastyo, Irman; Surya Fitra, Ilham
Physics Education Research Journal Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Science and Education, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/perj.2024.6.1.19657

Abstract

Critical thinking skills (CTS) are important for training in physics. This research aims to train students' CTS through augmented reality worksheets with the inquiry-scaffolding model. The research participants comprised 36 third-semester physics education students at UIN Walisongo Semarang. This research utilized a pre-experimental method employing a one-group pre-test post-test design. The enhanced CTS was assessed using the N-gain test. The analysis of students' CTS yielded four categories: very less critical, less critical, critical, and very critical. Implementing learning through augmented reality worksheets employing an inquiry-scaffolding model enhanced students' CTS by 0.30 with moderate criteria. The breakdown of students' CTS following the augmented reality worksheets with inquiry-scaffolding models showed a distribution of 19.44% less critical, 69.44% critical, and 11.11% very critical. From the research findings, it can be concluded that augmented reality worksheets using the inquiry-scaffolding model effectively train students' CTS in learning physics. Through learning with augmented reality worksheets, students are trained to analyze arguments, consider the validity of various sources, make inferences and general conclusions, and make decisions. Scaffolding procedure: explaining, modeling, and questioning can provide an overview of cause and effect, and abstraction of a concept as a provision to strengthen CTS.
Pemberdayaan Lembaga Falakiyah Menuju Standarisasi Ahli Rukyatul Hilal Khasan, Moh.; Said Prastyo, Irman; Ranselengo, Hamjan A; Sophia, Ghaida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3104

Abstract

Salah satu metode dalam penentuan awal bulan qamariah adalah rukyatul hilal. Rukyatul Hilal merupakan suatu kegiatan untuk mengamati hilal saat matahari terbenam setelah terjadi ijtimak (konjungsi). Adapun hilal merupakan bulan sabit muda yang sangat tipis pada fase awal bulan baru. Melihat hilal dengan mata telanjang sangat sulit dikarenakan bias dengan cahaya matahari sehingga dibutuhkan alat bantu berupa teleskop serta ketelitian dari perukyat dalam melihat hilal. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas serta skill perukyat Lembaga Falakiyah Provinsi Jawa Tengah, dilakukan pelatihan penguatan skill rukyatul hilal melalui pemanfaatan Planetarium dan observatorium UIN Walisongo Semarang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah capacity building yaitu suatu proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan para perukyat LF PCNU se Jawa Tengah melalui pemberian teori dan juga praktik secara langsung. Adapun untuk mengukur efektivitas digunakan skor N-Gain dengan model one groub pre test post tes. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat terlaksana dengan baik, terbukti dengan meningkatnya kapasitas peserta baik dari segi pengetahuan tentang rukyatul hilal dan dari segi keahlian penggunaan instrumen-instrumen rukyat. Tingkat efektivitasnya secara kuantitatif berada di prosentase skor N-Gain 79 % dan masuk dalam kategori efektif.