Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur (WUS) dalam Pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau Tahun 2023 Hikmah, Andi; Monica, Olivia Tri; Ningsih, Nisa Kartika
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.4690

Abstract

The aim of this research is to determine the factors that influence women of childbearing age in having Pap Smear examinations at the Kotabaru Community Health Center, Keritang District, Indragiri Hilir Regency, Riau in 2023. This research method is analytical research, with a cross-sectional approach with a sample size of 60 respondents, using data namely primary data (questionnaire), analysis using Chi Square. The results of the research show that there is a significant relationship between the variables age, employment and husband's support with the Pap Smear examination, while the variables that are not related to the Pap Smear examination are parity, education and knowledge at the Kotabaru Health Center, Keritang District, Indragiri Hilir Regency, Riau in 2023
Hubungan Usia Ibu dan Kurang Energi Kronik (KEK) dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Hariyanti, Reni; Azahra, Nanda Dilla; Sulastri, Sulastri; Monica, Olivia Tri
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.5476

Abstract

The aim of this study was to determine the relationship between the prevalence of anemia in pregnant women at the Putri Ayu Community Health Center in 2024 with maternal age and KEK. This research is quantitative retrospective. The population in this study were all pregnant women who had their pregnancies checked at the Putri Ayu Community Health Center in 2022 with a total of 65 respondents. Investigate information using the chi-square test. The results of the research show that there is no relationship between maternal age and the frequency of pallor in pregnant women and there is a relationship between KEK and the occurrence of frailty in pregnant women at the Putri Ayu Community Health Center, Jambi City in 2024.
Efektivitas Herbal Sebagai Alternatif Terapi Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS): Literatur Review Reni Hariyanti; Putri Lestari; Olivia Tri Monica; Ririn Indriani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.153

Abstract

Menurut World Health Organization (2025), sekitar 6–13% perempuan usia reproduksi mengalami PCOS, dengan peningkatan 10–15% akibat gaya hidup tidak sehat dan obesitas. Penelitian ini bertujuan menemukan terapi alternatif yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Berdasarkan 6 artikel dari PubMed, Google Scholar, dan Science Direct (2020–2025), beberapa terapi herbal menunjukkan efek positif pada PCOS. Asparagus africanus berpotensi melalui metode docking molekuler, Tinospora cordifolia pada hewan model meningkatkan hormon normal, sensitivitas insulin, dan struktur ovarium, sedangkan Moringa oleifera berperan melalui efek antioksidan, modulasi hormon, perbaikan mikrobiota usus, dan peningkatan folikulogenesis. Urtica dioica dan lutein menurunkan MDA, kadar testosteron, serta meningkatkan SHBG, memperbaiki ketidakseimbangan hormon. Cinnamomum verum dosis 3 g/hari selama 12 minggu menurunkan testosteron total tanpa memengaruhi metabolisme atau progesteron luteal, dan kombinasi labu kuning, bunga matahari, wijen, serta biji rami mampu menyeimbangkan FSH dan LH. Kesimpulannya, Tinospora cordifolia dan Moringa oleifera efektif sebagai terapi PCOS, memberikan dampak positif pada aspek hormonal, metabolik, dan struktural.
Hubungan Pengetahuan Suami Dengan Dukungan Terhadap Keikutsertaan Metode Kb Implan Suarsih, Acih; Istianah; Astriani, Mardelia; Monica, Olivia Tri; Rachmasari, Bella
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.714

Abstract

Penggunaan kontrasepsi implan di Indonesia belum sebanding dengan metode jangka pendek seperti suntik dan pil, meskipun implan memiliki efektivitas tinggi dan durasi perlindungan lebih lama. Di wilayah kerja Puskesmas Balaraja, pemilihan implan juga masih lebih rendah dibandingkan metode lainnya. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah tingkat dukungan suami yang berkaitan dengan pemahaman terhadap metode kontrasepsi implan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan suami dan dukungan terhadap penggunaan implan. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Mei–Juni 2024. Populasi berjumlah 200 suami pasangan usia subur, dengan sampel 66 responden yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari 10 pertanyaan pengetahuan dan 10 pertanyaan dukungan. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan suami dan dukungan terhadap penggunaan KB implan (p = 0,001). Suami dengan pengetahuan baik memiliki peluang lebih besar memberikan dukungan dibandingkan yang berpengetahuan kurang. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan suami berperan penting dalam memperkuat dukungan penggunaan implan. Edukasi dan konseling berbasis pasangan diperlukan untuk meningkatkan partisipasi suami dalam penggunaan kontrasepsi implan